
Bayu di tolak mentah-mentah oleh Zayn karena terlalu lama membeli sate lilit di Bali. Zayn lagi-lagi menyuruh Bayu membeli ketoprak di daerah ci batu. Yang membuat Bayu semakin geram dengan sikap Zayn.
Zayn selalu berangan-angan ingin makan sesuatu. Namun kenyataannya dirinya hanya membeli saja tanpa memakan makanan tersebut.
"Bi Yanti" Teriak Zayn yang tengah duduk di ruang makan
"Tolong masak semur bebek untuk ku!" Perintah Zayn
"Baik Tuan. Tapi sepertinya Bi Yanti harus pergi ke pasar terlebih dahulu" Ucap Bi Yanti segera melaksanakannya
"Hm" Gumamnya yang masih duduk di ruang makan
Beberapa jam kemudian, Bi Yanti pulang dari pasar. Saat Bi Yanti melewati ruang makan, Zayn melihat ke arah wajah Bi Yanti dengan pandangan yang membunuh.
"Sebentar Tuan" Ucap Bi Yanti tersenyum berjalan menuju ke arah dapur
"Cepat!" Perintah Zayn terus mengikuti langkah kaki Bi Yanti dan dirinya masih berdiri di dalam dapur melihat Bi Yanti menyiapkan masakannya
Zayn duduk di kursi dengan mengotak-atik ponsel miliknya. Sesekali Zayn tertawa saat melihat ponsel miliknya dan entah apa yang membuat Zayn tertawa.
"Zayn" Panggil Mama Ratih saat sudah berada di dalam dapur
"Mama" Ucap Zayn masih tertawa
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Mama Ratih melihat ke arah wajah Zayn
"Menemani Bi Yanti yang sedang memasak" Jawab Zayn dengan santai
"Maksud mu?" Tanya Mama Ratih yang tidak mengerti
"Tuan Zayn ingin makan semur bebek, Nya. Jadi ini aku lagi membuatnya spesial untuk Tuan muda" Sambung Bi Yanti menjelaskannya
"Benarkah seperti itu, Zayn" Ucap Mama Ratih membelalakkan kedua bola mata miliknya
"Hm" Gumamnya dengan pandangan mata tertuju ke ponsel miliknya
"Ayo, bantu Mama sebentar!" Ajak Mama Ratih menarik paksa Zayn
"Mama jangan menganggu ku" Ucap Zayn berjalan mengikuti langkah Mama Ratih dengan rasa malas
"Sebentar" Jawab Mama Ratih membawa Zayn ke ruang tengah
Mama Ratih mulai memperlihatkan beberapa koleksi cicilan berlian kepada Zayn. Mama Ratih sengaja mengundang Reno sang pemilik toko berlian ke rumah miliknya. Hanya sekedar memperlihatkan koleksi cincin tersebut kepada Zayn.
"Reno... WhatsApp bro" Ucap Zayn tersenyum segera menghamburkan pelukannya kepada Reno
"Baik Sobat" Jawab Reno membalas pelukan Zayn
__ADS_1
"Zayn kau menginginkan cincin yang mana?" Tanya Mama Ratih tengah memilih beberapa cincin tersebut
"Aku" Jawab Zayn menunjuk ke arah dirinya sendiri
"Iya" Ucap Mama Ratih mengagukkan kepala
"Untuk apa aku harus membeli cincin? Kalau Mama mau silakan pilih saja yang mana. Nanti aku yang akan membayarnya" Jawab Zayn tertawa
"Duduk dan cepat pilih!" Perintah Mama Ratih menarik paksa Zayn agar duduk di samping dirinya
"Ma..." Ucap Zayn marah
"Sebentar lagi kau akan melamar Rose. Kau harus menyiapkan cincin bukan?" Tanya Mama Ratih menjelaskannya
"Oh iya" Ucap Zayn dengan mulut menganga
"Zayn" Panggil Mama Ratih yang membuyarkan lamunan Zayn
"Astaga. Aku melupakan itu" Ucap Zayn berbohong
"Zayn kau itu masih muda. Kenapa pelupa, sih" Sambung Reno menepuk pundak Zayn dan segera duduk di sampingnya
Reno menjelaskan setiap detail dari masing-masing cincin. Pada akhirnya Mama Ratih yang memilih cincin tersebut untuk Zayn dan Rose.
