
Setelah kejadian itu, hubungan antara Aida dan Pak Zikri semakin renggang. Mereka tetap berkomunikasi hanya sekedar menanyakan kabar.
Beda halnya dengan Melan, Mentari, dan Tika mereka di skors satu minggu. Dan tidak di perbolehkan mengikuti kegiatan kampus.
Zikri terkejut saat mendengarkan ucapan dari mahasiswa yang lainnya soal mengenai perkelahian di antara Melan dan Aida. Zikri di hantui rasa bersalah, namun di lain sisi dirinya juga tidak salah. Toh nyatanya dia tidak berpacaran dengan Melan.
"Ah... Kenapa rasanya seperti ini dan sangat menyiksaku" Ucap Zikri mengusap wajahnya begitu kasar
"Telepon tidak... Telepon tidak..." Ucap Zikri dengan melihat nomor ponsel milik Aida
"Sepertinya aku tidak usah meneleponnya untuk saat ini" Pikirnya dengan tenang. Namun Zikri lebih memilih mengirimkan pesan kepada Aida
"Apa kau punya waktu untuk besok? Aku ingin bertemu dengan mu dan mengajakmu makan malam" Ucap Zikri dalam pesan singkat tersebut
Zikri tengah terbaring di atas tempat tidur miliknya. Sembari menunggu balasan pesan singkat tersebut. Beberapa jam sudah berlalu namun Aida tak kunjung membalasnya, Zikri semakin risau. Dalam hitungan menit sesekali Zikri melirik ponsel miliknya agar mendapatkan notifikasi dari Aida, berharap ada balasan.
Zikri seperti orang gila yang sudah di mabuk asmara. Hingga dirinya lupa hari sudah pagi dan dirinya tidak tidur dari semalam hanya menunggu balasan dari Aida.
Di kampus
Hari ini Zikri tidak ada jadwal mengajar, yang membuat Zikri datang ke kampus hanyalah ingin melihat wajah Aida dan menemuinya.
Aida yang baru keluar dari dalam mobil miliknya di sambut hangat oleh Zikri. Zikri tersenyum lebar ketika dapat melihat wajah Aida secara langsung.
"Kenapa kau tidak membalas pesan singkat ku?" Tanya Zikri secara langsung
"Pak kita sedang berada di dalam lingkungan kampus dan sebaiknya tolong jaga sikap Bapak. Agar tidak terjadi sesuatu buruk yang menimpa diriku lagi" Jawab Aida dengan langkah kaki panjangnya berjalan menuju ke dalam kampus
"Non..." Panggil Pak Ilan
"Iya Pak" Jawab Aida segera membalikkan tubuhnya
"Apa aku harus mengusir orang itu?" Tanya Pak Ilan dengan menunjuk ke arah wajah Zikri
"Tidak perlu" Jawab Aida. Namun Pak Ilan masih saja mengawasi di antara keduanya
Aida berjalan kembali dan di ikuti oleh Zikri.
"Pak jangan membuatku seperti ini! Katakan sebenarnya apa maunya Bapak?" Tanya Aida dengan ketus dan memalingkan wajahnya
"Aku ingin mengajakmu makan malam" Jawab Zikri dengan tersenyum dan meraih tangan Aida
"Makan malam... Untuk apa?" Tanya Aida yang tidak mengerti
"Bukankah kita masih berkencan sampai saat ini. Aku masih menunggu jawaban dari mu. Aku cinta kamu Aida" Jawab Zikri dengan mengelus punggung tangan Aida
"Aku..." Ucap Aida terbata-bata
"Apa kau menolak ku?" Tanya Zikri menundukkan kepalanya
"Tidak" Jawab Aida dengan lantang
__ADS_1
"Ha... Hahaha" Suara tertawa Zikri
"Maksud ku..." Ucap Aida terpotong
"Aku tunggu di restoran manik jam sembilan malam. Jika kau tidak datang, maka sudah di pastikan kau menolak cinta ku" Jawab Zikri menjelaskannya dan segera pergi
"Zik... Tunggu dulu! Aku belum selesai bicara" Teriak Aida yang tidak di hiraukan oleh Zikri
"Apa lihat-lihat" Ucap Aida kepada Pak Ilan yang tercengang melihat mereka berdua
"Tidak, Non..." Jawab Pak Ilan segera masuk ke dalam mobil. Begitu juga dengan Aida segera pergi menuju ke dalam kampus
