
Sesampainya kara di perusahaan. khususnya di ruangan CEO ia bertemu dengan Sam di luar ruangan.
"Sekertaris Sam. apa yang kau lakukan disini? Bukanya kau harus berada di perusahaan kakakku untuk membantunya mengurus perusahaan?" tanya kara
"Saya berada di sini karena tugas saya Membantu Nona Sarah sudah selesai nona. dan sekarang saya harus mengerjakan pekerjaan saya yang sempat tertunda beberapa hari di perusahaan ini" jelas Sam.
"Seperti itukah? lalu dimana suamiku?" tanya kara.
"Tuan sedang menanda tangani kontrak kerja sama dengan para klien nona. sebenatar lagi mungkin akan selesai" ujar Sam sembari membuka berkas2 yang berada di tangan kanannya dan meja panjangnya.
"Baiklah kalau begitu aku akan menunggu suamiku di sini." ujar kara sembari duduk di sofa panjang dekat meja sekertaris Sammuel ed.
"Nona. lebih baik anda menunggu tuan di dalam ruangan saja. tidak enak di lihat banyak karyawan. jika melihat anda di sini".
"Memangnya tidak apa2 menunggu di ruangan CEO?" tanya kara
"Tentu saja nona. tidak ada orang yang bisa memasuki ruangan petinggi tuan bara tanpa izinnya. tetapi jika itu nona sendiri pastinya tuan mengizinkannya." jelas Sam.
"Ahh baiklah sekertaris Sam. aku akan menunggu suamiku di ruangannya" ujar kara seraya berdiri dan berjalan memasuki ruangan petinggi CEO.
di dalam ruangan, sembari menunggu suaminya. kara hanya duduk dengan meminum coffe yang berada di tangan kanannya.
"Apakah akan lama?" ujar kara yang sedari tadi melirik jam dinding. "Lebih baik aku membaca novel online sambil menunggu bara" sambungnya.
kini kara menunggu bara dengan membaca novel online kesukaannya. dari pada bosan lebih baik gunakan waktu luang untuk membaca iyakan?membaca jembatan ilmu loh yaa π€ jadi jangan lupa membaca yaa gays π
ceklek pintu terbuka. bara melihat istrinya dengan anggun menggunakan dress merah dan sedikit polesan makeup membuatnya tampil elegan.
kara melihat Suaminya memasuki ruangan tersebut seraya menghampirinya.
"Ada apa sayang?Apa yang membuatmu datang kemari Hem?" tanya bara sembari menyentuh pipi mulus istrinya.
"Apa aku tidak boleh datang kemari?" tanya kara dengan nada bicara lembutnya.
"Tentu saja boleh sayang. " Jawab bara singkat "Apa yang membuatmu datang kemari menemui suamimu ini. apa kau merindukanku Hem? ujar bara dengan senyuman menggoda membuat kara gelisah seraya mengalihkan pembicaraan.
"Eumm bara. aku membawakan makanan untukmu. ayu mengatakan kepadaku jikalau kau belum sarapan, karena sekertaris Ken menjemput mu pagi tadi untuk menandatangani kontrak kerja dengan para clien" jelas kara dengan menyodorkan bekal makanan untuk suaminya. "Makanlah" sambung kara.
"Baiklah sayang. maukah kau menyuapi suamimu ini?" tanya bara sembari menyentuh bekal tersebut dari tangan kara dan meletakkannya di meja dekat sofa panjangnya.
"Eumm akan ku pikirkan Terlebih dulu" ujar kara yang kini menggoda bara dengan ucapannya.
"Benarkah seperti itu? ternyata kau pandai menggodaku sekarang yaa" bara menggelitik kara membuat mereka berdua tertawa-tawa bersama. sehingga terjatuh di sofa. membuat mereka terpaku, diam dan saling memandang.
kara menutup matanya ia mendekati wajah suaminya . kara mencium bibir bara dengan lembut. sungguh bara terkejut dengan perlakukan kara terhadap dirinya sekarang. bahkan kara berani menciumnya dulu. apakah ini mimpi? batin bara.
bara pun tidak menyia2kan kesempatan baik ini. bara memperdalam ciumannya dengan menyentuh tengkuk leher kara. semakin dalam mereka berciuman sampai lupa jika sekarang mereka berada di kantor. oh astaga π€£
kara melepas pangutan bibirnya. ia takut bara tidak bisa menahan diri nantinya.
__ADS_1
"aku akan menyuapimu" ujar kara sembari membuka bekal makanan.
Kara menyuapi bara dengan tulus sehingga bara hanya bisa menatap kara dengan teduh dan menerima suap demi suap yang di berikan kara untuknya.
