
Zayn kembali melakukan syuting seperti biasanya. Walaupun pikiran Zayn di penuhi oleh seseorang wanita.
Dalam hitungan jam sang anak buah wajib melaporkan segala sesuatu berkaitan dengan wanita tersebut.
Zayn semakin murka saat melihat foto sepasang kekasih yang tengah di mabuk asmara. Pasangan tersebut sedang melakukan makan siang di salah satu restoran. Bahkan anak buah Zayn mengirimkan sebuah video dan merekam mereka secara diam-diam.
"What. Apa mereka sedang berpacaran" Ucap Zayn segera berdiri dari tempat duduknya dan pergi
"Tuan. Tuan akan pergi ke mana?" Tanya Bayu sang asisten mengikuti langkah kaki Zayn
"Aku harus pergi ke suatu tempat" Jawab Zayn dengan langkah panjangnya
"Lima menit lagi Tuan harus melakukan syuting. Tuan tidak boleh pergi begitu saja" Ucap Bayu mencegahnya
"Kau saja yang menggantikannya" Jawab Zayn asal dan sedikit tertawa
"Gila" Umpat Bayu tidak percaya
Benar saja baru beberapa menit kemudian Bayu di panggil oleh rekan timnya yang menanyakan soal keberadaan Zayn. Bayu mencari seribu alasan agar memberikan waktu untuk Zayn. Bayu mengatakan kepada mereka kalau Zayn tiba-tiba mendadak sakit.
"Ha... Sakit. Bukankah tadi dia baik-baik saja" Ucap Sang sutradara
"Pak Zayn sekarang berada di rumah sakit. Aku rasa sekarang Bapak harus memberikan waktu untuk Zayn istirahat. Bapak bisa meminta yang lain untuk melakukan syuting terlebih dahulu" Jawab Bayu menjelaskannya
"Tidak bisa begitu lha. Zayn kan pemeran utamanya. Bagaimana, sih" Ucapnya dengan nada marah
"Sial" Umpat Bayu dalam hati
"Pak. Apa Bapak sengaja ingin mempekerjakan artis yang sedang sakit?" Tanya Bayu
"Apa yang kau tanyakan dasar bodoh" Jawabannya dengan mengumpat
"Ah... Benar-benar" Ucap Bayu tersenyum licik
"Ok baiklah syuting hari ini selesai dan kita lanjutkan besok lagi!" Teriak sang sutradara memberikan arahannya
"Pak jangan begitu dong. Aku sudah make up dari sejam yang lalu dan tanpa alasan jelas Bapak menghentikan syuting hari ini begitu saja" Ucap salah satu artis yang lainnya
"Kau diamlah. Lebih baik kalian semua pulang saja! Aku muak dengan model artis jaman sekarang sok jual mahal dan kalau sepi job mengemis-ngemis ingin mendapatkan peran" Jawab Sutradara ketus
"Astaga. Bisa-bisanya dia berbicara seperti itu kepada kami. Dasar tua bangka kepala botak" Sambung yang lainnya
__ADS_1
Satu persatu di antara mereka segera meninggalkan tempat syuting. Bayu yang merupakan asisten Zayn segera pergi menuju ke rumah Tuanya. Sesampainya di sana Bayu tidak lagi mendapatkan Zayn. Bayu lebih menunggu Tuannya di rumah ketimbang meneleponnya. Dan Bayu juga tidak ingin terkena omelan sang majikan.
Dengan langkah tergesa-gesa Zayn Malik Abidzar masuk ke dalam salah satu restoran. Tanpa pengawalan para bodyguard, Zayn malah menjadi pusat kerumunan banyak orang. Zayn yang di kelilingi oleh para pengunjung restoran. Semakin sulit Zayn pergi dari restoran tersebut.
Bahkan di antara mereka ada yang meminta foto dan ada pula yang sengaja mencubit pipi Zayn dengan begitu brutal. Berteriak secara histeris saat melihat sang idolanya datang ke tempat umum tanpa pengawalan ketat.
Seorang satpam restoran berusaha mengamankan Zayn Malik Abidzar dari kerumunan dan berhasil di amankan. Zayn yang awalnya ingin menemui seseorang malah berujung sangat tragis.
Zayn berhasil lolos dan masuk ke dalam mobil miliknya dan segera pergi meninggalkan restoran. Dalam perjalanan pulang para fans masih mengikuti mobil Zayn. Zayn semakin kesal saat melihatnya melalui kaca spion.
