
di dalam kamar terdapat dua orang yang mondar mandir merasa ketakutan, mereka gugup serta takut dengan kemurkaan bara,,
"Bibi,, bagaimana jika bara tau kalau bibi lah yang mendorong kara dari tangga" ujar Nadira.
wajah Laurent pucat pasi, ia begitu ketakutan "Diamlah kau Nadira! aku mendorong kara atas keinginanmu jadi jangan terus mengoceh, lebih baik kau diam dan pikirkan cara agar bara tidak mengetahuinya kau mengerti?!". Laurent mengangguk.
ceklek pintu kamar terbuka,
Laurent begitu terkejut atas kedatangan luois suaminya itu, dengan mata yang berapi2 serta wajah yang menakutkan mampu membuat Laurent menelan ludah susah payah,Sungguh Louis terlihat menakutkan, Aura kemarahan serta amarah bercampur menjadi satu, Laurent tidak pernah melihat luois Semarah ini sebelumnya.
"S..suamiku.."
plak.... plak.... plak...
Louis menampar wajah Laurent 3 kali kini pipi Laurent terlihat membiru akibat tamparan keras dari suaminya itu.
Daniel yang berada di belakang sang ayah, begitu terkejut melihat ayahnya menampar ibunya begitu keras, ia memeluk sedikit bahu ayahnya sebagai penengah antara orang tuannya.
bulir air mata Laurent menetes dengan sangat deras, ia menatap wajah tampan suaminya itu dengan amarah bercampur rasa takut "K.. kau menamparku?! Berani sekali kau mengangkat tanganmu untuk memukulku!Apa hakmu hah?!" suara teriakan Laurent mulai menggema di sekitar ruangan membuat Nadira begidik ngeri melihat pertengkaran antara bibi dan pamannya itu, wajah Nadira pucat pasi melihat aura menakutkan dari wajah pamannya itu.
"Aku berhak memukul istri yang durhaka sepertimu!!" teriak luois yang tidak kalah tingginya "Apa kau tau??!! sekarang menantuku sedang berada di rumah sakit, ia sedang berada di ambang kematian?!! dan itu semua ulah kau!!!!".
Laurent menyangkal "A.apa maksudmu?" bibir Laurent bergetar, ia begitu takut dengan kemarahan suaminya itu, tetapi rasa egonya mengalahkan ketakutannya, ia membenci kara sangat, sehingga ia berani melawan suaminya sendiri dalam hal ini.
luois tertawa kecut, ia melihat ketakutan di balik wajah angkuh istrinya itu, ia heran mengapa ia bisa menikah dengan wanita jahat sepertinya yang tidak memiliki belas kasihan terlebih sikap dengkinya membuat luois muak menatap istrinya itu "Jangan pura pura bodoh Laurent" luois menekan nama Laurent tanda kemarahan yang sudah memuncak sampai ubun2 "ku kira kau adalah wanita yang baik dan seorang ibu yang pantas untuk bara dan Daniel, ternyata aku salah besar,,, kau tidak lebih dari Seorang iblis perempuan yang ingin menghancurkan kebahagiaan putranya sendiri,, bahkan mencelakai Menantumu?!". sambung luois "Aku tau, kaulah yang telah mendorong kara dari tangga, Kau berniat untuk menghabisi Menantumu sendiri???!!!Aku tidak habis pikir, mengapa aku menikah dengan wanita jahat sepertimu!!".
wajah Laurent mulai memucat, bibirnya bergetar, jantungnya berdetak lebih cepat, ia menelan ludah susah payah "A.aku masih tidak mengerti apa maksud dari ucapan mu! kau jangan menuduh macam2."
"Jangan naif sayang,,," Louis menyeringai licik "Bahkan aku memilih bukti bahwa kaulah orang yang telah mencelakai kara, kau mau ku perlihatkan CCTV dari rumah?ahhh Yya aku bisa saja membawa bukti ini ke kantor polisi agar mereka menangkap mu atas kasus percobaan pembuahan pasti sangat seru,, iyakan sayangku?" kini luois begitu menakutkan, aura menyeramkan di sebalik wajah tampannya, senyum licik itu membuat Laurent begidik ngeri melihatnya, luois sudah menunjukkan jati dirinya sebagai psycopath,,
__ADS_1
"Atau kau mau aku sendiri yang memberi pelajaran atas perbuatan yang kau lakukan? itu juga pasti sangat seru,, Eum kau pilih yang mana sayang?"
"Luois ku mohon maafkan aku,, aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi,, ku mohon maafkan aku,, baiklah aku akan menebus kesalahan ku tapi jangan hukum aku" Laurent memohon seperti orang gila sembari menangis bersimpuh di bawah kaki Louis. sedangkan Daniel hanya diam sembari sesekali melirik Nadira ia tau bahwa kini Nadira tersenyum licik hatinya sedang bersorak pastinya.
wajah Louis kembali dingin, kini ia berjongkok sembari mengangkat dagu Laurent untuk menatap matanya yang penuh dengan aura menakutkan "Sayangnya kata maafmu tidak bisa membuat keadaan kembali seperti semula" ujarnya lembut namun tajam seperti belati yang menancap langsung di hati Laurent "Kata maafmu tidak bisa menyelesaikan masalah yang kau buat, dan Aku!!! sudah sangat kecewa dengan segala perbuatanmu!" luois berdiri berjalan dengan langkah mengerikan pergi dari ruangan tersebut menuju rumah sakit tempat kara di rawat. di susul oleh Daniel.
