Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 50


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Seorang perempuan mengenakan pakaian serba putih tengah duduk di atas pelaminan dan seorang laki-laki sedang memasuki gedung tersebut dengan senyum di wajahnya.


Hari ini merupakan acara pernikahan Zayn Malik Abidzar dan Rose Maulin Tangseng. Keduanya duduk di hadapan Pak penghulu dan akan segera melaksanakan ijab qobul.


Rose yang duduk di samping Papa Tangseng melihat keadaan di sekitarnya.


"Rose. Siapa yang kau cari?" Tanya Papa Tangseng lirih


"Ben, Pa" Jawab Rose singkat dan pandangannya tidak fokus


"Berhentilah berharap kepada Ben. Ben tidak akan datang" Ucap Papa Tangseng menggenggam tangan Rose begitu erat


Penghulu itu langsung menjabat tangan Zayn dan Zayn mengucapkan lafaz kalimat tersebut dengan benar. Suara sah dan amin para tamu undangan yang terdengar jelas di telinga Rose membuyarkan pandangan Rose.


Mereka saling bertatapan dan pada akhirnya Rose segera mencium punggung tangan suaminya. Begitu juga dengan Zayn dirinya membenamkan ciumannya di kening Rose yang sudah sah menjadi istrinya saat ini.


"Cklek krekk" Suara pintu terbuka


Lampu awalnya yang menyoroti ke arah mempelai kini beralih menyoroti datangnya tamu undangan itu. Semua orang tertuju ke arah datangnya suara sepatu heels tersebut. Terdengar bisikan keras dari para tamu undangan memuji kecantikan wanita itu yang mengenakan gaun terbuka bagian atas dan memperlihatkan bagian dada dan leher yang begitu jenjang.


Zayn maupun Rose segera melihat siapa yang datang. Suara sepatu heels memenuhi gedung tersebut. Membuat orang-orang berbicara dengan sendirinya dan bergosip.


"Kak Ben" Teriak Rose berlari dan langsung memeluknya


"Selamat atas pernikahan mu, Rose" Jawab Ben membalas pelukan sang adik


"Kau" Ucap Rose berteriak melihat wajah Aida yang berada di belakang tubuh Ben


"Apa kau mengenalinya?" Tanya Ben pura-pura tidak mengerti


"Sayang" Panggil Zayn mengikuti Rose


"Aida" Teriak Rose sekuat mungkin


"Kemari lah Sayang!" Perintah Ben kepada Aida


"Hm" Gumam Aida berjalan di samping Ben


"Aida" Panggil Zayn segera meraih tangan Aida


"Jangan sentuh dia" Ucap Ben mencegahnya, sedangkan Aida terus mencengkeram lengan Ben dan merasa ketakutan


"Apa maksud mu, Ben?" Tanya Zayn kembali mencoba meraih tangan Aida

__ADS_1


"Zayn" Bentak Rose marah dan mendorong tubuh Zayn agar menjauh dari Aida


"Apa kau datang sengaja ingin merusak hari bahagia ku?" Tanya Rose berkacak pinggang di hadapan Aida


"Rose hentikan omong kosong mu itu" Ucap Ben dengan berteriak


"Siapa yang mengundang wanita ini?" Tanya Rose menunjuk ke arah wajah Aida


"Tenangkan dirimu, Rose" Bentak Ben yang tangannya terus menggenggam tangan Aida begitu erat


"Apa kau yang sudah mengundang wanita ini?" Tanya Rose melihat ke arah wajah Zayn


"Tidak" Jawab Zayn dengan segera


"Oh... Jadi rupanya kau tamu tak di undang" Ucap Rose tertawa terbahak-bahak


"Pergi!" Usir Rose kepada Aida dengan menunjuk ke arah pintu keluar


"Aku datang ke mari memberikan selamat kepada dirimu dan kenapa kau malah mengusirku?" Tanya Ben tersenyum licik dengan melihat ke arah wajah Zayn yang sudah tidak berdaya lagi


"Aku mengusir wanita murahan itu" Jawab Rose memelototkan kedua bola mata miliknya


"Hah. Aku datang ke mari bersama dengan dirinya. Jadi kau juga mengusirku bukankah seperti itu" Ucap Ben menjelaskannya


"Jangan sentuh Istri ku" Teriak Ben yang menggelegar dan menjadi pusat perhatian para tamu undangan


Papa Tangseng, Papa Abidzar, dan Mama Ratih pun tak kalah terkejut mendengarkan ucapan Ben. Mereka mendekat ke arah Ben dan berada di tengah-tengah mereka.


