Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 24


__ADS_3

"Kenapa Mama menampar pipi Aida?" Tanya Papa Abidzar


"Dasar wanita murahan. Tingkah laku mu sama persis seperti Ibu mu" Ucap Mama Ratih meluapkan emosinya


"Jaga ucapan mu" Bentak Papa Abidzar


"Dia pantas mendapatkan tamparan dari ku" Teriak Mama Ratih


"Ma... Mama" Panggil Papa Abidzar agar Mama Ratih tersadar dengan ucapannya


"Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ck" Ucap Mama Ratih menetes air mata miliknya dan mulai menyesalinya


"Ayo, ikuti aku!" Ajak Papa Abidzar menarik paksa Mama Ratih


"Ya Tuhan... Kenapa aku bisa bodoh seperti ini Tuhan? Apa salahku" Teriak Mama Ratih histeris


"Mama" Ucap Aida segera berlari menuju ke arah Mama Ratih dan memeluknya


"Aku bukan Mama mu" Jawab Mama Ratih dengan mendorong tubuh Aida begitu kuat hingga terjatuh di atas lantai


"Pa... Papa. Kenapa Mama seperti itu kepada ku? Kenapa Mama Ratih tidak mau mengakui aku sebagai anaknya?" Tanya Aida segera berdiri dan memeluk Mama Ratih kembali namun Mama Ratih menolaknya


"Kau tenanglah, Nak! Mama mu sepertinya harus istirahat" Jawab Papa Abidzar segera membawa masuk Mama Ratih kedalam kamar miliknya


Papa Abidzar membantu memapah Mama Ratih untuk duduk di atas tempat tidur miliknya.


Air mata yang mengalir tak bisa di bendung lagi. Rasa sakit kini mulai menyiksa hati Mama Ratih. Sulit di jelaskan perasaannya selama ini. Rasa sakit itu sama seperti Papa Abidzar membawa masuk Aida kedalam rumah ini.


Mama Ratih berlari menuju ke arah luar kamar. Mama Ratih yang melihat Aida masih berdiri di tempatnya. Dirinya segera berjalan perlahan menuju ke arah Aida dengan tatapan matanya yang sangat membunuh.


Tanpa segan-segan Mama Ratih menjambak rambut Aida. Bahkan Mama Ratih menarik baju Aida hingga robek.


Sedangkan Papa Abidzar yang berlari menyusul Mama Ratih tidak mampu berkata-kata lagi. Papa Abidzar mencoba untuk melerainya dan membujuk Aida agar masuk ke dalam kamar.


"Hentikan semua ini" Teriak Papa Abidzar yang tidak di hiraukan oleh Mama Ratih.


Sekali lagi Mama Ratih memukul kepala Aida hingga dirinya terjatuh lemas di atas lantai dengan menangis sesenggukan.


"Ada apa ini?" Tanya Yasrul yang baru pulang dari kantor


"Yas... Yasrul anakku sayang maafkan Mama, Nak. Mama selama ini mengabaikan mu dan lebih mementingkan wanita itu" Ucap Mama Ratih segera memeluk Yasrul


"Apa maksud mu? Bukankah sepertinya hari ini ada pesta dan kenapa kalian malah menangis?" Tanya Yasrul


"Apa kau tidak membaca berita hari ini?" Tanya Mama Ratih balik


"Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan" Jawab Yasrul dan segera pergi menuju ke arah kamar miliknya

__ADS_1


"Wanita murahan itu sudah menghancurkan keluarga kita" Ucap Mama Ratih dengan lantang dan menghentikan langkah kaki Yasrul


"Wanita murahan? Apa wanita ini yang Mama maksud?" Tanya Yasrul berjalan menuju ke arah Aida


"Yasrul..." Teriak Papa Abidzar geram


"Apa yang sudah terjadi?" Tanya Yasrul berteriak


"Dalam video tersebut Aida sedang berciuman dengan Zayn" Jawab Mama Ratih


"Benar dugaan ku selama ini" Ucap Yasrul lirih


"Apa? Kenapa, Yas?" Tanya Mama Ratih membelalakkan matanya


"Aku rasa sudah lama Zayn menyukai wanita murahan itu" Jawab Yasrul menunjuk kearah wajah Aida dan langsung menampar pipi Aida


"Aw..." Pekiknya kesakitan


"Yasrul..." Ucap Papa Abidzar mengangkat salah satu tangan miliknya dan akan menampar pipi Yasrul namun di urungkan


"Ting... Ting... Ting..." Suara ponsel berbunyi berulang kali


Untuk sejenak Papa Abidzar membuka ponsel miliknya dan terkejut melihat rekaman video amatir tersebut. Lutut Papa Abidzar lemas dirinya hampir terjatuh melihat itu semua.


