
Sementara di sisi lain tempat kediaman rumah bara.
"Hei Daniel, sekarang aku sangat puas" ujar Justin yang baru saja keluar dari kamar dengan menggunakan pakaiannya.
melihat Justin keluar kamar "Bagaimana? Jalan*nya apa kau puas dengan permainannya?" tanya Daniel.
"Sungguh luar biasa haha dimana kau dapatkan jalan* itu?" ujar Justin seraya kembali bertanya kepada Daniel.
"Tentu saja di Club kakakku" jawab Daniel singkat.
"Hei Daniel.. aku sering kesana tapi tidak pernah bertemu dengan jalan* itu. apa dia jalan* baru yang bekerja di sana?" Justin sungguh di buat penasaran dengan adanya jalang baru di Club milik bara itu.
" Yaa dia baru bekerja di sana sekitar 3 hari yang lalu.." jawab Daniel.
Justin melirik teman baiknya, ia melihat David yang sedari tadi hanya diam melamun sambil meminum beberapa alkoholnya.
"Hei David. kenapa kau diam saja? apa kau tidak mau merasakan sensasi baru dari wanita itu?" tanya Justin "Jika kau mau... dia masih di kamar, mungkin saja kelelahan karena mengimbangi permainan ku haha.." sambungnya.
"Tidak" jawab David singkat.
"Oh ayolah David, kau ini kenapa? sekarang kau jarang sekali menyentuh para wanita." Justin tidak habis pikir dengan sahabatnya itu, setelah ia mencintai kara sekarang jarang sekali menyentuh para wanita.
"Hei bodoh! aku tidak mau menyentuh wanita bekasmu itu,,, lagipula dia masih lelah mengimbangimu apalagi mengimbangi aku? kau tau kan aku masih muda? tenagaku masih sangat luar biasa dan aku jauh lebih hebat darimu jika itu urusan permainann" jelas David dengan tatapan tajamnya.
"Hei David kau jangan menghinaku! ya walaupun aku lebih tua darimu tapi aku masih lihai dalam bermain. " elak Justin tak terima. sedangkan David hanya diam mendengar ocehan Justin yang seperti wanita itu.
memang usia antara Justin dan David terpaut sedikit jauh, Justin berusia 38 tahun, bara berusia 34 tahun sedangkan David berusia 33 tahun. sebenarnya David adalah teman kuliah Daniel dulunya, bahkan sering bermain bersama itulah yang membuat David mengenal bara dan Justin. selain bara adalah kakak kandung dari Daniel sendiri bahkan sering bermain bersama. sedangkan Justin adalah teman dekat bara sedari kecil hingga sekarang. jika di pertimbangkan Justin dan Ken adalah sama2 teman dekat bara.
"Hei kalian berdua..! sudahlah kenapa kalian malah berdebat dalam hal sepele seperti itu?" ujar Daniel sebagai penengah. " dan kau David, benar juga apa yang di katakan Justin, sekarang kau jarang sekali menyentuh para wanita? Apa yang terjadi?? apa sekarang kau menjadi gay?" sambung Daniel yang langsung mendapat tatapan mata mematikan dari David. "Biasanya kau paling cepat dalam menghabiskan wanita, bahkan saat aku baru 2 kau sudah selesai 3, Yakan Justin" sambung Daniel dengan bertanya kepada Justin.
"Ya benar sekali" Justin.
"Tutup mulutmu Daniel! aku masih normal.." elak David tak terima dengan ucapan Daniel yang mengatakan jika dirinya adalah seorang gay. "lagipula Aku tidak menyentuh wanita karena aku sedang tidak ingin saja." dustanya.
"Benarkah?" Daniel tak percaya dengan ucapan temannya itu. "Terserah" lanjut Daniel singkat.
tap... tap.... tap...
"Hai selamat malam kalian semua..."
kedatangan seorang wanita di rumah membuat mereka bertiga yang tadinya bedebat, kini melihat siapa yang datang..
Daniel terkejut ia bergegas menghampiri wanita itu.
"Nadira..! Apa yang kau lakukan disini?" Daniel menyentuh dengan kasar tangan wanita yang bernama Nadira itu.
__ADS_1
"Oh hallo Daniel,,, apa kabar?" Nadira tersenyum sembari memperlihatkan gigi putihnya kepada Daniel.
*_Ternyata selain kau pandai berakting di dunia film kau pandai juga berakting di dunia nyata_*(Batin Daniel).
Nadira Ioana adalah seorang bintang film papan atas di negara A ia di juluki sebagai ratu akting terkenal.
"Jangan tunjukkan wajah polosmu itu padaku.! apa yang membuatmu datang kemari ha?" benar saja Daniel sudah mengetahui niat busuk dari kedatangan Nadira itu. ia akan menjadi kehancuran dalam rumah tangga kakaknya dengan dukungan dari ibunya. benar benar busuk. pikir Daniel.
"Oh ayolah Daniel,,, aku hanya ingin melihat calon suamiku saja haha,,, apa kau tau? bibi Laurent sendiri yang mengirimku kemari untuk membuat bara kembali padaku" ujar Nadira dengan tak tahu malunya.
"Dasar bodoh!" David yang tadinya diam kini menghampiri Nadira sembari mencekal lengannya dengan sangat kasar "Apa kau wanita yang tidak memiliki rasa malu? bara sudah menikah, ia sudah beristri. kau dengar??! dengan tidak tau malunya kau datang dan mengatakan akan melihat bara dan membuatnya kembali padamu??!!" teriak David.
