Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 45


__ADS_3

Tamu undangan terus berdatangan memenuhi gedung tersebut. Dalam balutan pakaian berwarna biru putih. Zayn melangkahkan kakinya menuju ke dalam gedung. Dirinya di dampingi Papa Abidzar dan Mama Ratih. Serta Bayu yang senantiasa berada di samping dirinya di manapun dirinya berada.


Tak jauh darinya Zikri tercengang melihat kedatangan Zayn. Zikri yang datang mewakili keluarga besarnya yang tidak bisa datang, terkejut melihat apa yang sudah terjadi di depan matanya.


"Zayn melamar Rose anak Pak Tangseng" Gumam Zikri mengusap wajahnya begitu kasar


"Jadi di mana Aida saat ini? Kenapa aku tidak bisa berpikir jernih sampai saat ini" Ucap Zikri lirih dan berjalan menuju ke arah luar mencari udara segar


Seseorang juga jauh lebih sakit hati, tidak ada satupun keluarga yang memberi tahu dirinya kalau calon Rose adalah Zayn. Laki-laki itu mengepalkan kedua tangan miliknya.


Zayn melangsungkan acara lamaran dengan bertukar cincin kepada Rose. Ben yang merupakan Kakak dari Rose sangat terkejut melihat wajah Zayn begitu intens. Saat dirinya membantu Rose membuka kotak cincin tersebut.


Detak jantungnya yang berdetak kencang. Ben mencoba menenangkan dirinya agar tidak terbakar emosi. Suara tepuk tangan di antara para tamu membuat Ben, harus tersenyum kaku di depan kamera yang mengambil gambar acara tersebut.


Zayn dan Rose berjalan beriringan menyapa para tamu undangan yang sudah datang. Zayn sesekali tersenyum saat berbicara dengan mereka. Begitu juga dengan Rose dirinya selalu berada di samping Zayn dengan mengagukkan kepala ke arah mereka.


"Aku akan menyapa temanku yang di sebelah sana. Jadi kau tetap di sini saja, ajak mereka untuk berbicara" Ucap Zayn berbohong segera melepaskan tangan Rose yang sedari tadi bergelayut di lengannya


Zayn berjalan menuju ke arah luar gedung tersebut. Zayn membuang nafasnya begitu lega saat jauh dari kerumunan. Zayn melepas jas yang dirinya kenakan dan meletakkannya di atas pundaknya.


Seseorang berjalan dengan tergesa-gesa dari arah belakang. Orang itu langsung menonjok wajah Zayn hingga sudut bibir Zayn mengeluarkan darah. Orang itu terus memukuli wajah Zayn dan tidak terima. Dengan sekuat tenaga Zayn melawan orang itu hingga terjungkal di atas lantai.


"Kak..." Ucap Zayn membantu Ben berdiri


"Singkirkan tangan kotor mu itu" Gertak Ben dengan mata melotot


"Bukk" Terjadi baku pukul antara Ben dan Zayn


"Batalkan pernikahan mu dengan adikku" Ucap Ben mencengkeram kerah baju milik Zayn


"Apa maksud mu, Kak?" Tanya Zayn yang tidak mengerti


"Jangan panggil aku Kak. Aku bukan Kakak mu" Jawab Ben berteriak


"Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga. Bukankah wajar kalau aku memanggil mu Kakak" Ucap Zayn dengan mata menelisik melihat wajah Ben

__ADS_1


"Segera akhiri hubungan konyol ini! Aku mengetahui jika kau tidak mencintai adikku dan tolong jangan membuat dirinya hancur dan sakit hati" Jawab Ben menjelaskannya begitu lirih


"Aku mencintai Rose" Ucap Zayn berbohong


"Kau tidak bisa membohongi ku karena aku tahu di hati mu ada nama wanita lain" Ucap Ben mendorong tubuh Zayn agar menjauh darinya


Ben meninggalkan Zayn yang masih berdiri di sana dengan wajah memar. Ben bersembunyi di balik bunga-bunga dirinya tetap mengawasi gerak-gerik Zayn. Seseorang berjalan mendekat ke arah Zayn dan langsung mencekik leher Zayn. Membuat Ben terkejut dengan perbuatan laki-laki itu.


