Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 8


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Aida tidak lagi pergi ke rumah Zayn. Walaupun terkadang Mama Ratih sering memaksa Aida untuk pergi ke rumah Zayn. Hanya sekedar memberikan makanan ataupun sekedar berkunjung.


Setiap Mama Ratih memaksa Aida, maka dirinya akan semakin memberontak. Sikap Aida sudah berubah seratus derajat kalau berkaitan dengan Zayn.


Dalam pikiran Aida selalu terbayang-bayang akan hal yang di mana kedua matanya sudah kotor akibat melihat Zayn dan Baby sedang bermain panas di atas ranjang.


Hari ini Aida ada kelas, Pak Ilan yang senantiasa menjaga Aida segera mengantarkan Aida ke tempat tujuan dan selalu menunggunya di tempat parkiran.


Setelah sampai di depan kelas, Aida segera masuk ke dalam dan duduk di pojokan. Seorang dosen tampan yang sedang mengajar membuat seluruh mahasiswi fokus pada ketampanan dosen tersebut.


Bahkan di antara mereka ada yang berkeinginan untuk menjadi pacar dari dosen tampan yang bernama Pak Zikri Maulana. Jiwa para mahasiswi di fakultas kedokteran tersebut sangat meronta-ronta saat mengetahui bahwa Pak Zikri masih bujangan.


"Aida..." Panggil Pak Zikri dengan suara lantangnya


"Hei Aida... Aida. A i d a" Suara bisikan Soraya yang merupakan teman Aida sedang memanggil nama Aida begitu lirih. Agar Aida tersadar dari lamunannya


"Hm..." Suara Pak Zikri berdehem


"Astaga Aida. Tamatlah riwayat mu" Ucap Yuda yang duduk di kursi samping Aida


"Aida Malik Abidzar" Panggil Pak Zikri dengan mengebrak meja miliknya begitu kuat


"Iya aku cinta kamu" Ucap Aida segera berdiri dari tempat duduknya dan berbicara begitu lancar dengan menundukkan kepalanya


"Ha. Apa" Gumam Pak Zikri tercengang


"Hu..." Suara sorakan di antara teman-temannya yang menyadarkan Aida


Bahkan di antara teman-teman perempuan Aida yang merasa geram dengan ucapan Aida. Segera berdiri dan mengepalkan kedua tangan miliknya karena tidak terima dengan ucapan Aida.


Diantara yang lainnya ada juga yang mengumpat bahwa kalau Aida sudah gila.


"Jangan mentang-mentang kau keluar Abidzar seenaknya saja kau menyatakan cinta kepada Pak Zikri di dalam kelas sesuka jidatmu saja" Ucap Melan


"Sudah-sudah" Ucap Pak Zikri menenangkan kondisi kelasnya yang sedang ribut


"Hu..." Suara sorakan dan pelemparan keras terjadi kembali di tunjukkan kepada Aida yang saat ini masih tertunduk malu di dalam kelas


"Aida. Saat jam kuliah selesai aku harap kau segera menemui ku di ruangan ku!" Perintah Pak Zikri


"Baik Pak" Ucap Aida dengan menundukkan kepalanya dan segera duduk kembali


"Baik Pak. Aku yang akan mendampingi Aida saat bertemu dengan Bapak" Sambung Melan dengan tersenyum manis saat melihat wajah Pak Zikri


"Apa aku juga harus memberikan hukum kepada dirimu?" Tanya Pak Zikri dengan berkacak pinggang melihat wajah Melan dengan tatapan tidak suka


"Siap Pak. Jika hukuman itu yang enak-enak" Jawab Melan dengan mengedipkan salah satu mata miliknya


"Astaga perempuan itu genit sekali" Ucap Yuda yang tidak suka melihat tingkah laku Melan. Berbicara secara terang-terangan di tempat yang tidak tepat

__ADS_1


"Apa maksud mu?" Tanya Melan segera berdiri dan menatap Yuda yang tengah duduk santai di kursi miliknya


"Jadi perempuan jangan terlalu rendahan. Jelas-jelas kau itu tidak ada cocok- cocoknya dengan Pak Zikri. Ck" Ucap Yuda dengan remeh


"Pak. Apakah aku bukan tipe mu?" Tanya Melan kepada Pak Zikri


"Aku rasa kuliah kita hari ini cukup sampai di sini. Sampai ketemu lagi di minggu berikutnya" Ucap Pak Zikri segera pergi dari kelas tersebut


"Aida..." Panggil Pak Zikri


"Baik Pak" Ucap Aida segera mengemasi barang-barang miliknya kedalam tas dan segera pergi menuju ke ruangan Pak Zikri


"Astaga. Kenapa dia hari ini mengacaukan kelas, sih" Ucap Melan kesal saat melihat Aida keluar dari kelas tersebut


"Itu semua karena mu Melan. Kau menjadi bodoh jika berada di hadapan Pak Zikri" Sambung Soraya menanggapinya saat mendengarkan ucapan Melan


"Ck. Kau itu sama saja. Bodoh" Umpat Melan dengan menendang kursi miliknya dan segera pergi


"Apa? Kau yang bodoh dasar ******" Ucap Soraya kembali mengumpat saat mendengarkan ucapan Melan


"Ha. Hahaha" Suara tertawa terbahak-bahak Melan dan segera menjambak rambut milik Soraya yang terurai begitu panjang


"Sakit" Ucap Soraya dengan mencengkeram lengan Melan begitu kuat dan kasar


"A..." Teriak Melan saat mendapatkan dirinya di jambak balik oleh Soraya


Kedua perempuan tersebut saling jambak-jambakkan. Tidak ada satupun di antara teman-teman mereka yang melerainya. Mereka bahkan hanya menonton perkelahian di antara mereka. Bahkan ada juga yang menyiarkan secara langsung melalui sosial media.


