
Sesampainya di rumah.
Aida segera masuk ke dalam kamar miliknya dan segera membersihkan tubuhnya yang begitu lengket.
"Aida..." Panggil Mama Ratih dari luar pintu kamar mandi
"Iya" Jawab Aida dari dalam kamar mandi tersebut
"Cepatlah mandi dan segera turun ke bawah untuk makan malam Sayang!" Perintah Mama Ratih
"Iya, Ma" Jawab Aida terburu-buru membilas rambut miliknya yang masih berbusa
Setelah memberikan perintah kepada Aida, Mama Ratih segera turun ke lantai bawah dan menuju ke arah ruang makan.
"Di mana dia?" Tanya Papa Abidzar dengan melihat wajah Mama Ratih saat memasuki ruang makan
"Dia siapa?" Tanya Mama Ratih yang tidak mengerti
"Siapa lagi kalau bukan anak perempuan mu" Ucap Papa Abidzar dengan tersenyum
"Oh... Aida. Sebentar lagi dia akan turun" Jawab Mama Ratih segera duduk di samping Papa Abidzar
Makan malam pun segera di mulai saat Aida sudah duduk di kursi ruang makan. Di atas meja terdapat hidangan makanan kesukaan Aida.
"Ada apa dengan hari ini? Kenapa banyak sekali makanan tersaji di atas meja dan semua masakan bahkan makanan kesukaan ku ?" Tanya Aida tersenyum melihat hidangan makanan tersebut
"Sudah mari kita makan malam terlebih dahulu dan simpan saja pertanyaan mu itu" Jawab Papa Abidzar tersenyum dengan melihat wajah Mama Ratih dan sesekali melirik ke arah wajah Aida
"Betul, Pa" Sambung Mama Ratih tersenyum
Saat mereka selesai melakukan makan malam. Terdengar suara bunyi bel rumah, Aida segera berdiri dari tempat duduknya dan membukakan pintu tersebut.
"Kau akan pergi ke mana, Nak?" Tanya Mama Ratih mencegahnya
"Aku akan membuka pintu, Ma" Jawab Aida
"Sudah duduk saja! Biarkan Bi Yanti yang akan membukanya!" Perintah Mama Ratih
"Bi... Bi Yanti. Tolong bukakan pintunya!" Perintah Mama Ratih kepada Bi Yanti yang masih berada di dalam dapur
"Baik Nyonya" Jawab Bi Yanti segera berlari menuju ke depan
Bi Yanti yang ingin membuka pintu ternyata lebih keduluan oleh Yasrul. Bi Yanti bisa melihatnya ternyata orang tersebut sedang mengantarkan makanan untuk Yasrul.
"Apa yang kau lihat?" Tanya Yasrul kepada Bi Yanti yang berdiri tidak jauh darinya
"Tidak Tuan" Jawab Bi Yanti menundukkan kepalanya dan segera pergi menuju ke arah dapur
"Siapa, Bi?" Tanya Mama Ratih kepada Bi Yanti saat melintasi ruang makan
__ADS_1
"Hm... Itu Nya" Jawab Bi Yanti dengan terbata-bata
"Hm" Suara Yasrul berdehem ketika masuk ke dalam ruang makan dan dirinya ingin mengambil sebuah piring dan sendok
Sedangkan Bi Yanti langsung pergi menuju ke dapur. Karena tidak ingin berbicara lebih jauh lagi dan nanti ujung-ujungnya akan terkena masalah.
"Apa itu, Kak?" Tanya Aida dengan menunjuk kantong plastik yang Yasrul bawa
"Yas. Kemari lah, Nak!" Perintah Mama Ratih dengan menepuk kursi yang berada di sampingnya
Yasrul tidak menanggapi ucapan di antara keduanya. Yasrul berjalan menuju ke arah dapur dan memerintahkan Bi Yanti untuk membuatnya jus jambu biji. Setelah itu Yasrul kembali berjalan menuju ke kamar miliknya.
"Kak. Kenapa Kakak hanya berdiam diri saja setiap kali aku mengajakmu berbicara?" Tanya Aida segera berdiri dari tempat duduknya ketika melihat Yasrul keluar dari dapur
Yasrul terus berjalan tanpa menjawab pertanyaan Aida.
