Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 34


__ADS_3

Bayu yang merupakan asisten Zayn Malik Abidzar senantiasa berada di samping Tuanya. Bayu menyiapkan segala sesuatunya untuk Zayn. Zayn akan mengadakan konferensi pers dadakan. Dan dirinya mengundang para wartawan.


Masih dalam keadaan berkabung, Zayn duduk tegak dengan pandangan lurus ke depan segera memberikan penjelasan kepada para awak media. Cahaya sorotan kamera mulai membidik dan mengambil gambar dalam konferensi pers tersebut.


Zayn bertekad dan berjanji di depan kamera semua yang terjadi dalam video skandal itu benar dirinya dan Aida. Semua terjadi begitu saja, dirinya akan segera menikahi Aida untuk menebus kesalahannya. Zayn juga berpamitan mengundurkan diri dari dunia perfilman yang selama ini sudah membesarkan namanya.


Zayn langsung berdiri dari tempat duduknya untuk memberikan penghormatan terakhir dengan menundukkan tubuhnya di depan kamera dan berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.


"Bagaimana bisa kau meninggalkan dunia entertainment. Sedangkan kita masih menyayangimu" Teriak Para fans Zayn yang melihat Zayn sudah keluar dari ruangan dan berjalan menuju ke dalam mobil miliknya


"Dia pantas mendapatkan itu semua" Teriak yang lainnya semakin membuat suasana gaduh di antara para fans


Zayn tidak menanggapi ucapan orang tersebut. Zayn terus berjalan tanpa memperdulikan orang lain.


"Apa? Apa dia akan pergi begitu saja? Dasar bodoh" Umpat Baby saat melihat konferensi pers Zayn dalam televisi


Baby yang merasa kesal segera menekan nomor ponsel milik Zayn. Namun ponsel milik Zayn tidak bisa di hubungi dan di luar jangkauan.


"Sial" Teriak Baby melempar ponsel miliknya ke sembarang arah


Orang lain pun merasa kesal sama seperti Baby.


"Tidak habis pikir bisa-bisa dia berbicara lancang seperti itu dan akan menikahi wanita itu" Ucap Papa Abidzar yang berada di dalam ruangan kerja miliknya.


"Apa dia pikir aku akan menyetujuinya" Ucap Papa Abidzar berjalan keluar dan menghampiri Mama Ratih yang berada di kamar miliknya


Papa Abidzar membanting pintu kamar miliknya dan langsung masuk ke dalam.


"Apa kau akan seperti ini terus setiap hari?" Tanya Papa Abidzar kepada Mama Ratih


Mama Ratih tidak menangapi ucapan Papa Abidzar. Mama Ratih masih dalam keadaan berkabung dirinya hanya mampu berbaring di atas tempat tidur dengan memeluk foto Yasrul.


"A..." Teriak Papa Abidzar sekuat mungkin


"Bagun! Dan lihatlah kelakuan anakmu Zayn!" Perintah Papa Abidzar menarik paksa Mama Ratih agar tetap duduk dan menonton acara berita hari ini


"Hah..." Ucapnya menghela nafas


"Apa kau tidak ingin melihat berita hari ini. Lihatlah Zayn akan menikahi Aida! Aku rasa anak kita sangatlah bodoh" Umpat Papa Abidzar marah ketika melihat Mama Ratih mengalihkan pandangannya ke arah yang lain

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan apa yang Zayn lakukan. Karena kau aku kehilangan Yasrul" Ucap Mama Ratih menunjuk ke arah wajah Papa Abidzar


"Ha. Apa kau menyalahkan ku juga?" Tanya Papa Abidzar tidak percaya


"Iya. Keluarga kita telah hancur" Jawab Mama Ratih kembali membaringkan tubuhnya dan memandangi foto Yasrul yang masih berada di tangannya


"Hentikan omong kosong mu ini" Teriak Papa Abidzar segera pergi dari kamar miliknya meniggalkan Mama Ratih yang kembali menangis


Di tempat lain, seorang wanita bertubuh **** dengan memakai dress berwarna hitam tengah duduk di ruang tamu menunggu kedatangan sang kekasih.


