Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 23


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Hubungan percintaan antara Aida dan Zikri tampak di ambang permukaan. Papa Abidzar melarang keras Aida untuk berpacaran. Namun diam-diam Aida masih menemui Zikri.


Tepat di hari ulang tahunnya yang ke dua puluh dua Aida mendapatkan kejutan dari sang Papa. Papa Abidzar mempersiapkan party di salah satu hotel miliknya. Papa Abidzar juga mengundang teman-teman terdekat Aida.


Semua orang menyanyikan lagu dengan bersorak dan bergembira.


"Selamat ulang tahun, Sayang" Ucap Mama Ratih tersenyum kepada Aida lalu menghamburkan ciuman di kedua pipi Aida


"Terimakasih, Ma" Jawab Aida membalas ciuman tersebut


Papa Abidzar merentangkan kedua tangan miliknya. Tak jauh darinya Aida segera berlari dan memeluk Papa Abidzar begitu erat.


"Maafkan Papa. Sudah mendidik mu seperti layaknya seorang militer" Ucap Papa Abidzar dengan mengelus punggung Aida


Dapat di lihat semua orang menikmati pesta tersebut. Alunan musik membuat mereka bergoyang dan semakin larut dalam kesenangan tersendiri.


"Kau hari ini seperti Cinderella" Ucap Soraya memuji Aida yang memakai gaun bak seorang Cinderella


"Kau juga cantik" Jawab Aida mengedipkan salah satu mata miliknya


"Aida Malik Abidzar" Panggil laki-laki tersebut yang berjalan menuju ke arah dirinya


"Kak Zayn" Jawab Aida bergembira melihat kedatangan seorang Zayn Malik Abidzar


"Apa kau akan berdiam diri saja di tempat" Ucap Zayn tersenyum


"Aku merindukanmu" Jawab Aida dengan lantang dan langsung memeluk Zayn. Setelah lamanya Zayn berada di luar kota


"Aku juga merindukan mu" Ucap Zayn begitu lirih


"Zayn kau sudah pulang, Nak" Ucap Mama Ratih


"Mama" Panggil Zayn segera memeluk Mama Ratih


Aida mengajak Zayn untuk naik ke atas panggung dan mulai bergoyang mengikuti alunan musik. Sedangkan Yuda dan Soraya mulai menuangkan minuman untuk para tamu yang hadir.


"Sepertinya aku mulai menyukai minuman ini" Ucap Soraya dengan memegang gelas tersebut


"Hei... Kau jangan meminum minuman itu! Itu tidak cocok untuk dirimu" Jawab Yuda


"Aku belum pernah meminum minuman ini" Ucap Soraya tertawa


"Minuman ini tidak cocok dengan mu. Kau bisa mabuk, Raya" Jawab Yuda segera menyingkirkan gelas tersebut


"Ck. Kau menganggu ku saja" Ucap Soraya segera berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke atas panggung

__ADS_1


Soraya mulai bergoyang dan tingkahnya seperti anak kecil. Tak lepas dari pandangan Yuda tetap memantau Soraya dari kejauhan.


"Aku rasa, dia benar-benar sudah mabuk" Ucap Yuda menepuk jidatnya sendiri


"Hei... Kau menjauh lah dari Aida!" Perintah Soraya kepada Zayn


"Siapa dia?" Tanya Zayn


"Dia sahabat ku namanya Soraya" Jawab Aida menjelaskannya


"Aku ingin menunjukkan sesuatu kepada mu. Ikutlah denganku" Bisik Zayn di telinga Aida


"Tunjukkan di sini saja" Ucap Aida tersenyum


"Apa aku harus membukanya di depan banyak orang?" Tanya Zayn membalas senyuman Aida


"Jangan-jangan" Jawab Aida tertawa dan mengikuti langkah Zayn


Zayn berjalan menuntun Aida ke suatu tempat. Zayn membawa Aida ke salah satu kamar hotel.