"Pa..." Teriak Mama Ratih segera meraih ponsel milik suaminya. Betapa terkejutnya Mama Ratih saat melihatnya


"Dasar wanita murahan tidak tau diri! Berani sekali kau menggoda kakakku" Ucap Yasrul kembali memukuli Aida


"Tolong hentikan, Yas! Jangan sakiti adikmu" Ucap Papa Abidzar memohon dan menarik paksa tubuh Yasrul agar menjauh dari Aida


"Kenapa kalian semua menyalahkan ku? Kenapa kalian mengatai ku wanita murahan? Jadi selama ini dugaan ku benar kalau aku bukan anak Mama" Teriak Aida dengan menangis sesenggukan


"Berani sekali kau berteriak seperti itu. Aku pun tidak sudi memiliki saudara seperti dirimu, ck" Ucap Yasrul memalingkan wajahnya


"Jadi aku anak siapa Ma, Pa...?" Tanya Aida


"Hentikan semua omong kosong mu dan jangan mengalihkan pembicaraan" Jawab Yasrul penuh emosi


"Bi Yanti tolong bawa Aida masuk ke dalam kamar miliknya" Teriak Papa Abidzar memberikan perintah kepada Bi Yanti


Bi Yanti pun datang, Aida yang ngotot tidak mau masuk ke dalam malah mendapatkan sebuah tamparan dari Mama Ratih. Tidak segan-segan Mama Ratih menyeret Aida ke luar rumah dan melemparkan seluruh pakaian miliknya ke arah wajah Aida.


"Ada apa ini?" Tanya Zayn yang sudah berada di antara mereka


"Zayn kau orang satu-satunya yang aku percayai tolong jelaskan semuanya kepada mereka apa yang sudah terjadi di antara kita" Ucap Aida segera berdiri dan menatap ke arah wajah Zayn


Tiba-tiba Zayn menangis dengan sendirinya.

__ADS_1


"Zayn kenapa kau malah menangis?" Tanya Aida berjalan menuju ke arah Zayn


Zayn semakin menangis sesenggukan.


"Tolong jelaskan kepada mereka! Kalau kau sudah memperkosa ku" Teriak Aida histeris memukul dada bidang Zayn


"Memperkosa" Ucap mereka bertiga secara bersamaan dan tercengang


"Zayn... Apa yang sudah kau lakukan kepada anakku? Apa benar kau memperkosa Aida?" Tanya Papa Abidzar dengan mencekik leher Zayn


"Plak..." Sebuah tamparan keras yang mendarat di pipi Aida sebelah kiri


"Apa yang kau ucapkan? Anakku bukan laki-laki seperti itu" Ucap Mama Ratih yang tidak terima


"Zayn... Perempuan itu berkata bohong kan?" Tanya Yasrul


"Aku... Aku... Mana mungkin aku memperkosa adikku sendiri. Malam itu Aida masuk ke dalam kamar milik ku secara diam-diam. Dia memberikan ku sebuah minuman lalu..." Jawab Zayn menjelaskannya namun terpotong


"Lalu apa, Zayn?" Tanya Yasrul kembali


"Aku tidak mengingatnya lagi. Setelah aku sadar, aku dan Aida sudah tidak mengenakan pakaian" Jawab Zayn lirih


"Hah... Apa? Apa kau sedang mendongeng? Kenapa kau tidak mengakui kalau malam itu kau mabuk dan masuk ke dalam kamarku lalu memperkosa diriku" Ucap Aida dengan mencengkeram pundak Zayn


"Papa... Ma. Aku berani bersumpah! Aku tidak memperkosanya dialah yang menggodanya ku" Ucap Zayn balik mencengkeram lengan Aida


"Kau dengar yang di ucapkan Zayn! Jadi, sekarang tolong tinggalkan rumah ini dan jangan pernah datang kembali" Ucap Mama Ratih menunjuk jalan ke arah pintu gerbang


"Zayn. Tolong jangan lakukan setiap ini kepada ku! Bukankah kau berjanji kepada ku akan melindungi ku dan menjaga diriku" Teriak Aida saat dirinya di seret paksa oleh Yasrul


"Maafkan aku" Gumam Zayn tersenyum licik melihat kepergian Aida


"Aida..." Teriak Papa Abidzar yang ingin menolongnya


"Kau akan pergi ke mana?" Tanya Mama Ratih mencegahnya


"Ini semua tidak benar, Ma" Jawab Papa Abidzar segera melangkahkan kakinya


"Hentikan langkah kaki mu. Kalau kau berpihak kepada wanita murahan itu. Maka aku akan menceraikan mu" Ancam Mama Ratih


"Apa yang Mama ucapkan?" Tanya Papa Abidzar menghentikan langkah kakinya dan berjalan kembali menuju ke arah Mama Ratih


"Sudah lama aku menuruti semua perintah mu. Memendam rasa sakit ini sendiri dan kini saat keluarga kita harus hidup bahagia tanpa gangguan dari orang lain" Jawab Mama Ratih


"Hah..." Ucap Papa Abidzar dengan menghembuskan nafasnya dan segera masuk ke dalam rumah miliknya di ikuti oleh Mama Ratih


Bersambung... ✍️

__ADS_1


__ADS_2