Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 47


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, janji hanyalah janji yang dirinya ucapkan kepada Aida. Namun nyatanya dirinya masih berada di Indonesia. Ya benar saja karena tekanan dari sang Papa. Ben masih berada di Indonesia. Papa Tangseng memerintahkan Ben untuk mengelola perusahaan keluarga miliknya.


Papa Tangseng juga mengancam kepada Ben. Andai Ben tidak bisa melakukannya, maka sudah dipastikan dirinya tidak akan mendapatkan sedikit pun harta dari keluarganya.


Ancaman terus berdatangan kepada Ben, membuat Ben semakin menjadi-jadi. Begitu juga dengan Rose dirinya malah asyik menjodohkan kembali Anaya dengan sang Kakak.


"Hentikan omong kosong mu itu, Rose" Bentak Ben yang tengah duduk di taman belakang rumah


"Aku yakin jika kalian rujak dan berpacaran lagi pasti kau tidak akan sepatah hati begini. Kau tidak akan pernah datang ke Indonesia. Kalau Papa tidak memaksamu, Kak" Ucap Rose tersenyum dengan menepuk pundak Ben yang merupakan sang Kakak


"Urus saja hidup mu sendiri dan jangan campuri urusan hidup ku" Jawab Ben tersenyum sinis melihat wajah Rose


"Aku akan mengundang Anaya untuk makan malam. Aku harap kau bisa hadir" Ucap Rose


"Rose. Hentikan kekonyolan ini, aku sudah memiliki wanita lainnya" Jawab Ben kesal dan segera pergi


"Kak. Apa benar yang kau ucapkan tadi?" Tanya Rose segera berlari mengejar sang Kakak


"Iya" Jawab Ben dengan anggukan


"Astaga maafkan aku, Kak. Aku pikir kau belum bisa move on dari Anaya" Ucap Rose terkekeh


"Dasar..." Umpat Ben yang tidak di teruskan


"Siapa wanita yang sudah membuat jatuh cinta kepada Kakak ku? Siapa namanya, Kak?" Tanya Rose berjalan beriringan menuju ke dalam rumah


"Nanti kau juga akan mengetahuinya" Jawab Ben tersenyum melihat ke arah wajah Rose


"Bagaimana kalau kita menikah di hari yang sama. Pasti sangat menyenangkan" Ucap Rose cengengesan


"Siapa yang akan menikah?" Tanya Papa Tangseng yang sudah berdiri di belakang tubuh mereka


"Papa. Kau membuatku terkejut saja" Jawab Rose gugup


"Siapa yang akan menikah?" Tanya Papa Tangseng kembali menelisik wajah mereka berdua


"Aku dan Kak Ben akan menikah secara bersamaan" Jawab Rose tertawa


"Apakah benar seperti itu Ben?" Tanya Papa Tangseng melihat ke arah wajah Ben begitu intens


"Tidak" Jawab Ben singkat

__ADS_1


"Ayolah, Kak!" Ucap Rose dengan merengek


"Diamlah Rose jangan seperti anak kecil! Ingat ucapan ku kau jangan menikah dengan Zayn. Ok" Jawab Ben langsung pergi


"Dia selalu saja berbicara seperti itu kepada ku. Membosankan" Ucap Rose meringis saat Papa Tangseng melihat wajahnya


"Ck. Kau itu Rose! Sudah jangan dengarkan ucapan Ben. Kau tetap harus menikah dengan Zayn" Jawab Papa Tangseng pergi meninggalkan Rose yang masih mematung di tempatnya


"Papa" Teriak Rose memanggil Papanya


"Hm" Gumamnya menganggukkan kepala


"Tapi Kak Ben punya pacar, Pa" Ucap Rose


"Oh ya" Jawab Papa Tangseng tidak percaya dan terus berjalan


"Papa" Teriak Rose dengan memanyunkan bibirnya yang tidak lagi di hiraukan oleh Papa Tangseng


Ditempat lain, seorang yang sedang berdiri di depan kelas. Selalu melihat ke arah kursi kosong. Ya, itu tempat duduk milik Aida Malik Abidzar.


Zikri senantiasa menunggu Aida datang kembali ke Indonesia. Zikri rasanya ingin sekali mencari keberadaan Aida saat ini. Namun sayang sekali karena urusan pekerjaan, Zikri tidak mampu meninggalkan Indonesia.


