Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 40


__ADS_3

Aida dan Beni dua orang yang seumuran jika mereka bersanding iya cocok-cocok saja.


Hubungan Aida dan Beni semakin rapat. Beni ada di dalam segala hal saat Aida membutuhkan dirinya. Dari menghibur Aida, memilih makanan dan minuman yang sehat untuk Aida, menemani Aida saat periksa kandungan. Bahkan Beni menjadi sandaran saat Aida menangis.


Banyak hal yang dilaluinya bersama Beni. Hingga suatu hari Beni tersadar bahwa dirinya sudah jatuh cinta kepada Aida. Beni yang tahu sensitifnya seorang Ibu hamil. Dirinya mengurungkan niatnya untuk menyatakan cinta kepada Aida.


Beni terisak menangis saat berada di samping Aida melihat layar monitor yang memperlihatkan calon bayi Aida. Tanpa Beni sadari dirinya menggenggam erat tangan Aida. Aida yang merasakannya melihat ke arah tangga miliknya lalu melihat wajah Beni yang tengah duduk di samping dirinya. Beni sontak tersadar saat Aida memandanginya.


"Maaf" Ucap Ben mengibaskan tangan miliknya dan segera menghapus air mata miliknya yang mengalir begitu saja


"Ha. Hahaha" Terdengar suara tertawa Aida


Kemudian sang Dokter menjelaskan kembali soal kandungan Aida. Terlihat Ben mendengarkannya dengan begitu seksama. Sesekali Ben tertawa mendengar penjelasan Dokter tersebut.


"Apa kau tidak ingin mengusap perut istri mu?" Tanya Dokter itu membimbing tangan Ben agar berada di atas perut Aida dan mengusap


"Maaf" Ucap Ben melihat wajah Aida


"Kenapa kalian canggung sekali, sih" Sambung Dokter itu menanggapinya dengan tertawa


Setelah mereka keluar dari rumah sakit keduanya saling berdiam diri. Tanpa ada sepatah kata pun yang terucap dari mulut Ben. Ben membukakan pintu mobil untuk Aida dan Aida segera masuk.


Di dalam perjalanan menuju ke arah rumah Aida. Ben menepikan mobil miliknya dan segera meminta maaf kepada Aida. Ben tertunduk malu saat Aida melihat wajahnya.


"Ha. Hahaha" Suara tertawa Aida yang menanggapi Ben sangatlah lucu


Dan di detik berikutnya Ben segera mengusap kepala Aida dan menjalankan mesin mobil miliknya.


"Aku pulang" Ucap Aida saat masuk ke dalam rumah miliknya dan langsung berbaring di atas sofa yang berada di ruang tamu


"Apa hari mu sangat melelahkan?" Tanya Melinda mengangkat kepala Aida agar berada di atas paha miliknya


"Hm" Jawab Aida menganggukkan kepala


"Ben... Apa kau tidak memberi minum dan makan anakku?" Tanya Melinda lirih dengan pandangan membunuh


"Jangan salahkan dia" Jawab Aida dengan segera


"Kenapa?" Tanya Melinda menautkan kedua alis miliknya


"Sebenarnya aku yang tidak ingin makan dan minum" Jawab Aida menjelaskannya, perasaan Ben pun terasa lega saat itu Ben mengelus dada miliknya

__ADS_1


"Hm... Apa kau hari ini menyusahkan Ibumu, Sayang?" Tanya Melinda dengan mengusap perut Aida yang mulai membuncit


"Tidak Nenek" Jawab Aida seperti anak bayi


"Ha. Hahaha... Dia sangat menggemaskan" Celoteh Ben tidak tersadar dengan ucapannya


Semua orang terdiam mendengar celoteh Ben. Ben terdiam saat mereka memperhatikan dirinya.


"Aku harus pergi. Ada hal yang harus aku urus" Ucap Ben segera berdiri dari tempat duduknya


"Duduklah sebentar. Aku akan menyiapkan makanan malam!" Perintah Melinda dengan menarik lengan Ben agar kembali duduk di tempatnya


Dengan rasa canggung Ben kembali duduk dan di detik berikutnya Aida masuk ke dalam kamar miliknya meninggal Ben yang masih di ruang tamu


"Nyonya..." Panggil Ben terbata-bata


"Kenapa Ben?" Tanya Melinda


"Biarkan aku yang memasak" Jawab Ben segera berlari menuju ke arah dapur


"Astaga ada apa dengan dirinya" Gumam Melinda tertawa dengan sendirinya melihat tingkah laku Ben


Melinda pindah ke ruang tengah di sana dirinya sedang menyalakan televisi sembari menunggu Ben memasak. Terdengar suara bising sampai di kamar Aida. Aida keluar dari kamar miliknya dengan memanyunkan bibirnya.


