Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 35


__ADS_3

"Ting...Ting..." Terdengar bunyi ponsel yang terus-menerus


Sudah banyak masuk panggilan telepon tidak terjawab dan sudah banyak masuk pesan singkat yang belum terbalaskan.


Rasanya orang tersebut ingin melemparkan ponsel miliknya ke sembarang arah. Saat dirinya tidak di hiraukan olehnya.


Dalam pandangannya yang masih samar-samar Zayn membuka kedua mata miliknya secara perlahan.


"Bay..." Panggil Zayn begitu lirih hingga tak terdengar


"Tuan" Jawab Bayu mengucek kedua mata miliknya dan mendekat ke arah Zayn


"Di mana aku?" Tanya Zayn melihat keadaan di sekitarnya yang terasa asing baginya


"Tuan ada di rumah sakit" Jawab Bayu membantu Zayn untuk duduk bersandar


"Siapa yang sakit?" Tanya Zayn tidak mengerti


"Tuan Zayn yang sakit" Jawab Bayu tersenyum kaku


"Aku" Ucap Zayn menunjuk ke arah dirinya sendiri dan kesakitan


"Jangan bergerak" Cegah Bayu melihat tangan Zayn yang sedang di infus


"Aku tidak butuh ini" Ucap Zayn ingin melepaskannya. Namun di cegah oleh Bayu


"Tuan akan sakit parah. Jika tidak mendengarkan perintah Dokter" Jawab Bayu menepuk pundak Zayn


Kembali terdengar bunyi ponsel milik Zayn.


"Siapa yang menelepon ku?" Tanya Zayn menautkan kedua alis miliknya


"Entahlah. Nomor rahasia dan tidak ada namanya" Jawab Bayu berjalan menuju ke arah meja yang tidak jauh darinya


"Cepat bawa kemari ponsel milik ku!" Perintah Zayn menghawatirkan sesuatu


"Ini" Ucap Bayu langsung memberikan ponsel itu dan kembali duduk di sofa yang tak jauh dari Zayn


"Apa" Ucap Zayn terkejut


"Siapa yang menelepon? Dari semalam nomor itu terus menghubungi, Tuan?" Tanya Bayu yang ingin tahu


"Dari semalam" Jawab Zayn mengulangi ucapan Bayu


"Iya..." Ucap Bayu mengagukkan kepalanya


"Diam" Bentak Zayn saat telepon itu sudah tersambung


"Hallo"


"Aku pikir kau sudah tidak membutuhkan ku" Ucap orang itu dalam telepon

__ADS_1


"Maaf. Aku sedang di rawat di rumah sakit" Jawab Zayn berhati-hati dan begitu lirih


"Oh"


"Informasi apa yang kau dapatkan?" Tanya Zayn begitu gugup


"Rupanya kau belum membaca pesan singkat ku" Jawabnya berbasa-basi


"Apa?" Tanya Zayn penasaran


"Dua hari lagi dia anak meninggal Jakarta" Jawabnya dengan lantang


"Apa. Benarkah seperti itu? Kenapa begitu cepat?" Tanya Zayn terkejut


"Sepertinya dia ikuti Ibunya pergi ke Singapura" Jawabnya


"Hah..." Ucapnya dengan membuang nafasnya begitu kasar dan segera melepaskan selang infus tersebut lalu pergi


"Sial" Umpat orang itu saat mengetahui Zayn memutuskan teleponnya secara sepihak


"Tuan..." Panggil Bayu mengikuti langkah kaki Zayn


Zayn sekuat tenaganya berlari dan menghentikan taksi yang sedang lewat di depan jalan raya rumah sakit.


Bayu yang melihat Zayn pergi meninggalkan rumah sakit dan naik taksi. Dirinya langsung berlari menuju ke tempat parkir. Bayu menyalakan mesin mobil miliknya mengikuti taksi tersebut yang hampir hilang arah.


"A..." Teriak Bayu kesal yang kehilangan jejak taksi tersebut


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi sehingga aku tidak mengetahuinya" Teriak Bayu memukul setir dan kembali ke rumah sakit untuk menyelesaikan administrasi


"Nyonya" Panggil Zayn dengan nafas tersengal-sengal


"Kau siapa?" Tanya Nyonya Naumi kepada Zayn


"Aku kekasih Aida" Jawab Zayn dengan nafas yang tidak teratur


"O..." Ucap Naumi yang keluar dari mulutnya saat melihat wajah Zayn begitu intens


"Nyonya... Apa Aida ada di dalam?" Tanya Zayn segera berdiri tegak dan membuang nafasnya secara perlahan


