
Satu bulan kemudian, Zayn kembali bangkit dari keterpurukannya. Setelah meniggalkan dunia entertainment kini Zayn bekerja di perusahaan milik keluarganya sendiri. Zayn mengantikan posisi Yasrul dalam perusahaan. Zayn yang tidak memiliki latar belakang mengenai bisnis dirinya terus belajar dengan Dude yang merupakan asisten Papa Abidzar.
"Tuan muda" Panggil Dude dari luar pintu
"Masuk!" Perintah Zayn melihat ke arah datangnya Dude
"Ada apa?" Tanya Zayn langsung
"Hari ini ada pertemuan dengan perusahaan Tangseng" Jawab Dude menundukkan kepalanya
"Bukankah Papa mengatakan dirinya yang akan pergi dalam pertemuan itu" Ucap Zayn segera berdiri dari tempat duduk miliknya
"Iya benar. Tapi Tuan Abidzar mengajak Anda sekalian dalam pertemuan ini" Jawab Dude mempersilakan Zayn jalan lebih dulu
Zayn berjalan menuju ke arah luar pintu depan mengancing jas yang dirinya kenakan.
"Bay..." Panggil Zayn terus berjalan
"Iya Tuan" Ucap Bayu mengejar Zayn
"Kau tetaplah di tempat mu dan jangan ikuti kami!" Perintah Dude memelototkan kedua bola mata miliknya
"Hm..." Terdengar suara Zayn berdehem
"Tuan" Ucap Dude lirih dan tertunduk
"Apa kau melarang Bayu ikut dengan ku?" Tanya Zayn geram
"Tapi Tuan" Jawab Dude terbata-bata
"Apa kau lupa dia siapa?" Tanya Zayn dengan menunjuk ke arah wajah Bayu
"Asisten Tuan Zayn" Jawab Dude menjelaskannya
"Bagus kalau kau masih ingat" Ucap Zayn melangkah kaki miliknya dan diikuti oleh Bayu dan juga Dude
Didepan sana sudah ada mobil yang terparkir dan menunggu kedatangan seorang Zayn Malik Abidzar. Zayn segera masuk ke dalam dan di susul Bayu. Zayn terkejut saat membuka pintu mobil tersebut melihat Papa Abidzar sudah duduk di belakang kursi pengemudi. Zayn langsung keluar dengan rasa malas.
"Kenapa tidak jadi masuk?" Tanya Dude menautkan kedua alis miliknya
"Siapkan mobil yang lainnya! Kau dan Papa naik mobil ini. Terus Aku dan Bayu akan naik ke mobil yang lainnya" Jawab Zayn menjelaskannya
"Jangan membuang waktu ku, Zayn" Ucap Papa Abidzar saat Dude berbisik masuk ke dalam mobil dan menjelaskan kepada Papa Abidzar
"Bagaimana? Apa aku boleh ikut?" Tanya Zayn melihat Dude keluar dari dalam mobil
"Iya" Jawab Dude singkat segera masuk kembali ke dalam mobil tersebut dan duduk di samping pengemudi
Mobil yang lainnya langsung datang dan terparkir. Zayn dan Bayu segera masuk, mobil itu terus berjalan mengikuti mobil yang di tumpangi oleh Papa Abidzar.
__ADS_1
Kedua mobil tersebut berbelok ke salah satu restoran yang berada di kota Jakarta. Perasaan Zayn mulai tidak enak. Setahu Zayn tempat pertemuannya adalah di kantor Tangseng.
Tampak terlihat Papa Abidzar keluar dari dalam mobil miliknya dan di susul oleh Dude sang asisten.
"Pa..." Panggil Zayn berjalan mendekat
"Ayo, kita masuk ke dalam!" Ajak Papa Abidzar menepuk pundak Zayn lalu tersenyum
Bayu yang mengikuti langkah Zayn segera di tarik paksa oleh Dude agar tidak ikut masuk ke dalam dan tetap berada di dalam mobil tersebut.
"Kau itu selalu saja merepotkan ku" Ucap Dude kesal
"Kau yang merepotkan! Selalu mencegahku untuk melakukan ini dan itu" Jawab Bayu marah
"Kau itu asisten artis dan pekerjaan yang sekarang tidak pantas untuk mu, Ck" Ucap Dude mendorong paksa tubuh Bayu agar segera duduk dan di detik berikutnya dirinya langsung menutup pintu mobil tersebut
"A..." Teriak Bayu sekuat mungkin
Di dalam restoran itu sudah ada Pak Tangseng dan anak perempuannya yang bernama Rose. Dari arah kejauhan Pak Tangseng melambaikan kedua tangan miliknya saat Papa Abidzar melihat ke arah wajah dirinya. Papa Abidzar dan Zayn langsung berjalan mendekat ke arah mereka.