Dengan langkah gontai kaki Zayn melangkah pasti menuju ke arah rumah miliknya. Saat pintu rumah miliknya terbuka. Zayn membelalakkan kedua bola mata miliknya melihat wanita tersebut tersenyum kepada dirinya. Wanita itu terus bergelayutan di tubuh Zayn. Ingin rasanya Zayn mendorong tubuh wanita itu namun ia urungkan niatnya.


"Sayang... Kau ingin minum apa hari ini? Aku rasa hari-hari mu belakang ini cukup berat?" Tanya Baby membantu melepaskan jas milik Zayn dengan susah payah


"Singkirkan tangan mu itu!" Perintah Zayn dengan pandangan yang membunuh saat dirinya melihat wajah Baby begitu intens


"Sayang aku merindukanmu" Ucap Baby membuka satu persatu kancing baju milik Zayn


"Apa kau bodoh? Apa kau tidak punya rasa malu" Jawab Zayn menghempaskan kedua tangan Baby


"Ah... Jangan seperti ini" Ucap Baby tersenyum dan tangannya terus membuka kancing baju milik Zayn


"Sakit" Teriak Baby segera mengangkat tangan miliknya dan ingin menampar pipi Zayn. Namun Zayn segera menangkap tangan Baby lalu menguncinya hingga Baby berteriak kesakitan


"Kita akhiri sampai di sini, hubungan percintaan di antara kita" Ucap Zayn mendorong tubuh Baby hingga jatuh ke atas lantai


"Zayn aku tidak ingin mengakhirinya. Aku ingin kau menikahi ku secepatnya" Teriak Baby segera berdiri dan menghadang Zayn yang akan pergi


"Jangan halangi langkahku! Kau tidak pantas untuk ku" Jawab Zayn tersenyum licik melihat wajah Baby yang tengah meneteskan air mata


"Apa ini semua karena Aida? Apa kau mencintai Aida?" Tanya Baby marah


"Iya aku mencintainya" Jawab Zayn kembali tersenyum mengingat wajah Aida


"Menjijikkan" Ucap Baby


"Jaga ucapkan mu. Mulut mu yang kotor itu tidak pantas berbicara seperti itu" Bentak Zayn mencekik leher Baby


"Ah... Sial" Umpat Baby geram langsung menendang senjata milik Zayn

__ADS_1


"A..." Teriak Zayn kesakitan


"Akan ku pastikan hidup Aida menderita" Ucap Baby tertawa dengan menunjuk ke arah wajah Zayn


"Apa kau bisa melakukannya? Aku yang terlebih dahulu akan membuat mu menderita" Jawab Zayn meringis


"Aida... Aida Malik Abidzar begitu jijik mendengarkan namanya" Ucap Babay kembali tertawa terbahak-bahak


"Cepat pergi!" Perintah Bayu menarik paksa Baby agar segera meninggalkan rumah Zayn


"Lepaskan! Kau juga sama saja dengan dia" Jawab Baby memberontak


"Silahkan pergi" Ucap Bayu melambaikan kedua tangan miliknya dan tersenyum


"Gila... Semua orang hari ini gila" Teriak Baby saat akan melangkahkan kakinya dan pergi


"Hahaha" Terdengar suara Bayu tertawa


"Tuan. Bagaimana keadaan mu?" Tanya Bayu melihat Zayn tengah duduk di sofa ruang tamu


"Hm..." Gumamnya dan segera merebahkan tubuhnya di atas sofa


"Apa Tuan ingin makan sesuatu?" Tanya Bayu melihat wajah Zayn begitu intens


"Tidak" Jawab Zayn singkat


"Tuan belum makan dari kemarin" Ucap Bayu menjelaskannya


"Apa makan lebih penting dari pada rasa sakit hati ku?" Tanya Zayn dengan berteriak


"Maaf" Jawab Bayu meninggalkan Zayn sendiri


"Aida... Secepatnya aku akan menemui mu" Ucap Zayn lirih langsung tertidur


Bayu kembali melihat Zayn, dirinya sontak terkejut saat melihat Zayn tidur di ruang tamu. Bayu berlari menuju ke kamar Zayn mengambil selimut untuk menyelimuti tubuh Zayn yang kedinginan.


Bayu mengecek suhu tubuh Zayn, ternyata Zayn sedang demam dan langsung di larikan ke rumah sakit.


Bersambung... ✍️

__ADS_1


__ADS_2