Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 25


__ADS_3

Aida memunguti pakaian miliknya dan memasukkannya ke dalam tas. Dirinya berjalan menyusuri sepinya di malam hari dengan berlinang air mata yang membasahi pipinya.


"Aku harus pergi ke mana" Gumam Aida menangis sesenggukan dan menatap ke depan


Aida menghentikan salah satu taksi yang lewat di jalan tersebut. Namun tidak ada satupun yang berhasil dirinya hentikan. Aida menghentikan langkah kakinya sejenak untuk menghilangkan rasa sakit hatinya dengan cara berteriak. Aida tidak mempedulikan orang lain yang akan melihat dirinya begitu lusuh dan rapuh.


"Hei. Apa kau benar-benar ingin mati" Suara umpatan seorang pengendara motor yang melintas terkejut melihat Aida berdiri di tengah-tengah jalan


"Tin... Tin..." Bunyi klakson mobil yang bersahutan


"Apa yang terjadi dengan mu, Nak?" Tanya Ibu tersebut membantu Aida menepi


"A..." Ucap Aida dengan tatapan kosong


"Kau akan pergi ke mana dengan membawa tas besar seperti itu?" Tanyanya


"Maaf aku harus pergi" Jawab Aida segera melangkahkan kakinya


Ibu tersebut masih melihat kepergian Aida hingga pada akhirnya Aida terjatuh dan pinggang.


"Oh... Ya ampun apa yang terjadi kepadanya" Ucap Ibu itu segera berlari menuju ke arah Aida


"Ada apa, Bu?" Tanya Sang suami yang baru turun dari dalam mobil miliknya


"Entahlah, Pa. Ibu juga tidak tahu! Sebaiknya bawa dia masuk ke dalam mobil kita!" Perintah Ibu Rahayu


Dalam perjalanan pulang menuju ke rumah mereka kebingungan harus membawa gadis itu pergi ke mana dan akhirnya Bu Rahayu membawa Aida ke rumah miliknya.


Aida yang masih tidak sadarkan diri. Bu Rahayu yang masih terjaga melihat wajah Aida begini lebam dan memar. Bu Rahayu segera pergi mengambil obat untuk mengobatinya.


"Apa yang terjadi kepada mu, Nak" Gumam Bu Rahayu dengan mengelus kepala Aida lalu menggenggam tangannya. Saat mendengarkan Aida mengigau dan meminta ampun. Bahkan Bu Rahayu merasa tubuh Aida begitu panas


"Sepertinya kau demam" Ucap Bu Rahayu lirih dan segera mengompres Aida


Keesokan harinya, saat mata Aida terbuka dirinya terkejut melihat keadaan di sekitarnya.


"Dimana aku" Ucap Aida segera bangun tanpa dirinya sadari. Aida sudah membangunkan seseorang yang berada di sampingnya


"Kau siapa dan di mana ini?" Tanya Aida segera bangun dan berdiri dengan tegak. Namun kepalanya masih terasa sakit


"Tenangkan diri mu, Nak!" Perintah Bu Rahayu membantu Aida baring di atas tempat tidur


"Siapa namamu?" Tanya Bu Rahayu tersenyum


"Aku... Aku. Namaku Aida" Jawab Aida dengan terbata-bata


"Oh... Aida" Gumamnya


"Di mana aku sekarang, Bu?" Tanya Aida

__ADS_1


"Kau berada di rumah ku, Nak. Semalam kau pingsan di pinggir jalan. Aku yang tidak mengetahui alamat tempat tinggal mu akhirnya membawa dirimu kemari" Jawab Bu Rahayu menjelaskannya


"Benarkah seperti itu?" Tanya Aida memastikannya


"Iya. Sebaiknya kau istirahat dan aku akan menyiapkan sarapan untuk mu" Ucap Bu Rahayu segera pergi


Setelah melihat kepergian Bu Rahayu, Aida segera bangun dan berjalan ke arah luar kamar. Aida menyusuri rumah tersebut hingga dirinya tersesat di karenakan rumah tersebut begitu luas dan besar.