"Hai... Bagaimana kabarmu?" Tanya Pak Tangseng kepada Papa Abidzar dan saling berpelukan
"Baik" Jawab Papa Abidzar tersenyum dan segera duduk di hadapan mereka
"Hello cantik..."Sapa Papa Abidzar tersenyum kepada Rose
"Hallo Om" Ucap Rose membalas senyuman Papa Abidzar dan segera mengulurkan tangan miliknya
"Zayn. Ayo, Sapa Pak Tangseng!" Ucap Papa Abidzar tersenyum melihat Zayn tengah duduk dan fokus pada ponsel miliknya
"Zayn" Ucap Zayn segera berdiri dan menundukkan kepalanya kepada mereka
"Tampaknya dia malu-malu" Sambung Papa Abidzar tertawa
Mereka memesan makanan dan mulai membicarakan soal perusahaan miliknya masing-masing. Dalam celotehannya Pak Tangseng ingin bekerja sama dengan perusahaan Papa Abidzar.
"Perusahaan kita akan semakin maju jika kita besanan" Ucap Pak Tangseng tertawa ringan
"Benar juga. Bagaimana kalau kita jodohkan saja mereka" Jawab Papa Abidzar kembali tertawa
"Uhuk...Uhuk" Zayn tersedak dan batuk
"Rose cepat tuangkan air minum kepada, Zayn!" Perintah Pak Tangseng kepada sang anak
"Tidak perlu" Ucap Zayn menolak. Namun Rose sudah lebih dulu memberikan air kepada Zayn
"Zayn cepat minum airnya!" Perintah Papa Abidzar dengan menyenggol lengan Zayn
"Hm" Gumamnya dan segera meminumnya
__ADS_1
"Terimakasih" Ucap Zayn kepada Rose yang tersipu malu. Saat yang melihat wajah Rose dan mereka saling berpandangan
"Ro..." Panggil Papa Abidzar terpotong
"Rose namanya" Sambung Pak Tangseng
"Iya. Kenapa aku jadi pelupa? Maaf-maaf" Ucap Papa Abidzar tersenyum
"Tidak masalah" Jawab Rose yang pandangannya masih tertuju pada ketampanan Zayn
"Kau masih kuliah atau sudah kerja?" Tanya Papa Abidzar mencairkan suasana
"Masih kuliah, Om" Jawab Rose membuyarkan pandangannya
"Oh... Masih kuliah, ya! Om pikir sudah kerja. Kalau sudah kerja di kantor Om ada lowongan pekerjaan. Zayn sedang mencari seorang asisten perempuan" Ucap Papa Abidzar melihat ke arah wajah Zayn yang sedari tadi hanya diam saja
"Benarkah seperti itu, Zayn?" Tanya Rose
"Aku sudah memiliki Bayu" Jawab Zayn berbicara apa adanya
"Zayn..." Panggil Papa Abidzar lirih dan tidak suka dengan jawaban Zayn
"Hm... Sangat di sayangkan. Sebenarnya sih Om, Rose mau jadi asisten Zayn" Jawab Rose kecewa
"Zayn. Papa ingat Bayu akan segera mengundurkan diri" Sambung Papa Abidzar memelototkan kedua bola mata miliknya ke arah wajah Zayn
"Wah... Sepertinya ada kesempatan untuk ku menjadi asisten Zayn" Ucap Rose tersenyum
"Bukankah kau mengatakan masih kuliah?" Tanya Zayn kepada Rose
"Iya. Tapi aku..." Jawab Rose terpotong
"Maaf. Aku ingin pergi ke toilet sebentar" Ucap Zayn menundukkan tubuhnya dan segera pergi
"Maafkan Zayn. Zayn emang seperti itu anaknya" Sambung Papa Abidzar tersenyum kepada Rose
"Di maklumi karena ini awal pertemuan mereka" Ucap Pak Tangseng tertawa
"Kau mengambil jurusan apa?" Tanya Papa Abidzar kepada Rose
"Modeling, sih Om" Jawab Rose mengaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
"Wah... Sangat di sayangkan" Ucap Papa Abidzar lirih
"Iya itu keinginan anak perempuan ku. Aku juga tidak bisa menolaknya" Sambung Pak Tangseng
Mereka bertiga menuggu kedatangan Zayn hingga mereka menyelesaikan makan siang. Papa Abidzar geram sedari tadi Zayn tidak menampakkan batang hidungnya. Dan pada akhirnya Papa Abidzar berbohong kepada mereka. Zayn pergi dan tidak berpamitan karena ada urusan yang sangat mendadak.
Pak Tangseng dan Rose memakluminya dan mereka segera meninggalkan restoran tersebut.
__ADS_1
Bersambung... ✍️