
Kabar tertembaknya Daniel pun sampai di telinga bara hingga kemurkaan bara sudah mencapai ubun2. bara pun menyusul Daniel di Las Vegas bersama dengan Ken.
...
Kasino Gambling Hall and Hotel Las Vegas..
Daniel terduduk di ranjang sembari menyandarkan kepalanya, bara pun datang dan langsung memukul kepala sang adik.
Plak..
"Dasar pecundang,,, bisa2nya kau tertembak hanya karena seorang gadis ha?! apa kau mau merendahkan harga diri keluarga mu??Dasar bodoh.!" gerutu bara.
Daniel yang terkejut dengan kedatangan sang kakak pun hanya pasrah menerima pukulan demi pukulan yang menghantam dirinya.
"Kakak.. kau disini?!" tanya Daniel yang masih tidak percaya akan kehadiran kakaknya itu.
"Ya. itu semua karena kau!! menyusahkan saja! lebih baik kau mati dari pada hidup tapi menjadi pecundang dan juga beban keluarga!" bara masih saja mengerutu.
bukannya bara tidak menyayangi Daniel,, justru bara sangat menyayangi adiknya itu tetapi cara bara menunjukkan kasih sayangnya yaitu dengan cara berbeda,, ya seperti yang kalian tau jika bara memiliki jiwa arogansi serta kewibawaan yang melekat pada dirinya, sebab itulah ia tidak ingin memperlihatkan kasih sayang nya kepada orang lain, ia hanya memiliki cara tersendiri untuk menunjukkannya, dan bara tidak ingin menurunkan harga dirinya di depan semua orang.
"Astaga kakak. kau jahat sekali!! kau ingin aku mati konyol?" gerutu Daniel.
"Ya! untuk apa kau hidup jika kau menjadi pecundang yang kalah dengan gadis,,!! kau seperti ini hanya karena seorang gadis? Seorang gadiss??! siapa gadis pemberani yang membuatmu seperti ini Haa??? Katakan padaku Daniel!" teriak bara.
David, Justin, Sam dan Ken hanya diam sembari saling menatap, dan tidak memiliki niatan untuk menyela pembicaraan keduanya.
"Ntahlah,, yang aku tau gadis itu adalah seorang pembunuh bayaran." ujar Daniel singkat.
"Bodoh!!! apa kau tidak mencari tau segalanya Tentang gadis itu??" timpal bara lagi, sembari meninggikan nada bicaranya.
"Astaga kakak! kau ini" Daniel pun menepuk dahinya "Tentu saja aku sudah mencari tau siapa sebenarnya gadis itu,, aku sudah meminta Sam untuk mencari tau segalanya tentangnya" sambung Daniel.
"Lalu?" tanya bara
"Sam!" panggil Daniel, Sam pun menunduk hormat sembari berjalan selangkah. "Ya tuan" ujarnya.
"Katakan kepada kami semua siapa sebenarnya gadis itu?" titah Daniel.
"Gadis itu adalah seorang pembunuh bayaran tuan, gadis itu di minta untuk membunuh tuan Daniel dengan bayaran fantastis." jelas Sam "Gadis itu juga tidak mengetahui siapa client nya dan apa motifnya, yang jelas dia hanya diminta untuk membunuh tuan Daniel dengan bayaran tidak sedikit." sambung sam
"Ternyata gadis itu sangat bodoh!" timpal bara "tidak tau siapa client yang menyuruhnya, dan juga tidak tau siapa orang yang akan di bunuh." sambung bara.
__ADS_1
"gadis itu akan mengalami masalah besar karena telah berani mecam2 denganku!" senyuman licik terukir pada wajah tampan Daniel.
"Tapi tuan,, anda jangan menyepelekan gadis ini.." timpal Sam "Gadis ini terkenal sangat pemberani, bahkan pembunuh bayaran berkelas dari yang lain,, gadis ini juga sangat berbahaya,, dia akan terus mengejar tuan Daniel sampai tuan Daniel mati, jika ia gagal menuntaskan misi untuk membunuh tuan Daniel, maka dia sendiri yang akan mati!" jelas Sam.
"Kalau begitu, aku akan menunggu gadis itu datang padaku" ujar Daniel yang masih tersenyum penuh arti "Dan,, aku akan menjebaknya untuk terikat denganku" sambung Daniel.
"Maksudmu?" tanya Justin yang kini mulai buka suara.
senyuman jahat Daniel yang mematikan terlihat menyeramkan "lihat saja nanti" ujarnya.
"siapa nama gadis itu sebenarnya?" tanya David
"Carroline Arabella" ujar Sam singkat "Dia adalah seorang gadis sebatang kara tuan." sambung sam
"nama yang indah" timpal Daniel.
