Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 57


__ADS_3

Penuh percaya diri Zayn Malik Abidzar berjalan masuk ke dalam rumah Tangseng. Tampak terlihat penjagaan di rumah tersebut tidak terlalu ketat. Zayn sesekali tersenyum melihat ke arah wajah para penjaga rumah tersebut.


"Rose aku datang untuk menjemput mu" Ucap Zayn saat masuk ke dalam ruang tamu


"Rose..." Panggil Zayn dan tidak ada komentar


Zayn berjalan menyusuri setiap sudut rumah tersebut mencari keberadaan Rose. Namun Zayn tidak menemukan siapa pun.


Zayn kembali duduk sejenak di ruang tengah.


"Kau" Panggil Zayn dengan menyuruhnya agar mendekat


"Aku" Jawabnya menunjuk ke dirinya sendiri dan segera mendekat ke arah Zayn


"Di mana semua orang di rumah ini?" Tanya Zayn kepada pelayan tersebut


"Maaf Tuan Tangseng dan Nona Rose menghadiri acara pernikahan Ben" Jawab Pelayan tersebut menjelaskannya


"Pernikahan Ben" Ucap Zayn mengulangi dan segera berdiri


"Iya Tuan" Jawab Pelayan itu segera pergi


"Tunggu" Cegah Zayn


Zayn langsung mengeluarkan ponsel miliknya yang berada di saku celana miliknya. Zayn menekan nomor ponsel milik Rose dan di detik berikutnya seseorang sedang menjawab bahwa nomor tersebut berada di luar jangkauan.


"Sial" Umpat Zayn yang baru menyadarinya kalau Rose tidak memiliki ponsel


"Di mana Ben menikah?" Tanya Zayn kepada pelayan itu yang masih berdiri tidak jauh darinya


"Di rumah Ben" Jawabnya dengan singkat


"Apa kau tahu di mana rumah Ben? Sepertinya mereka sengaja meninggalkan ku" Ucap Zayn berbohong


"Iya tahu" Jawab Pelayan itu mengangguk-anggukkan kepala


Setelah berbasis-basi Zayn akhirnya mengetahui dimana rumah pribadi milik Ben. Zayn segera menancapkan gas menuju ke rumah Ben. Dalam pikiran Zayn dirinya ingin sekali menggagalkan pernikahan Ben. Zayn berpikir Ben akan menikah dengan Aida.


Banyaknya bodyguard yang berjaga di setiap sudut rumah Ben. Membuat Zayn pantang mundur dengan semangat yang menggebu-gebu Zayn langsung menghajar dan melumpuhkan para bodyguard tersebut.


"Cepat kejar orang itu dan jangan perbolehkan dia masuk ke dalam!" Perintah seseorang di antara mereka


Zayn berlari sekencang mungkin masuk ke dalam rumah tersebut dan mulai mencari di mana keberadaan mereka.

__ADS_1


"Ben... Beni" Panggil Zayn berteriak


"Ben..." Teriak Zayn memelototkan kedua bola mata miliknya saat mendengarkan para saksi mengucapkan kata sah


"Pernikahan ini tidak boleh terjadi. Pernikahan ini tidak sah" Ucap Zayn penuh amarah mengobrak-abrik benda yang ada di sekitarnya


"Pengawal seret orang itu keluar!" Perintah Ben dan tidak ada satupun pengawal yang datang masuk ke dalam


"Pengawal" Ucapnya sekali lagi penuh dengan penekanan


"Mereka semua sudah aku habisi" Ucap Zayn tertawa terbahak-bahak


"Aida kemari lah Sayang! Kenapa kau berada di samping laki-laki itu!" Perintah Zayn berjalan mendekat ke arah Aida


"Tetap di tempat mu, Zayn" Gertak Rose kepada Zayn


"Hah. Rupanya kau bersekongkol dengan mereka" Ucap Zayn membuang nafasnya begitu kasar


"Aida menjauh lah dari bajingan itu!" Perintah Ben berdiri di depan tubuh Aida dan menghadangnya


"Menyingkir lah dari hadapan Aida. Sungguh menjijikkan melihat wajah mu" Ucap Zayn tersenyum licik


"Zayn. Apa-apa ini? Sadarkan diri mu, Nak! Kau sudah memiliki Rose" Sambung Papa Tangseng mencekal lengan Zayn


"Zayn aku sangat merindukanmu. Kenapa kau berbicara seperti itu kepada Papa Tangseng" Ucap Rose mulai menangis


