
Zayn dan Aida keluar dari dalam bar tersebut tepat pada hari sudah pagi. Jam tangan milik Zayn sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Keadaan Aida masih sangat lemah dan Zayn membantu memapah Aida untuk masuk ke dalam mobil miliknya dan segera pergi dari tempat tersebut.
Tak jauh darinya ada seseorang yang sedang mengintai mereka. Orang tersebut langsung memotret lalu merekam video Zayn dan Aida.
Dengan langkah sempoyongan Zayn berhasil membawa Aida masuk ke dalam mobil miliknya.
"Hoek... Hoek..." Suara Aida muntah
"A... Kenapa kau malah muntah di dalam mobil ku, sih" Ucap Zayn marah
"Zayn... Kenapa kau ada di sini?" Tanya Aida yang masih tidak sadarkan diri
"Ha. Apa yang kau tanyakan" Jawab Zayn membelalakkan kedua bola mata miliknya
"Za yn..." Ucap Aida terbata-bata
"Diamlah dan tidur kembali!" Perintah Zayn dengan mengelus kepala Aida agar tertidur kembali
Tak lama kemudian, ponsel Zayn berbunyi yang menandakan dirinya mendapatkan sebuah pesan. Tanpa basa-basi Zayn langsung membuka pesan tersebut. Betapa terkejutnya Zayn setelah membaca dan melihat rekaman video tersebut.
"Apa? Berita konyol apa ini" Ucap Zayn terkejut dan malah tertawa
Zayn segera menelepon sang manajer untuk membereskan masalah yang sudah terjadi. Bahkan Zayn menyuruh para bodyguardnya untuk mencari siapa yang sudah menyebarkan berita gosip murahan tersebut.
"Apakah mereka pikir perempuan itu pacarku" Ucap Zayn kesal
"Berani sekali membuat berita seperti itu" Ucap Zayn marah dan meluapkan emosinya
Setelah sampai di rumah kedua orang tua miliknya. Zayn mengendong Aida masuk ke dalam rumah dan menidurkan Aida di tempat tidurnya.
"Hm..." Suara Bi Yanti berdehem
"Kenapa?" Tanya Zayn yang sudah mengerti
"Apa yang sudah terjadi kepada Nona Aida?" Tanya Bi Yanti
"Dia hanya kelelahan" Jawab Zayn dengan singkat
"Kenapa kalian bisa datang bersamaan?" Tanya Bi Yanti kembali
"Apa aku harus menceritakan semuanya kepada dirimu. Ha...?" Tanya Zayn balik dengan berteriak
"Maaf" Jawab Bi Yanti menundukkan kepalanya
"Sudah pergi sana dan jangan menggangguku!" Usir Zayn kepada Bi Yanti
"Maaf Tuan" Jawab Bi Yanti berjalan mundur lalu meninggalkan kamar Aida
Setelah melihat kepergian Bi Yanti, Zayn segera menyelimuti tubuh Aida. Zayn termenung berdiri di hadapan Aida yang tengah terbaring di atas tempat tidur, dengan memijat kepalanya yang terasa pening.
Zayn keluar dari kamar Aida dan menuju ke kamar miliknya. Zayn langsung membuka pakaian miliknya dan segera membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
"Bi... Bi Yanti" Suara Aida sedang memanggil nama Bi Yanti yang terdengar sampai di telinga Zayn
Zayn segera berlari menuju ke kamar Aida untuk melihat keadaan Aida saat ini.
"Apa kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Zayn membantu Aida untuk duduk
"Kepalaku terasa pusing sekali" Jawab Aida dengan memegang kepala miliknya
"Aku akan memanggil Bi Yanti sebentar" Ucap Zayn segera memanggil Bi Yanti agar bisa menolong Aida. Sedangkan Zayn tidak tahu harus berbuat apa. Dirinya merasa gugup untuk saat ini
Bi Yanti pun terkejut setelah mendengarkan ucapan Zayn. Bi Yanti menyarankan kepada Zayn agar membawa Aida pergi ke rumah sakit. Zayn malah membantah ucapan Bi Yanti dan dirinya menyuruh Bi Yanti membuatkan minuman yang meredakan sakit kepala dan pusing.
"Baiklah Tuan" Ucap Bi Yanti tersenyum kaku
"Bagus" Jawab Zayn segera kembali masuk ke dalam kamar Aida
Masih terlihat jelas dari raut wajah Aida. Dirinya masih merasakan kesakitan.
"Aku sudah memanggil Bi Yanti, dia akan segera datang kemari. Aku pergi dulu" Ucap Zayn menjelaskannya
"Zayn" Panggil Aida lirih dan tidak di hiraukan oleh Zayn
Zayn mendatangi sebuah kantor yang sudah membesarkan namanya. Dengan satu kali gebrakan seluruh staf yang sedang bekerja di buat terkejut oleh seorang Zayn Malik Abidzar.
