
Dua Minggu setelah kejadian di mall,, bara masih mendiamkan kara, setiap hari bara selalu bangun lebih awal untuk bekerja dan pulang larut hanya untuk tidur. hal itu membuat kara sangat sedih,, di tambah rasa cemburu bara yang tinggi membuat kara tidak mamapu untuk menjelaskan segala sesuatu yang terjadi, bara sangat keras kepala. sikap inilah yang membuat kara sangat sedih, bahkan setiap harinya kara hanya bisa mematung di depan jendela kamar sembari memikirkan hidupnya, di tambah lagi rasa pusing dan mual membuat kara terkadang merasa lemas tak terhingga. kara tidak pernah memperdulikan dirinya, ia juga sempat berfikir mungkin mag nya kambuh karena telat makan.
kini pernikahan kara dan bara telah menginjak usia 6 bulan. tetapi banyak sekali rintangan dan ujian yang selalu menimpa keduanya. ntahlah hidup memang terkadang bercanda.. tetapi kita sebagai manusia harus terus berjalan melewati setiap prosesnya bukan?
pagi ini kara terbangun lebih awal, syukurlah suaminya masih tertidur, kara berinisiatif untuk menyiapkan sarapan dan memperbaiki hubungannya dengan suaminya, ia pun bergegas menuju dapur untuk memasak,, 2 jam kini telah berlalu, setelah di rasa semuanya telah selesai sesuai dengan kriteria istri idaman, kara pun bergegas untuk mandi seraya merias diri untuk suaminya.
kara pun telah siap, ia terlihat sangat cantik dengan balutan dress putih yang indah sesuai dengan kulit Langsatnya,, kara terlihat segar dan fresh pagi ini. karena ia begitu bersemangat untuk memperbaiki hubungannya dengan suaminya.
saat kara hendak membangunkan bara,,
bara sudah berdiri di hadapannya menatapnya sekilas dengan sorot mata yang sulit untuk di artikan, bara terlihat gagah memakai setelan jas yang membuatnya sangat menawan.
bara hendak melangkah tetapi kara mencekal tangannya, menghentikan langkahnya.
"Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, ayo kita makan bersama" lirih kara
bara hanya menunjukkan ekspresi datarnya "Tidak perlu, aku sedang terburu2" jelas bara singkat.
kara mencoba untuk menahan air matanya,, "Apa kau sama sekali tidak memiliki waktu untuk berbicara dengan ku?" tanya kara
"Aku sudah bilang jika aku sedang sibuk! jadi kuharap kau mengerti!" tindas bara datar namun sangat menyakitkan.
bara pun berjalan melewati istrinya, sedangkan kara diam mematung, bulir air mata pun terjatuh membasahi pipi indahnya "Kau menyakitiku!" ujar kara. bara berhenti melangkah me mendengar ucapan sang istri. "lebih baik kau pukul saja aku atau siksa aku! dari pada kau mendiamkan aku seperti ini!" lirih kara "Aku sudah cukup sabar atas perilakumu akhir2 ini,, aku sudah sangat muak atas segala sesuatu yang terjadi,, kau dengar?!! kau sangat egois! bahkan kau tidak ingin mendengar penjelasanku walaupun hanya sebentar saja?bahkan saat aku ingin memperbaiki hubungan kita, kau malah tidak menghargaiku sama sekali??!" sambung kara,
ntahlah, sebenarnya bara juga sangat tersiksa mendiamkan istrinya seperti ini,, bahkan ia sudah sangat lama sekali tidak menyentuh serta memadu kasih bersama. tetapi rasa keras kepala yang di miliki oleh bara serta cemburu butanya seakan2 telah memaksanya untuk berbuat seperti ini. persetan dengan kata Egois! bara memang sangat egois.
"Aku begitu sangat mencintaimu tapi kau? sekarang aku meragukan cintamu! jika kau benar2 mencintaiku kau tidak akan pernah menyakitiku!" kara terus menerus berbicara, seakan2 kara telah menumpahkan segala rasa sakitnya dengan tangis serta uneg2 yang ada di dalam hatinya. sedangkan bara hanya diam mematung serta mendengar.
tiba2 kara merasa sangat pusing, pengelihatannya melemah dan bugh,,, kara terjatuh. pingsan
bara yang melihat pun segera bergegas untuk menghampiri istrinya dan segera menyentuh kepala istrinya agar tidak terbentur oleh lantai. bara mulai panik "Pak Han!! Sam!!Ken!!" teriak bara.
mendengar teriakan dari tuan mudanya para pelayan, pengawal, pak Han terutama Sam dan Ken pun bergegas masuk untuk menghampiri tuan mudanya. "Iya tuan" ujar Sam dan Ken.
"Astaga tuan nona? apa yang terjadi?" tanya pak Han.
"Jangan banyak bicara! cepat panggil Abraham sekarang juga!" titah bara.
"baik Tuan" ujar Ken. ia pun segera menghubungi Abraham si dokter sekaligus sahabat dekatnya itu.
....
__ADS_1
setelah pemeriksaan, Abraham pun segera keluar dari kamar, ia melihat bara yang kini sangat khawatir, bahkan Ken, Sam dan pak Han pun juga terlihat sangat khawatir dengan keadaan kara.