"Kau siapa?" Tanyanya


"Aku..." Jawabnya terpotong dan tercengang saat melihatnya


"Kau. Bukankah kau Aida Malik Abidzar. Kenapa dengan wajahmu dan kenapa kau berada di rumah ku?" Tanya Zikri yang melontarkan begitu banyak pertanyaan untuk Aida


"Zik..." Ucap Aida lirih berjalan menuju ke arah Zikri


"Aw..." Pekiknya kesakitan


"Aida" Teriak Zikri segera menopang tubuh Aida


"Apa yang sudah terjadi kepada dirimu?" Tanya Zikri membantu Aida duduk di kursi


"Jangan menanyainya terus-terusan. Dia masih lemah" Sambung Bu Rahayu yang sudah berada di ruangan itu


"Ibu. Mengagetkanku saja" Ucap Zikri mengelus dada bidang miliknya


"Apa kau mengenali perempuan ini?" Tanya Bu Rahayu segera duduk di samping Aida


"Ya... Ibu sudah tahu" Ucap Bu Rahayu santai


"Di mana Ibu bisa bertemu dengan Aida? Apa semalam Ibu...?" Tanya Zikri terpotong


"Aku melihat dirinya berdiri di tengah jalan ray dengan menenteng tas. Sepertinya dia sedang terguncang hingga suara bunyi klakson mobil dan motor tidak di dengarnya" Jawab Bu Rahayu menjelaskannya


"Ha. Apa" Ucap Zikri terkejut


"Ibu hanya menolong Aida agar berjalan di pinggir. Eh... tau-taunya Aida malah pingsan. Ibu bawa ke rumah deh" Jawab Bu Rahayu dengan tertawa


"Astaga Ibu. Kenapa Ibu malah tertawa?" Tanya Zikri kesal


"Iya tidak apa-apa" Jawab Bu Rahayu dengan melihat wajah Aida


"Hm... Apa kau masih merasakan sakit di kepala mu?" Tanya Zikri mengelus kepala Aida


"Hm... Apa kalian sudah saling mengenal?" Tanya Bu Rahayu penuh selidik


"Aku dan Aida" Jawab Zikri menunjuk ke dirinya sendiri dan Aida


"Iya" Ucap Bu Rahayu menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"Sebenarnya Aida adalah pacarku" Jawab Zikri lirih


"We... Apa? Apa Ibu tidak salah mendengarkannya?" Tanya Bu Rahayu segera berdiri dari tempat duduknya


"Tidak" Jawab Zikri menundukkan kepalanya


"Ibu akan mengantarkan dia ke rumahnya" Ucap Bu Rahayu dengan melipat kedua tangan miliknya


"Aku tidak ingin pulang! Aku akan pergi dari rumah ini" Jawab Aida segera berdiri dari tempat duduknya


"Kenapa kau tidak ingin pulang?" Tanya Zikri mengikuti langkah kaki Aida


"Papa dan Mama sudah mengusirku" Jawab Aida menghentikan langkah kakinya


"Kenapa?" Tanya Zikri menautkan kedua alis miliknya


"Ceritanya panjang dan aku tidak bisa menjelaskannya sekarang" Jawab Aida kembali berjalan menuju ke arah Bu Rahayu


"Bu terimakasih sudah menolong ku. Aku pamit pergi dulu" Ucap Aida menundukkan kepalanya dan segera pergi


"Aku akan mengantarmu" Teriak Zikri mengikutinya


"Tidak usah, Zik" Jawab Aida menolaknya


"Jangan seperti ini! Kau sedang sakit saat ini" Ucap Zikri segera membantu Aida untuk berjalan


Di dalam mobil, Zikri melihat wajah Aida yang begitu sendu. Zikri segera membelokkan mobilnya menuju ke arah rumah sakit.


"Sebenarnya kita akan pergi ke mana? Bukankah aku menyuruh mu untuk mengantarkan ku ke rumah Soraya?" Tanya Aida kesal


"Kita akan pergi ke rumah sakit terlebih dahulu" Jawab Zikri dengan fokus menyetirnya


"Berhenti dan menepi lah" Teriak Aida


"Kenapa?" Tanya Zikri terkejut


"Aku akan naik taksi saja" Jawab Aida


"Jangan menolak dan kau harus mendengarkan perintah ku" Ucap Zikri segera menancapkan gasnya


Benar begitu selesai melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Zikri membawa Aida pergi menuju ke rumah Soraya.


"Aku akan mematikan ponsel ku untuk beberapa hari. Tolong mengerti dengan keadaan ku saat ini" Ucap Aida


"Jika kau membutuhkan ku. Hubungi aku!" Jawab Zikri mencium kening Aida dan tersenyum


"Terimakasih" Ucap Aida menangis


"Kau tidak perlu takut. Aku akan selalu berada di samping mu" Ucap Zikri segera memeluk Aida dan menghamburkan ciuman di kedua pipi miliknya

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2