"Tok... Tok... Tok..." Suara pintu di ketuk dari luar


"Masuk!" Perintah Pak Zikri


"Pak..." Panggil Aida dengan lirih


"Duduklah" Ucap Pak Zikri menunjuk kursi yang berada di depannya


Aida segera duduk, Aida tidak lagi mengangkat kepalanya. Aida merasa malu dengan ucapannya yang sudah sangat ceroboh.


"Apa benar kau menyukaiku?" Tanya Pak Zikri secara langsung dengan menelisik wajah Aida


"Apa" Jawab Aida terkejut dan segera berdiri dari tempat duduknya


"Duduklah!" Perintah Pak Zikri dengan menarik lengan Aida. Agar dirinya duduk di kursi yang berada di samping dirinya


"Astaga. Sepertinya aku harus pergi sekarang juga" Ucap Aida segera meraih tas miliknya yang berada di kursi


"Kau akan pergi ke mana?" Tanya Pak Zikri segera meraih tangan Aida


"Pak. Sepertinya ada yang salah paham" Jawab Aida mengibaskan tangannya

__ADS_1


"Ok baik. Duduklah dan kita akan berbicara secara baik-baik!" Perintah Pak Zikri dengan menundukkan tubuhnya


Aida kembali duduk di hadapan Pak Zikri.


"Aida aku harus jujur kepada dirimu" Ucap Pak Zikri secara langsung dan sudah tidak bisa di tutup-tutupi lagi


"Pak. Sebelumnya aku minta maaf terlebih dahulu atas ucapan ku yang tadi" Jawab Aida mengalihkan pembicaraannya


"Ucapan mu yang mana" Ucap Pak Zikri yang pura-pura tidak mengerti


"Yang tadi. Pas kelas Bapak" Jawab Aida dengan terbata-bata


"Sudahlah kau tidak perlu lagi memanggilku dengan sebutan Bapak. Aku lebih suka jika di panggil Zikri saja" Ucap Pak Zikri dengan tersenyum


"Maaf aku tidak bisa melakukannya" Jawab Aida dengan segera


"Kenapa?" Tanya Pak Zikri


"Aku merasa canggung mengingat kalau Bapak adalah Dosenku" Jawab Aida menundukkan kepalanya


"Kau bisa memanggilku Pak jika kita berada di dalam kampus. Dan kau bisa memanggilku Zikri jika kita berada di luar kampus" Ucap Pak Zikri menjelaskannya


"Maaf aku tidak bisa melakukannya" Jawab Aida menolaknya kembali


"Apa kau tahu jika selama ini aku diam-diam memperhatikanmu. Aku sudah menyukaimu saat pertama kali aku mengajar di kelas mu" Jawab Zikri menjelaskannya


"Apa Bapak yakin dengan ucapan, Bapak?" Tanya Aida dengan melihat wajah Pak Zikri


"Iya aku yakin dengan ucapan dan perasaan ku yang saat ini. Apa kau tidak mempercayainya?" Tanya Zikri berjalan menghampiri Aida yang tengah berdiri di hadapannya


"Jangan mendekat!" Perintah Aida dengan segera


"Aku harus membuktikannya kepada mu. Jika aku sangat menyukaimu dan sudah jatuh cinta kepada mu" Ucap Pak Zikri dengan tersenyum di hadapan Aida


"Apa. Bagaimana caranya?" Tanya Aida yang tidak mengerti


Pak Zikri segera meraih tangan Aida dan meletakkannya di dada bidang Pak Zikri. Aida bisa merasakannya apa yang terjadi kepada Pak Zikri pada saat ini.


Bahkan Aida terbuai oleh pandangan wajah Pak Zikri yang begitu sangat tampan jika dilihatnya begitu dekat. Pak Zikri lebih mendekatkan wajahnya dengan wajah Aida. Kini di antara keduanya bisa saling berpandangan antara satu dengan yang lainnya.


Saat Pak Zikri akan membenamkan ciumannya di bibir Aida. Terdengarlah suara pot bunga yang jatuh dari tempatnya.


"Prak..." Suara tersebut yang membuyarkan di antara keduanya


"Siapa di sana" Ucap Pak Zikri dengan lantang dan orang tersebut segera berlari secara mengendap-endap agar tidak terdengar oleh orang yang berada di dalam ruangan tersebut


"Ah... Sial. Menganggu saja. Ck" Umpat Pak Zikri dengan kesal saat membuka pintu ruangan miliknya


"Pak. Maaf aku harus pergi" Ucap Aida segera keluar dari ruangan Pak Zikri

__ADS_1


"Aku akan segera menelepon mu" Teriak Pak Zikri yang sudah tidak mempedulikan orang lain lagi


Bersambung... ✍️


__ADS_2