"Apa kalian semua tidak becus bekerja?" Tanya Zayn dengan suara lantangnya
"Apa kau berpikir orang yang ada dalam video dan foto tersebut adalah pacarku. Ck, sampah" Ucap Zayn marah dan menendang salah satu kursi yang berada di hadapannya
"Asal kalian tahu, orang itu adalah adikku dan bukan pacarku. Cepat bereskan semua ini" Teriak Zayn segera pergi
"Sudah diamlah dan kembali bekerja!" Ucap perintah seseorang yang tengah berdiri tak jauh dari mereka
"Baik Bos" Jawabnya dengan serempak
Ditempat lain, Zikri yang merupakan dosen Aida sekaligus pacar Aida sedang mengajar di kelas Aida Malik Abidzar. Zikri yang sedang menjelaskan materi di depan kelas sesekali matanya melirik ke tempat duduk Aida yang tengah kosong.
"Pak..." Panggil Melan
"Iya. Apa yang ingin kau tanyakan" Ucap Pak Zikri melihat wajah Melan yang tengah berdiri di sana
"Mau izin ke toilet" Jawab Melan lirih
"Pergilah" Ucap Pak Zikri
"Siapa yang tidak masuk hari ini?" Tanya Pak Zikri
"Aida, Pak" Jawab Yuda dengan sedikit berteriak
"Kenapa dia?" Tanya Pak Zikri
"Entahlah Pak. Kami juga tidak tahu" Jawab Soraya mewakilinya
__ADS_1
"Apa di antara kalian tidak ada yang meneleponnya?" Tanya Pak Zikri
"Tidak Pak. Sepertinya nomor ponsel milik Aida sedang tidak aktif" Jawab salah seorang mahasiswa
"Astaga. Apa yang sudah aku tanyakan? Kenapa pikiran ku jadi kacau seperti ini, sih" Ucap batin Pak Zikri
"Baiklah semuanya kita akhiri kuliah hari ini. Jangan lupa besok tugas kalian harus di kumpulkan di atas meja ku!" Perintah Pak Zikri segera pergi dari dalam kelas tersebut
Saat dirinya sudah keluar dari dalam kelas tersebut dan tak lupa juga dirinya memastikan tidak ada orang yang melihat dirinya. Pak Zikri segera menelepon Aida dan akan menanyakannya secara langsung.
Saat Pak Zikri sudah menekan nomor ponsel milik Aida. Ternyata nomor ponsel tersebut sedang tidak aktif. Pak Zikir pun semakin risau dan gelisah.
"Sebenarnya ada apa dengan dirinya" Pikir Pak Zikri dengan keras
"Aku harus memastikannya sendiri" Ucap Pak Zikri segera menuju ke tempat parkir dan menyalakan mesin mobil miliknya
Terdengar suara bel berbunyi, menandakan adanya seorang tamu.
"Iya tunggu sebentar" Teriak Bi Yanti dari dalam rumah
"Siapa?" Tanya Bi Yanti saat membuka pintu tersebut
"Hallo. Selamat siang" Sapa Pak Zikri dengan tersenyum kaku
"Hallo juga ganteng" Jawab Bi Yanti melambaikan kedua tangan miliknya
"Aida nya ada?" Tanya Pak Zikri yang masih berdiri di depan pintu
"Ai da. Oh... Nona Aida" Jawab Bi Yanti tercengang dan langsung tertawa
"Iya Aida Malik Abidzar" Ucap Pak Zikri menjelaskannya
"Silahkan masuk!" Perintah Bi Yanti yang masih memandangi wajah Pak Zikri
"Ternyata pacar Non Aida ganteng juga, ya" Gumam Bu Yanti tersenyum
"Mari-mari silahkan duduk anggap saja rumah sendiri. Mau minum apa?" Tanya Bi Yanti dengan tersenyum manis kepada Pak Zikri
"Hm... Kamu..." Jawab Pak Zikri terbata-bata
"Panggil saja Bi Yanti. Asisten rumah tangga" Ucap Bi Yanti menjelaskannya
"Oh... Begitu. Di mana Aida sekarang?" Tanya Pak Zikri dengan melihat keadaan di sekitarnya
"Soal itu iya rupanya" Jawab Bi Yanti menebaknya
"Apa ada sesuatu buruk yang sudah terjadi kepada Aida?" Tanya Zikri memelototkan kedua bola mata miliknya
"Non Aida sedang sakit" Jawab Bi Yanti lirih
Deg
__ADS_1
"Bagaimana dia bisa sakit? Bukankah semalam dia baik-baik saja" Gumam Pak Zikri terkejut
Bersambung... ✍️