
Laurent menatap nanar dirinya,
kini hidupnya di hantui oleh rasa penyesalan yang kental, bisa di bilang Laurent memang sangat salah besar. dan sudah pasti pula jika dia mati maka Tuhan akan langsung melemparkannya ke dalam neraka paling bawah.
wanita paruh baya itu menatap dirinya di cermin, sembari menangis tersedu-sedu, mengingat dirinya dulu selalu mengacuhkan kedua putranya. dan berbuat jahat kepada menantunya,, bahkan dirinya juga sangat menyesal karena kehilangan Louis suaminya,, orang yang sangat dia cintai telah tiada bertahun-tahun silam.
Untung saja, Tuhan telah membuka hati Laurent hingga membuatnya sadar karena mengambil jalan sesat. telah berusaha mencelakai menantunya dan tidak mendengarkan Louis untuk menerima kara,, ternyata dia telah menjadi boneka dari Nadira beserta John dan Jackson, Laurent di kambing hitamkan untuk mencelakai kara,, sedangkan Jackson, John dan Nadira menginginkan kehancuran putranya sendiri.
betapa bodohnya dia! membantu si benalu Nadira.
dan menghancurkan putranya pula!
begitu bodohnya dia malah membantu musuh dari putranya ,,, bahkan dirinya di jadikan boneka?
selain mendapatkan kebencian dari bara, Laurent juga telah kehilangan putranya.
Laurent menjerit, dia sangat frustasi!
hal yang membuat Laurent menyelamatkan kara adalah Laurent sempat mendengar perkataan John dan Nadira di dalam ruangan. yang mengatakan jika mereka menculik kara karena ingin membalas dendam kepada bara dan ingin menghancurkan la Savas. karena yang mereka tau bara sangat mencintai kara. sudah pasti mereka beranggapan dengan menculik kara akan memudahkan keinginan mereka untuk menghancurkan bara, apalagi saat itu kara tengah mengandung dan akan melahirkan.
dan Laurent juga mendengar jika selama ini dirinya sudah menjadi boneka, dan dengan bodohnya mengikuti keinginan Nadira membuat kara celaka. bahkan saat itu Laurent juga memiliki niat buruk untuk membunuh kara.
jika dia benar-benar membunuh kara, sudah pasti dirinya akan sangat menyesal seumur hidup.
dia ingin sekali meminta maaf kepada Louis, tetapi Louis sudah tiada,, dia bahkan ingin memperbaiki hubungannya dengan kedua putra dan menantunya.
dengan menjaga dan melindungi menantu sekaligus cucunya, itu membuat hati Laurent sedikit lega. karena memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungannya kepada kara.
dan sekarang,, yang membuat Laurent sangat sedih adalah adanya bara, tetapi dia tidak dapat memeluknya.
sungguh, didalam hati Laurent kini di penuhi oleh banyak sekali penyesalan yang tak kunjung memiliki jalan keluar,, dia sempat berfikir bagaimana cara untuk mendekati putranya,, tapi Laurent mengurungkan niatnya,, karena dia takut jika putranya itu akan marah.
kepergiannya ke Berlin, dia pergi ke makam Louis, sembari merenung dan terus menerus menangis atas kejahatan yang dia lakukan selama ini.
sampai akhirnya saat dirinya telah pulang ke Melbourne, betapa terkejutnya Laurent melihat putranya di hadapannya dengan senyum bahagia bersama istri dan juga putranya.
ternyata Laurent baru sadar, bahwa saat kepulangannya dari Berlin adalah hari dimana Jake merayakan ulang tahun bersama teman dekatnya sekaligus keluarganya. Laurent tidak dapat membohongi dirinya sendiri jika Jake cucunya itu terlihat sangat bahagia.
.......
sementara kara dan bara yang kini tengah bimbang dengan ancaman yang mulai datang,
sebenarnya bara tidak takut dengan ancaman dan teror gila yang menghantuinya. tapi yang membuat bara binggung adalah sikap kara yang terlalu takut dan khawatir jika putranya dalam bahaya.
sungguh, itu mengganggu pikiran bara!
bahkan dia telah menyuruh para anak buahnya untuk menjaga ketat seluruh rumah agar tidak ada penyusup yang membahayakan keluarganya.
bara telah memanggil Ken dan juga Sam datang ke Melbourne untuk selalu mengawasi dan mencari tau siapa orang yang telah berani menganggu kebahagiaan keluarganya.
__ADS_1
kara memeluk bara erat, tubuhnya gemetaran. bara bisa merasakan Kekhawatiran dari istrinya.
kara seorang ibu, sudah pasti dia takut jika putranya mengalami hal buruk.
"Jangan takut sayang,,, ada aku disini,, aku akan melindungi keluarga kita dari para keparat itu.! tenanglah oke,,,"
kara masih sangat takut,
"A-aku takut Jake.. putra kita dalam bahaya."
