
Di dalam villa pribadi miliknya atau kata lainnya rumah persembunyian milik Zayn. Aida berbesar hati menemui Zayn di villa itu setelah banyak pertimbangan. Pertemuan mereka terasa begitu canggung mengingat apa yang sudah terjadi di antara kedua belah pihak keluarga.
"Apa kabar?" Tanya Zayn menyambut hangat kedatangan Aida dengan senyuman di wajahnya
"Seperti yang kau lihat" Jawab Aida melipat kedua tangan miliknya
"Apa kau akan meniggalkan Indonesia?" Tanya Zayn
"Hm" Gumamnya
"Kenapa?" Tanya Zayn
"Bukan urusanmu" Jawab Aida ketus
"Duduklah!" Perintah Zayn kembali berjalan menuju ke tempat duduknya
"Langsung saja ke intinya" Ucap Aida memalingkan wajahnya
"Duduklah sebentar saja!" Perintah Zayn mengulanginya lagi dengan menepuk tempat duduk yang benar di sampingnya
"Waktu ku tidak lama. Aku akan pergi jika tidak ada yang penting untuk di bicarakan" Ucap Aida melihat jam tangan yang dirinya kenakan
"Apa kau sangat sibuk hari ini?" Tanya Zayn tersenyum kaku
"Hm" Gumamnya menganggukkan kepalanya
"Aku ingin menikahi mu. Maukah kau menjadi istriku" Ucap Zayn bertekuk lutut di hadapan Aida dengan memberikan sebuah kotak cincin kawin kepada Aida
"Ha. Apa" Jawab Aida membelalakkan kedua bola mata miliknya tidak percaya
"Maukah kau menikah dengan ku" Ucap Zayn mengulangi dan menundukkan kepalanya karena merasa gugup saat berbicara dengan Aida
"Maaf aku menolak mu. Kau itu Kakak ku dan sampai kapanpun akan tetap menjadi Kakak" Jawab Aida menjelaskannya
"Tapi kau bukan adikku. Papa Abidzar sudah mencoret nama mu dalam daftar keluarga. Aku rasa aku pantas menikahi mu mengingat kau bukan anak Papa Abidzar dan kau adalah anak Martin" Ucap Zayn membeberkannya
"Jaga ucapan mu, Zayn!" Teriak Aida tidak terima
__ADS_1
"Sadarlah kalau kenyataannya seperti itu" Bentak Zayn melihat wajah Aida begini intens
"Aku harus pergi" Jawab Aida berpamitan
"Tunggu" Cegah Zayn menghalangi Aida yang akan pergi
"Terima cincin ini dan menikah dengan ku. Kau milikku Aida Malik Abidzar" Ucap Zayn menarik pinggang Aida agar mendekat
"Kau bisa berbicara seperti itu dengan mudah. Bagaimana dengan Papa? Apa kau pikir dia akan segampang itu merestui hubungan kita" Jawab Aida mendorong tubuh Zayn menjauh darinya
"Aku tidak peduli dengan orang lain. Aku hanya memikirkan kebahagiaan kita" Ucap Zayn menarik paksa tangan Aida dan menyematkan cincin kawin di jari manis Aida
"Lepaskan" Teriak Aida memberontak
Di detik berikutnya Zayn segera memeluk erat tubuh Aida dan mencium bibir Aida. Aida terus berusaha menjauhkan tubuh Zayn. Namun dirinya kewalahan saat Zayn ******* bibirnya secara brutal hingga kehabisan oksigen.
"Kau laki-laki bejat Zayn" Umpat Aida menampar pipi Zayn begitu kuat
"Ayo, terus tampar pipiku! Bila perlu bunuh aku sekalian. Agar diriku tidak tersiksa setelah mendapatkan penolakan dari mu" Ucap Zayn meneteskan air mata miliknya
"Zayn..." Teriak Aida histeris
"Aku tidak peduli itu cinta atau obsesi. Lupakan semua tentang ku" Jawab Aida melangkahkan kakinya menuju ke arah luar pintu
"Aida..." Panggil Zayn lirih langsung mengunci tubuh Aida.