"Carroline memiliki arti kuat, tangguh dan mengagumkan" sambung David
"Ntah siapapun gadis itu,, pastinya dia harus membayar atas apa yang telah dia lakukan!" ujar bara lirih namun tajam.
"Apakah tuan mau saya menjebak gadis itu?" ujar Ken menawarkan diri.
"Tidak perlu Ken!" timpal Daniel "Jika gadis itu mengincarku pastinya dia akan datang sendiri untuk membunuhku!..." sambung Daniel "Dan sebelum itu,, aku akan mengikatnya dalam sebuah pernikahan" seringai licik terlukis di wajah tampan Daniel sembari menunjukkan aura menyeramkan yang melekat pada dirinya.
"yaa,, aku akan membuatnya jatuh cinta padaku,, lalu aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri" ujar Daniel
"Daniel jangan bermain api atau kau akan terjebak nantinya" timpal David.
"Itu tidak akan terjadi David, percayalah,,!" sambung Daniel
"Terserah kau saja Daniel.." ujar bara.
....
sementara di sisi lain terdapat seorang gadis yang menjerit kesakitan akibat tusukan Yang ada pada kakinya sangatlah dalam, hingga gadis itupun menjadi sangat murka dan memiliki dendam untuk segera menuntaskan misi membunuh pria itu.
"Sebenarnya siapa pria itu? sehingga kau bisa terluka? sebelumnya hal seperti ini tidak pernah terjadi.." ujar Max sang kaki tangan sekaligus kepercayaan carroline.
"Ntah aku tidak tau! yang jelas aku harus segera menuntaskan misi untuk membunuhnya atau aku sendiri yang akan mati terbunuh!" ujar Carrol
Mark pun membalut luka Carrol dengan perban "apa kau yakin? sepertinya pria yang kau hadapi sekarang bukan pria sembarangan.." ujar Max
__ADS_1
"Aku sangat yakin Mark." tindas Carrol "Dan aku akan kembali untuk membunuhnya!" sambung Carrol,, senyuman licik menghiasi wajah cantik gadis itu.
"Terserah kau saja!" gunam Max
"Max, aku butuh dukunganmu.. jadi jangan tinggalkan aku sendiri!" sambung Carrol sembari menyentuh tangan Max
Max pun tersenyum "Baiklah,, kau tidak perlu khawatir,, aku akan selalu mendukungmu Carrol,," ujarnya.
Carrol sudah mengganggap Max sebagai kakak sekaligus ayahnya sendiri, itulah yang membuat Carrol takut kehilangan Max, bagi Carrol Mark adalah segalanya, keluarga satu2nya yang ia miliki.
....
"Hufttt rasanya sangat membosankan sekali..." gerutu kara.
bagaimana kara tidak bosan? jika suaminya dan adik iparnya tidak ada di rumah, walaupun banyak pelayan sekaligus pada pengawal yang ada tetap saja kara merasa sangat kesepian tanpa adanya suami dan adik ipar yang selalu mengganggunya.
"Apa yang aku lakukan yaa?" ujar kara, yang sempat berfikir sembari memanyunkan bibirnya.
"Ahaa, aku akan pergi berbelanja saja,, karena keperluan sudah mulai menipis" sambung kara.
kara pun bersiap,, saat hendak menuruni menuruni tangga, kara pun di hadang oleh pak Han sang kepala pelayan
"Nona mau pergi ke mana?" tanya pak Han halus tapi tak terbantah.
"Pak Han,, bolehkah aku keluar sebentar?" kara pun sedikit ragu untuk meminta izin kepada pak Han, karena suaminya juga melarangnya untuk keluar rumah,, bahkan sebatas berbelanja pun tak di izinkan. karena segala keperluan kara,, sudah terpenuhi.
"Maaf nona anda tidak di izinkan keluar rumah oleh tuan muda.!" jelas pak Han
"Tapi,,, aku hanya ingin membeli keperluan saja,," ujar kara "Ayolah pak Han aku mohon,, hanya sebentar saja" sambung kara, sembari menyatukan tangganya tanda permohonan.
melihat wajah nona mudanya yang menggemaskan membuat pak Han tak tega untuk menolak keinginannya "Hufttt, baiklah nona,, tapi anda harus di jaga oleh para pengawal yang telah tuan siapkan!" titah pak Han si pria paruh baya itu.
Kara pun tersenyum "Benarkah?" ujar kara antusias, pak Han pun mengangguk "Terimakasih pak Han.." sambungnya
"Sama2 nona,," ujar pak Han pasrah.
kara pun segera pergi berbelanja di ikuti oleh para pengawal di belakangnya.
bersambung~
__ADS_1
Visual carroline Arabella π€©π