Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 29


__ADS_3

Sudah saatnya terang-terangan dan mengakhiri ini semua. Zayn segera meraih jas miliknya yang tergantung di lemari pakaian miliknya. Hari ini Zayn bertekad akan menemui Papa Abidzar di kantor dan akan menjelaskan semua yang sudah terjadi antara dirinya dan Aida.


Dalam seminggu ini Zayn di hantui dengan rasa bersalahnya. Masih jelas pada malam itu dirinya memaksa Aida agar melayani hasratnya. Zayn semakin bersalah jika membiarkan Aida semakin hancur bersama Papa Abidzar.


"Aku akan mengikuti anda untuk masuk ke dalam" Ucap Bayu saat turun dari dalam mobil


"Tidak perlu" Jawab Zayn melangkahkan kakinya menuju ke dalam kantor tersebut


Diam-diam Bayu mengikuti Zayn dari kejauhan. Dirinya mastikan dengan mata kepalanya sendiri agar Tuannya selamat dari amukan Papa Abidzar.


"Wah... Bukankah itu aktor tampan yang bernama Zayn Malik Abidzar" Ucap para pegawai wanita


"Iya benar sekali itu Zayn" Jawab yang lainnya


"Tuan... Tuan akan pergi ke mana?" Tanya Dude sang asisten Papa Abidzar yang menghentikan langkah kaki Zayn


"Aku akan menemui Papa ku" Jawab Zayn berjalan kembali


"Tunggu. Di dalam ada tamu Tuan Abidzar! Mereka sedang membicarakan bisnis soal pembangunan hotel baru" Jawab Dude menjelaskannya


"Diamlah. Aku hanya ingin berbicara sebentar dengannya setelah itu aku akan pergi" Ucap Zayn segera masuk ke dalam dan benar saja Tuan Abidzar sedang kedatangan tamu


"Maaf Tuan. Aku sudah melarangnya" Ucap Dude segera menjelaskannya kepada Papa Abidzar dengan menundukkan tubuhnya


"Kau boleh pergi!" Jawab Papa Abidzar berdiri dari tempat duduknya dan berkacak pinggang melihat ke arah wajah Zayn


"Kau. Kenapa kau datang kemari?" Tanya Papa Abidzar menunjuk ke arah wajah Zayn


"Ada yang harus aku bicarakan dengan mu" Jawab Zayn segera duduk di antar para tamu


"Maaf Pak. Kami pamit dulu, sepertinya kita harus melanjutkan di lain waktu" Ucap Pak Bian menundukkan kepalanya dan segera pergi bersama temannya


"Pak... Pak Bian. Maafkan aku" Panggil Papa Abidzar mengejar Pak Bian yang sudah keluar dari ruangan miliknya dan memohon maaf


"Tidak masalah" Jawab Pak Bian langsung pergi


"Zayn. Apa kau tidak bisa bersikap sopan?" Tanya Papa Abidzar saat masuk ke dalam ruangan miliknya dan menutup pintu tersebut begitu kuat sehingga membuat Zayn terkejut


"Maaf" Jawab Zayn singkat

__ADS_1


"Apa mau mu?" Tanya Papa Abidzar langsung tanpa berbasa-basi


"Lepaskan Aida. Dia tidak bersalah" Jawab Zayn tegas


"Apa? Kau siapa berani berbicara seperti itu kepada ku?" Tanya Papa Abidzar segera duduk di hadapan Zayn


"Aku sudah membalaskan dendam Mama kepada Aida" Jawab Zayn lantang


"Maksud mu?" Tanya Papa Abidzar yang tidak mengerti


"Aku sudah merenggut mahkota Aida dan aku sudah menyiksa dirinya selama ini. Aku memerintahkan kepada Aida agar terus melayani ku di atas ranjang" Jawab Zayn menjelaskannya


"Apa" Ucap Papa Abidzar terkejut


"Yang Aida ucapkan benar kalau aku sudah memperkosa dirinya. Bahkan aku belum merasa puas sampai saat ini untuk balas dendam" Jawab Zayn terus berbicara


"Hentikan omong kosong mu Zayn" Bentak Papa Abidzar segera meninju pipi Zayn Malik Abidzar


"Apa kau tidak mempercayaiku. Dia pantas mendapatkan itu semua. Aku merasa sakit hati ketika Papa membawa Aida masuk ke dalam rumah. Aku melihat jelas setiap malam Mama selalu saja menangis" Ucap Zayn dengan santai


