Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 12


__ADS_3

Aida sudah tidak sabar lagi ingin membuka hadiah dari Pak Zikri dan setelah Aida membuka hadiah tersebut, Aida sangat menyukainya


Saat Aida akan tidur dirinya mendengarkan suara ponsel miliknya yang menandakan dirinya mendapatkan pesan singkat dari seseorang. Aida segera membacanya dan di detik berikutnya, Aida tersenyum dengan sendirinya.


"Apa kau menyukainya?" Tanya Pak Zikri dalam pesan singkatnya


"Iya. Bagaimana kau bisa mengetahui jika aku menyukai boneka babi?" Tanya Aida balik dalam balasan pesan singkat yang dikirimkannya kepada Pak Zikri


"Bukan masalah besar bagi ku, hanya dengan mengedipkan salah satu mata ku. Aku bisa mencari informasi semua tentang mu" Jawab Pak Zikri dengan emoticon tersenyum


"Oh ya" Ucap Aida dalam balasan pesan singkat tersebut


"Apa kau tidak mempercayaiku?" Tanya Pak Zikri


"Ha. Hahaha" Jawabannya


Dan di detik berikutnya Aida memotret dirinya sedang memeluk boneka babi yang cukup besar dan kemudian mengirimkannya foto tersebut kepada Pak Zikri.


"Cantik" Komentar Pak Zikri


"Boneka, ya?" Tanya Aida melalui pesan suara


"Bukan. Tapi kamu yang sangat cantik. Bolehkan aku menelepon mu?" Tanya Pak Zikri balik


Tanpa menunggu balasan dari Aida, Pak Zikri lebih dahulu melakukan telepon video call.


"Bagaimana ini? Angkat atau tidak. Angkat atau tidak" Ucap Aida berulang kali


Dan akhirnya Aida mengangkat panggilan video call tersebut.


"Hi. Malam" Sapa Pak Zikri tersenyum melihat wajah Aida


"Selamat malam, Pak. Eh... Malam Zik" Jawab Aida tersenyum kaku


"Apakah besok kau ada kegiatan?" Tanya Pak Zikri


"Tidak" Jawab Aida singkat


"Aku ingin mengajakmu menonton. Aku dengar ada film baru dan kau tahu siapa yang membintangi film tersebut?" Tanya Pak Zikri


"Siapa?" Tanya Aida balik yang tidak mengerti


"Kakak mu" Jawab Pak Zikri


"Hm... Zayn" Ucap Aida dengan malas


"Iya. Siapa lagi Kakakmu yang bermain film kalau bukan Zayn Malik Abidzar" Jawab Pak Zikri sedikit tertawa


"Oh" Jawabannya


"Nonton, yuk besok! Di lihat dari judul filmnya sih sepertinya seru!" Ucap Pak Zikri


"Apa judul filmnya?" Tanya Aida penasaran


"Terjebak dalam dendam" Jawab Pak Zikri


Saat mendengarkan jawaban Pak Zikri, Aida menguap dan merasa muak mendengarkan nama Zayn. Apalagi mengenai judul filmnya tersebut.


"A... Aku rasa kau mengantuk. Cepat tidurlah dan kita sambung besok lagi" Ucap Pak Zikri


"Baiklah" Jawab Aida segera mengakhiri pembicaraannya


"Aish... Kenapa dia seperti itu? Bahkan tidak mengucapkan selamat malam dan selamat tidur untuk ku" Ucap Pak Zikri kesal dan cemberut


Di tempat lain


Seseorang sedang kesal melihat foto-foto Aida yang berkencan bersama dengan seorang Dosen tampan.


"Kenapa kalian baru melaporkannya sekarang?" Tanya Pria tersebut dengan menendang satu persatu para anak buahnya


"Maafkan kami Tuan" Jawabannya dengan menundukkan kepalanya


"Kalian masih berani berbicara, sedangkan kalian sudah benar-benar melakukan kesalahan yang sangat fatal?" Tanya Pria tersebut semakin brutal menghajar para anak buahnya

__ADS_1


"Maaf Bos. Kami sudah mengirimkan pesan ke Bos mengenai Nona Aida. Namun Bos tidak membalasnya" Jawab salah satu diantaranya memberanikan diri


"Pesan. Apa maksud mu? Bahkan aku tidak menerimanya. Ck" Ucap Pria tersebut dengan memalingkan wajahnya


