
Benar saja dalam hitungan detik perusahaan yang mengontrak Zayn Malik Abidzar memutuskan kontrak tersebut secara sepihak. Video skandal yang menyeret nama baik dirinya kini semakin meredupkan namanya di dunia entertainment. Zayn bahkan tidak mampu untuk keluar rumah karena menjadi buronan para wartawan.
Masalah itu semakin berlarut dan berkepanjangan ketika seseorang yang tidak bertanggung jawab memojokkan Zayn hingga titik terendah. Orang tersebut sengaja mengambil keuntungan dalam kesempatan ini.
Dalam misi pencarian Aida, Melinda dan Martin gigih mencari keberadaan anaknya yang bernama Aida Malik Abidzar. Beberapa hari ini Melinda selalu mengunjungi kampus tempat kuliah Aida. Sangat di sayangkan sejak saat berita itu muncul Aida sudah tidak pernah pergi ke kampus lagi. Martin pun memberikan arahan kepada orang kepercayaannya agar berjaga-jaga di sekitar rumah Abidzar. Namun tidak ada tanda-tanda adanya Aida keluar dari rumah tersebut.
Satu minggu berlalu, Aida masih berada di dalam kamar miliknya dengan pengawasan ketat. Para bodyguard Papa Abidzar senantiasa berjaga di depan pintu kamar Aida. Bahkan mereka berjaga berganti hingga dua puluh empat jam.
"Membosankan sekali jika melihat kalian berada di dalam rumah ku" Ucap Yasrul saat melihat wajah para bodyguard tersebut
"Maaf Tuan muda. Ini arahan dari Tuan Abidzar" Jawab Johan yang merupakan pimpinan bodyguard
"Terserah kau saja" Ucap Yasrul segera pergi ke kantor
"Yas..." Panggil sang Mama
"Hm..." Gumamnya dengan membalikkan tubuhnya
"Apa kau akan pergi ke kantor?" Tanya Mama Ratih berbasa-basi
"Hm..." Gumamnya dengan menganggukkan kepalanya
"Bisakah kau membawakan ini untuk Zayn" Ucap Mama Ratih menyodorkan sebuah rantang yang berisikan makanan
"Ck. Aku bukan kurir" Jawab Yasrul memalingkan wajahnya
"Aku rasa Zayn tidak bisa keluar dari rumah miliknya mengingat masalah ini belum selesai. Tolong lah, Nak! Kau mampir sebentar ke rumah Zayn" Ucap Mama Ratih memohon
"Suruh saja Pak Ilan atau tidak Bi Yanti" Jawab Yasrul menyarankannya
"Mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing" Ucap Mama Ratih meraih tangan Yasrul agar menerima rantang tersebut
"Zayn punya Bayu yang bisa di handalkan dalam segala hal. Pasti Bayu sudah menjaga teratur makan dan minum Zayn" Jawab Yasrul menjelaskannya
"Tolong Mama kali ini saja! Mama tidak akan merepotkan mu lagi" Ucap Mama Ratih kembali memohon kepada Yasrul
"Hm. Baiklah" Jawab Yasrul segera berjalan dan pergi
Mama Ratih melihat kepergian Yasrul dengan mata berkaca-kaca. Mama Ratih menghela nafasnya dan segera pergi menuju ke arah kamar Aida.
"Bagaimana dia hari ini? Apa dia mau makan?" Tanya Mama Ratih kepada sang Bodyguard yang berjaga di depan pintu kamar Aida dengan suara lirih
"Seperti biasa Nona tidak mau makan" Jawab Bodyguard itu begitu lirih
__ADS_1
"Keras kepala! Apa dia ingin mati secara perlahan" Ucap Mama Ratih kesal
"Sepertinya anda harus segera membawa Nona pergi ke rumah sakit sebelum terjadi sesuatu yang buruk kepadanya" Jawab Bodyguard itu penuh hati-hati
"Bodoh. Kau bicara saja sana dengan Tuan mu itu. Aku tidak ada hubungannya dengan wanita itu" Ucap Mama Ratih marah
"Walau bagaimana pun juga Nona tetap anak anda" Jawab Bodyguard itu begitu lirih dan menundukkan kepalanya saat Mama Ratih sedang mencengkeram wajahnya agar melihat dirinya
"Kau tahu apa soal keluarga ku? Jaga ucapan mu dan bersikaplah sopan kepada ku" Ucap Mama Ratih segera menampar pipinya
"Ada apa ini?" Tanya Johan setelah mendengar keributan
"Urus anak buah mu ini! Jika dia ingin tetap hidup!" Perintah Mama Ratih dengan pandangannya tidak lepas melihat ke arah wajah Bodyguard tersebut dan segera pergi
"Apa yang sudah terjadi, Sam?" Tanya Johan
"Aku hanya memberikan saran kepada Nyonya" Jawab Sam menundukkan kepalanya dengan memegang pipinya yang masih terasa panas
"Kau tidak pantas berbicara seperti itu kepada Nyonya. Jika kau ingin tetap bekerja dengan ku. Maka lakukan yang terbaik untuk keluarga ini dan ikuti semua aturannya" Ucap Johan memelototkan kedua bola mata miliknya dan menepuk pundak Sam. Agar mengetahui apa yang dirinya maksud
"Maafkan aku sudah lancang" Jawab Sam lirih terus berjalan ke arah luar rumah
Dalam perjalanan menuju ke rumah Zayn, Yasrul nampak murung ingin rasanya membuang rantang tersebut ke pinggir jalan. Niatannya dia urungkan ketika sang Mama yang menyuruhnya.
