Terjebak Cinta Cassanova

Terjebak Cinta Cassanova
Rencana Jackson


__ADS_3

Disela sela perbincangannya dengan kakaknya. kara pun menanyakan tentang adanya Siska yang berada di perusahaan ini.


"kakak sekarang Siska bekerja di sini juga?" tanya kara sembari menyodorkan camilan kepada kakaknya.


"Ah iya. sekarang Siska bekerja di sini sebagai sekertaris kakak. selain Siska pandai ia juga berbakat dalam mengelola Perusahaan dengan baik." jelas sarah yang sedang mengunyah camilan nya.


"Lalu. bagaimana kakak bisa mengeluarkan Siska dari Club malam itu? bukannya dulu Siska bekerja bersamamu di sana?" lanjut tanya kara.


"Iya. kakak sudah membebaskan Siska dari Club malam itu." jelas Sarah.


"Bagaimana caranya kau membebaskannya dari Club malam itu kak? bukanya tidak ada yang bisa keluar dari sana jikalau tidak ada yang menggantikannya sebagai wanita malam disana?" tanya kara dengan antusias. sungguh ia sangat penasaran bagaimana bisa kakaknya menebaskan Siska dengan mudah?.


"Club malam itu adalah milik suamimu. apa kau lupa itu?? bukanya dulu tuan muda menikahimu karena aku tidak mau melayaninya. sehingga kau mengorbankan dirimu untuk kakakmu ini." ujar Sarah dengan wajah menunduk ia masih merasa bersalah kepada adiknya.


_*ah iya benar apa yang dikatakan oleh kak Sarah. ia tidak tau jika aku adalah mantan kekasih dari Bara dulunya._*(Batin kara).


*Iya kak. aku lupa" ujar kara sembari tersenyum kikuk. ia melihat kakaknya menunduk kan kepalanya tanda masi merasa bersalah kepada dirinya. "Oh ayolah kakak. jangan merasa bersalah seperti itu. mungkin ini adalah takdir tuhan untuk mempertemukan aku dengan takdirku. sehingga mengirim bara sebagai suamiku yaah walaupun caranya sedikit berbeda. tetapi aku sangat bersyukur memiliki suami sepertinya." sambungnya seraya membuat sang kakak tidak merasa bersalah lagi kepadanya.


"Maafkan kakak kara" Sarah menatap adiknya dengan raut wajah sedih. membuat kara memeluk sang kakak dengan erat "Tidak perlu meminta maaf kak. kau tidak salah. justru aku seharusnya sangat berterimakasih kepada mu. berkat dirimu kau sudah mempertemukan aku dengan takdirku." jelas kara panjang lebar.


kara tersenyum manis kepada kakaknya. dan mulai menghibur Sarah. sehingga membuat Sarah tertawa terbahak-bahak dengan lelucon kara. sungguh kara memang gadis yang lucu.


tok..tok..


"Masuk" ujar Sarah.


Ahh ternyata sekertaris Ken.


"Ada apa sekertaris Ken?" tanya kara dengan menatap Ken


"Nona. tuan meminta saya untuk mengantar anda pulang. ini sudah 3 jam , saya tidak ingin tuan marah karena anda pulang terlambat." jelas Ken dengan sorot mata dinginnya.


"Baiklah sekertaris Ken." kara berdiri sembari memeluk kakaknya. "Kak aku pulang dulu. sampai jumpa" sambung kara.


"Iya. hati2 di jalan." timpal Sarah.


"Mari nona" Ken.


di perjalanan menuju rumah Bara. kara hanya duduk diam melihat jendela mobil dengan termenung dan melamun. mobil berjalan dengan kecepatan normal. tanpa sadar kara melihat Brian yang duduk sendirian dengan segengam minuman bersoda. ia tampak kacau. pikir kara.


disisi lain kara merasa apa karena dirinya sehingga sekarang Brian seperti itu? ia merasa bersalah kepada brian. lalu kara harus bagaimana? jika kalian di posisi kara. keputusan apa yang kalian ambil? dengan pilihan kebebasan kakaknya atau kekasihnyaa. pastinya jika memilih kekasihnya ia takut kekasihnya akan di bunuh. jika ia memilih kebebasan kakaknya. mungkin ini jalan terbaik untuk semuanya.


