Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 55


__ADS_3

Dalam keadaan marah Papa Tangseng masuk ke dalam rumah Abidzar dengan cara menerobos melewati penjagaan ketat. Papa Tangseng terus berteriak memanggil nama Zayn dengan suara lantangnya. Seluruh isi rumah rasanya ingin roboh mendengar suara menggelegar Papa Tangseng.


"Ada apa kau berteriak di rumah ku malam-malam begini?" Tanya Papa Abidzar memelototkan kedua bola mata miliknya saat melihat Papa Tangseng yang bertamu di rumahnya


"Ada apa" Jawab Papa Tangseng berkacak pinggang di hadapan Papa Abidzar


"Rose. Kenapa kau menangis, Nak?" Tanya Papa Abidzar yang melihat Rose berada di belakang tubuh Papa Tangseng


"Di mana Zayn?" Tanya Papa Tangseng mencengkeram lengan Papa Abidzar


"Rose di mana, Zayn?" Tanya Papa Abidzar


"Zayn" Teriak Papa Tangseng yang terbakar api amarah


"Pa. Tenanglah" Ucap Rose dengan menangis sesenggukan


"Sudah kau diam saja! Biarkan Papa yang akan memberikan pelajaran kepada Zayn" Jawab Papa Tangseng membusungkan dadanya


"Ada apa ini?" Tanya Mama Ratih yang baru keluar dari dalam kamar miliknya


"Kau juga sama saja seperti anak mu" Jawab Papa Tangseng melihat wajah Mama Ratih


"Rose. Kenapa kau menangis?" Tanya Mama Ratih segera meraih tangan Rose


"Jangan sentuh anakku!" Jawab Papa Tangseng menghalanginya


"Rose bisakah kita berbicara secara perlahan apa yang sudah terjadi kepada mu. Mari, Pak kita duduk di sana!" Ajak Papa Abidzar tersenyum melihat ke arah wajah Papa Tangseng


"Ck. Aku akan membawa anakku pulang dan aku masih menunggu Zayn untuk meminta maaf" Ucap Papa Tangseng menarik paksa tangan Rose agar mengikuti dirinya


"Apa yang sudah anak itu lakukan" Ucap Mama Ratih lirih dan mengepalkan kedua tangan miliknya


"Cepat hubungi Zayn! Di mana dia sekarang!" Perintah Papa Abidzar menyuruh Mama Ratih


Setelah melakukan panggilan telepon, ponsel milik Zayn di luar jangkauan. Hal itu semakin membuat Papa Abidzar naik darah. Begitu juga dengan menantu dan besannya mereka tidak memberikan penjelasan yang jelas kepada mereka.


Hari semakin malam Mama Ratih senantiasa menunggu kepulangan Zayn. Sedangkan Papa Abidzar sudah berada di alam mimpinya.


Zayn pulang pada pukul tiga pagi hari. Membuat Mama Ratih sontak terkejut dan sadarkan diri. Dalam cahaya redup saat pintu rumah tersebut terbuka dan memperlihatkan seseorang masuk ke dalam rumah tersebut.


"Zayn" Panggil Mama Ratih lirih dan segera menyalakan lampu


Betapa terkejutnya Mama Ratih saat melihat Zayn menjatuhkan tubuhnya di atas lantai dan tidak sadarkan diri. Mama Ratih meminta bantuan kepada pelayan agar membawa Zayn masuk ke dalam kamar miliknya.


Keesokan harinya, Zayn melakukan aktivitas seperti biasanya. Kali ini Zayn sudah berada di ruang kerja milik Papa Abidzar dan sedang di interogasi oleh Papa Abidzar.

__ADS_1


Dalam penjelasannya Zayn sudah mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi kepada dirinya. Dirinya pasti akan mendapatkan hukum dari Papa abidzar. Setelah selesai mendapatkan hukum dari Papa abidzar. Zayn bergegas menuju ke rumah Tangseng.


Dengan wajah yang memar Zayn berjalan tegak masuk ke dalam rumah tersebut.


"Besar juga iya nyali mu" Ucap Ben segera menghajar Zayn tanpa ada perlawanan


Ben tertawa terbahak-bahak melihat keadaan Zayn saat ini dan segera pergi meninggalkan rumah tersebut.


