
Bara berjalan dengan langkah terburu2,, hingga kini matanya membulat melihat istrinya yang pingsan berada di bawah tangga,, ia terkejut,takut, sekaligus marah melihat darah segar mengalir banyak di area kepala.
Bara berlari ia pun langsung mempererat pelukannya "Sayang..." lirih bara sembari mengecup pucuk kepala istrinya, kini kara tampak seperti mayat, badannya mulai dingin, wajahnya pucat, bara murka wajahnya menunjukkan amarah tak terhingga, mata elang tajamnya berhasil menusuk langsung bola mata ibunya dan Nadira.
apakah dia Ibunya? bahkan tidak memiliki belas kasihan sedikutpun terhadap menantunya?? sehingga melihat dengan jelas menantunya tak sadarkan diri terjatuh dari tangga dan mengeluarkan banyak darah tapi ia tidak bergeming.
Bara yang panik "Cepat kalian cari tau apa yang terjadi di rumah ini!!!! aku tidak akan memaafkan seseorang yang telah mencelakai istriku!! sekalipun orang itu adalah keluarga atau kerabat ku sendiri!!" titah bara, suara lantangnya yang menggema Serta Aura kemarahan yang sedang melekat pada dirinya, membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut takut.
sedangkan Laurent dan Nadira, mereka menelan ludah dengan susah payah, ia tidak menyangka jika bara bisa semarah itu, bagaimana jika bara tau jika Laurent lah yang telah mendorong kara dari tangga sehingga kara terjatuh dan tidak sadarkan diri.
"Sam!! Ken?! siapkan mobil!! cepat bawa aku ke rumah sakit sekarang??" teriak bara.
Ken dan Sam mengangguk hormat, mereka pun membantu bara bergegas membawa kara ke rumah sakit sekitar. sungguh di mobil rasanya bara sangat takut,, teramat sangat takut kehilangan kara, istrinya, cintanya, sesekali bara mengecup pucuk kepala kara dengan sangat lembut, dia sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada kara, ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga kara dengan baik, dan pastinya ia juga tidak akan tinggal diam, ia pasti akan memberikan pelajaran kepada orang yang telah mencelakai istrinya itu. "Bertahanlah sayang,, kita akan segera sampai" ujarnya dengan nada bicara frustasi "Ku mohon jangan tinggalkan aku..." bara menyentuh tangan kara dengan lembut ia menciumnya sangat tulus.
"Cepatlah!!! apa kau tidak bisa membawa mobil hah?! kenapa lama sekali!! seperti siput.Cepat sedikit!" titahnya.
"Baik tuan" ujar Sam. Ken yang melihat kesedihan tuan mudanya itu, mendadak ia menjadi sangat murka, seumur2 ia bekerja dengan sangat setia dengan bara bahkan bisa di bilang jikalau Ken adalah bayangannya bara,, baru kali ini Ken melihat tuannya begitu sangat ketakutan kehilangan istrinya sehingga air matanya menetes mengalir begitu saja di wajah tampannya.
Sesampainya di rumah sakit kara langsung di larikan ke ruangan, bara tampak frustasi ia mengacak2 rambutnya seraya beeteriak,, Ken dan Sam yang melihat betapa sedihnya tuan mudanya itu.
"Tuan" ujar Ken.
manik mata abu2 milik bara bertemu langsung pada manik mata coklat milik Ken, dari hal itu Ken langsung bisa melihat betapa kacaunya tuan mudanya. "Tenanglah tuan, berdoalah semoga nona baik2 saja,, saya yakin nona bisa melewati semua ini,, karena nona adalah wanita yang kuat." ujar Ken sembari menyentuh bahu bara, seraya memberi dukungannya serta penyemangat untuk tuannya itu. bara yang diam mendengar ucapan dari Ken, ia baru ingat,, seharusnya ia mencari tau siapakah orang yang sudah mencelakai istrinya, ia hampir lupa akan hal itu.
"Sam!! Cepat cari tau siapakah orang yang telah mencelakai istriku!!" titah bara "Bawa dia ke ruang bawa tanah!! sekap dia, aku tidak peduli siapapun dia! sekalipun orang itu adalah keluarga atau kerabat ku sendiri!!!" kemarahan bara dapat di lihat dari sorot mata tajamnya bak elang serta rahangnya yang mulai mengeras dan nada bicaranya yang tegas nan lantang membuat Sam segera mengangguk hormat untuk mencari tau siapakah dalang di balik semua ini. sesuai perintah dari tuannya ia harus membawa orang itu hidup2 untuk menemui tuan mudanya.
__ADS_1
...
1 jam berlalu mengapa dokter yang menangani kara tak kunjung keluar juga,, bara semakin di buat frustasi sebenarnya apa yang terjadi kepada istrinya? bara sangat takut.
Pintu ruangan tersebut terbuka, bara bergegas menghampiri dokter "Bagaimana keadaan istriku dokter?" tangannya.
"Maaf tuan, istri anda mengalami koma, ia kehilangan banyak darah di area belakang kepala, benturan keras membuat pembuluh darahnya pecah, sehingga menyebabkan kerusakan syaraf ke otak, hal itulah yang menyebabkan terjadi cidera otak yang tertutup." jelas dokter.
