
Keesokan harinya
Saat matahari sudah berada di atas kepala. Zayn dan Rose belum sadarkan diri, mereka masih berada di alam mimpi. Mama Ratih terus melihat jam dinding yang tergantung di ruang tamu sembari membaca koran harian. Sedangkan Papa Abidzar sudah berada di kantor miliknya seperti biasanya.
"Aku harus bertemu dengannya" Ucap Zayn bangun dari tidurnya langsung melihat layar ponsel miliknya
Zayn bergegas bersiap diri untuk pergi ke rumah sakit. Saat Zayn sudah siap dirinya langsung pergi dan menyempatkan melihat Rose yang masih tidur pulas.
"Zayn... Apa kau bangun terlambat atau jangan-jangan kalian berdua?" Tanya Mama Ratih dengan ragu-ragu
"Lupakan hal itu Ma dan jangan terlalu berharap kepada ku" Jawab Zayn melangkah kakinya
"Zayn. Tunggu" Ucap Mama Ratih mengejarnya
"Kau akan pergi ke mana?" Tanya Mama Ratih berjalan tergesa-gesa mengikuti langkah kaki Zayn
"Aku harus kerja, Ma" Jawab Zayn berbohong
Saat mobil sudah di siapkan oleh Bayu dirinya segera masuk ke dalam mobil tersebut. Mobil itu pergi meninggalkan kediaman Abidzar. Mama Ratih yang masih berdiri di tempat, melihat mobil itu menghilang dari hadapannya. Mama Ratih menghela nafasnya berjalan menuju ke dalam rumah miliknya.
"Mama" Panggil Rose yang masih memakai pakaian tidur
"Iya Sayang" Ucap Mama Ratih terus berjalan mendekat ke arah Rose
"Di mana suamiku?" Tanya Rose dengan melihat keadaan di sekitarnya
"Maksud mu, Zayn?" Tanya Mama Ratih balik dan tersenyum
"Hm" Jawabnya dengan anggukan kepala
"Dia baru saja pergi ke kantor, Nak" Ucap Mama Ratih menjelaskannya
"Apa kantor" Jawab Rose terkejut dan segera pergi
"Rose... Kau jangan berkecil hati, Nak. Aku akan merencanakan bulan madu kalian secepatnya" Ucap Mama Ratih yang masih berada di lantai bawah melihat ke arah wajah Rose yang sedang menaiki anak tangga
"Benarkah seperti itu" Jawab Rose segera berlari menuju ke arah Mama Ratih
"Rose hati-hati" Ucap Mama Ratih dengan mengelus dada miliknya
"Terimakasih. Rose janji akan segera memberikan Mama cucu" Jawab Rose mencium pipi Mama Ratih dan bergembira
Sesampainya di rumah sakit.
Zayn berjalan tergesa-gesa saat masuk ke dalam rumah sakit tersebut. Zayn yang sudah berada di dalam ruang rawat Aida terkejut saat melihat sang suster merapikan tempat tidur.
__ADS_1
"Di mana pasien yang bernama Aida?" Tanya Zayn dengan mata melotot
"Oh. Mereka baru saja meninggalkan rumah sakit ini, Pak" Jawabnya dengan menundukkan tubuhnya
"Terimakasih" Ucap Zayn berlari menuju ke tempat parkir
Saat di sana tidak ada tanda-tanda mobil yang akan keluar dari dalam parkiran tersebut. Zayn menyuruh Bayu untuk melacak keberadaan Aida. Lagi-lagi Zayn tidak berhasil menemukan Aida.
Mobil yang di tumpangi Zayn berhenti tepat di depan rumah Tangseng. Zayn berharap Ben membawa Aida ke rumah itu.
Zayn di sambut hangat oleh Papa Tangseng. Zayn yang tengah duduk di ruang tamu sesekali melirik ke arah di sekelilingnya.
