Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 16


__ADS_3

Di tempat syuting


Setelah mengisi acara talk show di salah satu stasiun televisi swasta. Zayn melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi syuting selanjutnya. Zayn lagi-lagi mendapatkan pemeran utama dalam film terbarunya yang berjudul Cinta Amina.


"Zayn..." Teriak seorang wanita yang tengah berada di lokasi syuting tersebut


Zayn terus berjalan tanpa menghiraukan suara panggilan dari wanita itu. Wanita itu merasa kesal saat tidak di hiraukan oleh Zayn. Saat tengah beristirahat duduk santai sang sutradara memberikan informasi kepada Zayn Malik Abidzar. Kalau pemain pemeran utama wanita telah di ganti.


"Bagaimana bisa?" Tanya Zayn terkejut


"Jadi begini..." Jawabnya


"Sayang..." Panggil Baby kepada Zayn yang tengah duduk dengan sang sutradara


"Baby. Apa yang kau lakukan di tempat ini?" Tanya Zayn segera berdiri dari tempat duduknya


"Aku. Hahaha" Jawabnya malah tertawa


"Baby" Ucap Zayn tidak suka


"Perkenalkan dia Baby Ayunda. Dia sebagai pelakor" Ucap sang sutradara memperkenalkannya


"Ha. Apa" Jawab Zayn tercengang


"Maksud mu. Siapa pemeran utama dalam film baru ini?" Tanya Zayn


"Dia adalah..." Jawabnya terpotong


"Aku sebagai Amina" Sambung Siska mendekat ke arah mereka


"Siska..." Ucap Zayn lebih terkejut lagi saat melihat Siska yang dulunya adalah mantan kekasihnya


"Hai Zayn. Apa kabar?" Tanya Siska dengan mengulurkan tangannya


"Baik" Jawab Zayn segera meraih tangan Siska dan tersenyum


"Hm..." Baby berdehem


"Lama tidak bertemu. Sekarang kau lebih cantik dan seksi" Ucap Zayn memujinya


"Uhuk... Uhuk..." Suara batuk Baby


"Bab. Kau sakit, iya?" Tanya Siska melihat ke arah wajah Baby yang berdiri tak jauh darinya


"Tidak" Jawab Baby ketus


"Baiklah semuanya kita mulai syuting hari ini. Mari, sebelum melakukan kegiatan hari ini. Alangkah baiknya kita awali dengan doa" Ucap Salah satu tim sedang memberikan arahan


Untuk sejenak mereka semua yang berada di lokasi syuting menundukkan kepalanya seraya untuk berdoa.


"Amin..." Ucapnya mengakhiri doa


"Zayn... Siska... Bersiaplah di posisi kalian masing-masing. Kita akan memulainya!" Perintahnya dengan berteriak


Beberapa jam kemudian

__ADS_1


Hari sudah siang dan syuting di hentikan. Zayn berlari menuju ke arah Bayu sang asisten. Dirinya mengambil tas miliknya yang berisikan ponsel miliknya.


"Bagaimana?" Tanya Zayn dalam teleponnya


"Baik..." Jawab Zayn lirih dan segera mengakhiri pembicaraannya


"Kau sedang menelepon siapa?" Tanya Bayu yang ingin tahu


"Apa urusanmu? Aku akan pergi ke suatu tempat. Jadi jangan ikuti aku, kau boleh pulang terlebih dahulu!" Perintah Zayn tegas dan langsung pergi


"Zayn tunggu" Ucap Bayu berlari menyusul Zayn


Zayn masuk ke dalam mobil miliknya lalu menancapkan gas menuju ke tempat tujuan.


"A... Sial. Kenapa dia meninggalkan ku begitu saja. Ck" Ucap Bayu kesal


Dengan langkah gontai Bayu pulang dengan naik ojek.


Terdengar suara bunyi bel rumah Aida yang menandakan adanya tamu.


