Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 11


__ADS_3

Keesokan harinya


Sepuluh panggil tak terjawab dari Soraya yang merupakan teman sekampus Aida.


"Astaga. Apa sebenarnya dia melupakan kalau hari ini ada persentasi kelompok" Ucap Soraya dengan mengacak-acak rambut miliknya sendiri dan dirinya merasa kesal


"Mampus lha kita, So! Kita pasti akan mendapatkan hukum lagi dari Bu Anisa" Sambung Yuda yang merupakan teman sekelompok dengan mereka


"Diamlah dan jangan banyak berbicara, Yud. Sebaiknya kau sekarang gantian yang menghubungi Aida!" Perintah Soraya dengan berkacak pinggang


"Aku" Jawab Yuda menunjuk ke dirinya sendiri


"Hm. Baru siapa lagi" Ucap Soraya memelototkan kedua bola mata miliknya


"Hm" Jawab Yuda menganggukkan kepalanya


Yuda segera menekan nomor ponsel Aida.


Aida yang masih tidur malah menutup kedua telinganya mengunakan bantal. Aida kesal sedari tadi ponsel miliknya terus menerus berdering dan Aida menganggap bahwa itu telepon dari Pak Zikri.


"Bagaimana?" Tanya Soraya kepada Yuda


"Tidak di angkat" Jawab Yuda


"Ah... Sial" Umpat Soraya dengan berteriak


"Sudah tenanglah. Mungkin Aida sedang dalam perjalanan menuju ke kampus" Ucap Yuda mencoba mencairkan suasana


"Ha. Apa" Jawab Soraya segera pergi


"Kau akan pergi ke mana?" Tanya Yuda mengikuti langkah Soraya dari belakang


"Kantin" Jawab Soraya


"Sebaiknya kita pergi ke kelas saja" Ajak Yuda dengan menarik tangan Soraya


"Apa-apaan, sih. Lepaskan!" Perintah Soraya mengibaskan tangan miliknya


"Ayo, ikutlah denganku!" Ajak Yuda memaksanya


"Tidak mau" Jawab Soraya menolaknya


"Kau harus mau" Ucap Yuda tegas


Seketika terjadilah tarik-menarik di antara keduanya.


"Wah-wah kalian berpacaran, ya" Ucap Melan dengan tertawa


"Apa katamu" Jawab Soraya tidak terima


"Cocok kok sama-sama cupu. Di mana teman mu yang satunya?" Tanya Melan dengan merapikan pakaian miliknya


Soraya menarik tangan Yuda dan membawanya pergi dari hadapan Melan si cewek soh kecantikan.


"Hei. Hello di mana teman mu yang satu lagi?" Tanya Melan berteriak dan mengikuti mereka


"Siapa yang kau tanyakan?" Tanya Soraya balik


"Teman mu" Jawab Melan


"Ga jelas" Ucap Soraya segera pergi dan di ikuti oleh Yuda


"Sial berani-beraninya mereka tidak menjawab pertanyaan ku" Umpat Melan marah


Setelah di dalam kelas, Soraya kembali menghubungi Aida.


"Astaga apa dia benar-benar menyukai ku sehingga dia harus menelepon pagi-pagi begini" Ucap Aida segera bangun dari tidurnya dan mencari ponsel miliknya yang entah di mana keberadaannya


Setelah mendapatkan ponsel miliknya Aida segera menjawab telepon tersebut.

__ADS_1


"Pak. Sebenarnya apa sih maunya Bapak ini?" Tanya Aida yang masih mengantuk


"Bapak-bapak. Kau pikir aku Bapakmu" Jawab Soraya


"Apa? Soraya. Kenapa kau menelepon ku pagi-pagi begini? Kau menganggu tidur ku saja" Ucap Aida dengan berteriak


"Hello Nyonya Aida Malik Abidzar hari sudah siang sayang. Cepat datang ke kampus dan sebentar lagi kita akan melakukan presentasi mata kuliahnya Bu Anisa" Jawab Soraya menjelaskannya


"Presentasi. Mata kuliahnya Bu Anisa? Astaga kenapa kau baru mengatakannya sekarang Soraya" Ucap Aida terkejut


"Cepatlah datang ke kampus atau tamatlah riwayat kita!" Perintah Soraya penuh penekanan dan segera mengakhiri pembicaraannya


"Aku harus bagaimana" Ucap Aida panik


"Sebaiknya aku harus segera ganti pakaian" Ucap Aida membuka lemari pakaian miliknya dan memilih pakaian untuk dirinya kenakan


Setelah Aida menganti pakaian miliknya, Aida segera meraih tas yang berada di meja belajar miliknya.


"Astaga. Kenapa aku jadi bodoh begini, sih" Umpat Aida membuka pakaian yang Ia kenakan dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


Lima menit kemudian Aida keluar dari dalam kamar mandi dan langsung memakai pakaiannya. Tidak lupa juga dirinya memoleskan sedikit bedak di wajahnya dan mengenakan lipstik.


"Ok sudah cantik. Saatnya pergi" Ucap Aida dengan menenteng tas miliknya yang sudah terisi materi persentasinya


"La... La... La..." Aida berjalan menuju ke lantai bawah dengan mengenakan kacamata hitam


"Non mau pergi ke mana?" Tanya Bi Yanti berpapasan dengan Aida di lantai bawah


"Kuliah" Jawab Aida tersenyum


"Bibi pikir Non Aida tidak kuliah hari ini. Habis dari tadi di bangunin susah" Ucap Bibi Yanti mengeluh dan sedikit tersenyum


"Sorry" Jawab Aida segera pergi


"Pak Ilan" Teriak Aida sekuat mungkin


"Maaf Non. Pak Ilan nya tadi sudah pergi dengan Nyonya Ratih" Jawab Bi Yanti menjelaskannya


"Naik Taksi aja, Non" Jawab Bi Yanti menyarankannya


"A... Kenapa sudah jam sebelas, sih" Teriak Aida segera berlari ke arah jalan raya. Setelah melihat jam tangan yang dirinya kenakan


Aida menghentikan salah satu ojek dan segera menuju ke kampus.