"Apa yang kau lihat?" Tanya Papa Tangseng saat kembali menemui Zayn yang berada di ruang tamu
"Tidak. Aku rasa rumah ini sangat sepi sekali. Di mana Ben?" Tanya Zayn balik dan penuh hati-hati
"Ben. Entahlah anak itu suka menghilang begitu saja dan datang dengan seenaknya saja" Jawab Papa Tangseng
"Hm... Maksudnya Ben memiliki rumah lain?" Tanya Zayn yang ingin tahu
"Tidak" Jawab Papa Tangseng singkat
"Oh" Gumamnya lirih
"Apa kau datang kemari hanya ingin bertemu dengan Ben?" Tanya Papa Tangseng penuh selidik
"Di mana Rose?" Tanya Papa Tangseng yang sedari tadi tidak melihat kehadiran sang anak
"Rose tidak ikut. Hi" Jawab Zayn dengan meringis
"Kenapa?" Tanya Papa Tangseng
"Aku pergi saat dia masih tidur pulas" Jawab Zayn memperagakannya
"Ha. Hahaha" Terdengar jelas suara Papa Tangseng tertawa hingga memenuhi ruangan tersebut
"Hahaha" Suara tertawa Zayn dengan tidak jelas
"Pa. Aku pamit pulang dulu" Ucap Zayn segera berdiri dari tempat duduknya
"Kenapa buru-buru sekali. Bahkan kau belum makan" Jawab Papa Tangseng segera berdiri dari tempat duduknya
"Ada hal lain yang harus aku kerjakan" Ucap Zayn menjelaskannya
"Duduklah sebentar. Bi Sani akan menyiapkan makan siang" Jawab Papa Tangseng menarik lengan Zayn agar duduk kembali
__ADS_1
Papa Tangseng berjalan menuju ke arah ruang makan. Papa Tangseng memberikan arahan kepada para pelayan agar segera menyiapkan makan siang untuk dirinya dan juga sang menantu.
Papa Tangseng kembali duduk di samping Zayn setelah memberikan arahan. Terlihat jelas saat di ruang tamu Papa Tangseng dan Zayn sedang berbicara sesekali mereka tertawa dengan ringan.
"Tuan. Makan siang sudah siap" Ucap Bi Sani yang merupakan kepala pelayan
"Zayn. Ayo kita makan terlebih dahulu dan setelah itu kau boleh pulang!" Ajak Papa Tangseng menarik lengan Zayn
"Baiklah, Pa" Jawab Zayn mengikuti langkah Papa Tangseng masuk ke dalam ruang makan
Makan siang pun telah selesai, Zayn segera meninggalkan rumah Tangseng. Saat dirinya berjalan menuju ke arah pintu keluar rumah Tangseng. Dirinya berpapasan dengan Ben yang merupakan Kakak iparnya.
"Ben. Kau dari mana saja?" Tanya Zayn menepuk pundak Ben
"Dasar pembunuh" Jawab Ben memelototkan kedua bola mata miliknya dan segera masuk ke dalam rumah miliknya
"Apa yang kau ucapkan, Ben" Teriak Zayn tidak terima
"Cepat pergilah dari rumah ku ini!" Usir Ben
"Kau yang memulai duluan, Ben! Di mana kau sembunyikan Aida?" Tanya Zayn begitu lirih dan berbisik di telinga Ben
"Aku tidak tahu" Jawab Ben mendorong tubuh Zayn agar menjauh darinya
"Akan aku pastikan kau tidak akan pernah bisa lagi menyentuh Aida" Ucap Zayn geram
"Lakukan saja" Jawab Ben malah tertawa
"Apa kau sudah tidur dengannya?" Tanya Zayn penuh emosi
"Kau" Jawab Ben menunjuk ke arah wajah Zayn dan tangannya bergetar. Rasanya Ben ingin sekali merobek mulut itu
"Ck. Kau pikir aku seperti dirimu" Ucap Ben mendorong kembali tubuh Zayn hingga ke luar rumah
"Tinggalkan rumah ini dan jangan kembali lagi" Usir Ben dengan merapikan pakaian miliknya
"Jika kau berani berbuat macam-macam kepada Aida. Akan ku pastikan hidup Rose menderita" Ucap Zayn tersenyum licik
"Yah" Teriak Ben kesal
"Bay. Awasi rumah ini dan ikuti gerak-gerik laki-laki itu!" Perintah Zayn tidak segan-segan berbicara seperti itu di depan Ben
"Kau ingin bermain-main dengan ku Zayn Malik Abidzar?" Tanya Ben mendekat ke arah Zayn
"Permainan yang sebenarnya akan di mulai. Jika kau tidak memberikan Aida kepada diriku" Jawab Zayn mengancam Ben
__ADS_1
"Ha. Hahaha" Suara Ben tertawa terbahak-bahak dan meninggalkan Zayn yang masih berdiri di depan pintu rumah miliknya
Bersambung... ✍️