"Kau jangan khawatir,, aku sudah memanggil separuh anak buahku untuk menjaga setiap sudut rumah kita. bahkan aku juga telah menyuruh Ken dan Sam mencari tau peneror itu." jelas bara..
"T-tapi tetap saja,, aku sangat takut."
"Oke sekarang kau tidurlah,, aku akan menjaga putra kita."
"jangan pergi,,," lirih kara "A-aku takut sendirian. kumohon jangan tinggalkan aku sendiri disini."
"Lalu bagaimana dengan Jake? Dia sendirian di kamarnya sayang,,"
"A-aku akan membawa Jake kemari,, bagaimana jika kita tidur bertiga?"
"Baiklah,, bawa Jake kemari lalu kita akan tidur bertiga."
tak lama kemudian.
"Mommy kenapa mommy mengajakku ke kamar mommy dan Daddy?"
"Kenapa begitu?"
kara kesusahan menjawab pertanyaan dari putranya, hingga bara memikirkan alasan untuk membuat Jake patuh.
"Karena mommy dan Daddy tidak ingin jauh darimu.. " timpal bara
"Begitukah mommy?"
kara mengangguk pasti.
"Oke aku akan tidur dengan mommy dan Daddy.."
kini mereka bertiga tidur dengan berpelukan,,
Jake berada di tengah-tengah di antara kara dan bara.
kara dan Jake sudah pulas tertidur, sepertinya mereka sudah sampai ke alam mimpi. sedangkan bara dia sangat tidak bisa tertidur,, bara berdiri menuju balkon kamarnya sembari meminum beberapa wine untuk menjaga istri dan juga anaknya.
hari pun mulai larut, di tambah badai petir kini telah datang, membuatnya segera memasuki kamar dan hendak pergi untuk mengawasi pergerakan para anak buahnya dan para anggota la Savas lainnya.
gemuruh petir membuat lampu menjadi padam,
__ADS_1
terpaksa bara menuruni anak tangga dengan lampu redup tetapi masih ada cahaya petir yang menerobos masuk melalui celah jendela.
perlahan-lahan, dia melihat beberapa anak buah yang masih kuat berdiri di dalam gerbang, walau badai tapi mereka semua masih menjalankan tugasnya dengan baik.
Sam masih mengotak ngatik komputernya, berharap menemukan sesuatu informasi melalui cctv yang ada. tetapi gilanya mobil yang di kendarai itu tidak memiliki nomor plat. oleh sebab itulah, sam sedikit kesulitan mencari tau. di tambah warna mobil yang hitam pekat. Sam sangat frustasi.
sedangkan Ken, kini dia berada di depan pintu masuk,,
Ken sibuk berjalan-jalan mengelilingi rumah dan selalu mengawasi beberapa anak buah dan anggota la Savas.
Ken hanya berjaga-jaga jika ada penghianat!
bara menghampiri Ken, dan memberikan 3 botol wine untuk Ken, Sam dan dirinya sendiri.
"Terimakasih tuan."
bara terdiam sebagai balasan.
bara berdiri bersama dengan Ken,
sembari melihat arah pandang lurus ke depan, tanpa mengalihkan tatapannya untuk selalu mengawasi para anak buah dan anggotannya.
"Bagaimana?adakah di antara mereka yang mencurigakan?" tanya bara sembari menyesap winenya.
"Tidak ada tuan, tetapi saya sudah memasang cctv di setiap sudut rumah hingga yang tersembunyi sekalipun."
"Bagus,,, ingat jangan ceroboh dan jangan sampai kita lengah!" titah bara.
Ken mengangguk,
"Lalu bagaimana dengan urusan perusahaan?"
"Perusahaan masih berkembang maju seperti biasanya tuan, dan sekarang tuan Daniel yang sedang mengambil alih sampai anda pulang ke Vanesia." jelas Ken.
"Sepertinya aku dan istri beserta anakku akan pindah ke kota Roma. "
"Lalu bagaimana dengan perusahaan tuan?"
"Aku juga akan tetap memimpin perusahaan. lagipula kita memiliki banyak perusahaan yang hampir menguasai dunia bukan? perusahaan kita berada di berbagai negara.Bahkan aku berencana membangun sebuah apartemen di Melbourne." jelas bara. "Dan ya Ken, bangunan aku mansion yang terletak di Milan sekaligus Roma. karena dalam waktu dekat aku akan mengajak mereka semua pergi menuju Roma."
"lalu mansion di kota Milan untuk siapa tuan?"
"tentu saja untuk koleksi." singkat bara.
"Baik tuan. sesuai perintah anda."
saat bara dan ken asik berbincang kara berteriak dengan sangat keras membuat bara dan yang lainnya bergegas menuju kamar.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkhhhhh...." teriak kara.
__ADS_1
Bersambung~