"Bagaimana keadaan istriku Abraham?" tanya bara dengan nada khawatir dan sorot wajah terlihat pucat.
Abraham pun menatap bara seksama "Apa kau tidak tau bara?jika istrimu sedang hamil?".
Deg,,, "A.apa?!Kau tidak bercanda kan?!" ujarnya.
bara pun diam mematung, ntah dirinya senang atau merasa bersalah kepada istrinya karena telah mendiamkannya.
"Aku tidak bercanda. memang sekarang kara sedang hamil, dan usia kehamilannya sudah berjalan 3 Minggu." jelas Abraham dokter sekaligus sahabat dekat bara. "Dan kau? apa yang kau lakukan bara sehingga kau membuat istrimu seperti ini?!kau tau?Kara sedang stress sekarang?" sambung Abraham.
kaki bara terasa sangat lemah sekarang, bahkan ia seakan sudah mampu berdiri karena penyesalannya telah mendiamkan istrinya, seharusnya ia sebagai seorang suami harus percaya sepenuhnya kepada istrinya bukan? tetapi arogansi dan cemburu buta yang ia miliki membuat istrinya stress bahkan saat ini kata telah mengandung anaknya?Buah hatinya, darah dagingnya sendiri.
sebut saja bara brengsek.
"Apa istriku sudah sadar?" tanya bara
"istrimu masih belum sadar, mungkin sebentar lagi karena aku sudah menyuntikkan obat tidur kepadanya, akhir2 ini ia sangat kelelahan dan kurang tidur." jelas Abraham. "Dan ini vitamin untuk kara, pastikan ia meminumnya setiap hari, agar ia pulih dan kandungannya tidak lemah" sambungnya "Dan jangan buat dia stress bara, buatlah kara bahagia dan kara harus banyak istirahat agar kondisinya semakin membaik." titah Abraham.
"Hemm,, terimakasih" ujar bara singkat.
"Hem." bara pun membalas dengan deheman.
.....
malam pun kini tiba,, bara masih setia menunggu istrinya bangun, setelah yang ia lakukan terhadap kara, membuatnya merasa sangat bersalah dan ia berinisiatif untuk meminta maaf kepada kara, terlebih sekarang kara sedang hamil anak pertama, membuat bara tidak jadi berangkat ke kantor pagi tadi.
"Sayang,," lirih bara,
bara mengelus rambut halus istrinya dengan kasih sayang, ia pun menatap wajah cantik kara yang masih tertidur pulas itu, sesekali bara mengecup tangan kara.
kara terbangun,,
ia sudah sadar.
"Bara,,," lirih kara dengan suara parau yang khas
"Sayang,, kau sudah bangun?" tanya bara.
bara pun mendudukkan kara sembari mengecup pucuk kepala istrinya sekilas.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?Kepalaku sangat pusing,," tanya kara
"Kau pingsan tadi pagi sayang" jelas bara. "Jangan banyak gerak,,".
"kenapa?"
"Dokter bilang kau harus banyak istirahat dan tidak boleh stress oke?" jelas bara
kara masih tidak mengerti dengan ucapan suaminya itu. "Bara aku tidak mengerti, dengan ucapan mu.."
"Sayang,, kau sedang hamil" ujar bara "Dan usia kehamilan mu sudah 3 Minggu".
"Apa?!" kara terkejut atas apa yang barusan ia dengar. "Bara,, kau tidak bercanda bukan?!" lirih kara,, yang begitu sangat antusias mendengar kabar baik tersebut, kara sangat senang dan sangat bahagia.
"aku berkata yang sejujurnya,, sungguh" jelas bara.
"Astaga,,, tuhan terimakasih,, puji syukur padamu atas kebahagiaan yang engkau berikan,," lirih kara, ia pun menyatukan kedua tangannya sembari mengucapkan rasa syukur kepada tuhan.
"Sayang,,, maafkan aku.." bara menundukkan kepalanya, merasa bersalah atas apa yang ia lakukan terhadap kara selama ini.
kara menyentuh wajah tampan suaminya sembari mencium bibirnya sekilas,, "Aku sudah memaafkan mu,, "
"Semudah itu kau memaafkan suamimu ini, setelah apa yang aku lakukan, Harusnya kau menghukumku." ujar bara, ia pun menatap lekat2 wajah cantik yang ia rindukan selama ini.
"Sayang,, aku sudah memaafkanmu dan ku harap kau tidak mendiamkan aku lagi,, kau tau? aku begitu sangat tersiksa akan hal itu." lirih kara.
"Terimakasih sayang" bara pun mencium pucuk kepala istrinya.
kara hanya tersenyum manis sebagai jawaban.
bersambung~
di cerita novel ini, author nga nyeritain kisah cinta Daniel dan carroline ya Gays,, karena novel ini adalah kisah cinta antara bara dan kara,, dan author juga bakalan bikin cerita cinta Daniel dan carroline secepatnya,, dukung author selalu yaaaππ»
hallo gays maafin author yaa sekarang jarang banget update.
jadwal author padat bgt,, tiap hari kerja,,,
tapi jangan sedih gitu dong gays, author bakal usahain update buat kalian walaupun ga nentu Mau update kapan.
jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat update chapter terbaru buat kalian semua π semoga kalian suka π
__ADS_1