Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 54


__ADS_3

Di butakan karena cinta, Zayn selalu terjaga dalam tidurnya. Sesekali dalam hitungan menit Bayu yang merupakan asisten pribadi Zayn harus memberikan informasi kepada sang majikan.


Segala umpatan dan caci maki yang keluar dari mulut Zayn di lontarkan kepada Bayu. Karena tidak berhasil memberikan informasi di mana keberadaan Aida saat ini.


Begitu pula Rose dirinya selalu pulang larut malam di karenakan ada urusan yang berkaitan dengan pekerjaannya. Untuk sampai saat ini rencana pernikahan Ben dan Aida masih berjalan dengan mulus. Rose yang sudah berjanji kepada sang Kakak, dirinya selalu berada di samping Ben. Rose sudah membantu mempersiapkan segalanya dari mulut ketring, dekor, pakaian, dan hal lainnya yang di butuhkan.


Dalam teleponnya Rose berbicara begitu lirih dan sedikit berbisik.


"Kau sedang berbicara dengan siapa?" Tanya Zayn yang sudah keluar dari dalam kamar mandi


"Zayn" Jawabnya dengan gugup


"Kau berbicara dengan siapa?" Tanya Zayn berteriak


"Zayn" Jawab Rose menggenggam ponsel miliknya begitu erat


"Akhir-akhir ini aku perhatikan dirimu selalu menghindar dari ku jika ada telepon. Apa kau berselingkuh di belakang ku Ucap Zayn menuduhnya


"Apa? Selingkuh. Yang benar saja Zayn" Ucap Rose memelototkan kedua bola mata miliknya dan tidak terima


"Lalu apa?" Tanya Zayn dengan mengambil paksa ponsel milik Rose


"Zayn. Ponsel ku" Ucap Rose mengambil paksa ponsel miliknya dari tangan Zayn namun tidak bisa


"Diam di tempat mu!" Bentak Zayn memberikan perintah


Zayn menyalakan ponsel tersebut dan melihat panggil terakhir.


"Nomor tidak di kenal. Siap yang sudah menelepon mu?" Tanya Zayn dengan pandangan membunuh


"Itu nomor ponsel milik orang yang aku sendiri tidak mengetahuinya" Jawab Rose


"Jangan berbohong" Ucap Zayn melihat wajah Rose begitu intens


"Bawa sini ponsel ku!" Perintah Rose meraih ponsel miliknya yang berada di tangan Zayn


"Jangan membohongi ku! Bahkan di sini terlihat jelas nomor ini menghubungi mu berulang kali" Ucap Zayn memelototkan kedua bola mata miliknya dan mencengkeram lengan Rose begitu kuat


"Sakit Zayn" Jawab Rose mengibaskan tangannya


"Diam dan jangan berisik. Biarkan aku memastikannya sendiri" Gertak Zayn


"Aish... Sial" Umpat batin Rose marah


Zayn segera menekan nomor ponsel tersenyum untuk melakukan panggilan. Saat ponsel tersebut sudah tersambung. Tidak ada orang yang berbicara di antara keduanya saling berdiam dan menunggu jawaban.


"Hallo" Ucap Zayn lirih dan terbata-bata


Dan di detik berikutnya sambungan telepon tersebut terputus dengan sepihak.

__ADS_1


"Sial..." Umpat Zayn melempar ponsel tersebut ke arah tempat tidur


"Ponsel ku" Teriak Rose menutup mulutnya dengan kedua tangan miliknya


"Ya... Apa kau lebih sayang ponsel mu dari pada diriku?" Tanya Zayn marah


"Zayn maafkan aku. Aku lebih sayang kepada dirimu" Jawab Rose segera memeluk tubuh Zayn dan mencium bibirnya


"Baiklah aku akan menghancurkan ponsel milik mu sekarang juga" Ucap Zayn tersenyum licik dan segera mengambil ponsel tersebut


"Zayn" Teriak Rose


"Apa?" Tanya Zayn menautkan kedua alis miliknya


"Tidak" Jawab Rose segera pergi dari dalam kamar miliknya dengan perasaan marah


Zayn yang masih berada di dalam kamar miliknya. Segera membuang ponsel tersebut ke dalam kloset.


Dengan setelan santainya, Zayn keluar dari dalam kamar miliknya. Zayn berjalan melewati ruang keluarga dan di sana semua anggota keluarga berkumpul.


