Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 9


__ADS_3

"Jalan, Pak!" Perintah Aida kepada sang supir


Dengan segera sang supir menjalankan mobilnya. Aida yang tengah duduk di kursi belakang tersenyum dengan sendirinya saat dirinya sedang membaca sebuah pesan singkat dari Pak Zikri.


Tanpa Aida sadari sedari tadi dirinya sudah di perhatikan oleh sang supir. Supir tersebut semakin menambah kecepatan mobilnya. Aida yang menyadarinya segera menegur sang supir. Nyatanya malah supir tersebut mengendarai secara ugal-ugalan.


"Apa kau sengaja ingin membunuhku" Ucap Aida penuh amarah


"Kita sudah sampai" Jawabnya dengan suara serak


"Kau" Ucap Aida terbata-bata dan terkejut


Sang supir segera turun dan menarik paksa Aida agar keluar dari dalam mobil tersebut. Dengan terpaksa Aida turun dari dalam mobil dan segera menampar pipi Zayn begitu kuat.


"Kau" Ucap Zayn geram


"Apa kau ingin menculik ku?" Tanya Aida dengan berkacak pinggang di hadapan Zayn


"What? Menculik" Jawab Zayn dengan tertawa terbahak-bahak


"Di mana Pak Ilan sekarang dan kenapa bisa-bisanya kau yang menjadi supir ku. Ck" Ucap Aida memalingkan wajahnya dan segera pergi


"Hei... Tunggu. Kau akan pergi ke mana?" Tanya Zayn mengikuti langkah Aida


"Pulang" Jawab Aida dengan santai dan melambaikan tangannya


"Enak saja kau pulang begitu saja" Ucap Zayn segera berlari dan mengendong Aida


"Turunkan aku Zayn. Turunkan..." Teriak Aida dengan memukul dada Zayn


"Diamlah atau aku akan menjatuhkan mu" Bentak Zayn memelototkan kedua bola mata miliknya


"Zayn. Kau akan membawaku ke mana? Aku harus pulang. Mama sudah menunggu ku di rumah" Ucap Aida menangis


Zayn tidak lagi menangapi ucapan Aida. Zayn membawa Aida ke tempat persembunyiannya yang di mana tidak ada satupun orang yang tahu tempat itu.


"Rumah siapa ini, Zayn?" Tanya Aida


"Rumahku" Jawab Zayn dengan tersenyum manis kepada Aida


"Turunkan aku!" Perintah Aida

__ADS_1


"Ternyata kau lumayan berat juga jika aku mengendong mu terus-terusan. Sebaiknya kau harus diet agar terlihat lebih langsing dan seksi" Ucap Zayn menjelaskannya


"Apa. Apa aku tidak salah mendengarkan ucapan mu. Hahaha" Jawab Aida tertawa geli mendengarkan ucapan Zayn


Zayn segera duduk di kursi ruang tamu dan di ikuti oleh Aida yang duduk di samping Zayn.


"Maafkan aku" Ucap Zayn dengan menundukkan kepalanya


"Ha. Hahaha" Suara tertawa terbahak-bahak yang terdengar oleh telinga Zayn


"Maafkan aku" Ucap Zayn lirih dan pandangannya tertuju kepada wajah Aida yang begitu sendu


"Kenapa kau lakukan itu kepada ku, Kak" Teriak Aida sekuat mungkin dan akhirnya Aida pun menangis


"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk merendahkan mu. Aku sangat menyayangimu Aida" Ucap Zayn segera memeluk Aida dan menghapus air mata yang mengalir di pipi Aida


Aida hanya bisa menangis di pelukan Zayn dan mencabik-cabik dada Zayn dari luar pakaian yang Zayn kenakan.


"Pukul aku jika itu membuat mu lega dan bunuh aku jika kau belum merasa puas" Ucap Zayn dengan lirih


"Bagaimana bisa aku melakukannya?" Tanya Aida dengan melihat wajah Zayn yang tengah menangis juga


Setelah beberapa jam kemudian, terlintas di benak Aida yang beberapa hari belakangan ini dirinya ingin tanya kepada Zayn sang Kakak.


Deg


Setelah mendengarkan pertanyaan Aida Zayn segera berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menjauh dari Aida.