"Oh David. kenapa kau marah? apa urusannya denganmu? aku hanya ingin melihat calon suamiku saja, aku tau dia sudah beristri. lalu kenapa? itu tidak masalah untukku. aku pasti akan merebut bara dari wanita itu!! dan satu lagi David Willson. Aku tidak tuli jadi jangan berteriak padaku!! bersikap sopan lah.." dengan santay Nadira membantah ucapan kasar dari Daniel dan david.
"Hei Nadira! Jangan kau berani2 mengusik rumah tangga kakakku! atau aku akan membuatmu menyesal" ancaman Daniel mampu membuat Nadira tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha Daniel... Daniel... aku tidak takut dengan ancamanmu itu.! aku mendapat dukungan dari ibumu untuk menghancurkan pernikahan putranya sendiri."
"Itu karena kau pandai bersandiwara, dengan memperlihatkan wajah polosmu dan kepura2anmu itu kau membuat ibuku percaya bahwa kau wanita yang baik?!!" teriak Daniel. "Kau adalah wanita busuk! ntah kenapa ibuku mempercayai dirimu! aku pastikan ibuku pasti menyesal telah mengirim wanita buruk seperti dirimu". sambung Daniel. "Ingat Nadira! aku akan menunjukkan wajah aslimu kepada ibuku! camkan itu baik2".
Laurent (Ibu bara) memang tidak tau sifat asli dari Nadira sebab itulah, ia mengirim Nadira untuk menghancurkan pernikahan putranya, karena ia tidak menyukai kara. terlebih Nadira adalah anak dari teman dekatnya.
Laurent berfikir jika Nadira adalah wanita yang baik, itulah yang membuatnya begitu yakin jika Nadira wanita yang sangat cocok untuk putranya.
Nadira wanita yang licik. ia pandai berpura pura dengan menunjukan wajah polosnya kepada ibu bara, bahkan ia sempat bersandiwara menjadi wanita sebaik mungkin agar Laurent menyukainya dan mengirimnya ke negara I tempat tinggal bara sekarang untuk menghancurkan pernikahan bara dan kara.
"Dasar wanita murahan!" teriak Justin.
"Terserah! yang pasti aku sangat lelah,,," ujar Nadira acuh dengan ancaman2 Daniel. "Pak Han.." teriak Nadira
pak Han segera datang "Ya nona".
"Dimana kamarku?aku akan tinggal disini beberapa hari,, " ujar Nadira.
"Kamarnya ada di sebelah sana nona" pak Han menunjuk kamar bawah di samping tangga.
"Ahh baiklah pak Han. bawa koperku ke kamar yaa" titah Nadira dan di angguki oleh pak Han.
pak Han mendorong koper menuju kamar Nadira "Permisi semuaaa, aku mau istirahat,, uhhh sungguh lelah hari ini haha" Nadira berlalu dari hadapan Daniel, David dan Justin dengan Arogannya sembari berjalan dengan lenggak lenggok.
"Aku yakin wanita itu memiliki motif tersendiri untuk menghancurkan pernikahan bara dan kara" ujar David. "Kau tau sedari dulu Nadira tidak pernah mengejar bara, lalu kenapa ia begitu terobsesi untuk menghancurkan pernikahan bara? ya walaupun ia mendapat dukungan dari ibumu Daniel" sambung David.
Daniel berjalan selangkah dua langkah dengan berkata"Ntah apapun itu.. yang jelas kita harus menyelidikinya".
mereka bertiga tersenyum tipis penuh arti.
__ADS_1
"Nadira2 kau telah membangunkan harimau yang sudah lapar, dan kau berani berurusan denganku.. lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk menghancurkan mu" ujar Daniel dengan senyum misterius.
Daniel,David dan Justin selain mereka seorang Cassanova, mereka juga sangat berbahaya, ia bertiga termasuk dalam anggota geng mafia yang di ketuai langsung oleh bara. tugasnya adalah melindungi pemimpinnya jika berada dalam bahaya yang akan menimpa.
melihat kepergian Nadira ke kamar, membuat Daniel menggepalkan tangan.
"Bersenang-senanglah kau Nadira, kan ku buat kau menyesal jika kau berani menggusik kebahagiaan kakakku!" ujar Daniel, sungguh kini ia terlihat sangat marah.
_*Jika ia berani menyakiti kara ku? akan ku pastikan ia mati di tanganku!*_(Batin David).
"Jika wanita itu berani macam-macam, katakan saja jika kau butuh bantuanku Daniel, aku akan membantumu menyingkirkan wanita itu!" ujar Justin dengan menyentuh bahu Daniel.
Nadira Ioana
jangan tertipu gaysπ
wajahnya polos tapi licik huftttttt
....
"Bara,, kita harus segera bersiap untuk pulang esok bukan?" kara menghampiri suaminya dan langsung memeluk bara erat.
"Tentu sayang,," bara mengelus rambut indah istrinya.
"aku mempersiapkan kepulangan kita" kara berdiri dan bara menarik tangan istrinya sehingga terjatuh di dada bidangnya.
"Tidak perlu, Ken yang akan mengurus segalanya,, sekarang ayo kita tidur, besok kita akan pulang pagi" ujar bara.
"Baiklah" kara menurut dan ia langsung tertidur di pelukan hangat suaminya.
"Selamat malam istriku" bara mencium kening kara dengan lembut seraya memeluk erat tubuh istrinya.
~Bersambung~
Apa yang akan terjadi pada hubungan pernikahan kara dan bara ya gays?? apakah akan hancur?
Haha penasaran?π
oke jangan sampai ketinggalan kisah cinta kara dan bara.
terimakasih atas dukungan kalian ππ»π
oh iya gays jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat update chapter menarik untuk kalian semua π€ semoga kalian suka π
__ADS_1
maaf ya gays ada sedikit kesalahan.
chapter bulan madu yang ke 4 masih di riview jadi tunggu kelanjutannya yaaa sabarπ€π