Begitu juga Aida, dirinya tercengang saat Ben berkata seperti itu.


"Kau bilang istri mu? Sejak kapan kalian menikah? Jangan membohongi ku" Ucap Zayn terus memaksa Aida agar berjalan


"Zayn aku ini istri mu dan bukan dia" Ucap Rose segera melepaskan tangan mereka


"Dia istri ku dan aku tidak mengizinkan mu untuk berbicara dengannya" Sambung Ben segera memeluk tubuh Aida dari samping


"Dia milikku dan kau tidak pantas berbicara seperti itu kepada ku" Jawab Zayn memelototkan kedua bola mata miliknya dan menarik paksa tubuh Aida. Agar mendekat ke arah dirinya


Terjadilah cek-cok di antara keduanya, mereka saling menonjok wajah. Aida yang ingin melerai di antara keduanya malah tidak bisa menjaga keseimbangannya. Saat kaki itu ingin menginjak tubuh Ben. Aida langsung memeluk erat tubuh Ben, hingga pada akhirnya punggung Aida di injak oleh Zayn.


Ben menepikan tubuh Aida dan berusaha berdiri untuk membalas pukul Zayn. Malah lagi-lagi Aida melindungi tubuh Ben dan pukulan itu tepat mengenai perut Aida. Aida terjatuh di atas lantai dan di detik berikutnya dirinya mengeluarkan darah.


Darah itu terus mengalir hingga pakaian yang Aida kenakan sudah tidak tahu bentuknya lagi. Ben berteriak memeluk tubuh Aida yang tengah merasakan kesakitan.

__ADS_1


"Seseorang tolong cepat hubungi ambulance!" Perintah Ben dengan berteriak


"Aida" Ucap Mama Ratih yang akan menolong Aida namun di cegah oleh Papa Abidzar


"Tetap di tempat mu!" Perintah Papa Abidzar mencengkeram lengan Mama Ratih begitu kuat


"Pa..." Panggil Mama Ratih lirih namun tidak di hiraukan


Ben segera menggendong Aida masuk ke dalam mobil ambulance. Zayn yang ingin naik dan menolong Aida, tubuhnya malah di dorong Ben agar keluar dari dalam mobil tersebut.


Dengan langkah panjangnya, Zayn menuju ke tempat parkir dan langsung menyalakan mesin mobil miliknya mengikuti mobil ambulance tersebut.


Aida yang sudah di bawa masuk ke dalam ruang UGD membuat Ben. Terus berjalan mondar-mandir di depan pintu ruangan tersebut. Sesekali Ben melihat jam tangan yang dirinya kenakan. Namun Dokter tak kunjung keluar dari ruangan tersebut.


Tak jauh darinya di sana ada Zayn tengah duduk dan menangis.


Ben segera duduk menyalahkan ponsel miliknya menghubungi seseorang.


"Nyonya maafkan aku" Ucap Ben dalam telepon tersebut


"Ada apa Ben dan kenapa kau meminta maaf kepada ku?" Tanya Melinda


"Aida. Berada di rumah sakit dan ini semua salahku" Jawab Ben tanpa basa-basi


"Apa" Ucap Melinda terkejut


"Cepat datang lah ke Indonesia! Aku tidak tahu harus berbuat apa!" Ucap Ben segera mengakhiri pembicaraannya


"Dok..." Panggil Ben segera berdiri dari tempat duduknya dan mendekat


"Siapa keluar pasien yang berada di dalam?" Tanya Dokter tersebut


"Aku" Jawab Ben


"Maaf Tuan. Istri anda mengalami keguguran" Ucap Dokter itu menjelaskannya dan segera pergi


"Apa keguguran? Maksudnya Aida keguguran" Ucap Zayn berjalan mendekat ke arah mereka


"Dasar pembunuh! Kau sudah membunuh calon anak ku" Teriak Ben secara brutal memukul wajah Zayn yang masih berdiri dan tidak melawannya


Ponsel Zayn terus berdering dan dirinya tidak mengangkat panggilan tersebut. Zayn meninggalkan Rose yang masih berada di acara pernikahan mereka. Dengan langkah sempoyongan Zayn masuk ke dalam ruangan tersebut. Ben yang melihat Zayn masuk ke dalam ruangan tersebut mendorong tubuh itu yang sudah tidak berdaya lagi agar ke luar dari dalam ruangan tersebut.


Ben terus menangis sesenggukan di samping tubuh Aida yang belum sadarkan diri. Ben menggerutu kesalahannya sudah membawa Aida ke acara pernikahan sang adik.

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2