Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 59


__ADS_3

Zayn kembali berulah dengan mendatangi rumah Ben. Tanpa banyak bodyguard yang berjaga di rumah Ben. Membuat Zayn mudah masuk ke dalam rumah tersebut. Di tambah pula pada saat itu Ben sedang berada di kantor.


Suara keributan yang terjadi di luar terdengar sampai di telinga Aida. Aida yang berada di halaman belakang segera berlari menuju ke halaman depan. Betapa terkejutnya Aida saat melihat Zayn menghajar para bodyguard tersebut dengan sangat keji.


"Nona. Cepatlah masuk ke dalam dan kunci semua pintunya!" Perintah seorang bodyguard berteriak memberikan arahan kepada Aida


Aida segera berlari dan masuk ke dalam rumah tersebut. Bodyguard itu masih tetap kukuh memegang kedua kaki Zayn begitu erat. Dan pada akhirnya Zayn menginjak tangan bodyguard itu hingga kesakitan.


Zayn berlari mengejar Aida yang sudah masuk ke dalam rumah. Zayn mendobrak semua pintu dengan sekuat tenaga. Pada pintu terakhir Zayn dapat menahan pintu tersebut dengan kedua tangan miliknya dan dirinya segera menarik tubuh Aida.


"Zayn lepaskan aku" Ucap Aida memberontak


Zayn berjalan menuju ke arah luar rumah dengan menyeret Aida begitu kasar.


"Ikuti perintah ku! Atau aku tidak akan segan-segan melukai mu" Bentak Zayn penuh emosi


"Kau sudah gila, Zayn" Ucap Aida


"Iya itu semua karena mu" Jawab Zayn tersenyum dan menghentikan langkah kakinya


"Aku sudah menikah dengan Ben. Jadi sadarlah kau tidak akan pernah mendapatkan diriku lagi" Ucap Aida dengan lantang


"Di mana Ben sekarang? Kita lihat saja apa Ben bisa menolong mu?" Tanya Zayn kembali berjalan dan menarik paksa Aida


"Dasar bajingan" Umpat Aida mengigit tangan Zayn dan segera berlari


Aida terus berlari menuju ke arah pintu gerbang. Zayn yang masih merasa kesakitan di hadang kembali oleh beberapa bodyguard.


"Besar juga nyali kalian" Ucap Zayn mengelus senjata api miliknya dan menodongkan ke arah mereka


Salah seorang di antara mereka ada yang maju ke depan. Namun Zayn lebih menggertak dulu dan akhirnya mereka ketakutan.


"Apa kau ingin mati?" Tanya Zayn kepada sang Bodyguard


"Jangan bunuh aku Tuan" Jawabnya ketakutan


"Angkat tangan kalian dan tiarap! Jangan ada yang mengikuti diri ku atau aku akan menembak kalian semua" Ancam Zayn berlari menuju ke arah mobil miliknya dan pergi meninggalkan mereka


Bodyguard itu langsung menghubungi Tuannya. Ben pun sontak terkejut saat mendengarkan berita itu dari Bodyguardnya.


"Dasar bodoh melawan satu orang saja tidak becus" Umpat Ben dalam teleponnya

__ADS_1


"Maaf Tuan dia memiliki senjata api" Jawabnya dengan terbata-bata


"A... Sial. Kalian memang tidak bisa di andalkan" Ucap Ben mengakhiri pembicaraannya


Aida terus berlari sekencang mungkin menghindar jauh dari rumah Ben. Jalanan itu sangat sepi dan tidak banyak kendaraan yang melintas. Aida sesekali menengok ke arah belakang dengan perasaan takut.


"Ben... Tolong aku!" Ucap Aida yang masih terus saja berlari


Dengan kecepatan tinggi mobil Zayn berjalan melintasi sepinya jalanan tersebut. Jalan itu hanya ada satu arah membuat Zayn semakin besar menemukan keberadaan Aida.


"Aida" Teriak Zayn dengan melambaikan kedua tangan miliknya saat melihat Aida dari arah kejauhan


Aida yang merasa dirinya di panggil seketika lututnya gemetaran. Aida lemas dan terjatuh hingga mengakibatkan lutut Aida mengeluarkan darah karena terjatuh. Aida kembali berdiri namun kedua kakinya tidak bisa menopangnya dirinya pun terjatuh kembali.