"Sudah selesai. kau makan sangat banyak" ujar kara dengan membereskan bekal makanan tersebut.
"Tentu saja sayang. makanannya sangat lezat terlebih kau sendiri yang menyuapiku" ujar bara yang memperlihatkan senyum menawannya.
"Benarkah begitu?"
"ya" sambung bara singkat.
"Baiklah" lanjut kara ." Eummm bara,,, bolehkah aku pergi ke perusahaan kakakku?tadi aku bertemu dengan sekertaris Sam. ia mengatakan jika dirinya sudah tidak di butuhkan lagi oleh kakakku.. apakah itu benar?" kara meminta izin kepada suaminya untuk mengunjungi kakaknya.
"Iya. Sam baru saja datang ke perusahaa. ia mengatakan jika dirinya sudah tidak di butuhkan lagi di perusahaan kakakmu. karena Sekarang kakakmu sudah pandai dalam mengelola perusahaan ayahmu dengan baik berkat bantuan dari Sam tentunya." jelas bara
"Seperti itukah?" ujar kara "Bara. bolehkah aku pergi mengunjungi kakakku?" tanya kara
"Tentu saja sayang. tapi ingat! kau hanya ku beri waktu 3 jam untuk menemui kakakmu. selebihnya kau bisa pulang dan mengerjakan sesuatu yang kau sukai. ntah itu membaca, menulis, melukis atau bahkan berkebun. aku tidak suka kau terlalu lama keluyuran." ujar bara yang memberikan izin kepada istrinya seraya memberikan peringatan untuk pulang tepat waktu.
"Tetapi kenapa bara?" tanya kara yang tidak mengerti mengapa suaminya itu selalu saja menyuruhnya untuk menetap di rumah. sebenarnya ada apa pada suaminya?. pikirnya.
"Kau tau bahwa suamimu ini pengusaha kaya raya yang berpengaruh terhadap beberapa negara. pastinya banyak musuh yang ingin menjatuhkan ku lewat dirimu sayang. aku tidak ingin kau menjadi kelemahanku aku hanya ingin selalu melindungi mu dan menjadikan mu sebagai sumber kekuatan ku." jelas bara dengan Arogannya π€ "Ku mohon mengertilah... aku tidak ingin kau terkena masalah besar karena menikah denganku. untuk itulah aku selalu melarangmu untuk pergi dari rumah karena aku tidak ingin jika sesuatu hal buruk terjadi kepada mu. aku ingin kau berada dalam pengawasan ku dan lindungan ku." sambung bara dengan menatap mata istrinya.
"A.aku mengerti. maafkan aku" ujar kara.
"Tidak masalah" bara menyentuh kepala kara seraya mengusapnya dengan lembut. "Pergilah ke perusahaan kakakmu. aku akan meminta Ken untuk menjagamu".
"Terimakasih bara. atas segala sesuatu yang kau lakukan untukku. sungguh aku sangat2 berterimakasih padamu."
kara tersenyum manis dengan memeluk erat suaminya.
"Ken" panggil bara.
Ken memasuki ruangan CEO dengan sopan ia menundukkan kepalanya tanda penghormatan kepada sang tuan muda.
"Iya tuan. anda butuh sesuatu?" tanya Ken.
"Ken. antarkan nona muda mu ke perusahaan Adijaya. temani dia dan jagalah dia dengan nyawamu" titah bara.
"Baik tuan. saya pasti akan menjaga nona dengan mempertaruhkan nyawa saya." ujar Ken dengan aura dingin yang terpancar dari raut wajahnya.
"Baguslah kalau begitu" lanjut bara. "Sayang pergilah. Ken akan mengantar mu"
"Terimakasih bara. sampai nanti" sebelum pergi kara memeluk bara erat dan berlalu dari hadapan suaminya itu seraya melambaikan tangan kanannya.
"sampai nanti"
"Mari nona" ujar Ken sopan. dan di angguki oleh kara.
...
__ADS_1
sesampainya di perusahaan Adijaya. tepatnya kini kara hampir menuju ruangan kakaknya. ia tidak sengaja bertemu dengan Siska.
"Siska" kara memanggil Siska dengan sedikit meninggikan nada bicaranya
Siska menoleh ia mendengar suara perempuan yang memanggilnya. ahh ternyata kara. pikirnya.
"Kara.. kau.? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Siska sembari memeluk kara sekilas.
"Aku ingin menemui kakakku. dimana dia? apakah ada di ruangannya?" tanya kara dengan wajah sumringah.
"Iya Sarah ada di ruangannya ia sedang sibuk dengan berkas yang menumpuk di meja kerjanya" jelas Siska. "Mau ku antar?" Siska menawarkan diri untuk menunjukkan arah jalan menuju ruangan petinggi perusahaan.