"Kenapa kau mengajakku ke mari?" Tanya Aida menarik lengan Zayn agar tidak masuk ke dalam kamar hotel tersebut" Ucap Aida


"Aku menginginkan mu" Jawab Zayn segera mencium bibir Aida


"Jangan seperti ini. Di sini banyak orang dan masih banyak tamu yang belum pulang. Mereka akan mencari ku" Ucap Aida segera pergi


"Sebentar saja" Jawab Zayn ******* bibir Aida yang dirasakannya sangat menagihkan. Sudah lama Zayn merindukan bibir itu di karenakan kesibukannya. Aida membalas ******* tersebut dan Zayn menuntun Aida untuk masuk ke dalam kamar hotel tersebut


"Akan menjadi trending. Jika aku meng-upload foto ini" Gumamnya dalam hati dan segera pergi dari hotel tersebut


Di dalam kamar hotel tersebut, Aida dan Zayn sudah tidak mengenakan sehelai benang pun. Zayn nampak sudah berada di atas tubuh Aida dan akan melakukan penyatuan.


Suara-suara ******* yang keluar dari mulut Aida semakin menambah ga*i*rah Zayn.


"Percepat. Sepertinya aku ingin segera mengeluarkannya!" Perintah Aida dengan meremas sprei


Zayn meninggalkan bekas kebiruan di tubuh polos itu. Setelah puas bermain dengan Aida, Zayn segera memakai pakaiannya kembali lalu pergi meninggalkan Aida yang masih terkapar lemas di atas tempat tidur.


"A..." Teriak Aida sekuat mungkin


Aida memunguti pakaian miliknya yang berserakan di atas lantai lalu memakainya kembali.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Papa Abidzar yang sudah berada di belakang tubuh Aida


"Papa" Jawab Aida terbata-bata dan tercengang melihat Papa Abidzar


"Apa yang kau lakukan di sini? Papa mencari mu. Cepatlah temui teman-teman mu mereka akan berpamitan kepada mu!" Perintah Papa Abidzar

__ADS_1


"Maafkan aku. Aku hanya pergi sebentar karena ingin buang air kecil" Jawab Aida menutup kembali kamar hotel tersebut


"Kenapa harus sampai datang ke sini? Bukankah di dekat sana ada toilet" Ucap Papa Abidzar dengan menaikkan salah satu alis miliknya


"Ah... Iya benar. Kenapa aku tidak kepikiran" Jawab Aida gugup dan segera pergi


"Tunggu" Ucap Papa Abidzar yang menghentikan langkah kaki Aida


"Apa lagi sih, Pa?" Tanya Aida dengan meremas kedua tangan miliknya


"Kau akan pergi ke mana lagi?" Tanya Papa Abidzar balik


"Aku akan menemui teman-teman ku" Jawab Aida tersenyum kaku


"Kenapa kau lewat sana? Seharusnya kau lewat sini. Ikuti Papa!" Perintah Papa Abidzar segera berjalan lebih dahulu


"Iya Pa" Jawab Aida segera mengikutinya dari belakang


Aida tampak canggung menemui teman-temannya. Aida duduk di samping Mama Ratih dan mulai menyapa tamu yang akan pulang.


"Terimakasih sudah datang di acara party ulang tahun ku" Ucap Aida kepada Soraya


"Sama-sama" Jawab Soraya dengan sempoyongan


"Yud. Kenapa dengan Soraya" Ucap Aida yang tidak mengerti


"Mabuk" Jawab Yuda singkat


"Tolong jaga Soraya dan antar dia sampai di rumahnya!" Perintah Aida dengan menepuk pundak Yuda


"Beres" Jawab Yuda mengandeng tangan Soraya


"Jangan macam-macam, ya" Ucap Aida berbisik dan penuh penekanan


"Hm" Gumamnya


Semua para tamu undangan satu persatu meninggalkan tempat acara. Papa Abidzar, Mama Ratih, dan Aida kembali pulang ke rumah. Setelah sampai di rumah di kejutkan oleh nomor yang tidak di kenal mengirimkan berita tentang Zayn Malik Abidzar sedang berciuman dengan sang pacar.


Pacar Zayn bernama Aida Malik Abidzar yang merupakan adik kandungnya sendiri. Di dalam foto tersebut sangatlah jelas wajah Aida sedang mengenakan pakaiannya malam ini.


"Apa..." Ucap Mama Ratih lirih dan lemas sehingga tidak sanggup menopang tubuhnya


"Ma..." Panggil Papa Abidzar segera merangkul Mama Ratih


"Apa Papa membaca berita yang sama?" Tanya Mama Ratih


"Iya" Jawab Papa Abidzar

__ADS_1


"Plak" Sebuah tamparan keras yang mengenai pipi Aida sebelah kiri


Bersambung... ✍️


__ADS_2