
Terjadilah cek-cok di lokasi syuting sang sutradara tidak memperbolehkan Zayn untuk melakukan syuting. Hal ini terjadi dikarenakan berita yang beredar di sosial media menyeret nama seorang aktor tampan yang bernama Zayn Malik Abidzar dan akan mempengaruhi rating film yang akan di tayangkan nantinya.
"Apa salahku sehingga aku harus menanggung semua ini. Bukankah ini masalah sepele dan kenapa kau selalu membesar-besarkannya. Are you crazy" Ucap Zayn dengan tertawa kepada Sang sutradara
"Jika kau tidak segera mengklarifikasi dan melakukan konferensi pers dengan para wartawan, maka kontrak kita selesai sampai di sini" Ancam Sang sutradara
"Hahaha..." Zayn malah tertawa terbahak-bahak dengan menunjuk ke arah wajah sang sutradara
"Apa kau anggap ini hal lelucon?" Tanya Sang sutradara berteriak
"Aku sangat kecewa sebagai penulis naskah film Cinta Amina. Dilihat-lihat setelah munculnya berita tentang dirimu dan wanita di dalam foto tersebut sangat mengejutkan bahwa rating film Cinta Amina turun drastis" Sambung sang penulis naskah yang tiba-tiba sudah berada di lokasi syuting
"Apa kau juga akan menyalahkanku?" Tanya Zain yang tidak percaya
"Apa salahnya jika kau meminta maaf" Ucap Siska yang mendengarkan percakapan di antara mereka
Keadaan semakin memanas dan semua orang memojokkan Zayn.
Dengan jalan lengak-lenggok seorang Baby Ayunda datang menghampiri mereka.
"Apakah kau juga akan menyalahkanku?" Tanya Zain berkacak pinggang melihat kedatangan seorang Baby Ayunda
"Sayang apa yang kau tanyakan kepada ku" Jawab Baby secara terang-terangan
"Bukankah sudah jelas. Apakah aku harus menjelaskannya kepadamu juga" Ucap Zayn
"Ada apa denganmu hari ini? Aku rasa, kedatangan ku mengganggu kalian yang sedang berdiskusi" Jawab Baby tersenyum licik kepada Zayn dan segera pergi
Dengan senyum kaku seorang Zayn Malik Abidzar mendengarkan dan melaksanakan perintah sang sutradara.
Sedangkan di tempat lain, sebuah gedung yang menjulang tinggi telah tertata rapi kursi dan meja untuk melaksanakan konferensi pers Zayn Malik Abidzar kepada para wartawan media.
Dalam tatapannya yang sendu seorang aktor tampan Zayn Malik Abidzar dapat tertunduk di depan para wartawan media.
"Apakah kalian sudah puas menertawakan ku, CK" Ucap batin Zayn kesal
Tak jauh darinya, di dalam ruangan tersebut terdapat seseorang yang sedari tadi sedang memperhatikannya. Sudah dipastikan orang tersebut adalah mata-mata dari Papa abidzar.
"Apakah benar foto yang beredar di sosial media itu merupakan fotomu bersama dengan pacarmu?" Tanya seorang wartawan dari salah satu media televisi
__ADS_1
"Apa aku harus menjelaskannya secara detail?" Tanya Zayn balik dengan menaikkan salah satu alisnya
Orang yang berada di samping Zayn. Tengah mengepalkan kedua tangannya. Dirinya merasa geram atas ucapan Zain barusan.
"Hahaha" Terdengarlah suara tertawa seorang Zayn Malik Abidzar
"Jadi pertanyaan ku benar bukan" Ucap salah seorang wartawan yang memberikan pertanyaan tersebut
Dengan rasa malas Zayn mengungkap kebenarannya bahwa perempuan yang berada di dalam foto tersebut bukanlah kekasihnya. Namun hanya sekedar teman biasa dan untuk video sudah dijelaskan bahwa Zain hanya menolong teman perempuannya yang sedang mabuk.
Jadi untuk kalian semua para wartawan. Jangan pernah mengambil berita tanpa penjelasan dari orang yang bersangkutan atau tidak aku akan melayangkan sebuah laporan kepada pihak yang wajib.