"Sayang kau akan pergi ke mana?" Tanya Zayn berjalan mendekat ke arah Aida


"Zayn menjauh lah dari ku atau aku akan berteriak" Ucap Aida dengan berteriak


"Kau harus ikut dengan ku Sayang" Jawab Zayn berjongkok di hadapan Aida


"Aku tidak mau ikut dengan mu, Zayn" Ucap Aida ketakutan dan berjalan mundur


"Kenapa kau takut kepada ku?" Tanya Zayn mengelus rambut Aida yang terurai begitu panjang


"Aku tidak akan menyakitimu" Ucap Zayn lirih


"Zayn aku sudah menikah! Kau pantas berhak mendapatkan wanita yang kau inginkan" Jawab Aida terbata-bata


"Aku hanya menginginkan dirimu" Ucap Zayn tersenyum manis kepada Aida


"Omong kosong" Jawab Aida memalingkan wajahnya


"Bukankah kau juga sangat mencintai ku. Kemari lah ikut bersama dengan diriku. Kita akan hidup di luar kota dengan damai dan membangun sebuah keluarga" Ucap Zayn mengulurkan tangan miliknya


"Ben... Tolong aku!" Teriak Aida saat melihat wajah Ben


"Ah... Sial" Umpat Zayn menarik paksa Aida agar mendekat ke arah tubuhnya


"Lepaskan wanita itu. Dia istri ku" Ucap Ben menunjuk ke arah wajah Aida


"Dia wanita ku. Dia milikku" Jawab Zayn semakin mempererat pelukannya

__ADS_1


"Dasar orang gila. Jelas-jelas aku sudah menikah dengan dirinya" Umpat Ben melangkah


Dan di detik berikutnya Zayn menembak kaki Ben hingga dirinya terjatuh.


"Ben..." Teriak Aida sekuat mungkin saat melihat Ben terjatuh


Zayn membawa Aida masuk ke dalam mobil miliknya dan pergi meninggalkan Ben yang merasa kesakitan.


Lagi-lagi bodyguard Ben datang terlambat. Mereka segera membawa Ben menuju ke rumah sakit dan yang lainnya sudah melapor kepada polisi atas tindakan Zayn yang ingin menculik Aida.


Suara sirene yang berbunyi menandakan bahwa itu mobil milik polisi. Zayn sangat terkejut dan menambahkan kecepatan mobilnya. Terjadilah kejar-kejaran mobil Zayn, polisi, dan para bodyguard tersebut.


Aida yang berada di dalam mobil Zayn merasa ketakutan saat melihat wajah Zayn. Zayn membawa mobil itu dengan sangat ugal-ugalan.


"Cinta apa yang dia ucapkan kepada ku. Kau tidak pantas mendapatkan cinta ku Zayn" Ucap batin Aida setelah berhasil membuka pintu mobil tersebut dan menjatuhkan diri keluar dari dalam mobil tersebut


"Aida" Teriak Zayn yang melihat Aida menjatuhkan diri keluar dari dalam mobil tersebut


Zayn menghentikan mobil miliknya, namun mobil polisi itu terus mengejarnya. Dengan sigap Zayn kembali mengendarai mobil miliknya dan melupakan untuk menolong Aida.


Tubuh Aida terus bergulir menuju ke bawah semak-semak. Untung saja di sekitar jalan tersebut tidak ada jurang atau bebatuan.


Para bodyguard segera keluar dari dalam mobil miliknya dan mencari keberadaan Aida di antara semak-semak.


"Nyonya" Teriak salah seorang bodyguard yang berhasil menemukan Aida


"Ayo, kita harus pergi ke rumah sakit sekarang juga!" Perintah yang lainnya memberikan arahan


Aida di larikan ke rumah sakit dan tidak sadarkan diri. Kepala Aida sedikit memar dan mengeluarkan darah. Hal itu membuat terkejut para bodyguard.


Sampai di rumah sakit Aida segera di tangani oleh Dokter. Para bodyguard itu kembali bertemu dengan bodyguard yang lainnya, yang membawa Ben pergi ke rumah sakit. Mereka semua menatap ke arah ruang tersebut dengan menghela nafasnya


"Bagaimana keadaan Ben?" Tanya Papa Tangseng yang sudah berada di belakang tubuh mereka


"Tuan Ben masih di tangani oleh Dokter" Jawabnya dengan lirih


"Dimana menantuku?" Tanya Papa Tangseng melihat keadaan di sekitarnya


"Nyonya juga berada di dalam sedang di tangani oleh Dokter" Jawabnya dengan menundukkan kepala


"Zayn Malik Abidzar" Ucap Papa Tangseng geram dan mengepalkan kedua tangan miliknya

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2