Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 31


__ADS_3

Setelah kejadian yang menimpa dirinya dan Martin kini mereka berusaha mencari cara agar bisa mendapatkan uang sepuluh milyar. Melinda mencari pinjaman uang ke teman-temannya. Namun mereka tidak ada yang meminjamkan uang kepada Melinda mengingat jumlah uangnya cukup banyak.


Martin pun sebaliknya dirinya hanya memiliki uang satu milyar. Uang itu pun harus di putar untuk modal perusahaannya yang masih dalam keadaan merintis.


"Aku harus bagaimana?" Tanya Melinda dengan memijat kepalanya yang terasa pusing memikirkan syarat Papa Abidzar


"Sebaiknya kita harus menemui Abidzar, sudah terlalu lama jika kita harus menundanya terus" Jawab Martin yang tengah berdiri di dekat jendela


"Apa kau sudah memiliki uangnya?" Tanya Melinda berjalan mendekat ke arah Martin


"Hanya satu milyar itu pun uang perusahaan ku. Bagaimana dengan mu? Berapa jumlah uang yang tersisa dalam tabung mu?" Tanya Martin balik


"Hanya ada lima puluh juta" Jawab Melinda lirih


"Lima puluh juta! Bagaimana bisa" Ucap Martin terkejut


"Bukankah selama ini kau terus menerus meminta uang kepada ku untuk modal perusahaan mu" Jawab Melinda memalingkan wajahnya


"Baiklah. Simpan saja uang mu itu dan pakai saja uang perusahaan" Ucap Martin segera pergi


Ditempat lain, seorang dosen tampan sedang melakukan penyelidikan dengan mengintrogasi teman-teman terdekat Aida Malik Abidzar. Dosen tampan itu pun semakin khawatir ketika tidak menemukan Jawabannya. Terakhir dirinya bertemu dengan Aida saat Ibunya membawa Aida ke rumah miliknya dan setelah itu Zikri tidak lagi melihat wajah Aida.


"Ponsel Aida di luar jangkauan, Pak" Ucap Soraya menjelaskannya


"Iya aku mengerti" Jawab Zikri lirih


"Apa Bapak belum melihat rekaman video skandal itu?" Tanya Soraya lirih dan hati-hati


"Aku sudah melihatnya dan aku tidak mempercayainya sebelum Aida yang menjelaskannya sendiri kepada ku" Jawab Zikri menghela nafasnya


"Iya benar. Aku pun sama tidak mempercayainya" Sambung Yuda yang berjalan menuju ke arah mereka


"Yud... Yuda" Panggil Soraya lirih


"Hm" Gumamnya dengan menganggukkan kepala


"Tapi anehnya kan. Ada seorang pasangan bisa di katakan suami istri datang ke rumah ku dan mencari keberadaan Aida. Bahkan orang itu masuk ke dalam rumah ku dan mengeledah rumah ku. Mengerikan tidak, sih" Ucap Soraya menjelaskannya


"We... Apa" Jawab Yuda terkejut


"Benarkah seperti itu? Ibuku juga menemukan Aida pada malam itu. Membawa Aida ke rumah milik ku. Tapi... Tapi aku tidak menahannya! Aku membawa Aida pergi ke rumah sakit. Setelah itu aku mengantar Aida ke rumah Soraya" Ucap Zikri menjelaskannya


"Wah... Jangan-jangan" Jawab Yuda dan Soraya secara bersamaan


"Sesuatu sudah terjadi kepada Aida" Ucap Zikri melipat kedua tangan miliknya dengan pandangan menatap ke depan


"Kita harus bagaimana ini, Aida" Ucap Soraya lirih dengan mengelus dadanya

__ADS_1


"Sebaiknya kau segera pergi ke rumah Aida. Bersikaplah seperti biasa agar mereka tidak mencurigai kalian" Jawab Zikri memberikan perintah kepada Soraya dan Yudi


"Iya kita harus pergi ke rumah Aida" Ucap Yuda melihat ke arah wajah Soraya


"Baiklah aku akan pergi ke kelas selanjutnya. Kabari aku jika ada yang mencurigakan" Ucap Zikri segera pergi


Soraya dan Yuda mulai bergegas menuju ke rumah Aida. Tepat di depan rumah Aida banyak sekali orang yang memakai pakaian serba hitam sedang berjaga di depan rumah Aida.