"Apa luka ini sangat sakit?" Tanya Rose yang sedang mengobati Zayn


"Ayo, kita pulang!" Ajak Zayn segera berdiri dari tempat duduknya


"Aku ingin tetap di sini" Jawab Rose dengan segera


"Apa kau ingin bercerai dari ku?" Tanya Zayn berkacak pinggang di hadapan Rose


"Tidak" Jawab Rose menundukkan kepalanya


"Ikuti perintah suamimu" Ucap Zayn menarik paksa Rose agar ikut pergi dengan dirinya


"Apa kau ingin menyakiti anakku" Ucap Papa Tangseng yang sudah berada di belakang tubuh mereka


"Papa" Jawab Zayn melepas Rose dari cengkeraman tangannya


"Maafkan aku, Pa" Jawab Zayn lirih dan kesakitan saat di tinju oleh Papa Tangseng


"Rose ikutlah dengan suamimu! Jika dia berulah lagi cepat hubungi Papa!" Perintah Papa Tangseng dengan tegas


"Pa. Aku ingin tinggal di sini untuk sementara waktu" Jawab Rose lirih


"Baiklah kalau begitu. Zayn kau boleh pergi!" Usir Papa Tangseng kepada Zayn


"Rose" Panggil Zayn meraih tangan Rose


"Lepaskan" Ucap Papa Tangseng mengibaskan tangan Zayn


"Ok. Ok aku akan pergi" Jawab Zayn membalikkan tubuhnya tersenyum licik dan segera pergi


Rose masuk ke dalam kamar miliknya dan menguncinya. Papa Tangseng sudah tidak bisa berkata-kata lagi jika melihat Rose seperti itu.


Dalam perjalanan menuju ke kantor Abidzar grup. Zayn bersorak gembira saat Rose memutuskan untuk tidak ikut bersama dengan dirinya. Zayn sementara waktu terbebas dari wanita manja itu.


Berjalan dengan tergesa-gesa masuk ke dalam kantor dan menjadi pusat perhatian para karyawan membuat Zayn merasa risih.


"Ya... Apa kalian tidak punya pekerjaan" Teriak Zayn sekuat mungkin dan membuyarkan pandangan mereka

__ADS_1


"Sial. Wajah memar ku menjadi tontonan mereka" Umpat Zayn marah membanting pintu ruangan tersebut dan segera duduk di kursi kebesarannya


"Rose Maulin Tangseng. Aku sangat membenci mu" Teriak Zayn mengebrak meja kerja miliknya


"Permisi, Pak" Ucap salah seorang karyawan perempuan


"Ya. Masuklah!" Perintah Zayn kepada karyawan tersebut yang akan mengobati luka di wajahnya


"Bayu. Kau ada di mana?" Tanya Zayn dalam teleponnya


"Aku masih berada di sekitar rumah Tangseng" Jawab Bayu menjelaskannya


"Cepat ke kantor!" Perintah Zayn mengakhiri teleponnya


Dengan gerakan cepat dalam lima belas menit Bayu sudah berada di kantor Abidzar grup.


"Tuan..." Ucap Bayu yang sudah berada di dalam ruangan Zayn tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu


"Wow..." Jawab Zayn segera berdiri dari tempat duduknya dan terkejut


"Tuan akan memberikan tugas apa selanjutnya?" Tanya Bayu dengan meringis


"Kerjakan semua ini!" Perintah Zayn melempar berkas tersebut di atas meja


"Ha. Apa? Tuan tidak sedang bercanda kan?" Tanya Bayu berdiri tegak di hadapan Zayn dengan membusungkan dadanya


"Tidak" Jawab Zayn santai dan kembali duduk di kursi kebesarannya


"Ha. Huaaa" Teriak Bayu menangis dan duduk lemas di hadapan tumpukan berkas tersebut


"Cepat kerjakan" Ucap Zayn lirih


"Baik Tuan" Jawab Bayu segera membuka jas miliknya dan beraksi


Seketika dalam ruangan tersebut hening dan sesekali terdengar suara Zayn tertawa. Entah apa yang dilakukan Zayn dalam ponsel miliknya hingga membuat dirinya tertawa lepas.


"Beginilah nasib jadi bawahan" Ucap Bayu melamun melihat ke arah wajah Zayn yang tengah tertawa


"Hahaha" Terdengar suara Bayu sedang tertawa


"Woi... Kenapa?" Tanya Zayn melirik ke arah wajah Bayu yang tengah duduk tidak jauh darinya


"Hm. Tidak Tuan" Jawab Bayu tersadarkan dan langsung kembali bekerja lagi


Bersambung... ✍️

__ADS_1


__ADS_2