Terjebak Cinta Cassanova

Terjebak Cinta Cassanova
Happy Ever After~


__ADS_3

mereka semua pun menjerit,,,,


kara syok, wajahnya pucat pasi,,


Darah muncrat dimana-mana,,, Ken dan Sam terdiam. sementara bara,,, matanya membulat sembari meregangkan otot-otot yang kini mulai kaku.


Dor....


dor.... dor....


kara berteriak histeris,, sembari menutup kedua mata dan telinganya menggunakan kedua tangannya,, dengan tetesan air mata yang mulai banjir.


mata Jackson membuat,, darah mengucur deras pada kedua kakinya,, benar saja.. kegilaan Jackson yang hampir menembak Jake, kini telah sirna...


karena Laurent lah yang lebih dulu menembak i tangan dan kaki Jackson satunya hingga kini Jackson terpapar lemah dengan darah yang mengalir deras.


Jake, terlepas,,


bocah laki-laki itu langsung berlari memeluk kara dengan erat.


"Mommy..."


kara pun memeluk Jake dengan pelukan kelegaan di campur dengan kesedihan yang kental.


"Maafkan mommy,, karena tidak bisa menjagamu dengan baik Honey,,, kau tidak apa-apa..?" Jake pun mengangguk.


tapi sialnya,,


Laurent pun tertembak di area jantung hingga membuat Laurent pula terpapar seperti Jackson.


"Ibu..!!!!!" teriak bara.


kini bara menghampiri Laurent, dengan darah segar yang terus mengalir dan mengalir,


"Ma-afkan ibu,, bara.. se..lama.. ini i-bu t..tidak pernah mem..per..du...li..kan.. mu.. dan.. da..ni...el... Sam..pai..kan..lah.. ka..ta.. ma..af.. ibu.. pa..da.. a..dik..mu.. " lirih Laurent terbata-bata.


"Jangan bilang begitu,, justru aku lah yang harus meminta maaf padamu.." lirih bara di sela-sela tangisnya.


Laurent tersenyum untuk yang terakhir kalinya.


"I..bu ha..rus.. per...gi a..yah..mu.. su..dah.. men..jem..put.. ibu..."


Laurent menutup matanya,,


deru nafas Laurent telah menghilang,, tandanya Laurent sudah meninggal.


bara menangis sejadi jadinya,, dirinya menyesal karena telah mengacuhkan ibunya selama ini, dia belum sempat mengucapkan maaf atas kesalahannya sekaligus belum mengucapkan terimakasih karena sudah menyelamatkan istri dan anaknya.. dan sekarang,, belum sempat bara memperbaiki hubungannya dengan ibunya,, tetapi kini ibunya telah tiada...


lalu apa yang harus di sesali?


nasi sudah basi!


kara menepuk bahu suaminya,, sembari memeluk bara dengan tangis yang kental. mereka tidak tau apakah harus bahagia ataukah bersedih..


karena sekarang tak ada ancaman lagi untuk keluarganya tetapi harus kehilangan satu anggota keluarga lagi.


.....


pemakaman Laurent kini telah usai,


Laurent terkubur bersebelahan dengan Louis di berlin,, walaupun telah menjadi abu,, tetapi mereka menginginkan abu tersebut di kubur bersebelahan khusus untuk anggota keluarga,, karena konon katanya jika terkubur bersama, maka kelak mereka akan terus di bersamakan dengan Tuhan sebagai pasangan hidup dan mati.


2 bulan setelah kematian Laurent,


kini bara, kara, Jake beserta yang lain telah pulang dan berkumpul menjadi 1 keluarga. terlebih sekarang bara telah mengajak kara dan Jake pulang. bukan pulang ke Vanesia tapi pulang ke Roma.


bara tidak ingin teringat dengan masa lalu buruk yang membuat dirinya hancur.


sepulangnya bara dan kara di sambut meriah oleh Daniel dan carroline. baru kali pertama ini bara melihat Carol.


sudah dua bulan berlalu,, mereka mencoba untuk keluar dari masa kesedihan, keterpurukan dan penyesalan. sekarang mereka mencoba untuk kembali pulih dengan membangun masa depan baru yang lebih cerah. mereka percaya tuhan pasti sudah menciptakan sebuah kebahagiaan setelah penderitaan. kini tinggal kita yang menjalani hidup. ingin terus-terusan bersedih atau bangkit.


