Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 58


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian, Rose resmi menjadi janda.


"Apa kau kecewa dengan keputusan Papa?" Tanya Papa Tangseng melihat wajah Rose yang duduk di hadapannya


"Tidak" Jawab Rose tersenyum


Rose kembali menyibukkan dirinya dengan bekerja dan kuliah setelah pasca hatinya terluka.


Begitu juga dengan Ben dan Aida mereka sudah melewati malam pertamanya. Aida kembali tersenyum saat berada di samping Ben. Benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.


Saat melihat keadaan Aida sudah membaik. Melinda kembali ke Singapura dan melanjutkan hidup di sana. Melinda berpesan kepada Ben agar menjaga Aida dari orang-orang jahat.


Setelah seminggu tidak ada perlawanan dari Zayn. Ben memutuskan membawa Aida pergi ke luar rumah. Ben mengajak Aida berkeliling kota, sesekali Aida tersenyum dan tertawa melihat tingkah laku Ben yang sedang menghibur dirinya.


"Cukup Ben hentikan" Ucap Aida saat Ben menggelitik pinggangnya


"Apa kau lapar?" Tanya Ben dengan mengusap kepala Aida


"Hm" Jawab Aida menundukkan kepala


"Baiklah kita akan pergi ke restoran sekarang juga" Ucap Ben segera berdiri dari tempat duduknya dan mengulurkan tangan miliknya


"Kita akan berkunjung di restoran mana?" Tanya Aida segera meraih tangan Ben dan berjalan beriringan


"Terserah kau saja. Restoran mana yang kau inginkan?" Tanya Ben balik


"Hm... Restoran Lumbu" Jawab Aida tersenyum manis melihat wajah Ben


"Baiklah Nyonya besar" Ucap Ben mengecup tangan Aida dan memeluk dari samping


Mobil yang di tumpangi mereka langsung menuju ke restoran lumbu. Banyaknya pengunjung membuat mereka harus menunggu pesanan makanan mereka.


"Apa makanya enak?" Tanya Ben setelah menyuapi Aida


"Enak" Jawab Aida yang masih mengunyah


"Pelan-pelan sayang" Ucap Ben mengelap bibir Aida yang belepotan


Seseorang yang tengah duduk tidak jauh dari mereka sedang mengepalkan kedua tangan miliknya.


Ben dan Aida kembali berjalan menuju ke salah satu pusat perbelanjaan. Aida mulai memilih baju untuk dirinya dan juga Ben. Aida kembali tertawa saat dirinya berhasil mengerjai Ben dengan mengenakan pakaian perempuan.


"Kau sangat cantik Ben" Ucap Aida menepuk pundak suaminya


"Apa yang kau lihat?" Tanya Ben kepada pegawai tersebut


"Maaf Tuan" Jawabnya menundukkan kepala

__ADS_1


Mereka kembali pulang ke rumah tepat pada pukul sebelas malam. Aida segera membersihkan tubuhnya, tanpa dirinya sadari Ben sudah melepaskan pakaian miliknya dan berdiri di belakang tubuh Aida.


"Ben" Ucap Aida terkejut melihat Ben yang sudah telanjang di belakang tubuh dalam pantulan cermin


"Aku menginginkan mu" Jawab Ben mengecup bibir Aida


Suara desah memenuhi ruangan tersebut. Permainan yang di pimpin oleh Ben membuat Aida terbang melayang.


"Ben..." Suara Aida mendesah menyebut nama suaminya dengan meremas kepada Ben


Ben yang berada di bawah segera menuntaskan pekerjaannya.


Dua jam kemudian mereka mengakhiri percintaannya. Aida sudah berada di atas tempat tidur dan terlelap. Sedangkan Ben masih berada di dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Ben keluar dari dalam kamar mandi berjalan menuju ke arah Aida. Dirinya segera naik ke atas tempat tidur membangunkan Aida. Akhirnya mereka mengulangi percintaannya.


Di tempat lain


Seseorang tengah frustasi dirinya memukuli kepalanya sendiri dengan kedua tangan miliknya. Sang asisten hanya mampu melihatnya tanpa harus berbuat apa.


