Terjebak Cinta Cassanova

Terjebak Cinta Cassanova
Teror & Ancaman.


__ADS_3

Mendengar teriakkan kara, sontak membuat bara dan yang lainnya bergegas menuju ke dalam kamar.


pintu kamar pun terbuka,


"bara awasss ada ular di depanmu..." teriak kara.


benar saja, ada ular berbisa besar yang berhasil memasuki kamarnya, pantas saja kara berteriak ketakutan.


ular itu menatap bara dan hendak mematuknya, tetapi dengan gesit bara langsung menghindar.


melihat sang tuan dalam bahaya Ken dan Sam saling memberikan isyarat untuk mengalihkan pandangan si ular agar yang lainnya bisa langsung menangkap kepalanya.


bara kembali mendekat tetapi Sam berhasil melindungi bara dengan berada di depannya, ular itu memandang Sam dan hendak mendekati Sam, ular itu hampir mematuk kaki Sam tetapi Sam mundur dan berhasil menghindar. sedangkan Ken yang melihat Sam hampir terpatuk, tanpa berbasa-basi dia pun langsung menyentuh kepala ular tersebut sebelum ular itu mematuk kaki sam.


ular itu sangat besar dan berbisa, sudah pasti jika ular itu mematuk, pasti orang akan mati dalam hitungan detik karena racunnya.


Ken dan Sam menggamankan ular tersebut,


sedangkan bara kini menghampiri kara sembari mengelus dahi yang kini di penuhi oleh keringat dingin.


"Kau tidak apa-apa sayang?"


"A-aku sangat takut sekali,,, lihatlah Jake.. dia juga sangat ketakutan." kara memeluk Jake dengan erat.


"jangan takut sayang,, ada aku.. Aku akan selalu melindungi mu dan putra kita." bara memeluk istri beserta anaknya, sembari mencium pucuk kepala kara lembut.


"Dari mana saja kau,,?"


"Aku tadi sedang berkeliling rumah dan juga mengawasi pergerakan anak buah beserta anggotaku. untuk berjaga-jaga jika ada yang berhianat padaku." jelas bara.


"Jangan pergi,, aku sangat takut dengan suara petir dan lampu redup. "


"Daddy jangan tinggalkan mommy.. "


"Baik honey,, Daddy akan selalu bersama kalian oke?" bara menyentuh dagu putranya.. "Sekarang kembalilah tidur,, bukankah besok kau akan berangkat ke sekolah pagi2 sekali?"


Jake mengangguk


"Sekarang tidurlah oke?"


bara menyelimuti putranya dan istrinya,


dia mengepalkan tangannya,,,, bisa-bisanya keparat itu menakuti istri beserta anaknya dengan mengirim ular berbisa memasuki kamarnya.


Dasar gila! ini sungguh gila.


benar-benar tidak bisa di biarkan.


bara bersumpah sebelum dia membunuh Jackson, dia akan menyiksa Jackson dengan siksaan paling mengerikan di dunia. agar Jackson merasakan bagaimana rasa sakit kehilangan istri dan anaknya serta teror-teror gila yang membuat kara dan Jake ketakutan.


berani sekali si keparat itu bermain-main denganku!


lihat saja,, apa yang akan aku lakukan kepadanya....


Aku akan menyiksanya sampai dia menjerit memohon untuk mati! (Batin bara)


........


"Ada apa sayang,,, kenapa kau memanggilku saat aku sedang bekerja hm?" tanya bara,, dia jengah ntah mengapa kara memanggilnya saat dia sedang mengurusi beberapa urusan perusahaan yang sudah lama dia tinggal di Vanesia.


"bara,, bagaimana jika Jake tidak usah sekolah saja?"


"Apa maksudmu sayang?"


"Aku takut, jika Jake dalam bahaya saat berada di sekolah. kau tau bukan musuhmu sedang mengincar putra kita... "


"Jangan bodoh sayang,,, Jake akan di awasi oleh Sam dan para anggota la Savas yang lainnya, lagipula mereka semua pandai bela diri. aku yakin Jake akan baik-baik saja bersama dengan mereka." jelas bara


kara terlihat gelisah,

__ADS_1


"Oh ayolah sayang jangan paranoid seperti itu. percayalah padaku hm.." bara menyentuh bahu kara dan memberikan senyum manisnya.


Kara hanya menatap bara.


.....


"Kau sudah menghabiskan sarapanmu honey?" tanya bara.


"Sudah Daddy.."


"Ayo kita berangkat ke sekolah,,"


"Daddy akan mengantarku?" mata Jake berbinar.


"Yes honey, tapi Daddy tidak bisa menjemputmu,, tetapi uncel Sam dan uncel2 yang lain akan menjaga mu dan juga mengantarmu pulang sekolah nanti oke..?"


"Oke Daddy,,, "


"Ayo..."


"Good bay mommy..."