Zikri terus memantau perkembangan pencarian Aida melalui orang kepercayaannya. Zikri selalu berharap dirinya dan Aida akan kembali seperti dulu lagi. Meskipun Aida sudah tidak pe*ra*wan yang di beritakan oleh media sosial. Tidak membuat Zikri berkecil hati untuk tetap memiliki Aida.


Zayn berencana akan memproduksi dan menyutradarai filmnya sendiri yang berjudul terjebak dalam dendam. Film tersebut menceritakan tentang kisah percintaan dirinya dengan Aida Malik Abidzar. Dan rencananya juga mereka yang akan menjadi pemeran utama.


Impian itu masih dalam angan-angan Zayn. Secara perlahan dan pasti. Zayn akan merebut hati Aida kembali. Bagaimana pun caranya Aida akan tetap berada di pelukannya.


"Tuan" Ucap Bayu tergesa-gesa saat masuk ke dalam ruangan Zayn


"Bisakah kau sedikit sopan saat masuk ke dalam ruangan ku?" Tanya Zayn mengebrak meja miliknya


"Maaf" Jawab Bayu terbata-bata


"Ada apa?" Tanya Zayn menautkan kedua alis miliknya


"Aku mendengarnya" Jawab Bayu dengan rasa gugupnya


"Ya" Teriak Zayn marah


"Di dalam sana ada Pak Tangseng" Jawab Bayu menarik nafasnya dalam-dalam

__ADS_1


"Kenapa? Cepat katakan" Ucap Zayn geram dengan mengepalkan kedua tangan miliknya


"Papa Abidzar dan Pak Tangseng berbicara soal tanggal pernikahan mu dengan Rose. Sepertinya mereka berencana akan mengganti tanggal pernikahan kalian" Jawab Bayu menjelaskannya


"Apa" Ucap Zayn terkejut dan segera pergi dari ruangan miliknya


Zayn terus berjalan menuju ke arah ruangan Papa Abidzar. Zayn meletakkan telinganya tepat di dekat pintu ruangan tersebut. Dan di detik berikutnya Zayn terkejut dan tersenyum kaku saat pintu itu terbuka.


"Zayn" Ucap Papa Abidzar melihat ke arah wajah Zayn tengah terjatuh di depan pintu tersebut


"Hi..." Jawabnya dengan meringis


"Maafkan aku Tuan. Aku tidak melihat kalau Tuan..." Ucap Dude terbata-bata


"Tidak masalah. Kau tidak perlu meminta maaf kepada ku" Jawab Zayn segera berdiri dan merapikan pakaian miliknya dengan sikap tegak menghadap ke depan


"Zayn apa yang kau lakukan? Apa kau sedang menguping pembicaraan kita?" Tanya Papa Abidzar langsung


"Tidak" Jawab Zayn pura-pura membenarkan rambut miliknya


"Tuan... Mari, saya antar ke depan!" Ucap Dude kepada Pak Tangseng dengan menundukkan tubuhnya


"Hm" Gumamnya yang masih melihat wajah Zayn


"Kemari lah Zayn. Duduk di sini!" Perintah Papa Abidzar dengan menepuk kursi yang berada di samping dirinya


"Iya Pa" Jawab Zayn lirih


"Langsung saja pada intinya. Papa berencana akan mempercepat proses pernikahan mu dengan Rose" Ucap Papa Abidzar tersenyum


"Kenapa?" Tanya Zayn yang tidak mengerti. Karena sesuai dengan kesepakatan di antara kedua belah pihak mereka akan menikah dua bulan lagi


"Papa tidak ingin menunda hal baik" Jawab Papa Abidzar segera berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekat ke arah jendela


"Apa Papa sedang merencanakan sesuatu yang tidak aku ketahui?" Tanya Zayn melihat Papa Abidzar yang berdiri tidak jauh darinya


"Tidak" Jawab Papa Abidzar


"Hm" Gumamnya


"Kau tidak perlu mencemaskan pernikahan mu. Aku sudah memberi perintah kepada mereka untuk menyiapkannya" Ucap Papa Abidzar berjalan menghampiri Zayn yang tengah berdiri dan menepuk pundak Zayn

__ADS_1


"Terimakasih banyak, Pa" Jawab Zayn tersenyum dan segera memeluk Papa Abidzar


Bersambung... ✍️


__ADS_2