"Siapa yang datang, Bi?" Tanya Aida sedang menuruni anak tangga menuju ke lantai bawah


"Entahlah, Non. Bibi juga tidak tahu. Biarkan Bibi yang membukanya" Jawab Bi Yanti berjalan menuju ke arah pintu


"Selamat siang, Bi Yanti. Apa kabar" Ucap Zayn setelah melihat Bi Yanti yang membuka pintu tersebut


"Za... Zayn. Eh, maksud ku Tuan Zayn" Jawab Bi Yanti terbata-bata


"Siapa, Bi?" Tanya Aida yang masih berdiri di sana


Deg


"Apa yang Zayn lakukan dengan datang ke mari" Ucap batin Aida terkejut dan mulai gelisah


"Bagaimana kabar mu?" Tanya Zayn berjalan menuju ke arah Aida yang tengah berdiri di atas tangga-tangga


"Zayn. Kak Zayn kenapa datang ke mari?" Tanya Aida mengalihkan pembicaraannya


"Ini rumah ku. Apa aku tidak boleh berkunjung di rumah ku sendiri?" Tanya Zayn balik


"Maksud ku tidak seperti itu" Jawab Aida menundukkan kepalanya


"Di mana semua orang?" Tanya Zayn melihat keadaan di sekitarnya


"Pergi Tuan" Jawab Bi Yanti membantu menjawabnya


"Bagus itu" Ucap Zayn tersenyum licik


"Apanya yang bagus, Tuan?" Tanya Bi Yanti tidak mengerti dan mengerutkan keningnya


"Lupakan. Bi, tolong buatkan aku jus jambu biji!" Perintah Zayn


"Maaf Tuan persediaan jambu bijinya habis" Jawab Bi Yanti menjelaskannya


"Beli dong. Apa Tuan yang punya rumah ini tidak punya uang. Sehingga jambu biji saja sampai-sampai habis" Ucap Zayn segera duduk di ruang tamu

__ADS_1


"Iya kan yang suka jus jambu biji hanya Tuan Zayn dan Tuan Yasrul. Sedangkan Tuan Yas pergi ke luar kota dan sekarang Tuan juga sudah pindah rumah. Jadi..." Jawab Bi Yanti terpotong


"Sudah jangan berbicara terus bisa-bisa telingaku sakit. Ini uang untuk membeli jambu biji dan cepat pergi!" Perintah Zayn kepada Bi Yanti


"Sekarang?" Tanya Bi Yanti yang masih berdiri di tempatnya


"Iya. Cepat ambil ini!" Perintah Zayn dengan memberikan uang tersebut kepada Bi Yanti untuk membeli jambu biji


"Baik Tuan" Jawab Bi Yanti mengambil uang tersebut dan pergi


Aida yang melihat di antara keduanya lebih memilih diam. Saat Bi Yanti pergi, Aida segera naik ke lantai atas.


"Kau akan pergi ke mana?" Tanya Zayn dengan melirik Aida


Aida tidak menjawab pertanyaan Zayn


"Apa kau tidak merindukan ku?" Tanya Zayn melihat ke arah wajah Aida


"Tidak" Jawab Aida menghentikan langkah kakinya


"Apa kita bisa melakukannya sekarang?" Tanya Zayn segera berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah Aida


"Berhenti dan jangan mendekat! Kalau kau macam-macam aku akan berteriak dan melaporkan mu kepada polisi" Ancam Aida penuh dengan penekanan


"Lakukan" Jawab Zayn segera naik ke atas tangga dan meraih tangan Aida


"Lepaskan Zayn. Jangan seperti ini kepada ku" Ucap Aida ketakutan


"Sebentar saja" Jawab Zayn memeluk Aida dan membawanya ke kamar miliknya


"Zayn tolong lepaskan aku. Jangan lakukan itu lagi kepada ku" Ucap Aida memberontak


Aida berusaha lari dan mendorong tubuh Zayn. Dengan sekuat tenaga Aida menyingkirkan tubuh Zayn agar tidak mendekat pada dirinya.


"Ingatlah Zayn aku ini adikmu" Teriak Aida histeris serta menampar dan mencakar tubuh atletis Zayn Malik Abidzar


"Apa salah? Jika aku menginginkan adik kesayangan ku" Ucap Zayn menarik pinggang Aida agar lebih mendekat ke arah tubuhnya


"Tidak boleh seperti itu Zayn. Hentikan kelakuan bejatmu itu" Teriak Aida yang langsung di bungkam oleh Zayn


Setelah terjadinya pemaksaan, akhirnya Zayn bisa membuka kaki Aida secara lebar-lebar dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.


"Dasar bajingan" Umpat Aida memukul kepala Zayn dengan vas bunga yang berada di atas meja


"Aw..." Pekiknya kesakitan


"Apa kau ingin melukaiku?" Tanya Zayn semakin memaksa Aida untuk melayani dirinya


"Zayn..." Teriak Aida sekuat tenaga


"Diam..." Bentaknya


Aida kembali mencakar punggung Zayn, Zayn tidak ambil diam dan segera mempercepat mainnya. Beberapa menit kemudian Zayn mengeluarkannya.


"Ah..." Suara desahannya

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2