"Sebenarnya ada apa sih dengan semua orang di keluarga ini" Ucap Aida berteriak dan mengikuti langkah Yasrul
"Kak kenapa kau tidak pernah makan bersama kami dan kenapa juga kau harus membeli makanan dari luar sedang di rumah Bi Yanti sudah memasak makanan yang cukup banyak?" Tanya Aida yang masih mengikuti langkah Yasrul hingga menuju ke kamar Yasrul
Yasrul segera masuk ke dalam kamar miliknya. Namun dirinya tidak bisa menutup pintu kamar tersebut. Karena tangan Aida menghalanginya dengan sekuat tenaganya.
"Apa aku harus mematahkan tanganmu itu?" Tanya Yasrul dengan mata melotot
"Coba saja" Jawab Aida tersenyum
"Kak kau sengaja ingin melukaiku, ya?" Tanya Aida yang tidak percaya
"Ha. Hahaha" Suara tertawa terbahak-bahak Yasrul
"Apa kau sudah gila?" Tanya Aida dengan marah
"Kau sebaiknya pergi dari rumah ku" Ucap Yasrul dengan mendorong tubuh Aida hingga terjatuh
"Aw" Pekiknya kesakitan
"Non..." Ucap Bi Yanti segera berlari dan terkejut saat melihat keduanya
"Apa kau ingin menolongnya?" Tanya Yasrul menghampiri Bi Yanti
"Tidak" Jawab Bi Yanti segera memundurkan langkahnya
"Kau itu hanya pelayan di rumah ini. Jadi jaga sikap mu dan aku tidak menyukainya jika kau ikut campur urusan orang lain" Ucap Yasrul melihat wajah Bi Yanti yang tengah tertunduk
"Apa kau mengancamnya? Benar-benar gila" Sambung Aida berdiri di tengah-tengah mereka
"Cepat bawa masuk jus jambu itu dan cepat pergi!" Perintah Yasrul kepada Bi Yanti
"Baik Tuan" Ucap Bi Yanti masuk ke dalam kamar Yasrul dan meletakkan jus tersebut di atas meja
__ADS_1
"Dan untuk kau. Aku sangat muak melihat wajah lugu mu itu. Mengingat kan ku pada wanita ****** itu" Ucap Yasrul segera masuk ke dalam kamar miliknya lalu menguncinya
"Ha..." Aida terkejut dengan ucapan Yasrul
"Non ada apa?" Tanya Bi Yanti
"Tidak" Jawab Aida singkat
Aida segera duduk di sofa yang berada di dalam kamar miliknya dengan memijat kepala miliknya yang terasa begitu pusing.
"Apa yang mereka ucapkan? Aku ini sebenarnya siapa?" Tanya Aida yang tidak mengerti
"Wanita ******, wanita murahan, dan besok mereka akan mengumpat apa lagi kepada ku" Ucap Aida merebahkan tubuhnya di atas sofa tersebut dengan melihat langit-langit kamar miliknya
"Tring..." Suara ponsel berbunyi
Aida segera meraih ponsel miliknya yang berada di atas meja. Aida dapat melihat dari layar ponsel tersebut dan yang menelepon adalah Pak Zikri
"Hallo selamat malam, Pak" Ucap salam Aida
"Selamat malam, Ai" Jawab Pak Zikri
"Maaf... Bapak?" Tanya Aida dengan lirih dan terbata-bata
"Bisakah besok kita makan siang bersama?" Tanya Pak Zikri tanpa basa-basi
"Ha. Apa" Jawab Aida terkejut dan segera berdiri
"Apa besok kau ada kelas?" Tanya Pak Zikri
"Iya ada" Jawab Aida gugup
"Baiklah setelah kelas selesai aku harap kita bisa melanjutkan makan siang bersama" Ucap Pak Zikri
"Tapi Pak" Jawab Aida
"Tidak ada tapi-tapi. Jika kau menolaknya maka aku akan menunggu di depan kelas mu" Ucap Pak Zikri
"Tidak bisa begitu Pak. Ini namanya pemaksaan" Jawab Aida dengan berteriak
"Aku mencintaimu. Selamat malam sayang" Ucap Pak Zikri mengakhiri pembicaraannya
"Dosen somplak" Umpat Aida dengan melemparkan ponsel miliknya ke sembarang arah
"Aku harus bagaimana ini. Berpikirlah Aida! Bagaimana cara menolaknya" Ucap Aida yang tengah mondar-mandir di dalam kamar miliknya
"Bagaimana kalau besok aku tidak pergi kuliah" Jawab Aida dengan tersenyum licik dan segera naik ke atas tempat tidur miliknya untuk tidur
Bersambung... ✍️
__ADS_1