
Setelah terjadinya cekcok antara Zayn dan Zikri. Akhirnya Zikri memutuskan untuk mengalah, Zayn lah yang mengantar pulang Aida dengan alasan karena mereka satu rumah.
"Zik... Maafkan aku" Ucap Aida lirih dan masih melihat ke arah wajah Zikri
"Tidak masalah" Jawab Zikri tersenyum lalu pergi
"Ayo, kita harus pulang!" Ajak Zayn dengan menarik lengan Aida begitu kencang
"Zayn" Teriak Aida marah
"Ayo..." Ucapnya dengan merangkul Aida
"Aku tidak ingin pulang dengan dirimu" Jawab Aida menolaknya
"Cepat" Ucap Zayn segera menggendong Aida seperti ala bridal style
"Turunkan aku" Teriak Aida dengan memukul kepala Zayn secara brutal
Mobil yang di tumpangi Zayn dan Aida sudah berjalan membelah sepinya malam di kota tersebut. Tidak banyak orang melakukan aktivitas di malam hari. Sehingga Zayn bebas mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan tinggi.
"Apa kau sengaja ingin membunuhku?" Tanya Aida dengan berpegangan begitu kuat
"Ha. Hahaha" Terdengar suara tertawa Zayn begitu kencang dan segera menepikan mobil miliknya
"Apa kau takut sayang?" Tanya Zayn dengan mengelus pipi Aida begitu lembut
Pandangan Zayn tidak lepas dari wajah Aida. Zayn semakin mendekatkan wajahnya ke arah wajah Aida. Hingga dirinya kini sudah berhasil membenamkan ciumannya di bibir Aida.
"Zayn..." Ucap Aida segera mendorong tubuh Zayn
"Sebentar saja" Jawab Zayn merebahkan kepalanya di bahu Aida
"Bagaimana kalau ada yang melihat kita?" Tanya Aida melihat keadaan di sekitarnya
"Apa kau takut?" Tanya Zayn balik
"Hm... Maksud mu?" Jawab Aida membelalakkan kedua bola mata miliknya
"Apa kau berpacaran dengan laki-laki yang tadi itu?" Tanya Zayn yang ingin tahu
"Siapa yang kau tanyakan" Jawab Aida
"Laki-laki itu. Yang tadi itu" Ucap Zayn
"Oh... Apa yang kau maksud Zikri?" Tanya Aida yang mengerti
"Jadi namanya Zikri" Gumam Zayn
"Kenapa kau menanyakan dia? Bukankah kau tadi sudah berkenalan dengan dirinya?" Tanya Aida mengerutkan keningnya
"Ha. Hahaha lupakan saja" Jawab Zayn segera menyalakan mesin mobil miliknya dan melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah
__ADS_1
Beberapa jam kemudian
Aida tengah tertidur pulas di dalam perjalanan tersebut. Aida menyadarkan dirinya saat mobil yang ditumpanginya berhenti di salah satu tempat.
"Kau sudah bangun?" Tanya Zayn segera turun dari dalam mobil miliknya dan langsung membukakan pintu mobil untuk Aida
"Zayn. Kita di mana ini?" Tanya Aida yang tidak mengerti
"Aku ingin minum alkohol dan aku ingin kau menemaniku" Jawab Zayn mengandeng tangan Aida dan segera masuk ke dalam tempat tersebut
"Astaga Zayn. Tempat ini sangat menakutkan" Ucap Aida meremas lengan Zayn begitu erat
"Aw... Kau diamlah dan nikmati saja malam ini" Jawab Zayn tersenyum dan segera merangkul Aida
Zayn membawa Aida menuju ke salah satu tempat VIP room.
"Aku harus pulang" Ucap Aida lirih dan segera berlari
"St..." Jawabnya meraih tangan Aida dan langsung memeluknya
"Zayn jangan lakukan ini kepada ku" Ucap Aida dengan memohon
"Emangnya apa yang akan ku lakukan kepada mu?" Tanya Zayn menautkan kedua alis miliknya
"Hm... Itu" Jawab Aida gelisah
Tanpa banyak bicara Zayn segera mengajak Aida masuk ke dalam ruang tersebut lalu menutup pintunya.
"Duduklah!" Perintah Zayn dengan menepuk tempat duduk di sampingnya
Aida hanya melihat wajah Zayn yang masih tersenyum kepada dirinya. Aida menundukkan kepalanya dan segera berjalan menuju ke arah Zayn dan segera duduk.
