Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 17


__ADS_3

Malam hari


Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Satu jam lagi Aida harus bertemu dengan Zikri.


Aida masih menangis di bawah selimut dan tidak ada satupun penyesalan Zayn setelah melakukan percintaan dengannya untuk yang kesekian kalinya.


"Non..." Panggil sang Bibi dari luar pintu kamar milik Aida


"Non. Sudah waktunya makan malam" Ucap Bi Yanti dengan mengetuk pintu tersebut


"Biarkan aku sendiri! Aku tidak ingin makan malam" Teriak Aida kesal


"Baiklah Non. Bibi permisi dulu" Jawab Bi Yanti lirih dan segera pergi


Bi Yanti kembali ke ruang makan, di sana sudah ada Zayn yang sedang menunggu Aida untuk makan malam.


"Di mana dia?" Tanya Zayn kepada Bi Yanti tengah menuangkan air minum untuknya


"Non Aida tidak ingin makan malam" Jawab Bi Yanti menjelaskannya


"Oh... Ya. Benarkah seperti itu? Biasanya dia tidak pernah meninggalkan makan malam" Ucap Zayn santai dan segera pergi menuju ke kamar Aida yang berada di lantai atas


"Tuan... Akan pergi ke mana?" Tanya Bi Yanti


"Aku akan membujuknya" Jawab Zayn


"Bagus itu" Ucap Bi Yanti tersenyum


Setibanya di depan pintu kamar milik Aida. Zayn segera membuka pintu kamar tersebut menggunakan kunci miliknya.


"Cklek... Krekk..." Suara pintu terbuka


Betapa terkejutnya Aida saat melihat Zayn yang masuk ke dalam kamar miliknya.


"Zayn. Apa yang kau lakukan di kamar ku?" Tanya Aida segera bangun dari tidurnya dan melangkah


"Apalagi kalau bukan untuk mengajakmu makan malam bersama" Jawab Zayn berjalan mendekat ke arah Aida


"Zayn tolong hentikan! Jangan sakiti aku" Pinta Aida dengan berteriak


"Menyakiti mu" Ucap Zayn menautkan kedua alisnya


"Aku tidak mau bercinta dengan mu lagi, Zayn" Jawab Aida memundurkan langkahnya


"Apa maksud mu?" Tanya Zayn balik


"Sadarlah Zayn. Kau itu Kakak ku! Kenapa kau tega merusak aku seperti ini" Jawab Aida menundukkan kepalanya


"Mulai sekarang kau bukan Adikku lagi. Kau adalah kekasih ku" Ucap Zayn segera menarik lengan Aida agar lebih mendekat ke arah dirinya


"Aku tidak menginginkan hubungan seperti itu" Jawab Aida menolaknya


"Aku menginginkan mu sebagai kekasih ku. Lebih tepatnya lagi aku ketagihan tubuh mu" Ucap Zayn tersenyum dan segera ******* bibir Aida yang begitu **** di mata Zayn Malik Abidzar


"Em..."


Zayn ********** begitu kasar lalu mendorong tubuh Aida ke atas kasur.


"Cepat bersihkan tubuh mu dan segera turun ke bawah untuk makan malam. Aku menunggumu sayang!" Perintah Zayn dengan mengedipkan salah satu mata miliknya dan pergi


"Gila. Dasar bajingan kau Zayn! Kau manusia terkutuk yang pernah aku temui" Umpat Aida begitu marah

__ADS_1


Aida tidak menghiraukan perintah Zayn, dirinya segera duduk di sofa yang berada di dalam kamar miliknya. Aida mulai menyalakan ponsel miliknya setelah mengisi daya ponsel miliknya.


Terdapat sebuah pesan singkat dari Zikri yang mengingatkan kembali kalau malam ini ada makan malam di restoran manik jam sembilan malam.


Aida melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Aida pun memikirkannya, jujur saja untuk saat ini dirinya tidak ingin bertemu dengan siapa-siapa.


"Tring..." Bunyi ponsel milik Aida


Hanya membutuhkan satu panggil saja, Aida segera mengangkat telepon tersebut.


"Malam cantik" Ucap Zikri dalam telepon tersebut


"Malam Zik" Jawab Aida lirih


"Hm... Apa kau sudah bersiap-siap atau dandan gitu untuk menemui ku malam ini?" Tanya Zikri


"Ha. Apa?" Tanya Aida balik dalam rasa malas


"Kalau pun kau tidak dandan tetap cantik, kok. Kau tau aku sudah menunggu mu sejam yang lalu di restoran manik" Jawab Zikri menjelaskannya


"Apa?" Ucap Aida tidak percaya


"Ada apa dengan mu? Apa kau ingin membatalkannya?" Tanya Zikri


"Maaf..." Jawab Aida mengakhiri pembicaraannya


Zikri yang tidak terima dengan Aida karena memutuskan telepon begitu saja. Zikri segera mengirim pesan singkat kepada Aida. Dirinya akan tetap menunggunya hingga Aida datang.


Aida yang masih duduk di sofa. Merebahkan tubuhnya di atas sofa tersebut. Aida meletakkan ponsel miliknya di atas meja.


Satu jam kemudian Aida tertidur dan lain halnya dengan Zayn dirinya langsung pergi ke suatu tempat setelah Aida menolak untuk makan malam bersamanya.