"Terimakasih" Ucap Zayn kepada Reno saat selesai melakukan pembayaran
"Sama-sama" Jawab Reno segera berdiri dari tempat duduknya dan langsung berpamitan pulang
"Aku pulang" Ucap Bayu saat masuk ke dalam rumah Abidzar
"Bay..." Panggil Mama Ratih segera keluar dari dalam kamar miliknya untuk menemui Bayu
"Nyonya" Sapa Bayu menundukkan tubuhnya
"Apa yang ada di tangan mu itu?" Tanya Mama Ratih melihat kantong plastik berwarna hitam yang berada di tangan Bayu
"Ketoprak" Jawab Bayu singkat
"Untuk siapa?" Tanya Mama Ratih menautkan kedua alis miliknya
"Tuan muda" Jawab Bayu tersenyum dan segera pergi
"Tuan muda. Bukankah tadi Zayn memerintah Bi Yanti untuk masak semur bebek dan kenapa malah sekarang minta ketoprak" Ucap batin Mama Ratih segera masuk ke dalam kamar miliknya melihat kepergian Bayu
"Tuan" Teriak Bayu saat melihat Zayn sudah makan
"Hm" Gumamnya menganggukkan kepala
__ADS_1
"Tuan. Ini ketoprak Anda" Ucap Bayu segera menyingkir piring berisi makanan yang berada di atas meja
"A..." Teriak Zayn terkejut saat menyadari Bayu berada di dekatnya
"Tuan. Kenapa berteriak?" Tanya Bayu yang tidak mengerti
"Menjauh dari ku!" Perintah Zayn menunjuk ke arah wajah Bayu
"Iya Tuan" Ucap Bayu memundurkan langkahnya dan menjauh
"Menjauh lagi!" Perintah Zayn menundukkan kepalanya dan berkacak pinggang
"Baik Tuan" Ucap Bayu lirih dan tetap berdiri di sana
"Bi... Tolong singkirkan ketoprak itu! Ambilkan aku piring dan sendok yang baru. Rasanya aku tidak sabar akan menghabiskan semur bebek ini" Ucap Zayn tersenyum dan segera duduk kembali
"Bi... Cepat bawa ketoprak itu pada ku!" Perintah Bayu lirih
"Iya Bay" Ucap Bi Yanti memberikannya kepada Bayu setelah melayani Zayn
"Kau tetap berdiri di sana dan jangan pergi!" Perintah Zayn melirik ke arah wajah Bayu
Bayu tidak menghiraukan perintah Zayn, dirinya segera duduk berjongkok di luar pintu ruang makan langsung membuka ketoprak tersebut dan memakannya begitu lahap.
Satu ekor bebek semur habis di makan oleh Zayn. Bi Yanti tersenyum kaku melihat wajah Zayn. Zayn meninggalkan ruang makan dan kembali berbicara dengan Bayu dalam jarak satu meter. Pembicaraan di antara keduanya membuat Bayu sangat tidak nyaman.
Zayn terus mengoceh tak jauh dari hadapan Bayu. Tentang rencana melamar Rose yang jatuh pada hari esok. Zayn memperagakan cara bertutur kata yang baik di depan Rose. Tak sedikit pun Bayu mengomentarinya, Bayu bertepuk tangan saat Zayn selesai berbicara.
"Akting mu sangat bagus, Tuan" Ucap Bayu tertawa terbahak-bahak
"Bay... Apa kau sedang mengejekku?" Tanya Zayn segera mengejar Bayu yang sudah melarikan diri
Zayn terus berlari mengejar Zayn di luar rumah. Saat Zayn berhasil menangkap Bayu, dirinya segera memukul kepala Bayu secara brutal.
"Cukup Tuan ampuni aku" Ucap Bayu tertunduk dan memohon kepada Zayn
"Janji kau tidak akan mengulanginya?" Tanya Zayn dengan pandangan membunuh
"Iya Tuan" Jawab Bayu lirih
"Awas saja kalau..." Ucap Zayn terpotong langsung pergi
"Tuan" Teriak Bayu sekuat tenaga
Zayn yang mendengarkannya segera membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah wajah Bayu.
"Akting mu terlihat sangat buruk" Ucap Bayu berteriak
__ADS_1
"Bayu" Teriak Zayn berlari menuju ke arah Bayu. Dan Bayu segera masuk ke dalam mobil miliknya meninggalkan rumah Abidzar
Bersambung... ✍️