"Brian" ujar kara lirih. ia pun mengingat masa2 menjalin hubungan dengan Brian dulu. walaupun singkat tapi sangat bermakna. bagi kara Brian adalah orang yang paling mengerti dan memahami dirinya.

__ADS_1


"nona mengatakan sesuatu?" tanya Ken yang tak sengaja mendengar nona mudanya memangil2 nama Brian. walaupun lirih tapi telinga Ken itu sangat tajam.


"T.tidak" dusta kara yang tidak berani mengatakan bahwa dirinya melihat Brian tadi. ia takut Ken akan memberitahu suaminya sehingga menyebabkan pertengkaran nantinya. ia tidak mau jika hal kecil bisa membuat hubungannya dan bara renggang.


"Baiklah jika begitu nona.jika anda butuh sesuatu katakan saja" ujar Ken sembari fokus mengendarai mobil. kara hanya mengangguk.



Brian Anggelo🤩


....


Setelah sampai di Rumah. kara bergegas naik menuju kamarnya. ia pun membasuh wajahnya dengan air dingin. sungguh kara masih memikirkan Brian. semenjak hari itu saat kara memutuskan hubungannya dengan Brian. kara sudah tidak pernah bertemu dengannya lagi. bahkan kara juga tidak memikirkan Brian sebelum dan sesudah menikah dengan bara. terlebih lagi Sekarang rasa cinta kara telah kembali sepenuhnya untuk suaminya. ia tidak memiliki niatan untuk memikirkan Brian apalagi kembali menjalin hubungan dengannya. ia hanya merasa bersalah saja kepada brian karena ia lah yang membuat Brian menjadi kacau seperti yang ia lihat tadi.


"Maafkan aku Brian...." ujar kara lirih sembari menetaskan air matanya tanda rasa bersalah kepada brian.


....


hari demi hari, berminggu-minggu bahkan kini usia pernikahan kara dan bara memasuki bulan ke 2.


kehidupan rumah tangganya berjalan dengan baik. bahkan sekarang kara sudah mulai percaya sepenuhnya kepada suaminya.


tok.. tok...


ia membuka pintu kamarnya dengan sedikit menahan kantuknya.


"Hai kakak ipar maaf telah menganggu tidur siang mu" ternyata Daniel. kara melebarkan matanya ia pun memeluk adik iparnya. walaupun hubungan mereka hanya sebatas adik ipar dan kakak ipar tapi mereka berdua sangat dekat bahkan kara sudah menganggap Daniel seperti adiknya sendiri.


"Daniel. ini benar kau? kapan kau datang? kenapa tidak memberi tau ku? aku sangat bahagia dengan adanya dirimu. kakak sangat merindukanmu" kara berbicara tanpa henti membuat Daniel tidak bisa menjawab satu persatu pertanyaan yang di lontarkan untuknya.


"Hei kakak ipar. tenanglah... aku akan menjawab pertanyaan mu satu persatu" ujar Daniel sembari menenangkan sang kakak ipar.


"Yaya baiklah. sekarang jawab pertanyaan kakak iparmu ini" sambung kara..


"Aku baru datang kemari karena 2 bulan lalu Perusahaan ku yang berada di negara A mengalami penurunan sehingga harus aku sendiri yang mengurusnya." jelas Daniel


"Seperti itukah? lalu bagaimana dengan keadaan perusahaanmu sekarang Daniel?" tanyanya.


"Syukurlah kakak ipar. sekarang Perusahaan ku sudah kembali stabil " ujar Daniel.


"Syukurlah. Sekarang kau beristirahatlah..! aku tau kau sangat lelah. karena perjalanan antara negara A sampai sini memerlukan waktu yang tidak singkat." jelas kara sembari menyuruh Daniel beristirahat karena perjalanan panjang yang di tempuh oleh adik iparnya itu.