"Siapa mereka dan kenapa penjagaannya begitu ketat?" Tanya Soraya kepada Yuda


"Aku tidak tahu" Jawab Yuda segera turun dari dalam mobil miliknya


"Pak..." Panggil Yuda kepada satpam tersebut yang berjaga


"Ada apa?" Tanya satpam itu dengan ketus


"Bisakah Bapak membuka pagarnya" Ucap Yuda tersenyum


"Siapa kalian?" Tanya Satpam itu menunjuk ke arah Yuda dan juga Soraya


"Apa Bapak tidak mengenali kita-kita?" Tanya Soraya menepuk pundak Satpam itu dan bersikap ramah


"Tidak" Jawabnya dengan sinis


"Bapak melupakan kita, ya? Kita teman Aida" Ucap Yuda tersenyum


"Tapi kita ingin masuk ke dalam" Desak Soraya kepada Satpam tersebut


"Cepat tinggalkan rumah ini! Sebelum Papa Abidzar marah kepada kalian berdua!" Usir Satpam


"Ayo!" Ajak Yuda segera menarik tangan Soraya


Mereka segera masuk ke dalam mobil miliknya dan tetap berjaga di sekitar rumah Aida. Mereka akan pergi setelah melihat wajah Aida.


Beberapa jam kemudian, sebuah mobil mewah keluar dari kediaman Aida. Dan mobil itu biasa di tumpangi oleh Papa Abidzar.


"Bagaimana? Apa kita akan tetap berdiam diri di sini?" Tanya Soraya kesal


"Sepertinya begitu" Jawab Yuda mengaruk kepalanya yang tidak terasa gatal


"Aku akan masuk ke dalam dan berbicara kepada satpam itu" Ucap Soraya


"Jangan" Cegah Yuda dengan menarik lengan Soraya


"Hatiku mengatakan kalau Aida dalam bahaya" Ucap Soraya menangis


"Tenangkan dirimu. Bagaimana bisa kita melawan Abidzar?" Tanya Yuda mencoba menenangkan Soraya yang tengah menangis

__ADS_1


Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi setelah hari mulai malam. Yuda mengantar Soraya pulang ke rumahnya.


"Ma... Mama" Suara Aida mengigau dalam tidurnya


"Mama" Teriak Aida tersadarkan


"Ma... Tolong Aida, Ma" Ucap Aida menangis sesenggukan


Sulit di ungkapkan rasanya Aida lebih memilih mati dari pada hidup dalam kesendirian dan keterpurukan yang dia rasakan seorang diri.


"Tolong... Tolong bukakan pintunya" Teriak Aida dengan tubuh yang lemas


"Suara siapa itu?" Tanya Johan yang terbangun


"Entahlah Bos" Jawab Sam kembali tertidur


"Mama... Papa.... Kak Yasrul tolong aku" Teriak Aida dengan menggedor pintu tersebut


"Sam. Apa kau mendengarkan sesuatu?" Tanya Johan segera berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu kamar Aida


"Hm" Gumam Sam kesal


"Sepertinya Aida sedang mengigau" Ucap Johan mendekatkan telinganya ke pintu kamar Aida


"Apa kita harus menolong Aida dengan cara mengeluarkan dirinya dari kamar ini?" Tanya Sam tersenyum mendekat ke arah Johan


"Bodoh. Kau pikir semudah itu apa" Gertak Johan kepada Sam yang merupakan anak buahnya


"Sial" Umpatnya


"Kembali ke tempat mu dan jangan buat masalah!" Perintah Johan dengan mata melotot


"Kau sungguh mengerikan jika seperti itu" Ucap Sam tertawa


"Ah..." Teriaknya dengan menoyor kepala Sam


"Sakit" Pekiknya kesakitan


"Makanya jangan..." Ucap Johan terpotong dan segera pergi


Malam semakin larut dan dingin membuat Sam kembali tertidur pulas. Sedangkan Johan tetap berdiri mondar-mandir dengan perasaan khawatir. Menurut informasi yang Papa Abidzar katakan kepadanya membuat Johan harus mempertahankan dirinya agar tetap hidup.


Johan yang merupakan pimpinan bodyguard harus mempertahankan nyawanya untuk menjaga sang majikan. Hal itu yang pernah dirinya ucapkan kepada Papa Abidzar saat siap melayani Papa Abidzar.


"Kenapa masalah ini semakin rumit" Ucap Johan dengan lirih


Keesokan harinya Johan sudah menyiapkan mobil untuk Papa Abidzar. Hari ini ada pertemuan Papa Abidzar dengan Melinda di salah satu restoran ternama.

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2