"apa kau baik-baik saja kara?Kau tampak pucat." tanya Carrol.


"Aku baik." kata kara sembari tersenyum manis.


"Aku sangat merindukanmu kara.." Sarah memeluk adiknya dengan erat.


"kara dimana putramu?" tanya Shasha.


"Jake ada di dalam, dia sangat sedih karena pindah dari Melbourne ke Roma. putraku itu sangat merindukan temannya." jelas kara.


"Hei William.. putraku,, ajaklah Jake bermain." teriak Shasha kepada William sang putra.


"Mommy aku sedang bermain game." ujar William bocah berusia hampir 4 tahun itu sedang bermain dengan sangat lihai.

__ADS_1


"Terserah kau saja." Shasha pasrah "Anak itu benar-benar nakal sekali." gerutu Shasha.


"kak Sarah,, dimana Seth putramu?Aku belum pernah melihat keponakanku.." tanya kara.


"Ah Seth, dia sedang tertidur,, " ujar Sarah.


"Dia bayi kecil yang menggemaskan." sambung Carrol.


"Hei apa kalian melihat Ken?" tanya cloe istri Ken yang sedari tadi sibuk berkutat dengan urusan dapur.


"Dia ada di luar bersama dengan yang lain." jawab Sarah


"Ada apa cloe? kenapa kau terus mencari suamimu..?" tanya Shasha.


"aku ingin memintanya membelikanku makanan. hei apa rumah sebesar ini tidak ada makanan sama sekali?" gerutu cloe.


"Bukankah tadi kau sedang memasak?Aku sedari tadi melihatmu berkutat dengan urusan dapur.." timpal Shasha.


"Ya, tapi aku tidak bisa memasak. aku hanya mencoba memasak mi instan tapi malah gosong."


"Yang benar saja,, masak mi instan bisa gosong?Apa kau memasak pakai wajan?" tanya Carrol.


cloe mengangguk.


membuat kara, Sarah, Carrol dan Shasha tertawa terbahak-bahak.


cloe mengerutkan keningnya.


"Kenapa kalian tertawa?"


"Tidak apa,, buka saja lemari dapur,, disana ada banyak camilan. dan buka juga lemari es ada beberapa minuman." jelas Sarah.


"Ada wine?"


"Tentu."


Jake merenung, bocah laki-laki itu terlihat sangat sedih,


ntah apa yang membuat Jake sedih. tapi anak itu sangat murung, bahkan tidak berbicara sama sekali.


William dan Marcus. datang untuk mencoba mendekati Jake. ah anak itu memang dingin sekali bak es yang sulit untuk di cairkan suasana hatinya.


"Hei siapa namamu?" tanya Marcus.


Jake menatap Marcus dengan tatapan dingin yang khas.


"Namaku Jake." ujarnya singkat.


"Wah nama yang indah,, Jake mamaku William."


Jake menatap William dan Marcus bergantian.


"Kalian siapa?" tanya Jake.


"kami temamu,, ah ya bolehkah aku tau kenapa kau bersedih?" tanya Marcus.


ntah mengapa melihat wajah Marcus membuat hati Jake teduh.


karena Marcus sangat hangat.


"A-aku sangat merindukan temanku,,"


"Bolehkah aku tau siapa temanmu itu..?"


"Tentu,,, temanku Maria,,, dia sangat cantik dan juga menggemaskan,, aku selalu bersama dengannya dan lenox juga Lexa kita selalu bermain bersama,, bercanda bersama, belajar bersama,, tapi sekarang,, Daddy mengajakku pindah dari Melbourne ke Roma itu membuat aku bersedih karena merindukan Maria dan teman temanku yang lainnya."


"Jangan bersedih,, kau bisa menganggap kami sebagai temamu,, iya kan William."


"Benar sekali." timpal William.


"Benarkah? Kalian mau berteman denganku?"


Marcus dan William mengangguk pasti.


"terimakasih mau berteman denganku.."


"Sama sama jake." ujar Marcus dan William.


"Apa kalian suka balapan?" tanya Jake.


"Sangat.."