"Maafkan kami, Pak" Ucap salah seorang mewakilinya
Setelah melakukan konferensi pers dengan para wartawan media. Zayn Malik Abidzar memutuskan untuk melakukan cuti selama beberapa hari. Sang sutradara memberikan hukuman tersebut agar Zayn merenungkan dirinya yang sudah menurunkan rating pada film yang dibintanginya dan akan rilis pada akhir tahun.
Sampai di rumah Zayn merebahkan tubuhnya di atas sofa yang berada di ruang tamu. Zayn mematikan ponsel miliknya dan sudah memerintahkan Bayu agar tidak menganggu dirinya untuk beberapa hari ini.
Seorang wanita paruh baya mengenakan dress berwarna hitam dan kacamata hitam sedang menyeruput kopi.
"Apa kita harus melaksanakannya sekarang?" Tanya Seorang pria yang sedang menemani wanita tersebut
"Sampai kapan kita harus menyembunyikan identitas kita. Aku Ayahnya! Apa kau lupa itu" Ucap Pria itu marah
"Jangan ceroboh. Biarkan aku yang menyelesaikan sisanya" Jawab Wanita tersebut segera berdiri dari tempat duduknya
Pria itu segera pergi dengan perasaan kesal. Namun wanita itu dapat meluluhkan hati pria tersebut dengan sebuah pelukannya.
"Aku sudah memesan tiket! Besok kita akan pergi ke Indonesia" Ucap Pria itu menjelaskannya
"Apa? Kenapa kau tidak membicarakannya terlebih dahulu dengan ku" Jawab Wanita itu
"Kau harus ikut. Kalau tidak orang-orang ku yang akan bekerja" Ucap Pria itu segera pergi
Melihat kepergian sang kekasihnya yang sudah menemani perjalanan hidup dan karirnya di dunia entertainment. Wanita itu menetes air mata miliknya.
Dirinya selama ini merindukan sang anak bertahun-tahun lamanya. Bahkan tangannya sendiri tidak bisa membelai dan mengendong darah dagingnya sendiri.
Dia sengaja berbohong dan menjebak pria lain untuk mengakui bahwa anak yang dirinya kandung adalah hasil dari percintaannya
__ADS_1
Pada saat itu, dirinya tidak layak menjadi seorang Ibu. Kondisi ekonominya sangat sulit dan dirinya akan terkena masalah jika sang Manajer mengetahui bahwa dirinya sedang hamil.
Dengan kondisi yang masih demam, Aida menangis sesenggukan di pojokan kamar miliknya. Aida tidak bisa membendung air mata miliknya.
"Ai... Aida..." Panggil Mama Ratih dengan lirih
Tidak ada jawaban dari sang anak. Membuat Mama Ratih memutuskan untuk masuk ke dalam kamar milik Aida.
"Hei... Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Mama Ratih segera memeluk Aida begitu erat
"Astaga. Nak, sepertinya kau demam" Ucap Mama Ratih membawa Aida ke atas tempat tidur
"Ma..." Panggil Aida
"Istirahatlah, Nak" Ucap Mama Ratih
"Ma..." Panggil Aida dengan meraih tangan Mama Ratih
"Sebentar. Mama akan mengambil obat untuk mu" Ucap Mama Ratih dengan mengelus kepala Aida
Mama Ratih berjalan menuju ke luar kamar Aida. Sedangkan Aida segera bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke sofa yang berada di dalam kamar miliknya. Lalu dirinya merebahkan tubuhnya.
Beberapa menit kemudian, Mama Ratih terkejut melihat kondisi Aida tergeletak di atas lantai.
"Aida..." Teriak Mama Ratih histeris
Aida sempat di larikan ke rumah sakit terdekat atas saran Mama Ratih yang menghawatirkan keadaannya. Namun setelah melakukan pemeriksaan dan sudah siuman. Aida di perbolehkan untuk pulang ke rumah.
"Kau terlalu menghawatirkan dirinya" Ucap Papa Abidzar segera memeluk Mama Ratih
"Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk terjadi kepadanya" Jawab Mama Ratih lirih
"Ayo, kita pulang sekarang!" Ajak Papa Abidzar membantu memapah Aida
"Apa kalian akan meninggalkan ku di sini" Ucap Mama Ratih yang masih berdiri di tempatnya
"Ma... Ayo, cepatlah!" Perintah Papa Abidzar segera mengandeng istrinya
Bersambung... ✍️
__ADS_1