"Tuan tolong hentikan semua ini sebelum terjadi sesuatu" Cegah Sang asisten


"Ha. Aku tidak percaya kau bisa berbicara seperti itu kepada ku. Apa kau sedang membela mereka?" Tanya Pria tersebut kepada sang asisten


"Bukan begitu Tuan. Lihatlah wajah mereka sudah memar-memar akibat ulah, Tuan" Jawab Sang asisten


"Itu karena mereka salah" Ucapnya


"Maaf Tuan. Sebaiknya Tuan tinggalkan tempat ini sekarang juga dan pikiran soal besok" Bujuk Sang asisten


"Astaga kau ini kenapa cerewet sekali, sih" Ucapnya dengan kesal dan segera pergi


Keesokkan harinya


Dalam balutan setelan jas berwarna putih dan kacamata hitam. Zayn Malik Abidzar melakukan konferensi pers mengenai film yang dirinya bintang dengan judul terjebak dalam dendam akan tayang pada hari ini.


Zayn Malik Abidzar berjumpa dengan para fansnya di bioskop sebelum film tersebut akan di tayangkan.


Para penonton semakin bersorak saat melihat Zayn Malik Abidzar yang begitu gagah dan tampan dapat memikat hati para wanita menjadi sangat histeris dibuatnya.


Dalam acara tersebut Zayn dapat melihat Aida tengah duduk berada di antara para fansnya. Zayn seketika tersenyum licik saat melihat wajah Aida tengah terawat lepas ketika sedang berbicara dengan seorang pria.


"Brengsek" Umpat Zayn dalam hati


Setelah melakukan konferensi pers, Zayn tidak ikut menonton dengan para fansnya. Zayn malah memilih untuk keluar dari dalam bioskop tersebut dengan alasan tertentu.


"A..." Teriak Zayn yang sudah berada di dalam mobil


"Tuan" Ucap Bayu terkejut


"Diam" Bentak Zayn


"Maaf" Ucap Bayu sangat lirih


"Kita pulang ke rumah!" Perintah Zayn kepada Bayu


Setelah sesampainya di rumah


Zayn meraih salah satu botol alkohol yang tersusun rapi di atas rak. Dirinya segera membuka botol alkohol tersebut dan meminumnya. Satu botol alkohol pun telah habis, kini dirinya membuka botol alkohol kembali dan meminumnya.


Keadaan Zayn sudah mabuk dan dirinya sudah tidak bisa terkendali. Zayn selalu menyebut nama Aida, Zayn terkadang tertawa dan terkadang menangis. Suasana hati Zayn begitu sangat rapuh.


"Tuan tolong hentikan! Tuan tidak boleh meminumnya lagi!" Perintah Bayu dengan memegang erat botol alkohol tersebut


"Kau siapa berani-beraninya dirimu memerintah ku" Ucap Zayn berjalan sempoyongan menuju ke arah Bayu


"Jangan bergerak dan tetaplah diam di tempat mu!" Bentak Bayu


"Is... Sial" Ucap Zayn menghentikan langkah kakinya dan berdiam diri


"Bagus. Tetaplah di tempat" Jawab Bayu segera pergi ke dapur untuk menyimpan botol alkohol tersebut. Agar Tuannya tidak meminumnya lagi


"Hei... Bayu. Apa kau masih lama? Apa aku tidak boleh bergerak?" Tanya Zayn tertawa dan tersenyum dengan sendirinya


Tidak ada jawaban dari Bayu


"Bayu... Apa kau sengaja ingin mengajakku main petak umpet" Ucap Zayn terkekeh


"Apa dia sudah benar-benar menjadi orang gila" Jawab Bayu tertawa lirih


"Bayu... Aku hitung sampai dua ini. Satu... Dua..." Ucap Zayn


"Hm..." Jawabnya saat Zayn memeluk tubuh Bayu begitu erat


"Kau harus istirahat, Tuan" Ucap Bayu membawa Zayn masuk ke dalam kamar. Setelah membantu membaringkan Zayn di atas tempat tidur. Bayu keluar dari dalam kamar Zayn


"Minumanku mana" Teriak Zayn yang tidak di hiraukan lagi oleh Bayu


Bayu yang berada di ruang tamu merebahkan tubuhnya di atas sofa yang begitu empuk. Untuk sejenak Bayu merasakan kenyamanan dan akhirnya tertidur.