"Aida dan Melinda sudah pergi" Jawab Naumi memberitahu kepada Zayn


"Apa? Mereka pergi ke mana?" Tanya Zayn kembali seketika hatinya merasa hancur


"Entahlah aku juga tidak tahu, Nak. Melinda sengaja pergi dari rumah ini. Dirinya tampak sakit saat berada di rumah ini dan hanya akan mengingatkan kenangan Martin bersama dirinya" Jawab Naumi menjelaskannya


"Apa mereka akan pergi ke Singapura sekarang?" Tanya Zayn terbata-bata


"Tidak. Sepertinya mereka pergi mencari hotel, mereka akan pergi ke Singapura besok" Jawab Naumi berbicara apa adanya


"Hotel mana yang mereka akan kunjungi?" Tanya Zayn yang ingin tahu

__ADS_1


"Aku tidak tahu, Nak" Jawab Naumi lirih dan segera masuk ke dalam rumah miliknya


Zayn menjatuhkan tubuhnya begitu saja, dirinya tidak mampu lagi menopang tubuhnya. Zayn menangis dalam tangisannya dirinya mengingat kembali kenangan saat bersamaan Aida. Tak putus asa Zayn segera berdiri dan merapikan pakaian yang dirinya kenakan. Dan segera menekan nomor ponsel orang kepercayaannya untuk mendapatkan informasi dimana keberadaan Aida sekarang.


"Baik Tuan" Ucapnya dalam telepon dan bergegas melacak keberadaan Aida sekarang juga


Zayn kembali ke rumah miliknya di sana sudah ada Bayu yang senantiasa menunggu dirinya.


"Dari mana saja? Bahkan kau meninggalkan rumah sakit tanpa pamit kepada ku. Bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada diri mu" Ucap Bayu marah kepada Zayn


"Maaf" Jawab Zayn langsung memeluk Bayu dan terisak


"Apa kau menangis? Perlihatkan wajahmu kepada ku!" Perintah Bayu mendorong tubuh Zayn agar terlihat wajahnya. Namun Zayn segera menutupi wajah miliknya dengan kedua tangan miliknya


"Rupanya kau tahu malu juga! Perlihatkan wajah tampan mu itu kepada ku!" Perintah Bayu memaksa dan tertawa terbahak-bahak


"Cukup. Apa kau sengaja ingin menghinaku?" Tanya Zayn yang tidak terima


"Apa" Jawab Bayu protes


"Kau berani menertawakan ku?" Tanya Zayn menunjuk ke arah wajah Bayu yang masih menertawakan dirinya


"Maaf" Jawab Bayu tersenyum dan segera menutup mulutnya mengunakan tangganya


"Aku akan memotong gaji mu" Teriak Zayn melangkahkan kakinya menuju ke kamar miliknya


"Tidak. Jangan lakukan itu kepada ku" Ucap Bayu berlari mengejar Zayn


"Makanya jangan meremehkan ku" Jawab Zayn tersenyum licik


"Ah... Rasanya aku ingin makan sesuatu. Perutku keroncong setelah beberapa hari ini berpuasa" Ucap Bayu mengalihkan pembicaraannya dan segera meninggalkan Zayn yang masih berada di dalam kamar miliknya


"Bay..." Panggil Zayn


"Iya" Jawab Bayu dengan berteriak


"Segera pesan mie kocok untuk ku!" Perintah Zayn kembali berteriak dari dalam kamar miliknya


"Laksanakan" Jawab Bayu bergoyang seperti layaknya biduan dangdut


"Apa kau punya keahlian khusus?" Tanya Zayn melihat Bayu bergoyang seperti biduan dangdut


"Tuan" Jawab Bayu menghentikan kebiasaan buruknya dan langsung menundukkan kepalanya karena merasa malu


"Hah... Aku rasa kau harus ikut lomba dance atau acara goyang dangdut" Ucap Zayn terawat mempraktekkan saat Bayu bergoyang seperti biduan dangdut


"Tuan..." Teriak Bayu menutupi wajahnya


"Apa goyang ku kurang hot?" Tanya Zayn tertawa terbahak-bahak dan kembali masuk ke dalam kamar miliknya


Zayn membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dirinya dapat melihat dengan jelas wajah Yasrul yang tengah tersenyum dalam foto tersebut bersama dengan dirinya, yang berada di samping tempat tidur miliknya. Zayn mulai menetes air mata miliknya dan mulai menyesal. Andai saja dirinya lebih dahulu menolong Papa Abidzar. Mungkin Yasrul tidak akan mati mengenaskan seperti itu.

__ADS_1


Zayn begitu menyayangi Yasrul sang adik. Dalam mimpinya Zayn berangan-angan akan membahagiakan sang adik. Sudah lama Zayn tidak melihat wajah Yasrul yang tengah tersenyum. Terakhir kali Zayn melihatnya saat Yasrul masih anak-anak dan belum ada Aida di dalam keluarga miliknya.


Bersambung... ✍️


__ADS_2