
Italia
Vanesia~
.....
jalanan kota vanesia Yang kini tengah ramai, banyak para mobil berlalu serta pejalan kali berbalulalang kesana kemari.
bara yang kini mengendarai mobil mewah miliknya tengah mengitari kota indah Vanesia dengan kecepatan di atas rata2 seperti pembalap, kini ia menekan gas hingga menambah kecepatan cara mengendarainya, seakan menunjukkan amarah tersendiri, terlebih ia begitu lihai berkendara dengan kecepatan tinggi di kota indah Vanesia sehingga berliak liuk menghindari para mobil dan pejalan kaki tersebut.
Yaa Rumah bara terletak di negara Italia, salah satu negara yang terkenal dengan keindahannya itu. sekarang ia telah menetap di kota Vanesia salah satu kota yang paling indah dan romantis serta salah satu kota yang paling populer.
Dulunya bara memiliki rumah di kota Milan tapi semenjak pertemuannya dengan kara di kota Vanesia, membuatnya ingin menetap sehingga beberapa hari sebelum pernikahan ia membeli sebuah rumah mewah di kota ini.
Daniel yang sedari tadi berada di belakang mobil bara, ia pun segera melaju dengan kecepatan tinggi untuk menghentikan sang kakak, ntahlah bara pergi kemana sekarang,, yang terpenting adalah bagaimana cara Daniel menyelamatkan kakaknya itu.
Daniel fokus berkendara sembari menelfon bara, tetapi nihil ponselnya tidak di angkat. atau jangan-jangan bara ingin bunuh diri? itulah yang ada di fikirkan Daniel sekarang, yaa Daniel sangat gugup dan khawatir jika hal buruk akan terjadi nantinya, terlebih bara mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata2.
Mau tidak mau Daniel pun menghubungi Justin dan David, agar mereka berdua bisa ikut serta dalam aksi kejar mengejar mobil.
Oh dering ponsel Daniel berbunyi ternyata yang menghubunginya adalah David, seakan tuhan tau saja jika kini ia membutuhkan bantuan David.
"*Hallo Daniel!! dimana kau? aku sudah ratusan kali menghubungimu tapi kau tidak mengangkatnya!! apa yang sedang kau lakukan haa?!!*" gunam David
"*Hei bro, tenanglah aku butuh bantuanmu*" dengan santai Daniel meminta bantuan pada David
"*Diam!! sebelum kau mengatakannya, aku ada kabar baik untukmu dan bara,,,, dan hei dimana bara? aku juga sudah beberapa kali menghubunginya tapi tidak di angkat, apakah ponselnya mati?!*" sambung David.
"*kakakku, berkendara di jalanan kota dengan kecepatan tinggi, aku sedang berusaha untuk menahannya tapi mobilnya sudah jauh dari arah pandangku! bahkan aku tidak bisa menyeimbangi kecepatan mobilnya.*" jelas Daniel.
__ADS_1
"*Apa?!! bara sudah gila??!!Apa dia berusaha untuk mengakhiri hidupnya?!!! bodoh sekali. justru itu aku ingin memberi tau bara jika kara sudah bangun dari koma dab sekarang kondisinya sudah membaik. kara sudah sadar dan ingin menemui bara*"
Daniel terkejut sekaligus senang mendengar kabar tersebut, tanpa sadar ia menginjak rem secara tiba-tiba sehingga menimbulkan suara bising yang khas. "*Apa??!! kakak ipar kara sudah bangun?!*"
"*Ya. sekarang cepat kau bawa bara kemari*" sambung David singkat.
"*Aku sudah kehilangan jejak, suruh Sam melacak keberadaan kakakku sekarang!*" titah Daniel.
"*Baiklah tunggu sebentar*".
posel pun mati, tidak lama setelah David mengirim pesan dimana perginya bara.
"Astaga,, dia pergi ke tempat tinju?" Daniel pun segera melaju untuk menjemput sang kakak.
di perjalanan Daniel sangat khawatir "Apa yang ia lakukan? apakah dia berusaha untuk melukai dirinya sendiri?!! astaga..!".
....
bukannya bara tidak Berani melawan tapi ia ingin melakukan hal ini, ia sangat marah kepada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga istrinya dengan baik, bahkan bara sangat membenci dirinya. dan tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.