__ADS_1


Saat Baby mendatangi rumah Zayn tak ada satupun di antara mereka yang membukakan pintu rumah tersebut. Bahkan Bayu yang berbeda di ruang tamu pun tidak mendengarkannya.


Baby mengambil kunci miliknya yang berada di dalam tas dan segera membuka pintu tersebut.


"Bau sekali" Ucap Baby saat membuka pintu tersebut dan melihat begitu banyak botol alkohol yang berserakan di atas lantai


"Zayn... Sayang... Kau di mana sayang? Aku datang untuk mu" Ucap Baby lirih dengan melihat keadaan di sekitarnya untuk mencari keberadaan Zayn


Baby menuju ke kamar Zayn dan dirinya terkejut saat melihat Zayn yang tengah tertidur di atas tempat tidur dengan sangat pulas.


"Sayang..." Ucap Baby lirih dan segera naik ke atas tempat tidur


"Hoek" Baby rasanya ingin muntah saat berdekatan dengan Zayn yang seluruh tubuhnya bau alkohol


Baby melepaskan satu persatu pakaian yang Zayn kenakan dan melemparkannya ke sembarang arah.


Setelah dilucutinya kini Baby pun segera membuka pakaian miliknya dan hanya meninggalkan penutup saja bagian tertentu. Baby berbaring di samping Zayn dan memeluk Zayn begitu erat.


Beberapa jam kemudian


Zayn merasakan kesakitan saat akan mengerahkan tubuhnya. Lengan Zayn yang di jadikan bantal oleh Baby, membuat Zayn kesakitan.


"Baby" Ucap Zayn lirih saat melihat wajah Baby begitu samar-samar


Zayn segera meletakkan kepala Baby di atas bantal dan dirinya kembali tertidur dengan membelakangi tubuh Baby.


Baby yang sadar segera memeluk tubuh Zayn dari belakang, mulai menciumi leher dan punggung Zayn. Gerakan Baby semakin liar tangan Baby kini mulai menggerayangi tubuh Zayn bagian bawah.


Ah...


"Stt... Biarkan aku yang bermain" Ucap Baby mencium bibir Zayn


Baby masih menciumi bibir Zayn dan Zayn berada di bawah kungkungan Baby.


Baby mulai mempertemukan miliknya dengan milik Zayn. Sesekali Baby menggeseknya dan tidak memasukkannya.


"Baby plis... Jangan siksa aku" Ucap Zayn mendesah


"Apa kau menginginkannya?" Bisik Baby


"Hm" Gumamnya dengan melengkung


Setelah setengah perjalanan bermainnya di atas ranjang. Bayu yang berbeda di ruang tamu mendengarkan orang sedang tertawa. Bahkan sesekali terdengar suara rintihan dan *******.


"Suara siapa itu" Ucap Bayu segera bangun dan mencari sumber asal suara tersebut


"Hahaha" Terdengarlah suara tertawa


"Apa rumah ini ada setannya, ya" Ucap Bayu sudah merinding


Bayu berjalan menuju ke arah kamar Zayn dan ingin memastikan keadaan Zayn baik-baik saja.


"Astaghfirullah" Ucap Bayu segera menutup kedua matanya dengan tangannya sendiri


"Ya Tuhan apa yang sudah aku lihat" Ucap Bayu membuka kembali kedua mata miliknya


"Baby, Zayn. Baby... Zayn..." Ucap Bayu malah menonton mereka sedang melakukan adegan ranjang


"Sial... Apa mereka tidak memiliki perasaan? Kenapa mereka tidak mengajakku untuk bergabung" Ucap Bayu segera pergi


"A... Nasib-nasib jadi orang jomblo" Ucap Bayu saat berada di dalam mobil miliknya dan segera pulang ke rumah miliknya


Dalam perjalanan pulang menuju ke rumah miliknya. Bayu masih teringat jelas di antara keduanya yang begitu polos tanpa sehelai benangpun.


"Di mana aku bisa mendapatkan perempuan seperti Baby" Pikir Bayu yang merusak kesehatan otaknya


Lekukan tubuhnya, desahannya, gairahnya, bahkan ukuran dalaman Baby, Bayu sudah mengetahuinya.


Beruntung sekali Zayn memiliki perempuan seperti itu.


Bayu yang masih laki-laki tulen kalaupun melihat adegan seperti tadi. Dirinya sudah terbakar gairah dan tidak bisa mengendalikan dirinya.


"A... Ha... Aku tahu caranya" Ucap Bayu tersenyum licik

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2