Zayn membuka paksa pakaian milik Aida. Tangan Zayn menggerayangi tubuh Aida dari luar pakaian. Zayn membuka paksa bibir Aida agar membalas ciumannya. Dengan nafasnya yang menggebu-gebu Zayn menghempaskan tubuh Aida ke atas sofa.
Aida berada di bawah kung*Kun*gan Zayn, tangan Zayn mulai meremas gunung kembar Aida. Aida mulai mendesah larut dalam permainan Zayn. Hingga terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
Beberapa jam kemudian, Aida memunguti pakaian miliknya yang berserakan di atas lantai. Dan segera memakainya kembali dengan terburu-buru.
"Apa kau akan pergi meninggalkan ku selamanya?" Tanya Zayn lirih dan segera bangun
"Hm" Gumamnya tanpa membalikkan tubuhnya
"Setidaknya kau pakailah cincin ini untuk ku" Ucap Zayn berjalan mendekat ke arah tubuh Aida dan langsung memeluknya dari belakang
__ADS_1
"Zayn" Panggil Aida
"Apa kau benar-benar tidak mencintai ku?" Tanya Zayn untuk yang kesekian kalinya
"Tidak" Jawab Aida singkat
"Apa kau yakin?" Tanya Zayn memastikannya
"Iya" Jawab Aida tegas
"Lihatlah diriku jika kau tidak mencintai ku dan jangan buat aku marah" Teriak Zayn memberikan perintah
"Aku Aida Malik Abidzar sampai kapanpun tidak akan mencintaimu Zayn" Ucap Aida segera memandang kedua bola mata milik Zayn
"Aida aku mencintaimu. Tolong terimalah aku! Aku akan merubah sikap ku, aku akan selalu berada di samping mu. Jangan tolak cinta ku" Jawab Zayn merengek
"Kau bajingan Zayn! Seorang bajingan tidak akan pernah mendapatkan cinta dan kebahagiaan" Ucap Aida sinis dan segera pergi
Zayn berlari mengejar Aida dan menghadang mobil Aida saat akan pergi meninggalkan villa. Tanpa segan-segan Aida menancapkan gas dan segera menabrak Zayn. Dengan sigap Zayn langsung berlari saat mobil itu terus berjalan mendekat ke arah dirinya. Namun sayang mobil Aida masih menyeret tubuh Zayn. Hingga pada akhirnya Zayn terpental.
Saat melihat dari kaca spion Aida tidak mempedulikan Zayn. Aida malah menambah kecepatan mobil miliknya meniggalkan villa pribadi Zayn.
"Kenapa kau meninggalkanku Aida" Teriak Zayn menangis sesenggukan masuk ke dalam villa tersebut
Keadaan Zayn semakin kacau dirinya masih dalam keadaan lemah. Membuat tubuhnya semakin lemas dan tidak berdaya. Zayn melamun tidak percaya dengan apa yang dirinya alami saat ini. Kedua adik kesayangannya pergi meninggalkan dirinya.
Kini tidak ada lagi orang yang akan memperhatikan dirinya. Keadaan Mama Ratih setelah Yasrul meninggal semakin hari semakin buruk.
Zayn kembali pulang ke rumah miliknya memerintahkan Bayu mengemasi semua barang miliknya dan akan pindah ke rumah Papa Abidzar. Zayn bertekad akan merawat Mama Ratih sepenuh hatinya. Kedatangan Zayn di sambut hangat oleh Papa Abidzar. Mengingat dirinya sudah tidak mampu merawat Mama Ratih.
"Terimakasih kau sudah pulang ke rumah ini lagi" Ucap Papa Abidzar langsung memeluk Zayn
"Papa" Ucap Zayn lirih membalas pelukan Papa Abidzar begitu erat
"Papa yakin semuanya akan baik-baik saja" Jawab Papa Abidzar menepuk pundak Zayn dan segera masuk ke dalam kamar miliknya
"Aku harap begitu" Ucap Zayn yang masih berdiri di depan pintu kamar Papa Abidzar melihat Mama Ratih tengah berbaring di atas tempat tidur
__ADS_1
Bersambung... ✍️