"Baiklah kakak ipar. kau memang sangat mengerti aku. terimakasih banyak kak. aku akan beristirahat di kamarku. sampai nanti" ujar Daniel sembari pamit untuk beristirahat ke kamarnya. ia cukup kelelahan dengan perjalanan panjangnya.

__ADS_1


Kara mengangguk kan kepalanya sembari menyambung tidur siangnya yang tadinya sempat terganggu.


....


Sementara di sisi lain. terdapat ruangan gelap yang hanya ada 1 celah cahaya yang ia biarkan untuk sedikit menerangi ruangan tersebut.


"Tuan saya memiliki kabar gembira untuk anda" ujar pesuruhnya dengan senyuman menakutkan


"Apa itu??!!" tanya sang tuan. yang tidak lain adalah Jackson sendiri.


"Tuan. kekasih saya mendapatkan perintah secara langsung dari ibu dari tuan bara, untuk memisahkan pernikahan tuan bara dan nona kara secara langsung." jelas John


"maksutmu? jelaskan secara detail jangan berbelit2!" teriak Jackson yang tak paham maksud dari John


"begini tuan. kekasih saya adalah anak dari sahabat nyonya Laurent . sedangkan nyonya Laurent adalah ibu kandung dari tuan bara sendiri. nyonya Laurent meminta kekasih saya untuk menjadi orang ketiga dalam menghancurkan pernikahan tuan bara dan nona kara" jelas John.


"Kenapa ibunya bara meminta kekasih mu untuk menjadi orang ketiga dalam pernikahan bara dan kara? apa alasannya?" tanya Jackson


"Karena sedari awal nyonya Laurent tidak menyetujui pernikahan dari tuan bara dan nona kara." sambung John.


"kenapa ibunya bara tidak menyetujui pernikahan tersebut?".


"Nyonya Laurent tidak menyukai nona kara tuan. bahkan nyonya Laurent sangat membenci Nona kara. karena nona kara adalah anak dari nyonya Saras musuh nyonya Laurent. ia teramat sangat membenci nyonya Saras di sebabkan rasa iri dan dengki yang di miliki oleh nyonya Laurent sendiri. itulah yang membuatnya ingin sekali menghancurkan pernikahan putranya dengan mengirim wanita lain menjadi orang ketiga dalam pernikahan tuan bara dan nona kara. dan sialnya wanita itu adalah kekasih saya tuan." John.


"Bagus. sangat menarik John. kita tidak perlu mengotori tangan kita sendiri. hahaha" tawa menakutkan dari Jackson membuat John begidik ngeri. John tau jika tuannya ini sangatlah berbahaya. selain Jackson adalah seorang mafia kejam, ia juga seorang psycopath. sungguh menakutkan. "tetapi apakah ibunya bara mengetahui? jika wanita yang ia kirim untuk menghancurkan pernikahan putra sendiri sebenarnya sudah memiliki kekasih?" tanya Jackson sembari menunjukkan sorot mata tajamnya.


"Tidak tuan. Nyonya Laurent tidak mengetahuinya. terlebih wanita yang ia kirim adalah kekasih saya sendiri. pastinya saya akan mengurus segalanya sesuai dengan rencana kita." John menjelaskan secara detail kepada Jackson. membuat Jackson tertawa mengerikan


"Tunggu sebentar lagi sayang.. aku pasti akan segera membawa mu pergi" ujar Jackson dengan senyum penuh arti "Dan kau bara.. aku tidak sabar melihat mu menderita jika kau tau, bahwa seseorang yang ingin menghancurkan hubungan pernikahan mu adalah ibumu sendiri hahaha..."


Jackson sangat menakutkan.


.


oh iya gays klo kalian berhadapan dengan Jackson apa yang akan kalian lakukan??🤣 author pastinya akan lari 😆


#Makin penasaran aja sama kelanjutan ceritanya 🤭


haha jangan lupa untuk like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat bikin chapter menarik untuk kalian semua 😊 semoga kalian suka 🤗 terimakasih 🙏🏻



Jackson Phill 🤩

__ADS_1


Aslinya Jackson juga tampan gays nga kalah ama Ken dan Sam🤭


__ADS_2