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencintaimu Rose" Bentak Zayn melihat ke arah wajah Rose


"Apa Papa sekarang sudah percaya dengan semua ucapan ku?" Tanya Ben kepada Papa Tangseng


"Diam" Jawab Papa Tangseng lirih dengan pandangan membunuh


"Aida" Ucap Zayn meraih tangan Aida dan dengan sigap Melinda melepaskan tangan Zayn. Melinda menarik tubuh Aida agar tetap berada di belakang tubuhnya


"Serahkan Aida sekarang juga atau tidak aku akan membunuh wanita ini" Ucap Zayn menodongkan pistol tepat di kepala Rose


"Apa kau benar-benar sudah gila?" Tanya Ben tidak percaya melihat Zayn nekad melakukan hal seperti itu


"Iya benar aku sudah gila, Ben" Jawab Zayn tertawa terbahak-bahak


"Zayn tolong lepaskan, Rose" Ucap Aida berjalan menuju ke arah Zayn. Namun lagi-lagi dirinya di tarik oleh Ben dan kembali berada di pelukannya


"Pengawal cepat tangkap dia!" Perintah Papa Tangseng saat melihat pengawal masuk ke dalam ruangan tersebut

__ADS_1


"Jika kalian berani maju melangkah. Aku akan membunuh wanita ini" Teriak Zayn emosi


"Dasar bajingan. Aku tidak akan pernah membiyarkan mu lolos begitu saja" Ucap Papa Tangseng segera berjalan mendekat ke arah mereka dan di detik berikutnya suara tembakan terdengar cukup keras di dalam ruangan tersebut


Seorang penghulu berlari terbirit-birit menuju ke arah luar rumah. Beberapa bodyguard segera mengeluarkan senjata api miliknya dan mulai beraksi.


Melinda yang mendengarkan suara tembakan segera berlari dan membawa Aida masuk ke dalam. Zayn yang melihat kejadian tersebut segera berlari mengejar Aida.


Akhirnya terjadilah kejar-kejaran di antara mereka. Zayn dapat di lumpuhkan oleh mereka namun ada beberapa bodyguard yang terluka karena ulahnya.


Papa Tangseng memberikan perintah kepada para bodyguard agar mengikat Zayn. Tidak segan-segan Papa Tangseng ikut menghajar Zayn. Dirinya marah saat Rose menceritakan semua yang sudah terjadi kepada dirinya setelah menikah dengan Zayn. Bahkan tidak sedikit pun Zayn menyentuh tubuh Rose. Rose masih perawan hingga saat ini.


"Hentikan, Pa" Ucap Ben menarik paksa Papa Tangseng agar menjauh dari Zayn


"Brengsek" Umpat Zayn meludah di depan mereka


Mereka kembali keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke depan. Di sana Rose sedang menangis sesenggukan dalam pelukan Aida. Aida dan Melinda mencoba menenangkan Rose.


"Berhentilah menangis, Rose" Teriak Ben mengacak-acak rambut miliknya sendiri merasa frustasi


"Ben..." Ucap Aida lirih dengan mengelus punggung Rose


Suasana di rumah itu semakin mencekam saat beberapa bodyguard masuk ke dalam rumah Tangseng. Papa Tangseng sengaja mengundang mereka agar mereka tahu apa yang sudah di lakukan Zayn.


"Di mana anakku?" Tanya Papa Abidzar berkacak pinggang di hadapan mereka


"Cepat bawa Zayn kemari!" Perintah Papa Tangseng berdiri tegak di hadapan Papa Abidzar


"Kita belum selesai sampai di sini. Aku akan segera melayangkan surat perceraian mereka" Ucap Papa Tangseng melihat wajah Papa Abidzar begitu intens


"Ck. Lakukan saja! Aku rasa anakmu tidak pantas bersanding dengan anakku" Jawab Papa Abidzar memalingkan wajahnya


"Kau masih berani berbicara seperti itu kepada ku" Ucap Papa Tangseng mendekatkan diri berdiri di depan Papa Abidzar dengan tangan mengepal


Seorang bodyguard menyeret paksa Zayn keluar.


"Ayo!" Perintahnya memberikan arahan dan segera pergi


"Zayn jangan tinggalkan aku" Teriak Rose histeris


"Rose kau tidak boleh seperti ini, Nak" Ucap Papa Tangseng segera memeluk tubuh Rose yang akan mengejar Zayn


"Papa..." Jawab Rose menangis di pelukan sang Papa

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2