Terjebak Cinta Cassanova

Terjebak Cinta Cassanova
Ketakutan & Kekhawatiran kara


__ADS_3

9 Febuari~


ini adalah hari bahagia Jake.


kini usianya telah menginjak 4 tahun. Jake terlihat sangat bahagia karena dia berkumpul dengan teman teman dekatnya, mommy dan Daddynya serta grandma nya. Jake tidak dapat menghentikan senyuman bahagianya.


Para tamu melantunkan lagu ulang tahun untuk Jake dan juga tak lupa ucapan selamat ulang tahun datang bertubi-tubi mengantri di hadapannya.


kara tersenyum bahagia sembari menepuk tangan saat Jake mulai meniup lilin, bahkan dia membantu putranya memotong kue ulang tahun untuk di berikan kepada orang special menurut Jake.


potongan kue pertama Jake memberikan kepada mommynya,, kara sangat bahagia dan terharu,, dia mengigit sedikit kuenya lalu mencium pipi putranya sembari mengatakan ucapan selamat ulang tahun.


potongan kue kedua, Jake memberikan kepada Daddynya , Jake pun tersenyum saat dirinya menyuapi sang Daddy. bulir air mata membasahi wajah tampan bara,, dia menangis bahagia. sekaligus terharu karena dirinya dapat berkumpul dengan keluarganya bahkan bisa merayakan hari ulang tahun putranya. Jake menghapus air mata Daddynya sembari mengeleng kecil yang mengartikan jika Daddynya tidak boleh sedih.


bara tersenyum dan memeluk putranya itu agar dia dapat mengatakan selamat ulang tahun kepadanya.


potongan kue ketiga,, Jake memberikan kue tersebut kepada grandma nya, Jake sangat merindukan grandma nya karena si grandma baru pulang dari Berlin. Laurent terkejut dirinya seakan tak percaya jika cucunya kini sudah mulai besar. dulu bahkan dirinya sering mengendong Jake saat masih bayi dan balita tetapi sekarang Jake bahkan tidak mau jika dirinya di sebut balita,, Jake selalu mengatakan jika dia itu pria yang kuat. dan kelak dia ingin menjadi seperti Daddynya. itu membuat Laurent sedih mengingat masa kecil bara dan Daniel yang tidak pernah dia pedulikan. jujur saja Laurent itu sangat menyesal.


Laurent mengigit potongan kue tersebut dan mencium dahi cucunya dalam-dalam. sembari mengucapkan terimakasih dan ucapan selamat ulang tahun.


dan potongan kue terakhir,, Jake memberikan potongan tersebut kepada Maria. Maria sempat cemberut karena dirinya mendapat potongan kue terakhir dan kecil pula. bahkan saat Jake menyodorkan kue kepadanya, Maria sempat memalingkan muka sebal. tetapi Jake itu pintar dalam menyenangkan hati Maria,, bahkan Maria kini melahap habis potongan kue tersebut.. membuat Jake tersenyum geli.


"Kau melahap semuanya,, apa kau tidak mau menyuapiku seperti aku menyuapimu?" ujar Jake cemberut dengan nada khas.


"Hei jake. kau bahkan menyisakan potongan kue kecil untukku, kau bilang jika aku salah satu teman yang paling penting untukmu, karena sangking senangnya aku sampai-sampai aku lupa menyisakan sedikit kue untuk ku suapi padamu.. maafkan aku." nada khas bicara Maria sangat menggemaskan membuat Jake tertawa.


Maria kecil mengerutkan keningnya,


"Kenapa kau tertawa?Apa yang lucu?"


"Tidak ada,, hanya saja hidungmu terkena kue coklat yang aku berikan padamu." Jake kembali tertawa.


Mata Maria membulat


"Benarkah?"


"tidak, aku hanya bercanda."


Maria sebal,


"Jake aku tidak mau bicara lagi padamu.!"


Jake takut jika Maria merajuk, pastinya Maria tidak mau berbicara sekaligus mengacuhkannya.


"Baiklah baiklah aku minta maaf Maria." lirih Jake.


Maria masih tidak mendengar jake, bahkan Maria melipat tangannya, dan memalingkan wajahnya menghadap arah lain. membuat Jake menelan ludah susah payah.

__ADS_1


"Maria,, kumohon jangan marah. baiklah aku minta maaf oke?Maria apa kau tega mendiamkan Jake mu ini di hari ulang tahunnya?"


"Baiklah karena ini hari ulang tahunmu aku memaafkanmu,,,"


Mata Jake berbinar,,


"Benarkah Maria?" Maria mengangguk "Terimakasih Maria.."


Jake pun memeluk Maria,


kara dan bara melihat tingkah bocah kecil itu hanya bisa tersenyum lucu.. mereka terlihat sangat menggemaskan bukan?