"Boleh" sambung kara. Di sela2 perjalanan menuju ruangan petinggi perusahaan. kara heran dengan adanya Siska di perusahaan tersebut. ia pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Siska . apa yang sebenarnya ia lakukan di Perusahaan ini? pikir kara.
"Eum.. ngomong2.! apa yang kau lakukan juga di sini Siska?" tanya kara sembari berjalan beriringan dengan siska.
"apa kau tidak tau kara? Sekarang aku bekerja di sini sebagai sekertaris kakakmu" jelas Siska.
"Wahh benarkah?itu sangat bagus sekali... selamat ya Siska" ujar kara antusias
"Terimakasih kara" lanjut Siska sembari tersenyum kepada kara.
setelah mereka berjalan beriringan sambil berbincang-bincang kini mereka telah sampai ke ruangan petinggi perusahaan Adijaya. kara memasuki ruangan tersebut. ia melihat kakaknya yang sibuk menanda tangani berkas2 penting yang menumpuk di meja kerjanya itu . bahkan sangking sibuknya. Sarah tidak mengetahui jika sekarang adik kesayangannya itu mengunjunginya.
"Apakah kakak sesibuk itu? sehingga sampai mengacuhkan aku yang sedari tadi berada di sini?" kara membuyarkan kesibukan kakaknya.
Sarah yang baru sadar jika adik kesayangannya itu mengunjunginya. ia pun segera menghampiri kara dan memeluknya Dengan erat.
"Kara... kau kemari? kapan kau datang? kenapapa kau tidak memberi tau kakak jika kau berada di sini.? pastinya kakak akan mengajakmu melihat2 perusahaan ini nantinya" ujar Sarah sembari menyudahi pelukan hangat tersebut.
"Sedari tadi aku berada di sini. bahkan aku melihatmu sedang teramat sangat sibuk. jadi aku menunggumu" jelas Kara "Kau tau kak aku sangat merindukanmu" sambungnya. "Ngomong2 bagaimana dengan urusan perusahaan? kakak sudah bisa menghendel nya sendiri bukan?".
"Ya seperti inilah kara. kakak sudah lebih banyak belajar sekarang, dalam memahami urusan pekerjaan. lagipula semua ini berkat tuan Sam karena ia sudah berbaik hati mengajari kakak masalah Perusahaan dan cara mengatasinya dengan baik." jelas Sarah.
"Syukurlah kalau begitu. berarti sekarang sekertaris Sam sudah tidak di butuhkan lagi di perusahaan ini?" tanya kara antusias.
"Sebenarnya kakak sudah memintanya untuk bergabung di perusahaan. tetapi ia menolak dan mengatakan kalau Perusahaan suamimu jauh lebih penting dari segalanya. kau tau sendiri kan? tuan Ken dan tuan sam juga sangat berpengaruh dalam bisnis tuan muda. mereka berdua sangat patuh kepada tuan muda bara. jadi tidak semudah itu memintanya untuk bergabung di perusahaan ini. terlebih Perusahaan tuan muda sekarang sangat berpengaruh dalam berbagai negara khususnya negara kita ini. pasti akan banyak musuh yang ingin menjatuhkannya. dan tugas mereka berdua adalah melindungi serta menjaga kenyamanan tuan bara." jelas Sarah panjang lebar.
"Iya kak. kau benar sekali,, bahkan sekarang suamiku selalu memintaku untuk berhati hati. ia menyuruh para bodyguard nya untuk selalu mengikuti dan melindungi ku dengan nyawanya sendiri." timpal kara.
"Iya seperti itulah kara. kau itu sangat penting dalam kehidupan tuan muda, sehingga meminta para pengawalnya untuk menjagamu dengan nyawanya sendiri. terlebih kau adalah istri tuan bara. ia takut para musuhnya mengincar mu. itulah yang membuat tuan bara sangat posesif terhadap dirimu dan terobsesi untuk melindungi mu" jelas Sarah "kara kau sungguh sangat beruntung memiliki suami seperti tuan muda yang selalu bisa menjagamu. kakak berharap kau bahagia bersama dengannya". lanjutnya.
"Iya kakak. aku sangat beruntung memiliki suami seperti bara" ujar kara sembari membayangkan wajah tampan suaminya.
.
Baratama Andreas Valentino π€©π
#hayuk gays jangan sampai ketinggalan baca novel author π€
__ADS_1
author usahain deh buat selalu update chapter menarik untuk kalian. hehe semoga kalian suka π€
oh iya jangan lupa like komen dan vote ya gays agar author selalu bersemangat buat bikin chapter terbaru buat kalian. terimakasih ππ»