"good bay honey."


tak lama kemudian, kini mereka pun telah sampai ke sekolah,,


Jake yang melihat Maria berjalan pun memanggil Maria dengan nada yang nyaring..


Maria menoleh,,


Jake keluar dari mobil dan menghampiri Maria.


"Maria,,,"


"Jake... good morning.."


"Good morning Maria." Jake tersenyum.


"Hai Maria.." bara mengapa Maria sembari memberikan senyum manis.


"kau sendirian Maria?dimana lenox dan Lexa?" tanya Jake dengan nada munggil yang khas.


"Lenox dan Lexa belum berangkat ke sekolah. mereka berdua bahkan masih sibuk makan." Maria tertawa .


"Ah mereka memang hobi makan.." Jake ikut tertawa.


"Kau sudah mengerjakan tugas matematika?" tanya Maria.


"Of course.." Jake membanggakan diri.


"Good job.."


bara tersenyum melihat kedua bocah yang sedang berbicara layaknya orang dewasa,,,


saat Maria dan Jake sibuk berbincang mengenai tugas sekolah,, datanglah si penggangu Oliver.


"Hai Jake dan Maria.." sapa Oliver


"Hai.." balas Jake malas.


Maria tak memiliki niatan menjawab sapaan Oliver.


gadis kecil itu masih sebal saat si nakal Oliver menguncinya di ruang kelas saat pulang sekolah kemarin.


Untung saja Jake datang, dan membuka pintu ruang kelas, dan membebaskan Maria.


"Maria,, kau kenapa?Pagi2 wajahmu sudah cemberut begitu?" tanya Oliver bak seperti orang tak berdosa.


"Jangan sok baik. aku itu tidak suka melihat wajahmu Oliver! pergilah dan jangan ganggu aku!" ujar Maria.

__ADS_1


"uncel Daddy permisi,, aku dan Jake harus masuk ke kelas.." sambung Maria. "Ayo Jake..." Maria menggandeng tangan Jake bergegas memasuki kelas.


"Good bay Daddy..."


"Good bay Honey..." bara tersenyum geli melihatnya tingkah bocah bocah itu. dan pergi meninggalkan sekolah.


Sedangkan Oliver,, bocah itu masih berdiri bagai anak polos tak tau apa apa..


"Kenapa Maria begitu?" olive berfikir sambil menyentuh dagu dan melipat tangannya... "Ah dasar Maria.. biarlah " Oliver memasuki kelas untuk mengejar Jake dan Maria.


"Hei jake,, Maria,,, tunggu aku.."


.....


Kara sibuk bergulat dengan pikirannya sendiri..


dia sangat takut, gelisah sekaligus khawatir,, jika putranya itu dalam bahaya..


beginikah hati seorang ibu jika anaknya di ambang bahaya...


bukannya paranoid atau apa.. tapi kara itu seorang ibu sudah pasti dia sangat khawatir.


tetapi bara tidak mengerti dengan ketakutannya..


kara mondar mandir bak orang gila,, dia sangat takut. bahkan sekarang dia ingin sekali menjemput putranya, padahal Jake baru saja berangkat ke sekolah.


kara juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya,, karena akhir-akhir ini mood kara gampang sekali berubah-ubah. terkadang senang, terkadang sedih dan terkadang pula takut, gelisah khawatir tercampur menjadi satu. bahkan terkadang kara juga sangat sebal melihat bara.


Laurent yang melihat kara mondar mandir dia pun datang sembari menyentuh tangan kara.


kara menoleh,


"ada apa?Kau terlihat gelisah.."


"Aku takut,, jika putraku dalam masalah.."


"jangan khawatir,, bara akan melindungi kita,,, lagipula Sam juga sedang mengawasi Jake bukan? Percayalah Sam pasti akan menjaga Jake dengan baik." Laurent berusaha untuk menenangkan kara.


kara terdiam.


"Aku tau dengan kegelisahan mu itu,, aku juga pernah merasakan hal yang sama.. tapi semua itu sudah terlambat." Laurent tersebut tipis,, kara tau maksud dari ucapan ibu mertuanya itu.


kara memeluk Laurent,,


dia dapat merasakan penyesalan dalam dirinya.


wanita paruh baya itu, melepaskan pelukannya sembari mengusap beberapa bulir air mata yang kini mulai membasahi wajah cantiknya yang di hiasi oleh keriput.


Laurent pergi meninggalkan kara menuju kamar.


kara hanya menatap punggung ibu mertuanya sampai memasuki kamarnya. kara dapat melihat mata Laurent yang penuh dengan kesedihan dan penyesalan yang mencoba untuk di tutupi.


dering ponsel kara berbunyi.


kara mengerutkan keningnya,, nomor tidak di kenal?


nomor tidak di kenal?Siapa?


siapa yang tau nomor ponselku? (Batin kara)


kara pun mengangkat panggilan tersebut,


"*Halo..*"


betapa terkejutnya kara mendengar suara yang tidak asing di telinganya...


"Jackson...!"


........

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2