Mendengar penjelasan dari dokter kaki bara melemas, ia tidak mampu untuk berdiri rasanya jiwanya telah mati, ia menyalakan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga istrinya dengan baik. tanpa ia sadari sebulir air mata jatuh membasahi wajahnya yang tampan, ia sangat terpukul, atas segala sesuatu yang terjadi hari ini. "tuann,," Ken menyentuh bahu bara.
rasanya sangat menyakitkan bukan? melihat orang yang kau cintai kini berbaring lemah di rumah sakit. bara sangat merindukan sikap kekanak2 an istrinya, wajah cantiknya, tingkahnya, semuanya.
tapi sekarang istrinya kini berbaring lemah, seperti orang yang tak bernyawa, wajahnya pucat, bara sangat merindukan aroma tubuh istrinya yang membuat hasratnya bangkit, ia rindu bercinta dengan kara, ia rindu masakan kara,, semuanya.
Sarah yang mendengar kabar dari Sam yang mengatakan jika adiknya berada di rumah sakit pun, ia bergegas pergi dan segera datang.
bara tidak menjawab "nona mengalami koma" ujar Ken, baru saja datang sembari menyodorkan minuman untuk tuannya. "minumlah tuan," sambungnya.
"Apa? Bagaimana bisa?" Sarah terkejut, kini mata wanita itu sudah berlinang air mata "Apa yang kalian lakukan pada adikku? jawab aku?!! bara!" teriak Sarah.
ucapan demi ucapan yang di lontarkan oleh Sarah berhasil menyudutkan dirinya membuat bara merasa sangat bersalah, ia hanya bisa diam mendengar ocehan serta kemarahan dari Sarah, banyak makian keluar dari mulut indah sarah.
"Aku pikir kau adalah pria yang baik, pria yang bisa melindungi adikku, aku pikir adikku akan bahagia Menikah denganmu tapi ternyata hidup adikku sangat menderita setelah menikah denganmu sehingga sekarang adikku di rawat di rumah sakit, bahkan sampai mengalami koma,, apa kau tidak bisa menjaga adikku dengan baik hah?!" teriak Sarah "Aku menyesal telah mengenalmu, dan aku menyesal karenaku kara adik ku tersayang harus menikahi bajingan seperti dirimu cih." sambungnya.
oh ya bara hampir melupakan jika Sarah tidak mengetahui jika dirinya telah menjebaknya agar kara mengorbankan diri untuk menikah dengannya, Sarah juga tidak mengetahui jika bara adalah pria masalalu kara yang berusaha untuk mendapatkan kara dengan cara kotor untuk membuat kara terjebak dalam pilihan. antara Sarah ataukah Brian.
__ADS_1
Ya author juga hampir lupa dengan Brian 🤭
dimana Brian? sudah lama tidak kelihatan.
jawabnya Brian lagi ngilang ya gays,, kerja keras buat jadi pengusaha yang bisa menyeimbangi kekuasaan dari bara.
"Nona jaga bicara anda atau saya akan merobek mulutmu dengan tanganku sendiri!" ancaman Ken membuat Sarah takut,
Ken geram ia mudah marah jika ada orang yang berani mengusik tuannya apa lagi berani macam-macam dengan tuannya, Ken tidak akan tinggal diam, pastinya ia akan menjadi iblis kejam untuk menyiksa para benalu yang ingin mengusik ketenangan tuan mudanya itu.
"Ken.." ujar bara, Ken menoleh melihat tatapan tajam dari bara "Biarkan dia bicara! aku memang pantas untuk itu" sambungnya.
Sarah terdiam, rasanya lidahnya tidak mampu lagi untuk melontarkan kata2 kasar lagi kepada bara, karena sedari tadi Ken menatapnya dengan tatapan paling menyeramkan dari yang pernah ada.
...
"Tuan.." kedatangan Sam membuat bara berdiri, sesekali Sam menoleh melirik Sarah yang sudah berada di rumah sakit, "Saya ingin mengatakan sesuatu" sambungnya.
"jangan disini" gunam bara,
serasa sudah sedikit jauh dari ruangan tersebut, Sam menyodorkan sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan tragedi jatuhnya kara dari tangga rumah, ternyata kara tidak terpeleset tapi terjatuh, kara di dorong dari atas oleh ibunya sendiri?.
Aura menyeramkan memancar di sebalik wajah tampannya yang menakutkan, ternyata ibunya sendiri yang telah mencelakai istrinya. astaga...! bagaimana mungkin bara membunuh ibunya? seseorang yang telah mengandung dan melahirkannya serta membesarkannya dengan cinta kasih seorang ibu,, bara tampak kacau, ia sangat frustasi.
"Simpan rekaman ini di ruang rahasia!. aku sendiri yang akan memikirkan cara bagaimana mengatasi ini semua!" titahnya, Sam mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Ibu,,, ternyata kaulah orangnya.." guman bara lirih, ia mengepalkan tangannya.
Bersambung~