"Bagaimana bisa dia memaksaku seperti itu" Ucap Aida
"Siapa yang memaksamu?" Tanya Yuda yang sudah berada di belakang tubuh Aida
"Yuda... Apa kau sedang menguping ucapan ku?" Tanya Aida balik
"Emangnya kau berbicara apa?" Tanya Yuda yang tidak mengerti
"Tadi itu. Ah... Lupakan saja" Jawab Aida segera berjalan
"Kau mau ke mana?" Tanya Yuda yang masih mengikuti langkah Aida
"Kelas..." Jawabnya dengan singkat
"A... Gak seru. Kantin, yuk! Nongkrong" Ajak Yuda dengan menarik lengan Aida
"Apaan sih lho. Ganggu aja deh orang mau pacaran juga" Jawab Yuda kesal
"Eh... Sejak kapan kita pacaran" Sambung Aida yang tidak terima dengan ucapan Yuda
"Nah. Kena kan lho, kalau kau tidak di akui sebagai pacar" Ucap Soraya dengan tertawa
"Kudu sabar. Untuk mendapatkan pacar sekaligus dua" Jawab Yuda dengan santai
"Maksud lho. Kau akan memacari kita-kita" Ucap Soraya dan Aida secara bersamaan dengan menunjuk ke dirinya masing-masing
"Hehehe, iya" Jawab Yuda dengan mengaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
"Sok ganteng" Ucap Soraya dan Aida secara bersamaan langsung menoyor kepala Yuda dan segera berlari
"Eh tunggu kalian jangan lari" Teriak Yuda segera mengejar mereka berdua
Dan terjadilah kejar-kejaran di antara mereka. Aida dan Soraya lebih memilih bersembunyi di dalam kantin dan duduk di paling pojok dengan menundukkan kepalanya.
"Hai cantik... Kau pikir kau bisa lari dari ku" Ucap Yuda segera merangkul mereka berdua dan duduk di tengah-tengah mereka dengan mengandeng mereka berdua
"Lepas..." Teriaknya yang menjadi pusat perhatian orang yang berada di dalam kantin tersebut
"Maaf semuanya" Ucap Soraya dengan menundukkan kepalanya
__ADS_1
"Lepas tidak" Gertak Soraya
"He. He..." Suara tertawa Yuda
"Gak lucu" Ucap Aida
"Aku lapar sebaiknya kita makan dulu" Ajak Yuda
"Yud... Kau yang traktir kita, ya" Ucap Soraya seketika tersenyum manis kepada Yuda
"Hm... Aku pikir-pikir dulu" Jawab Yuda dengan memanggil mbak penjaga kantin
"Yud..." Ucap Aida lirih
"Silakan kalian memesan dulu dan aku yang akan membayarnya!" Perintah Yuda tersenyum manis kepada Aida
"Nah gitu dong" Ucap Soraya menyenggol lengan Yuda
"Bisa duduk diam tidak sih" Bentak Yuda kepada Soraya
"Maaf" Ucapnya dengan meringis
Setelah Aida memesan kini giliran Soraya yang memesan makanan. Yuda terkejut setelah melihat daftar list makan yang mereka pesan.
"Apa kalian sedang memeras ku?" Tanya Yuda segera berdiri dari tempat duduknya
"Ya sudah kita pergi saja" Jawab di antara keduanya
"Jangan pergi. Kalian tetap duduklah di sini!" Perintah Yuda sedikit kaku
"Mbak. Aku pesan teh manis aja" Ucap Yuda lirih
"Jadi ini semua di pesan kan?" Tanya Mbaknya memastikan kembali
"Iya" Jawab Yuda dengan menganggukkan kepalanya
"Terimakasih Yuda..." Ucap mereka secara bersamaan dan segera merangkul Yuda
"Peluk aku!" Ucap Yuda lirih dan memejamkan kedua mata miliknya
"Apa peluk. Ini makan gorengan" Ucap Soraya segera menyumbat mulut Yuda dengan sebuah gorengan
"Em... Enak. Ternyata sangat enak gorengannya. Jadi, kenapa Ibu melarang ku makan gorengan" Pikir Yuda teringat atas ucapan Ibunya
"Karena Ibu mu sudah berbohong kepada mu" Jawab Aida dengan segera
"Atau jangan-jangan kau sakit parah dan tidak di perbolehkan makan gorengan" Sambung Soraya begitu cekatan langsung memukul punggung Yuda. Agar segera mengeluarkan gorengan yang sudah dia makan
"Soraya hentikan! Kau menyakitiku" Ucap Yuda tersedak
Bersambung... ✍️
__ADS_1