"Bi... Jam berapa ini?" Tanya Aida yang masih mengantuk dan mulai menyadarkan dirinya


"Maaf Non. Baru jam setengah sepuluh" Jawab Bi Yanti lirih


"Benarkah?" Tanya Aida memastikannya


"Iya. Apa Non Aida ingin makan malam?" Tanya Bi Yanti


"Tidak. Aku ingin tidur saja" Jawab Aida berjalan menuju ke arah tempat tidur miliknya


Terdengarlah suara ponsel berdering,


"Siapa yang menelepon ku" Ucap Aida lirih


"Entahlah Non. Sepertinya sudah dari tadi ponsel Non Aida berdering. Apa jangan-jangan itu telepon dari Nyonya" Jawab Bi Yanti menjelaskannya


"Ambilkan ponsel ku, Bi!" Perintah Aida dengan menunjuk ke arah meja


"Baik" Ucap Bi Yanti dan segera memberikannya kepada Aida


"Kenapa aku bisa melupakannya" Teriak Aida membuat Bi Yanti terkejut


"Bi. Aku harus pergi" Pamit Aida berlari


"Non. Non Aida akan pergi ke mana? Bibi ikut, Non" Ucap Bi Yanti segera mengejar Aida


"Bi. Bi Yanti harus menjaga rumah! Aku hanya pergi sebentar" Jawab Aida langsung masuk ke dalam mobil dan pergi


Setelah sampai di restoran manik jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Di karenakan tempat restoran manik jauh dari rumah Aida.

__ADS_1


"Zik..." Panggil Aida dengan berteriak saat melihat pintu restoran tersebut akan tutup


"Maaf Kak. Restoran kami sudah tutup" Ucap sang pelayan menjelaskannya saat Aida akan menerobos masuk ke dalam restoran tersebut


"Aku harus menunggu seseorang di dalam" Jawab Aida mendorong pelayan itu


"Aku pikir kau tidak akan datang" Ucap seorang lelaki yang tengah berdiri tidak jauh darinya


"Zik... Maafkan aku. Aku terlambat" Jawab Aida tersenyum kaku dan berlari menuju ke arah Zikri


"Belum terlambat dan aku masih menunggu mu" Ucap Zikri membalas senyuman Aida


"Aku mencintaimu, Zik. Jangan tinggalkan aku" Jawab Aida segera memeluk Zikri begitu erat dan Zikir pun membalas pelukannya serta mencium pucuk kepala Aida


"Hm..." Suara berdehem seseorang


"Za... Zayn. Apa yang kau lakukan di tempat ini?" Tanya Aida


"Aku..." Jawab Zayn terpotong


"Sudah lupakan saja. Pak aku ingin menyewa tempat ini. Tolong sajikan makanan yang enak untuk pacarku ini!" Perintah Zikri kepada pelayan tersebut yang masih berdiri di depan pintu masuk restoran tersebut


"Maaf restoran kami sudah tutup, Anda bisa datang kemari besok" Ucap pelayan tersebut menundukkan kepalanya


"Aku akan membayarnya lebih dan akan memberikan uang tips untuk mu juga" Jawab Zikri mencoba membujuk pelayan tersebut


"Aku akan membayarnya tiga kali lipat dari yang dia bayar" Sambung Zayn dengan berkacak pinggang


"Baiklah jika kau yang memintanya dengan syarat aku di perbolehkan berfoto dengan mu dan meminta tanda tangan mu" Ucap pelayan tersebut dengan tersenyum licik


"Tidak perlu. Kita akan pergi dan mencari tempat lain" Jawab Aida menolaknya


"Sayang bagaimana bisa kita menemukan restoran yang masih buka. Mengingat di sekitar sini jauh dari restoran yang lain" Ucap Zikri menjelaskannya


"Mari, silahkan masuk!" Ucap pelayan dengan menundukkan tubuhnya


"Ayo..." Ajak Zayn kepada mereka


"Zik..." Ucap Aida lirih


"Ayo... Aku sudah menyiapkan sesuatu untuk mu" Jawab Zikri tersenyum lalu mengandeng tangan Aida. Untuk masuk bersama ke dalam restoran tersebut


Mereka bertiga duduk di satu meja yang sama. Dan itu membuat Aida sangatlah risih kepada Zayn.


Sedangkan Zikri tidak mempedulikan orang lain yang berada di dalam restoran tersebut. Zikri di mabuk cinta oleh Aida. Bahkan di antara keduanya terang-terangan bermesraan di depan Zayn.


Zikri menyiapkan kejutan untuk Aida yang sudah di persiapkan beberapa bulan yang lalu.


"Apa ini?" Tanya Aida yang tidak mengerti


"Bukalah!" Perintah Zikri dengan tersenyum


"Wow... Cantiknya" Ucap Aida dengan mata berbinar-binar


"Apa kau menyukainya?" Tanya Zikri segera memasangkannya di leher Aida


"Hm..." Jawab Aida menganggukkan kepalanya


"Baru juga segitu. Bagaimana kalau aku yang memberikannya sebuah berlian, emas, mobil, rumah, villa" Ucap batin Zayn tertawa terbahak-bahak


Bersambung... ✍️

__ADS_1


__ADS_2