"Lihatlah putra kita,, dia sangat menggemaskan dan sepertinya dia menyukai Maria." ujar bara menyenggol lengan istrinya.


"Ya dia sangat menggemaskan,, Jake memang menyukai Maria karena Maria itu teman dekatnya,, apalagi rumah Maria tidak jauh dari sini.. bahkan terkadang Jake juga bermain di rumahnya."


"Aku tidak pernah melihat Jake bermain di rumah Maria."


"karena kau sibuk dengan urusanmu,, Jake saat pulang sekolah dia selalu mengerjakan tugas bersama dengan Maria. katanya Maria itu gadis yang pintar,, bahkan saat Jake kesusahan mengerjakan PR dia tidak ingin bertanya pada mommynya, dia selalu bilang 'Mommy aku pergi ke rumah Maria,, ada pr dari ibu guru yang sangat sulit, hanya Maria yang mengerti,, aku ingin sekali belajar dengannya' Jake & Maria itu sangat pintar." jelas kara.


bara mengangguk mengerti.


"Sepertinya mereka berdua cocok,, aku sudah pasti merestui kelak jika Jake sudah dewasa, dia ingin menikah dengan Maria.. lihatlah,, gadis itu cantik bukan?"


"Aku pun juga akan setuju jika putraku bahagia kenapa tidak." lirih kara "Hei astaga,, Jake masih sangat kecil, bisa-bisanya kita membicarakan tentang pernikahan Jake. lagipula aku juga tidak waras karena mendengarkan ucapanmu."


kara menatap bara.


"Tapi kau yang pertama kali membicarakan topik seperti itu."


"Ah terserah kau saja,, aku memang selalu kalah jika berhadapan dengan istri tercintaku ini." bara merangkul bahu istrinya dan mencium pucuk kepala kara lembut.


kini pesta ulang tahun telah usai,,


tinggal Jake dan Maria. mereka asik bermain ular tangga, yang membuat Maria terlihat sebal karena sedari tadi tak kunjung menang juga.


"Hish,, kenapa kau selalu menang?" gerutu Maria tak terima,, wajahnya terlihat sebal bahkan kini nada bicara Maria sudah tidak bersahabat.


Jake hanya tersenyum penuh kemenangan.


"Tentu saja, kau tidak akan bisa mengalahkanku."


"Oke, kita lihat saja nanti,, aku pasti akan mengalahkanmu."


mereka kembali bermain ular tangga, dan lagi lagi Maria kalah, Jake yang menang. "Bagaimana?Mau bermain lagi?"


Maria menunjukkan ekspresi wajah kekesalan yang kental.

__ADS_1


"Tidak! aku mau pulang saja." Maria pun berdiri


"aku akan mengantarmu Maria."


"Tidak usah Jake, lagipula kita bertetangga,, rumahku tidak jauh dari rumahmu, jadi tidak perlu mengantar oke?"


Jake mengangguk,


hanya melihat kepulangan Maria dari depan rumah.


saat hendak keluar gerbang Maria melambaikan tangan kepada Jake,, dan Jake pun membalas lambaian tangan tersebut,


"good bay,, nice to meet you"


"nice to meet you too.."


Jake tersenyum tapi bunyi klakson mobil membuat telinga Jake hampir pecah,, Jake menghampiri Maria.


dan benar saja,, Maria hampir terserempet oleh mobil untunglah Jake sudah menyelamatkan Maria.


bara, kara dan Laurent berdiri, mereka yang tadinya duduk sembari bersantai, di kejutkan dengan melihat kedua bocah tersebut,, kara sangat khawatir jika putranya itu tertabrak mobil karena menyelamatkan Maria.


"Kau tidak papa honey?" tanya kara sembari memeluk Jake erat.


"Yes mommy i'm fine, don't worry." ujar Jake "Maria apa kau baik-baik saja?"


"Aku baik baik saja,, terimakasih Jake." Maria memeluk Jake erat.


"Sama-sama"


"honey pergilah ke dalam, dan ajak Maria. nanti Daddy yang akan mengantar Maria pulang oke?" ujar bara.


"Oke Daddy." lirih Jake sembari menggandeng tangan Maria.


kara sangar takut,, jika mobil yang melaju cepat dengan membunyikan klakson tersebut adalah Jackson.


Kara memeluk bara erat,


tubuhnya gemetaran.


"A-aku sangat takut jika dia menemukan kita.. aku takut putraku dalam bahaya."


"Kau tidak perlu takut sayang, ada aku! aku akan melindungimu dan putra kita."


Siapa yang mengendarai mobil itu?Jika dia melaju dengan kecepatan tinggi dan ingin menabrak Maria,, lalu kenapa si keparat itu membunyikan klaksonnya? ini sangat aneh! (Batin bara).


sedangkan Laurent, hanya diam.

__ADS_1


dia mengepalkan tangannya. geram dan terlihat sangat marah.


bersambung~


__ADS_2