"Belum" Jawab Melinda singkat


"Apa" Ucap Aida terkejut dan langsung berdiri dari tempat duduknya


"Kenapa?" Tanya Melinda yang tidak mengerti


"Tidak. Di mana dia sekarang?" Tanya Aida lirih melihat keadaan di sekitarnya


"Di dapur menyiapkan makanan malam untuk kita" Jawab Melinda menjelaskannya


"Apa" Ucap Aida lagi-lagi terkejut dengan jawaban sang Ibu


"Sangat membosankan jika melihat acara televisi" Gumam Aida dan di detik berikutnya Melinda segera mematikan televisi tersebut


Aida menyalakan ponsel miliknya dan menonton YouTube. Terdengar dengan jelas saat itu di dalam ponsel milik Aida. Membicarakan seorang mantan aktor tampan yang bernama Zayn Malik Abidzar sedang menghamili wanita yang bernama Baby Ayunda.


Aida terus mendengarkannya hingga dirinya tersadarkan saat Melinda mengusap air mata miliknya. Melinda segera mematikan ponsel tersebut dan menyingkirkan jauh dari Aida.

__ADS_1


"Ibu" Ucap Aida lirih


"Kau tidak perlu mendengarkan berita bodoh itu, Sayang" Jawab Melinda memeluk erat tubuh Aida


"Tara... Makan malam sudah siap" Ucap Ben berdiri di depan mereka


Stt


"Aida kau kenapa menangis?" Tanya Ben yang ingin tahu


Stt


"Stt..." Ucapnya mengikuti Melinda dan segera kembali ke dapur


Setelah hati Aida jauh lebih tenang. Melinda mengajak Aida pergi ke ruang makan di sana sudah ada Ben yang menunggu mereka sedari tadi. Ben tersenyum ke arah mereka dan segera mengambilkan nasi untuk Aida.


Aida memakan makanan begitu lahap membuat Melinda tersenyum kepada dirinya. Bahkan Ben siap memasak kembali spesial untuk Aida.


Makan malam telah selesai, Ben segera berpamitan kepada Melinda dan juga Aida. Melinda mengantar Ben sampai di depan pintu rumah miliknya. Dan pada akhirnya Melinda mengucapkan terimakasih kepada Ben. Membuat Ben tersenyum terbang melayang ke atas awan. Melinda juga mengatakan sudah menyusahkan diri Ben selama Aida berada di Singapura.


"Apa kau masih sibuk dengan kuliahmu?" Tanya Melinda lirih menundukkan kepalanya


"Iya seperti itu. Papaku selalu saja mendesak ku. Agar aku segera menyelesaikan S2 ku dan kembali ke Indonesia. Perusahaan Papa ku sangat membutuhkan diriku" Jawab Ban menjelaskannya


"Semangat" Ucap Melinda menepuk pundak Ben


"Kau juga. Kau sekarang jauh tampak lebih bahagia" Jawab Ben meringis


"Andai saja Martin masih hidup akan jauh lebih bahagia bersamanya" Ucap Melinda melihat langit pada malam hari. Dirinya melihat begitu banyak bintang yang berkelap-kelip di atas sana


"Jangan seperti itu, kau masih memiliki Aida" Jawab Ben tersenyum dan segera pergi


"Ben..." Teriak Melinda


"Iya" Jawab Ben dengan berteriak


"Terimakasih" Ucap Melinda dengan melambaikan kedua tangan miliknya


"Sama-sama, Nyonya" Jawab Ben segera masuk ke dalam mobil miliknya dan meninggalkan rumah Melinda


Melinda masuk ke dalam rumah miliknya dan menuju ke kamar Aida. Aida yang masih belum tidur akhirnya di paksa oleh Melinda agar tidur lebih awal. Melinda membaringkan tubuhnya dan menghadap ke wajah Aida yang sudah terlepas. Dirinya segera memejamkan mata dan tidur.

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2