"Tin... Tin..." Suara bunyi klakson mobil milik Yasrul
Seorang satpam rumah Zayn segera menghampiri mobil tersebut ketika satpam tersebut sudah mengetahuinya.
"Untuk Zayn" Ucap Yasrul segera memberikan rantang tersebut kepada sang satpam
"Baik Tuan" Jawab Satpam itu menundukkan kepalanya hingga mobil Yasrul meninggalkan dirinya yang masih menundukkan kepalanya
Pak Wawan segera masuk ke dalam. Dirinya mengetuk pintu dan yang membukakan pintu adalah Bayu.
"Apa ini?" Tanya Bayu dengan membukakan sedikit pintu untuk Pak Wawan
"Entahlah aku juga tidak tahu. Mungkin makanan" Jawab Pak Wawan menebaknya
"Dari siapa?" Tanya Bayu
"Tuan Yasrul" Jawab Pak Wawan sedikit berbisik
"Apa di luar aman?" Tanya Bayu memastikannya
__ADS_1
"Sepertinya begitu. Tapi... Masih banyak kendaraan yang terparkir di depan sana. Mungkin itu kendaraan milik para wartawan yang sedang bersembunyi ini mencari informasi secara diam-diam" Jawab Pak Wawan sedikit berbisik
"Hm... Begitu rupanya! Baiklah terimakasih. Cepat kembali ke tempat mu dan berikan informasi jika ada yang mencurigakan!" Perintah Bayu memberikan arahan kepada Pak Wawan yang merupakan satpam Zayn. Yang senantiasa berjaga untuk Zayn saat ini
Bayu berjalan menuju ke arah ruang makan dan meletakkan rantang tersebut di atas meja.
"Apa itu?" Tanya Zayn berjalan menuju ke arah Bayu
"Tuan kau sudah bangun? Apa semalam tidur mu nyenyak?" Tanya Bayu berbasa-basi dan tersenyum manis kepada Zayn Malik Abidzar
"Hm. Apa itu? Sepertinya harum sekali baunya?" Tanya Zayn mengulanginya lagi ketika melihat Bayu menyajikan makanan tersebut di atas piring
"Sarapan anda Tuan" Jawab Bayu menyodorkan pirang tersebut ke arah Zayn yang sudah duduk di kursi biasanya dirinya duduki
"Hm... Enak" Gumamnya saat mengunyah makanan itu
"Bolehkah aku mencicipinya sedikit?" Tanya Bayu yang sedari tadi perutnya keroncong melihat Zayn makan begitu lahap
"Mari, kita habiskan makanan ini bersama!" Ajak Zayn memberikan piring kepada Bayu
"Terimakasih Tuan" Jawab Bayu tersenyum dengan sendirinya
"Apa kau akan tetap bekerja dengan ku?" Tanya Zayn
"Hm" Jawab Bayu mengangguk kepalanya saat sedang mengunyah makanan tersebut
"Aku sekarang tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki pendapatan. Bagaimana aku bisa mengaji mu?" Tanya Zayn menghentikan makannya
"Jangan pikirkan soal itu! Aku masih memiliki uang untuk satu bulan ke depan" Jawab Bayu tersenyum
"Bagaimana dengan keluarga mu? Bukankah mereka menggantungkan diri kepada mu? Kau tulang punggung mereka dan aku tidak bisa membayangkan itu semua" Ucap Zayn berdecak kesal saat memikirkannya
"Aku sudah mengurusnya. Tuan tidak perlu memikirkannya" Jawab Bayu segera menghabiskan makanan yang berada di atas piring miliknya
"Baguslah kalau begitu" Ucap Zayn lirih dan segera pergi
"Aku akan selalu berada di sisimu hingga masalah ini selesai dan aku akan membantumu untuk bangkit dari keterpurukan ini. Kau pasti akan bersinar seperti dulu lagi, Tuan. Aku berjanji kepada mu Zayn Malik Abidzar" Teriak Bayu segera berdiri dari tempat duduknya dan menundukkan kepalanya
"Hah..." Zayn menghembuskan nafasnya begitu kasar dan segera memeluk Bayu
"Zayn..." Ucap Bayu lirih dan berkaca-kaca
"Terimakasih" Jawabnya begitu lirih
__ADS_1
Bersambung... ✍️