"Gila... Benar-benar gila" Umpat Zayn dengan membanting setir
Zayn menancapkan gas dan mulai menyalip mobil yang berada di depannya. Zayn berhasil lolos namun saat lampu merah menyala Zayn kembali bertemu dengan mereka. Dan terjadilah kejar-kejaran di antara mereka. Hingga beberapa jam kemudian Zayn lolos dari mereka.
"A... Kenapa aku harus hidup seperti ini" Ucap Zayn saat ini yang berada di jalan
Zayn segera menepikan mobil miliknya untuk beristirahat sejenak. Zayn memijat kepalanya yang terasa pusing. Zayn membuka kaca mobil miliknya dan melihat keadaan di sekitarnya. Tidak ada satu kendaraan pun yang berlalu lalang di jalan raya tersebut. Zayn segera keluar dari dalam mobil miliknya.
"Rasanya aku ingin hidup di tempat sepi seperti ini" Ucap Zayn menghirup udara yang begitu segar dan sejuk
"Tetaplah tenang" Ucap Zayn lirih dan memejamkan kedua mata miliknya dengan merentangkan kedua tangannya
"A..." Teriak Zayn frustasi
Zayn kembali mengendarai mobil miliknya. Dalam perjalanan pulang Zayn menemukan salah seorang yang tengah berjalan. Zayn pun bertanya kepada orang tersebut. Betapa terkejutnya Zayn saat orang tersebut menjawab kalau Zayn berada di desa kedondong.
"A... A... Hua..." Suara Zayn antara menangis atau tertawa
Setelah sampai di rumah Aida kembali teringat soal Zayn.
"Apa yang Zayn lakukan di restoran tadi dan kenapa dia pergi tanpa Bodyguard" Pikir Aida yang tidak mengerti dan sulit di pahami
"Apa jangan-jangan? Astaga... Sudah cukup Aida! Kau tak perlu repot-repot memikirkan Zayn Malik Abidzar. Ck" Ucap Aida dengan memukul kepalanya sendiri
Aida kembali berjalan dan saat dirinya akan melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam rumah miliknya. Aida di kejutkan oleh Bi Yanti yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.
"Bibi..." Ucap Aida terkejut dengan mengelus dadanya
"Terkejut, ya?" Tanya Bi Yanti dengan meringis
"Tidak" Jawab Aida memalingkan wajahnya dan segera masuk ke dalam
__ADS_1
"Non maafkan Bibi" Teriak Bi Yanti mengikutinya
"Jangan ikut aku terus" Ucapnya ketus
"Aku tidak mengikuti, Nona" Jawab Bi Yanti namun masih berjalan di belakang Aida
"Ada apa sih?" Tanya Aida menghentikan langkah kakinya
"Tuan dan Nyonya pergi ke Jerman untuk beberapa hari dan Nyonya memerintah Nona agar tidak keluar rumah. Nona hanya di perbolehkan pergi ke kampus saja" Jawab Bi Yanti menjelaskannya
"Sudah. Apa ada yang lainnya?" Tanya Aida berkacak pinggang di hadapan Bi Yanti
"Tidak ada" Jawab Bi Yanti dengan sigap
"Kenapa mereka tiba-tiba pergi ke Jerman?" Tanya Aida yang tidak mengerti
"Nyonya hanya mengatakan ada urusan bisnis" Jawab Bi Yanti tersenyum
"Oh..." Ucap Aida segera naik ke lantai atas
"Hanya oh saja" Jawab Bi Yanti tidak percaya
"Aku ingin beristirahat. Tolong jangan ganggu diriku!" Ucap Aida dengan berteriak
"Baik Non. Hubungi Bibi jika membutuhkan sesuatu" Jawab Bi Yanti berteriak yang masih berdiri di atas tangga-tangga
Setelah masuk ke dalam kamar miliknya. Aida segera mengunci pintu tersebut dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Melelahkan sekali" Ucapnya lirih
"Zik... Terimakasih untuk hari ini" Ucap Aida dalam pesan singkat yang akan di kirimkan kepada Zikri sebelum tidur
Di tempat lain
Seseorang tengah tersenyum ketika sedang membaca pesan singkat dari sang pujaan hati.
Zikri segera membalas pesan singkat tersebut dengan stiker love.
"Apakah Aida akan menerima cintaku?" Pikir Zikri dalam lamunannya
Bersambung... ✍️
__ADS_1