
Sesuai peraturan Papa Abidzar, Aida hanya di perbolehkan pergi ke kampus saja.
"Yas... Tolong hantarkan Adikmu pergi ke kampus, ya!" Ucap perintah Mama Ratih kepada sang anak
Yasrul yang berjalan tergesa-gesa segera menghentikan langkah kakinya dan berdecak kesal.
"Apa kau tidak mau mengantarkan adikmu ke kampusnya?" Tanya Mama Ratih
"Di mana Pak Ilan?" Tanya Yasrul balik
"Pak Ilan sedang sakit, Yas" Jawab Mama Ratih lirih
"Astaga. Kenapa selalu merepotkan ku, sih" Ucap Yasrul kembali berjalan
"Aida... Cepat kau harus ikut dengan Kakakmu" Teriak Mama Ratih
"Baik, Ma" Ucap Aida segera berlari dan mengejar Yasrul
Selama perjalanan menuju ke kampus di antara keduanya saling berdiam diri dan tidak ada sepatah katapun yang terucap dari mulut mereka.
"Terimakasih" Ucap Aida kepada sang Kakak saat akan turun. Tanpa basa-basi Yasrul segera menancapkan gas dan pergi
"A... Sikap dia selalu saja dingin kepada ku" Ucap batin Aida
Aida berjalan menuju ke kelasnya, tanpa dirinya sadari ada orang yang sedang mengikuti langkahnya dari belakang. Laki-laki itu tiba-tiba memeluk tubuh Aida dari belakang dan menyeretnya menuju ke salah satu ruangan. Mulut Aida yang terbungkam oleh tangan laki-laki itu tidak bisa berteriak.
"Aku sengaja ingin menculik mu" Ucap Zikri tersenyum kaku
"Pak Zikri. Eh... Maksud ku Zik..." Jawab Aida dengan terbata-bata
"Aku merindukanmu" Ucap Zikri kembali memeluk Aida dan langsung mencium bibir Aida
"Apa yang kau lakukan? Tempat ini tidak cocok untuk kita berduaan" Jawab Aida mendorong paksa tubuh Zikri agar menjauh darinya
"Tenanglah sayang. Aku sudah mengunci pintunya tidak akan ada orang yang melihat kita" Ucap Zikri mendekat ke arah tubuh Aida dan menarik pinggang Aida
"Hentikan, Zik" Jawab Aida lirih
Satu hari tidak bertemu rasanya rindu sekali, seperti tidak bertemu satu tahun. Kini mereka saling berpandangan Zikri kembali mencium bibir Aida dan Aida mulai menerimanya. Zikri ******* bibir Aida begitu rakus dan tangan Zikri mulai aktif menggerayangi tubuh Aida.
Stt
Mereka menghentikan aktivitasnya ketika terdengar seseorang sedang berbicara dari luar ruangan tersebut.
"Hm..." Terdengar suara Aida berdehem
"Apa hari ini kau pulang cepat?" Tanya Zikri dengan mengelus pipi Aida
"Iya. Hari ini hanya ada satu mata kuliah" Jawab Aida menjelaskannya
"Bagus kalau begitu" Ucap Zikri tersenyum
"Kenapa?" Tanya Aida
__ADS_1
"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan" Jawab Zikri
"Aku tidak di perbolehkan keluar rumah oleh Papa" Ucap Aida menolaknya
"Kenapa kau menolak ajakan ku?" Tanya Zikri protes
"Papa melarang ku untuk pergi dan Papa sedang menghukum ku" Jawab Aida lirih
"Jangan takut kepadanya. Aku akan menjelaskan semuanya kepada Papa Abidzar" Ucap Zikri penuh percaya diri
"Sebaiknya jangan. Aku tidak ingin kau bermusuhan dengan Papa Abidzar" Jawab Aida menundukkan kepalanya
"Percayalah" Ucap Zikri segera memegang kedua tangan Aida
"Aku tidak mau. Aku janji akan mempertemukan kalian. Saat keadaan sudah membaik" Jawab Aida langsung mencium bibir Zikri
"Ha..." Ucap Zikri terkejut mendapatkan ciuman dari Aida
"Aku menginginkan mu" Bisik Zikri di telinga Aida
Aida pun segera berlari keluar dari ruangan Zikri. Aida melihat jam tangan milik yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan pukul dua siang. Sebentar lagi kelas akan segera di mulai.