"Apa aku bukan anak Papa dan Mama? Atau aku hanya anak pungut?" Tanya Aida dengan berteriak


Namun lagi-lagi Zayn terdiam saat mendengarkan pertanyaan Aida. Zayn merasa kalau saat ini bukan waktu yang tepat untuk menceritakan semua kepada Aida. Dan Zayn ingin Aida sendirilah yang mengetahuinya tanpa dari orang lain.


"Kak Zayn" Panggil Aida lirih dan memeluk Zayn dari belakang


"Aida tolong lepaskan!" Perintah Zayn


"Kak" Panggil Aida lirih dan semakin mempererat pelukannya


"Aida lepaskan. Kalau tidak aku akan..." Ucap Zayn lirih dan terpotong


"Atau kau akan mengulanginya lagi seperti malam itu?" Tanya Aida dengan membalikkan posisi tubuh Zayn agar berhadapan dengan dirinya

__ADS_1


"Aida berani sekali kau berbicara seperti itu" Jawab Zayn geram dan menarik pinggang Aida agar lebih mendekat


Kini di antara keduanya saling berhadapan. Hembusan nafas Zayn maupun Aida bisa di rasakan di antara keduanya. Pandangan mereka tidak lepas dan tanpa mereka sadari. Zayn mencoba mendekatkan bibirnya ke bibir Aida. Zayn segera mengecup bibir Aida yang berwarna merah jambu.


Kecupan tersebut berubah menjadi ******* dan Aida membalas ******* tersebut. Dengan nafas yang tersengal-sengal Aida mulai menggerayangi tubuh Zayn yang sangat atletis.


Zayn membawa Aida untuk duduk kembali di kursi ruang tamu tanpa melepaskan ciumannya. Zayn mulai membuka kancing baju milik Aida dan kini Aida sudah terlihat polos bagian atas.


Aida pun semakin liar dan dirinya kini tidak ambil diam saja. Zayn yang di bawah kung*kung*an Aida dirinya merasa puas. Zayn bisa merasakan sensasi yang menakjubkan ketika Aida mulai memainkan miliknya.


"Ah..." Suara ******* yang keluar dari mulut Zayn


"Iya di situ, Sayang" Ucap Zayn dengan mengelus rambut milik Aida dan dirinya di buat semakin melayang


Zayn tersenyum saat melihat wajah Aida yang begitu ketakutan.


"Tenanglah. Aku akan memainkannya secara perlahan" Ucap Zayn dengan berbisik di telinga Aida. Aida pun tersenyum dan mengangguk kepalanya


Setelah di antara keduanya selesai melakukan permainannya. Mereka tertidur dengan sangat pulas hingga tidak sadarkan diri.


Kini hari semakin larut, Mama Ratih mulai mencemaskan keberadaan Aida yang tidak kunjung pulang.


Saat ponsel Aida kembali berdering untuk yang ke empat puluh kalinya. Dirinya baru mengangkat telepon tersebut.


"Aida kau di mana, Nak?" Tanya Mama Ratih saat telepon tersebut berhasil disambungkan


"Mama" Jawab Aida dengan terkejut dan segera bangun dari tidurnya


"Aida..." Panggil Mama Ratih dengan berteriak. Namun telepon tersebut sudah terputus


"Apa yang sudah terjadi?" Tanya Aida mencoba mengingatnya kembali. Namun Aida menepis itu semua dan akan memperlambat dirinya untuk sampai di rumah


Aida segera bangun dari tempat tidurnya. Saat Aida menyadari dirinya tidak memakai sehelai benang pun dirinya lagi-lagi menggerutu kesalahannya. Aida segera mengambil pakaian yang berserakan di atas lantai lalu memakainya kembali.


Saat Aida akan pergi dirinya menyempatkan melihat Zayn tengah tidur pulas dan Aida segera pergi.


"Jangan tinggalkan aku" Ucap Zayn lirih dan mata yang masih terpejam dengan mencengkeram tangan Aida begitu kuat


"Aku harus pulang, Kak" Jawab Aida dengan mengibaskan tangan Zayn


"Sayang" Panggil Zayn dengan lirih dan tidak di hiraukan lagi oleh Aida

__ADS_1


Aida segera pulang menuju ke rumah miliknya.


Bersambung... ✍️


__ADS_2