"Tuan hentikan. Kau menyakiti dirimu sendiri" Ucap Bayu mencekal kedua tangan Zayn


"Cepat bawa Aida kemari!" Perintah Zayn menangis sesenggukan


"Bagaimana caranya?" Tanya Bayu duduk lemas di samping Zayn


"Maaf" Ucap Bayu mengusap kepalanya sendiri


"Kita harus mengatur rencana ulang. Aku tidak ingin Aida bersama laki-laki itu" Jawab Zayn sesenggukan


"Maksudnya Ben" Ucap Bayu yang baru mengerti


"Iya siapa lagi kalau bukan Ben si bajingan itu" Jawab Zayn segera berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke luar rumah


"Tuan akan pergi ke mana malam-malam begini?" Tanya Bayu yang mengikuti langkah kaki Zayn dari belakang


"Aku akan pergi mencari udara segar" Jawab Zayn menghentikan langkah kakinya dan menghapus air mata miliknya


"Tuan sebaiknya..." Ucap Bayu terpotong


"Kau di rumah saja dan jangan ikut aku!" Perintah Zayn dengan menepuk pundak Bayu dan pergi


"Aish... Sial" Umpat Bayu melihat kepergian mobil Zayn


Tanpa basa-basi Bayu segera mengikuti mobil tersebut dari kejauhan. Bayu tersenyum saat melihat mobil Zayn berbelok ke salah satu club' malam.


Dari arah kejauhan Bayu dapat melihat dengan jelas. Zayn masuk ke dalam club' malam tersebut.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Bayu masih melihat ke arah club malam itu. Tanpa adanya gerak-gerik Bayu merebahkan tubuhnya dan menyalakan ponsel miliknya.


Suara kegaduhan terdengar sampai di telinga Bayu. Akhirnya Bayu membuka kedua mata miliknya dan melihat di sekitarnya. Bayu sangat terkejut apabila melihat Zayn di hajar oleh para bodyguard club' malam itu.


"Berhenti atau aku akan melaporkan kalian kepada polisi" Teriak Bayu berlari dan membawa Zayn pergi dari tempat itu


"Bayu..." Ucap Zayn tersenyum geli melihat wajah Bayu yang merupakan sang asisten


"Iya Tuan" Jawab Bayu memapah Zayn masuk ke dalam mobil miliknya


Zayn kembali berulah dirinya tidak ingin masuk ke dalam mobil tersebut. Zayn malah mencubit pipi Bayu yang dirasanya sangatlah lucu.


"Tuan sadarlah aku bukan badut" Teriak Bayu kesal


"We... Apa? Hahaha" Zayn malah tertawa


"Ah... Sial" Umpat Bayu memaksa Zayn agar masuk ke dalam mobil miliknya


"Hei..." Ucap Zayn menarik lengan Bayu


"Diam dan jangan bergerak! Aku sedang menyetir" Bentak Bayu mengibaskan tangan Zayn


"Kau itu lucu sekali" Ucap Zayn yang tidak sadarkan diri


"Wah benar-benar kacau kalau seperti ini" Jawab Bayu melihat Zayn sudah mendengkur di samping dirinya


"Dasar Tuan gila" Umpat Bayu menepikan mobil miliknya


"Apa kau sedang mengatai ku" Ucap Zayn bagun dan kembali tertidur


"A..." Teriak Bayu memukul setir mobil tersebut


Bayu kembali menjalankan mesin mobil miliknya dan pulang ke rumah Zayn. Dengan susah payah Bayu mengeluarkan Zayn dari dalam mobil tersebut menuju ke kamar Zayn.


"Berat sekali" Ucap Bayu setelah berhasil membaringkan Zayn di atas tempat tidur miliknya


"Aida" Ucap Zayn dalam tidurnya


"Kasihan sekali Tuan ku ini" Ucap Bayu melihat wajah Zayn yang tengah tertidur


Bayu menyelimuti tubuh Zayn dan segera keluar dari kamar tersebut. Bayu membaringkan tubuhnya di atas sofa yang berada di ruang tamu dan akhirnya tertidur pulas.


"Aida jangan tinggalkan aku" Ucap Zayn dalam tidurnya


Zayn terus meracau menyebut nama Aida dalam tidurnya. Sesekali Bayu kembali melihat Zayn yang tengah tertidur di dalam kamar miliknya. Bayu mengecek kondisi tubuh Zayn dan dipastikan bahwa Zayn demam pada malam itu. Bayu segera mengompres Zayn dan terjaga di samping Zayn.


Bersambung... ✍️

__ADS_1


__ADS_2