"Apa aku terlambat" Teriak Aida yang masih berdiri di depan pintu kelas dengan nafas tersengal-sengal
"Tidak" Jawab Melan berteriak
"Syukurlah" Ucap Aida segera masuk ke dalam kelas dan duduk di tempatnya
"Gila. Benar-benar gila... Kenapa dia memberikan tugas kepada kita sebanyak ini" Teriak Soraya dengan mengacak-acak rambut miliknya sendiri
"Aida. Apa kau tidak melihat ponsel milik mu? Cobalah lihat dan pahami!" Perintah Yuda menjelaskannya
"Apa. Apa harus di kumpul hari ini juga" Ucap Aida lirih dan mengaruk kepalanya
Ditempat lain
Seseorang sedang melakukan perjalanan menuju ke Indonesia. Kedua pasangan tersebut sedang melakukan rencana jahatnya.
Di bandara internasional Soekarno-Hatta, semua orang tercengang dan terkejut melihat kedatangan seorang artis model terpopuler Singapura. Semua orang yang berada di sana segera menyalakan ponsel miliknya dan memfoto model tersebut. Mereka mengikuti setiap langkahnya dan berteriak-teriak menyebut namanya.
"Sial... Kenapa mereka masih mengenaliku? Padahal aku sudah semaksimal mungkin melakukan penyamaran ku" Ucap Melinda dengan rasa kesal
"Ikuti aku!" Perintah Martin dengan mengandeng tangan sang kekasih
Setelah berhasil lolos dari kerumunan dan masuk ke dalam mobil. Mereka segera menuju ke rumah Martin. Rumah pribadi Martin berada di kawasan perumahan elit.
"Apa kau yakin? Aku harus tinggal di rumah mu?" Tanya Melinda
"Apa kau tidak mempercayaiku" Jawab Martin dengan melihat wajah Melinda
"Aku percaya sepenuhnya kepada mu, Sayang" Ucap Melinda segera memeluk sang kekasih dan Martin membalasnya dengan mencium pucuk kepala Melinda
"Rasanya aku ingin memeluknya" Ucap Melinda saat melihat foto yang berada di dalam ponsel miliknya
__ADS_1
"Tenanglah. Sebentar lagi kita akan menjadi sebuah keluarga yang utuh" Jawab Martin tersenyum
"Apa kau yakin?" Tanya Melinda melihat wajah Martin
"Iya sayang" Jawab Martin tersenyum melihat wajah Melinda
"Terimakasih sudah menemaniku hingga saat ini" Ucap Melinda
"Iya" Jawab Martin segera mencium bibir Melinda
Zikri yang berencana akan mengajak Aida pergi jalan-jalan akhirnya gagal. Setelah melihat ada dua orang yang sudah berdiri di depan kelas Aida mengenakan pakaian serba hitam. Saat Aida keluar dari kelas mereka mengikuti langkah Aida dari belakang.
"Oh... Sepertinya aku gagal hari ini" Ucap Zikri dengan menepuk jidatnya sendiri
"Pak. Apa yang Bapak lakukan di sini?" Tanya Leto mahasiswa jurusan lain
"Kau juga kenapa ada di sini?" Tanya Zikri balik
"Eh... Itu anu" Jawab Leto mengaruk kepalanya yang tidak terasa gatal dan segera pergi
Zikri kembali melakukan aktivitasnya di kampus.
"Ting..." Bunyi ponsel milik Zikri yang menandakan adanya pesan singkat masuk
"Siapa" Ucap Zikri segera membukanya lalu di detik berikutnya dirinya tersenyum
"Cie..." Ucap Dina yang merupakan teman Zikri
"Stt. Jangan berisik kita sedang rapat" Jawab Zikri dengan lirih
"Siap-siap, Pak. Sepertinya hati Bapak sedang berbunga-bunga" Ucap Dina tersenyum
"Hi..." Jawabnya dengan meringis
"Ah... Rasanya ingin memutar kembali waktu jaman kuliah" Ucap Dina
Tidak ada respon dari Zikri
"Apa kau tidak ingin kembali ke jaman kuliah dulu?" Tanya Dina dengan berbisik
"Tidak" Jawab Zikri singkat
"Kenapa?" Tanya Dina
"Karena aku ingin menatap masa depan dengan Aida" Jawab Zikri tersenyum dengan sendirinya membayangkan wajah Aida yang begitu mengemaskan
"Aida Malik Abidzar" Ucap Dina menjelaskannya
"Iya" Jawab Zikri keceplosan
"Apa" Ucap Dina terkejut dan segera berdiri dari tempat duduknya
"Stt..." Ucap yang lainnya saat melihat wajah Dina
__ADS_1
"Maaf" Jawab Dina menundukkan kepalanya dan duduk kembali
Bersambung... ✍️