"Brengsek... Berani sekali kau memperkosa adikmu" Teriak Papa Abidzar mencengkeram kerah baju Zayn dan langsung melayangkan pukulannya yang mengenai bagian perut Zayn


"Tutup mulut mu Zayn! Kau tahu apa soal Aida dan wanita murahan itu?" Tanya Papa Abidzar terus menerus menghajar Zayn mengunakan tangganya sendiri


"Aku merasa kasihan kepada mu" Jawab Zayn tersenyum kaku


"Ah... Bajingan kau brengsek" Umpat Papa Abidzar brutal dan terus menghajar Zayn hingga tidak berdaya


"Ada yang sudah terjadi, Pa?" Tanya Yasrul terkejut saat melihat Zayn dan Papa Abidzar berkelahi. Dirinya langsung berlari menuju ke arah ruangan Papa Abidzar saat mendapatkan telepon dari Pak Dude


Begitu juga dengan Bayu dirinya segera berlari dan menyusul Yasrul. Ketika melihat Yasrul berlari menuju ke arah ruangan Papa Abidzar.


"Tuan..." Teriak Bayu segera menolong Zayn yang sudah terkapar lemas di atas lantai


"Bay. Cepat bawa dia pergi!" Perintah Yasrul dengan menahan Papa Abidzar


Dengan langkah panjangnya Bayu memapah Zayn menuju ke dalam mobil. Banyak sekali karyawan yang melihat kejadian tersebut. Bayu membentaknya agar tidak melihat ke arah mereka berdua. Jika ada yang sengaja ingin mengambil foto Zayn. Maka tidak segan-segan Bayu akan memenjarakan orang itu.


"Apa yang sudah terjadi?" Tanya Para karyawan berbisik-bisik

__ADS_1


Di dalam ruangan Papa Abidzar, Yasrul mencoba mengobati luka tangga Papa Abidzar. Tangga Papa Abidzar mengeluarkan darah ketika dirinya tidak mampu menahan diri dan memukulkan tangannya ke tembok.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi, Pa?" Tanya Yasrul lirih


"Hanya kau anakku satu-satunya yang berbakti kepada orang tua" Jawab Papa Abidzar segera berdiri di dekat jendela dan melihat mobil Zayn pergi dari kantor miliknya


"Pa..." Panggil Yasrul lirih dan mengelus punggung Papa Abidzar


"Laki-laki brengsek itu sudah memperkosa Aida" Ucap Papa Abidzar dengan melihat wajah Yasrul begitu intens


"Apa? Jadi apa yang Aida ucapkan itu benar?" Tanya Yasrul memastikannya kembali


"Hm..." Gumamnya dengan menganggukkan kepalanya


"Jadi... Apa rencana Papa selanjutnya?" Tanya Yasrul penuh selidiki saat melihat wajah Papa Abidzar


"Aku punya kejutan yang sangat menguntungkan untuk keluarga kita" Jawab Papa Abidzar tersenyum licik


"Pa. Tolong jangan kotori tangan Papa" Ucap Yasrul menasehatinya


"Kau tidak perlu khawatir, Nak. Serahkan saja kepada Papa mu ini. Kau tahu Papa kan? Papa memiliki segalanya untuk bertindak dan berkuasa" Jawab Papa Abidzar menyombongkan dirinya


"Benar juga, Pa. Aku jadi tidak sabar apa yang Papa rencanakan" Ucap Yasrul tersenyum


"Aku harap kau tidak membuat kesalahan dengan berbicara kepada Mama mu apa yang sudah terjadi hari ini di kantor ku" Jawab Papa Abidzar segera duduk di kursi kerja miliknya


"Aku akan menutup mulut ku rapat-rapat" Ucap Yasrul menundukkan kepalanya dan segera pergi dari ruangan Papa Abidzar


"Yas..." Panggil Papa Abidzar yang menghentikan langkah kaki Yasrul


"Iya" Jawab Yasrul membalikkan tubuhnya


"Bagus kerjamu sampai saat ini. Papa akan segera menaikkan jabatan mu dengan menjadikan diri mu sebagai wakil pimpinan di perusahaan ini" Ucap Papa Abidzar tersenyum kepada Yasrul


"Benarkah seperti itu, Pa?" Tanya Yasrul berjalan mendekat ke arah Papa Abidzar


"Benar Nak" Jawab Papa Abidzar merentangkan kedua tangan miliknya


"Terimakasih" Ucap Yasrul segera memeluk Papa Abidzar dan Papa Abidzar membalas pelukannya begitu erat

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2