"Astaga. Kenapa kau begitu kaku, sih" Ucap Zayn segera memeluk Aida dari samping
"Lepaskan" Jawab Aida lirih
Zayn membuka salah satu botol minuman beralkohol yang terletak di atas meja tersebut dan langsung meminumnya.
"Ah..." Ucapnya lega
Hanya sekali teguk minuman tersebut habis. Kemudian Zayn membuka botol yang lainnya. Lalu menuangkan ke gelas miliknya dan ke gelas yang satunya.
"Minumlah" Ucap Zayn dengan meminum alkohol tersebut
"Cukup Zayn. Nanti kau akan mabuk" Cegah Aida segera meraih botol alkohol dari tangan Zayn
"Aku tidak akan mabuk. Ayo, cepat minum!" Perintah Zayn membantu Aida untuk meminum alkohol tersebut
"A... Pahit sekali" Ucapnya dengan memejamkan kedua mata miliknya
"Nanti juga akan terasa nikmat kok" Jawab Zayn sedikit tertawa
__ADS_1
"Cukup" Ucap Aida saat melihat Zayn kembali menuangkan minuman alkohol tersebut di gelas milik Aida
"Kau harus terbiasa dengan ini" Jawab Zayn menarik tubuh Aida agar lebih mendekat ke arah dirinya
"Zayn..." Ucap Aida dengan pandangan matanya yang kunang-kunang
"Iya sayang" Jawab Zayn segera ******* bibir Aida yang begitu manis saat dirasakannya. Membuat Zayn semakin ketagihan di buat olehnya
Baru beberapa kali meminumnya Aida sudah di buat mabuk kepayang. Aida rasanya ingin terbang melayang di atas awan. Aida tertawa terbahak-bahak melihat keadaan di sekitarnya yang dirinya anggap sangatlah lucu.
Sedangkan Zayn sedari tadi hanya melihat wajah Aida yang begitu ceria. Tanpa basa-basi Zayn segera menerkam Aida dan langsung ******* bibir Aida dan saling membalasnya.
Suasana di dalam ruangan tersebut semakin panas. Membuat di antara mereka menjadi semakin ber*gai*rah dan saling membutuhkan.
"Puaskan aku!" Perintah Aida yang sudah tergeletak lemas di atas sofa tersebut
"Apa. Ha. Hahaha" Suara tertawa Zayn
"Zayn..." Panggil Aida dengan lirih dan segera berdiri dari sofa tersebut. Namun dirinya tidak mampu lagi menopang dirinya
"Duduklah" Ucap Zayn membantu Aida duduk
"Zayn... Puaskan aku! Cepat lakukan, aku sudah tidak tahan lagi" Ucapnya meracau
Aida segera membuka pakaian miliknya sendiri. Hingga semua yang dirinya kenakan lolos begitu saja dan jatuh berserakan di atas lantai. Aida segera naik di atas pangkuan Zayn dan mulai menciuminya.
"Dasar murahan" Umpat Zayn dengan meletakkan tubuh Aida di atas sofa tersebut dan langsung melakukan aksi bejatnya
Hari semakin pagi, mereka masih melakukan pergumulan. Entah berapa kali Zayn menyemburkan cairan miliknya ke dalam gawang Aida.
Aida meracau dan mendesah tak karuan. Zayn semakin tersenyum lebar melihat lawan mainnya tidak bisa mengimbangi lagi pergerakannya.
"Apa kau belum puas ******?" Tanya Zayn berbisik di telinga Aida
"Ha. Hahaha" Aida malah tertawa dan merasa geli
"Apa dia sudah gila?" Tanya Zayn malah tertawa terbahak-bahak melihat keadaan Aida yang sekarang ini
"Ayo, lebih di percepat lagi!" Perintah Aida
"Murahan" Ucap Zayn segera mengakhiri percintaan di antara mereka dan segera memakai pakaian miliknya
Zayn membantu Aida memakai pakaiannya dengan susah payahnya di karenakan Aida menolak untuk memakai pakaian tersebut.
"Sadarlah" Ucap Zayn dengan menampar pipi Aida
"A..." Teriak Aida dan kembali tertidur
"A... Sial. Kenapa dirinya malah tertidur" Umpat Zayn begitu kesal dan menendang sofa tersebut lalu berkacak pinggang
Bersambung... ✍️
__ADS_1