"Di mana Aida?" Tanya Zikri berteriak


"Kau. Kenapa kau ada di sini? Apa kau sengaja ingin memata-matai ku?" Tanya Zayn melihat sekelilingnya


"Bedebah. Dasar bajingan" Umpat Zikri meluapkan emosinya dengan menendang perut Zayn


"Zik..." Panggil Zayn kesakitan


"Apa kau sudah puas meng*ga*ga*hi Aida?" Tanya Zikri dengan mata melotot


"Pelankan suara mu" Jawab Zayn lirih


"Apa kau malu kalau ada orang yang mengetahuinya?" Tanya Zikri berbisik di telinga Zayn dan segera menampar pipi Zayn


"Kenapa kau melamar Rose sedangkan yang ku tahu kau juga mencintai Aida. Di mana Aida sekarang?" Tanya Zikri menangis


"Aida. Aida berada di Singapura ikut Ibunya" Jawab Zayn apa adanya


"Bukankah kalian Kakak beradik? Apa maksud mu kalau Aida ikut Ibunya?" Tanya Zikri yang tidak mengerti


"Ceritanya panjang jika di ingat kembali sangat melukai hati ku" Jawab Zayn meneteskan air mata miliknya


"Zayn apa maksud mu?" Tanya Zikri semakin penasaran


"Aida adalah..." Jawab Zayn terpotong dan segera pergi


"Tunggu" Cegah Zikri menghadang Zayn

__ADS_1


"Jelaskan semuanya kepada ku" Ucap Zikri segera menghapus air mata miliknya


"Aku tidak bisa menjelaskannya kepada mu. Soalnya ini menyangkut keluarga besar ku" Jawab Zayn terus berjalan meninggalkan Zikri


"Singapura" Gumam Zikri melihat kepergian Zayn


Ben yang masih melihat wajah Zikri segera menyalakan ponsel miliknya. Ben memfoto wajah Zikri dan mengirimkan foto tersebut kepada orang kepercayaannya agar mencari informasi tentang orang itu.


"Siapa laki-laki itu? Apa dia juga menyukai Aida" Gumam Ben segera pergi dari tempat acara tersebut


Ben menyalakan mesin mobil miliknya dan pergi begitu saja tanpa pamit kepada orang tuanya. Ben menepikan mobil miliknya saat melihat salah satu bar yang berada di kota tersebut.


Ben segera masuk ke dalam dan mulai memesan minuman alkohol. Sekali teguk dalam sebotol membuat Ben meminta kepada pelayan. Agar memberikan minuman alkohol yang jauh lebih enak.


Ben kembali membuka botol tersebut dan langsung meminumnya hingga habis. Kepala Ben terasa ringan dan jauh lebih baik. Perasaan Ben menggebu-gebu rasanya ingin sekali bersanding dengan Aida.


Ben membayangkan dirinya berada di atas pelaminan bersama dengan Aida. Ben tersenyum lebar saat melihat Aida memakai baju pengantin yang berwarna putih. Dan di sebelah dirinya ada seseorang anak yang sedang memegang tangannya begitu erat.


"Dasar bodoh" Umpat Ben memukul kepalanya sendiri dan tertawa


"Tunggu Papa pulang, Nak" Ucap Ben berjalan sempoyongan menuju ke arah luar bar dan di detik berikutnya Ben tidak sadar diri


Seseorang yang sedang mengawasi Ben dari kejauhan. Segera berlari dan membawa Ben pulang ke rumah miliknya. Ya benar orang itu adalah orang-orang suruhan Pak Tangseng.


"Kau siapa?" Tanya Ben yang dibawa masuk ke dalam mobil tersebut


"Istirahatlah Tuan. Kita akan mengantar Tuan pulang ke rumah" Jawab Orang itu tersenyum melihat wajah Ben dari kaca spion


"He... Apa kau ingin menculik ku?" Tanya Ben dengan menunjuk


"Tidak Tuan" Jawab Orang itu kembali tersenyum


"Cepat bawa dia pulang!" Perintahnya dalam telepon tersebut saat memberi tahu informasi mengenai Ben


"Siap Tuan" Jawabnya segera mengakhiri teleponnya

__ADS_1


Mobil itu berjalan dan menuju ke arah rumah keluarga Tangseng.


Bersambung... ✍️


__ADS_2