"Sial sekali hari ini" Ucap Aida berjalan kaki menuju ke kelas dengan rasa malas


"Apa aku terlambat" Ucap Aida menundukkan kepalanya saat dirinya berdiri di depan pintu kelas


"Tidak" Jawab salah seorang di antara mereka


Aida berjalan menuju ke tempat duduk miliknya dan melepaskan kacamata hitam miliknya.


"Di mana semua orang?" Tanya Aida yang tidak mengerti


"Mereka semua pergi ke kantin" Jawab Sino yang merupakan teman sekelasnya


"Bukankah ini sudah jam masuk Bu Anisa mengajar?" Tanya Aida melihat keadaan di sekitarnya


"Apa kau tidak tau" Sambung Melan yang masih berada di dalam kelas tersebut


"Apa?" Tanya Aida melihat ke arah wajah Melan


"Hari ini Bu Anisa tidak masuk" Jawab Melan menjelaskannya


"Apakah ucapan mu benar?" Tanya Aida terkejut


"Iya benar" Sambung Sino


"A..." Teriak Aida frustasi

__ADS_1


"Astaga apa kau sudah gila. Kenapa harus berteriak, sih" Umpat Melan kesal


"Maaf. Maaf semuanya..." Ucap Aida menundukkan kepalanya


"Tring..." Ponsel milik Aida berbunyi


"Hallo" Ucap Aida dengan lirih


"Aku dengar hari ini Bu Anisa tidak masuk di kelas mu. Bagaimana kalau kita pergi sekarang? Aku dengar ada tempat bagus yang harus kita kunjungi" Ucap Pak Zikri dalam telepon


"Maaf Pak. Bu Anisa masih berada di dalam kelas dan kita belum boleh keluar" Jawab Aida dengan lirih


"Jangan membohongi ku atau kau mau aku menjemputmu sekarang juga. Aku rasa kau masih berada di dalam kelas" Ucap Pak Zikri segera berdiri dari tempat duduknya


"Jangan" Teriak Aida seketika


"Ais... Sial. Kau selalu saja mengagetkanku" Ucap Melan


"Maaf-maaf" Ucap Aida dengan lirih kepada Melan dan segera pergi


"Aku tunggu di tempat parkiran!" Jawab Pak Zikri mengakhiri pembicaraannya


Aida berlari menuju ke arah tempat parkiran kampus. Aida melihat keadaan di sekitarnya dan dirinya segera masuk ke dalam mobil milik Pak Zikri.


"Pak. Apa sebaiknya kita batalkan saja" Ucap Aida


"Cepatlah pakai sabuk pengaman mu atau aku yang akan memakaikannya!" Perintah Pak Zikri dengan tersenyum manis melihat wajah Aida


Di dalam perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali. Mereka terdiam dan lebih banyak berbicara di dalam hati masing-masing.


Setelah sampai di tempat tujuan mereka segera memesan makanan.


"Ini kencan pertama kita, aku harap selanjutnya kita akan lebih dekat lagi" Ucap Pak Zikri mencairkan suasana


"Iya aku harap begitu" Jawab Aida sedikit meringis


"Jadi kapan kau akan memberikan jawaban kepada ku?" Tanya Pak Zikri


"Jawaban apa? Bukankah Pak Zikri tidak memberikan ku tugas" Jawab Aida yang tidak mengerti


"Kau ngelantur, ya? Jawaban soal cinta ku kepada mu" Ucap Pak Zikri tertawa


"Oh soal itu" Jawab Aida sedikit kaku dan malu


"Aku tidak memaksa mu. Jika kau belum siap mengatakan, kau boleh memberi tahu ku di hari lain. Aku harap secepatnya kau memberikan jawaban itu" Ucap Pak Zikri


Terimakasih sudah memberikan ku waktu, Pak" Jawab Aida menundukkan kepalanya


"Jangan panggil aku, Pak. Panggil saja nama ku" Ucap Pak Zikri


"Iya Pak. Eh... Zikri" Jawab Aida sedikit tersenyum


"Nah gitu dong. Mari, kita makan terlebih dahulu!" Ajak Pak Zikri


"Iya Pak. Zik... Zikri ya begitu" Jawab Aida begitu kaku dan tertawa


Setelah melakukan makan siang dan jalan-jalan . Pak Zikri segera mengantar pulang Aida. Tak lupa juga Pak Zikri memberikan sebuah kado yang berukuran besar untuk Aida.


"Apa itu?" Tanya Aida ketika melihat Pak Zikri membuka bagasi mobil miliknya


"Ta... Ra... Hadiah untuk mu" Jawab Pak Zikri


"Apa isinya?" Tanya Aida yang penasaran


"Cepat masuklah ke dalam dan beristirahat!" Perintah Pak Zikri dengan mengusap kepala Aida dan kembali tersenyum


"Kau juga harus pulang dan kabari aku jika sudah sampai di rumah" Ucap Aida segera berlari menuju ke dalam rumah miliknya


"Astaga lucu sekali wajahnya ketika malu begitu" Ucap Pak Zikri tersenyum melihat kepergian Aida

__ADS_1


"Mengemaskan" Ucapnya dan segera pergi


Bersambung... ✍️


__ADS_2