Wajah bara penuh dengan memar dan darah, ia pun kembali berdiri "tuan maafkan kami telah memukul Anda" ujar salah di antara petinju tersebut yang sangat takut dengan bara.
bara menggertakkan giginya "Cepat!! angkat tangan kalian dan pukul aku!!! aku tidak meminta kalian untuk meminta maaf!! kau dengar??!! cepat pukul aku sekarang!! aku memerintahkan kalian semua untuk memukulku atau aku sendiri yang akan membunuh kalian dengan tanganku!!!" titah bara.
para petinju pun mengangkat tangan untuk memukul wajah tampan bara dengan sangat keras, dan para petinju yang lain memukul perut bara sehingga membuat bara diam tanpa membalas, ntahlah bara terlihat tidak memiliki rasa sakit sedikitpun walaupun kini seluruh wajah dan badannya di penuhi oleh darah dan memar akibat pukulan para petinju tersebut. sedangkan petinju yang lainnnya memukul hidung bara hingga berdarah hingga tersungkur.
kini daniel tidak tinggal diam, ia pun menuju ring dan memeluk bara. "Apa yang kau lakukan kak, berdiri!! ayo kita pulang."
"Pergi kau Daniel!" geram bara.
"Kalian semua cepat pukuli aku!" titah bara kepada yang petinju.
__ADS_1
Daniel sangat kesihan kepada kakaknya itu, baru kali ini bara terlihat seperti orang yang bodoh demi kakak iparnya, ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri tetapi ntah mengapa bara justru menghukum dirinya dengan menyuruh orang lain memukulinya dan memberikan uang kepada orang tersebut.
yaa mungkin jika Daniel mengatakan jika bara bodoh itu salah besar, jika Daniel berada di posisi seperti bara pun ia pasti akan gila,, di sisi lain istrinya dan sisi lainnya ibunya, mana yang harus ia pilih? ibunya membenci istrinya dan ingin memisahkannya dengan istrinya sendiri, seakan ingin menghancurkan kebahagiaan putranya, bahkan kini ibunya telah keterlaluan ingin membunuh istrinya tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, jika yang mencelakai istrinya adalah orang lain. pastinya bara akan menyiksa orang tersebut tanpa ampun. tapi ini ibunya? bagaimana mungkin ia menghukum ibunya atas perbuatan yang di lakukan Ibunya itu. bara tidak bisa berbuat apa-apa selain menghukum dirinya sendiri dan menyerahkan urusan ibunya kepada ayahnya. sungguh bara seperti kambing congek yang bodoh.
Para petinju yang melihat tatapan mata Daniel yang begitu menakutkan pun takut, ia tidak berani mengangkat tangan kembali untuk memukul bara.
"Kenapa kalian berhenti?!! cepat pukul aku!!" titah bara yang kini mengeluarkan suara tingginya.
"Maaf tuan kami tidak bisa" ujar petinju bersamaan. dan para petinju pun keluar dari ring. kini menyisakan bara dan Daniel.
Bara menatap Daniel dingin nan datar seolah menjadi ciri khas darinya "Untuk apa kau kemari ha??!! kau mengikutiku?!!" teriak bara.
"Ya aku mengikutimu!" ujar Daniel.
"untuk apa kau mengikutiku?!! apa tidak ada pekerjaan lain? sehingga membuatmu selalu ikut campur urusan kakakmu?!!"
"Cukup kak! aku sudah muak melihat kebodohan mu itu!" teriak Daniel yang tak kalah tingginya.
bahkan Daniel yang di kenal tidak pernah melawan kakaknya pun kini berani meninggikan suaranya di hadapan kakaknya itu.
"Kau bertindak bodoh jika kau seperti ini! kau tidak bisa berbuat apa-apa tali kau ingin melukai dirimu sendiri. kau marah dengan apa Yang terjadi bukan?" sambung Daniel "semua ini tidak sepenuhnya salahmu!! dengarkan aku kak! aku tau keadanmu dan posisimu sekarang tapi ku mohon pikirkan kakak ipar, pastinya jika kakak ipar melihat kau seperti ini, ia akan sedih dan juga marah karena kau bertindak gegabah dan menghukum diri dengan cara gila seperti ini. jika kau merasa bersalah kepada kakak ipar karena tidak bisa menjaganya dengan baik setidaknya jangan melakukan hal buruk seperti ini lagi." jelas Daniel. mata hanya diam sembari mendengarkan ucapan adiknya itu.
sebenarnya bara tau apa yang ia lakukan adalah hal bodoh tapi ia sungguh sangat menyesal dan ingin menghukumu dirinya sendiri karena tidak bisa berbuat apa-apa.
"Ayo kita pulang kak.. karena kakak ipar sudah menunggu" ujar Daniel.
Bara yang heran pun bertanya "Apa maksudmu?"
Daniel tersenyum "Kakak ipar sudah sadar, ia sudah berhasil melewati masa komanya dan keadaannya sudah membaik, sekarang ia menunggumu".
Bara terpaku antara mendengar kabar bahagia ataukah penyesalan yang pasti ia sangat senang "Istriku sudah bangun..?"
__ADS_1
Bersambung~