Mata Laurent di penuhi dendam yang teramat kepada kara "Ini semua gara2 wanita itu!! aku membencinya sangat membencinya, ia tidak lebih dari seorang benalu di dalam keluarga ku Sama seperti ibunya, wanita itu telah membuat putraku dan suamiku mengacuhkanku!! lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk membalas dendam nantinya" kini wajah Laurent menyeringai licik.
"Bibi tidak apa2?" tanya Nadira dengan nada sok perhatian, padahal hatinya merasa senang dengan apa yang terjadi "astaga pipi bibi memar,aku akan mengambil air hangat untuk mengompres luka bibi" sambungnya.
luois dulunya adalah seorang psycopath dan ketua mafia dari La Savas sendiri, ia sangat menakutkan dan terobsesi untuk membunuh, bahkan ia di juluki sebagai pembunuh berantai berdarah dingin, luois tidak pernah mengenal ampun untuk para musuhnya, sedangkan Laurent adalah pembunuh bayaran yang mencintai luois. Laurent adalah anak angkat dari ayah luois (Valentino), mereka di jodohkan oleh Valentino yakni ayah luois sendiri. luois tidak bisa menolak keinginan Sang ayah untuk menikahi Laurent, sehingga mereka menikah dan di karuniai 2 orang putra yaitu bara dan daniel. jadi bisa di bilang bara dan Daniel memiliki segala sikap yang di turunkan oleh ayah dan ibunya itu. seorang pengusaha sukses, yang memiliki bisnis gelap, gemar membunuh serta menyiksa para musuh.
....
"ayah.." melihat kedatangan sang ayah, bara yang tadinya frustasi kini berdiri sembari memeluk erat ayahnya.
"nona masih Koma tuan, kini Nona sedang berjuang antara hidup dan mati" timpal Ken
"Bagaimana ayah bisa datang kemari?" tanya bara.
"Daniel memberi tau ayah atas segala sesuatu yang menimpa kalian, bahkan ayah sudah tau jika ibumu lah yang sudah mencelakai istrimu" jelas luois
"Bagaimana ayah bisa tau?" bara kembali bertanya
"Sam memberi tau rekaman CCTV itu kepada ayah" sambungnya "Kau jangan khawatir, ayah yang akan mengurus ibumu nak,, sekarang tenangkanlah dirimu dan jaga menantuku baik2, aku percaya padamu" luois menepuk bahu putranya. sembari memberikan semangat.
"Aku yakin kakak ipar pasti bisa melewati masa komanya, ia adalah wanita yang kuat" sambung Daniel.
....
__ADS_1
"Tuan ada kabar gembira sekaligus kabar buruk untuk anda"
pria yang tadinya tertawa sembari meniup asap rokoknya pun, kembali menatap sang kepercayaan. "ada kabar apa?" tanya Jackson kini wajahnya sudah menunjukkan aura gelap
"Nona kara mengalami koma tuan, dan sekarang ia berada di rumah sakit" jelas John.
Jackson berdiri sembari memecahkan gelas berisikan wine "Apa???!!! bagaimana bisa itu terjadi?" wajah Jackson kembali menunjukkan kemarahan lewat mata elang miliknya yang berhasil menerobos langsung pada John meminta penjelasan
"Laurent, ibu dari tuan bara lah yang telah mendorong nona kara dari tangga, sehingga membuat nona kehilangan banyak darah dan mengalami koma, kini nona kara sedang berada dalam ambang kematian tuan" jelas John Dengan menundukkan kepalanya
"Apa?! berani sekali wanita tua itu mencelakai wanitaku?!!! aku tidak akan tinggal diam!! aku akan membunuhnya dengan tangan Ku sendiri!!" rahang Jackson mulai mengeras tanda kemarahan yang sudah mencapai ubun2.
"Ku mohon tenanglah dulu tuan," ujar John
"Apa kau gila?! berani sekali kau menyuruhku untuk tenang sedangkan wanitaku mengalami masalah besar, bahkan berjuang di ambang kematian karena ulah wanita tua itu?!!! siapa kau yang berani menyuruh Ku untuk tenang haaah?!!" kemarahan serta teriak Jackson kini menggema memenuhi ruangan gelap tersebut.
"Saya tau posisi anda tuan tapi anda jangan gegabah untuk membunuh wanita tua itu," ujar John "Nadira mengatakan padaku jika Laurent tadi tengah bertengkar hebat dengan luois bahkan luois mengancam akan menjebloskannya dalam penjara, luois memberikan pilihan kepada Laurent, ingin menebus kesalahannya pada hukum polisi atau Louis sendiri yang menghukum wanita tua itu," sambung John "Ini pasti akan sangat menarik tuan, jika Louis marah maka jiwa psycopath nya akan ada bahkan tidak akan segan2 untuk menyiksanya dan pastinya pria tua itu sangat menakutkan bukan? lebih baik kita fokus terhadap rencana kita tuan, sementara waktu kita tidak boleh gegabah dalam mengambil tindakan yang akan membuat kita dalam masalah besar nantinya" jelas John.
"Baiklah,,," jawab Jackson "Aku ingin menemui kara,, bawa aku ke rumah sakit sekarang!" titah Jackson, John mengangguk hormat.
.
Bersambung~
yuhuuu makin menarik aja nihhh ceritanya,π€£
gasabar nunggu kelanjutannya dehπππ€
oke gays jangan lupa like komen dan vote ya agar author selalu bersemangat buat update chapter terbaru buat kalian π terimakasih ππ»
__ADS_1