"bagaimana kalau kita bermain game? Daddy menyiapkan beberapa permainan untuk bermain,, sekarang kalian adalah temanku,, bagaimana jika kita bermain bersama?"


"ide yang bagus,, aku paling suka dengan permainan." timpal William.

__ADS_1


"Ah sudah pasti aku kalah,, karena aku tidak pandai bermain game atau sebangsanya permainan yang lain."


"Jangan menyerah Marcus,, aku akan mengajarimu bermain oke?"


"Wah terima kasih Jake."


"Ayo.."


....


"Kau masih betah menyendiri David?" tanya Daniel.


"Seperti yang kau lihat. aku tidak mau menikah!! bagiku pernikahan itu sangat membosankan.!"


"Atau jangan-jangan kau pria impoten." ujar Justin.


"Dasar bodoh!!!Aku masih normal!!"


"Buktinya kau sudah tidak pernah lagi bermain ******."


"Cih. itu karena aku sudah muak, lubang kewanitaan para ****** itu sangat longgar.!"


"Namanya saja ******!!Sudah pasti longgar bodoh!!"


"Kalau kau mau gadis Perawan. cari saja di internet siapa tau ada."


"Hei Justin lama lama mulutmu itu ku sumpal dengan kain. cerewet sekali." gerutu David "Jaman sekarang mana ada gadis perawan?!Dasar bodoh!!"


"Kau belum tau saja.." ujar Justin


Daniel dan bara hanya tertawa.


"Hei bara, kau jangan tertawa,, hati-hati kau itu!!Jika kau tidak bisa menjaga kara,, nanti David akan mengajak kara berselingkuh.!!"


"Tutup mulutmu itu sialan!" David memutar matanya jengah dengan kecerewetan Justin yang tak hilang juga.


"hei bilang saja kau masih menyukai kara kan?!"


"****!!!"


"Hei David kudengar kau memiliki anak dari wanita malam yang bernama Ashley. apa itu benar?" tanya Ken


"Persetan kau Ken!! aku sudah memintamu untuk menutup mulutmu!!" geram David.


"sudah telat. sudah ku bocorkan.." ujar Ken dengan santainya.


"Oh astaga kau memiliki anak David??!! Dari seorang wanita malam pula??!!****** dari mana itu,, dia berani sekali!!Atau kau yang bodoh,, kau tidak pakai pengamanan??!!" Justin terkejut sekaligus berantusias.


"saat itu aku mabuk, dan aku bermain tanpa memakai pengaman." jelas David.


"kau memang bodoh!!" ujar Justin.


"lalu dimana anakmu? Berapa usianya?" tanya Sam.


"Putraku sedang bersama dengan pengasuhnya, namanya Victor clovis Willson. dia baru berusia 2 tahun. " jelas David.


"dan ****** itu?Kau apakan?" Sam Kembali bertanya.


"Terpaksa, aku menikahi Ashley."


"Astaga, David Menikah dengannya.?!! Ternyata dugaan ku salah,, kau memang bukan pria impoten." Justin tertawa.


"Sialan kau!" umpat David.


"Oh ya David, ku dengar kau akan menikah dengan Ashley bulan depan." Ken kembali membuka rahasia David satu persatu. membuat David berdecak geram.


"Ck. Ken apa kau tidak bisa menjaga rahasia?Dasar kau itu kurang ajar sekali.!!"


"Biarkan saja,, Ken Memeng tidak pernah bisa menyembunyikan sesuatu di hadapanku." bara kini mulai berbicara.


"Aku setuju denganmu bara." ujar Justin.


mereka pun tertawa terbahak-bahak.


"Kak, lalu kau apakan Jackson?" tanya Daniel.


"Ya bara,, kau apakan si keparat Jackson itu?apa dia masih hidup sampai sekarang?" sambung Justin.


"Dia masih ku siksa. mana mungkin aku membunuh Jackson dengan mudah, setelah apa yang keparat itu lakukan kepada keluargaku dan putraku.. dia akan membayar mahal atas perbuatannya." jelas bara.


"Dimana dia sekarang?" David menimpali


"Dia ku kurung di ruang bawah tanah. dan setiap hari aku, Sam dan Ken akan menyiksanya habis-habisan." kata bara dengan suara yang mulai dingin dan aura menakutkan.


bersambung~

__ADS_1


__ADS_2