"Zayn..." Panggil Rose segera berlari mengejar Zayn


"Hm" Gumamnya terus berjalan


"Kau akan pergi ke mana?" Tanya Rose berjalan di belakang tubuh Zayn


"Aku ikut" Ucap Rose meraih tangan Zayn dan berjalan berdampingan


"Sudahlah kau di rumah saja" Jawab Zayn mengibaskan tangan Rose dan mendorong tubuh tersebut


"Zayn..." Panggil Papa Abidzar yang sudah berada di belakang tubuh mereka


"Papa" Jawab Zayn tersenyum


"Biarkan Rose ikut dengan mu" Ucap Papa Abidzar membalas senyuman Zayn


"Ya sudah kau boleh ikut" Ajak Zayn


"Ye..." Ucap Rose bergembira dan bergelayut di lengan Zayn


Dua jam kemudian, mobil yang di tumpangi mereka hanya berjalan mengelilingi kota tersebut tampa tujuan. Rose mulai bosan dan kesal melihat ke arah wajah Zayn.


"Apa lihat-lihat" Ucap Zayn yang masih fokus menyetir


"Siapa yang melihat diri mu" Jawab Rose ketus


"Jujur saja. Kalau aku ini sangat tampan bukan" Ucap Zayn dengan pandangan lurus ke depan


"Ya... Ya ya" Jawab Rose dengan malas dan menggelengkan kepalanya

__ADS_1


"Ha. Hahaha" Terdengar jelas suara Zayn tertawa terbahak-bahak


"Sebenarnya kita akan pergi ke mana?" Tanya Rose


"Pergi ke mana" Ucap Zayn mengulanginya lagi


"Zayn" Teriak Rose marah


"Ya kita akan pulang" Ucap Zayn mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan tinggi


"Kenapa kita pulang? Bukankah kita belum makan, berbelanja, nonton, bahkan kita belum bermesraan" Jawab Rose dengan memanyunkan bibirnya


"Makan di rumah saja, kau harus berhemat dan kalau kau ingin nonton. Nonton saja di rumah, bukankah di rumah ada televisi" Ucap Zayn menjelaskannya


"Zayn kau itu sebenarnya suamiku apa bukan, sih?" Tanya Rose memukul lengan Zayn


"Kau bisa melihat dengan mata kepala mu sendiri. Kalau aku ini suami yang sangat pengertian" Jawab Zayn


"Aku lapar Zayn" Teriak Rose sekuat mungkin


"Kau ingin makan?" Tanya Zayn tersenyum melihat ke arah wajah Rose dan segera menepikan mobil miliknya


"Aku ingin makan bebek bakar" Jawab Rose dengan menelan ludahnya


"Baiklah Nyonya" Ucap Zayn menjalankan mobil miliknya


Setelah sampai di depan restoran, Zayn menyuruh Rose segera turun dari dalam mobil miliknya. Di detik berikutnya mobil itu langsung pergi dari hadapannya.


"Zayn..." Teriak Rose sekuat mungkin dan berlari mengejar mobil tersebut


Rose mengumpat melihat kepergian mobil tersebut semakin menjauh dan tidak terlihat. Rose berjalan dengan menundukkan kepalanya. Rose rasanya ingin sekali mencekik leher Zayn hingga mati.


Rose tidak percaya dengan tindakan Zayn yang menurunkan dirinya di pinggir jalan. Tanpa Zayn sadari Rose pergi ke luar rumah tanpa membawa dompet atau pun ponsel.


Rose sesekali menghentikan kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Dirinya berharap ada yang ingin memberi tumpangan kepada dirinya. Namun sangat di sayangkan orang-orang itu malah menganggap Rose seperti orang gila yang sedang meminta-minta.


Rose kembali berjalan menyusuri ramainya jalanan di malam hari. Sebuah mobil yang menyorot ke arah dirinya membuat Rose segera menutupi wajahnya karena silau akan cahaya lampu mobil tersebut.


"Rose..." Panggilnya lirih


"Papa" Ucap Rose segera berlari dan memeluk tubuh Papa Tangseng


"Apa yang terjadi kepada dirimu, Nak?" Tanya Papa Tangseng yang berpapasan melintasi jalanan tersebut


"Zayn. Pa... Zayn" Jawab Rose menangis


Dengan menangis sesenggukan Rose menjelaskan semuanya apa yang sudah terjadi kepada Papa Tangseng. Papa Tangseng menyeret paksa Rose masuk ke dalam mobil miliknya dan menuju ke rumah Abidzar dalam keadaan marah.


Bersambung... ✍️

__ADS_1


__ADS_2