Terjebak Dalam Dendam

Terjebak Dalam Dendam
Episode 30


__ADS_3

Johan memberikan informasi kepada Papa Abidzar. Yang di mana Melinda dan Martin siap bertemu dengan Papa Abidzar di salah satu bar ternama di Jakarta.


Melangkah pasti menuju ke bar tersebut dengan pengawalan ketat Papa Abidzar segera masuk ke dalam VIP room.


"Akhirnya kita ketemu lagi" Ucap Papa Abidzar menarik sudah bibirnya


"Kenapa kau ingin bertemu dengan ku?" Tanya Melinda melihat wajah Papa Abidzar begitu intens


"Aku ingin membuat kesepakatan dengan kalian" Jawab Papa Abidzar menjelaskannya


"Kesepakatan?" Tanya balik Melinda menautkan kedua alis miliknya lalu melihat ke arah wajah Martin


"Soal apa?" Tanya Martin dengan segera


"Aku akan memberikan Aida kepada kalian. Tapi ada syaratnya" Jawab Papa Abidzar tersenyum licik


"Syarat" Gumam Melinda


"Jadi selama ini kau menyembunyikan Aida dari kita?" Tanya Martin mengepalkan kedua tangan miliknya


"Kau itu bodoh! Mencari satu orang saja tidak becus" Umpat Papa Abidzar dengan meminum alkohol yang tersaji di atas meja


"Berani sekali kau mengatai ku bodoh" Ucap Martin segera menarik kerah baju Papa Abidzar


"Tenangkan dirimu" Ucap Melinda mencegahnya


Hening tidak ada yang berbicara, di antara ketiganya sedang memikirkan sesuatu. Martin meraih botol alkohol dan langsung menghabiskannya untuk menghilangkan rasa kesalnya kepada Papa Abidzar. Sedangkan Melinda hanya menatap wajah Papa Abidzar dari samping.


"Apa syaratnya?" Tanya Melinda yang pandangannya tidak lepas dari wajah Papa Abidzar


"Aku menginginkan uang sepuluh milyar" Jawab Papa Abidzar


"What sepuluh milyar? Apa kau berencana akan menukar Aida dengan uang sepuluh milyar?" Tanya Melinda terkejut dan segera berdiri dari tempat duduknya


"Iya" Jawab Papa Abidzar singkat


"Gila. Kau laki-laki brengsek" Umpat Martin kepada Papa Abidzar dengan tertawa


"Aku sudah merawatnya dari kecil dan aku memberikan fasilitas yang cukup baik untuk dirinya. Hingga kini Aida mampu berada di fakultas kedokteran ternama di Indonesia. Itu semua berkat bantuan ku, didikkan ku. Jadi apa salahnya jika kau membalas kebaikan ku" Ucap Papa Abidzar terkekeh

__ADS_1


"Dasar licik" Jawab Melinda tersenyum


"Bagaimana dengan tawaran ku? Menarik bukan?" Tanya Papa Abidzar segera berdiri dari tempat duduknya


"Aku tidak akan memberikan sepeserpun uang kepada mu" Jawab Melinda menunjuk ke arah wajah Papa Abidzar


"Kalau kau tidak memulainya mungkin aku tidak akan berbuat kejam seperti ini kepada mu" Ucap Papa Abidzar


"Jangan dengarkan ucapan laki-laki itu. Cepat ikuti aku! Aku rasa Aida masih berada di rumah Abidzar!" Sambung Martin menarik lengan Melinda agar mengikuti langkahnya


"Tidak semudah itu kawan" Ucap Papa Abidzar tersenyum licik dan di detik berikutnya Melinda dan Martin di hadang oleh para bodyguard Papa Abidzar


"Biarkan kita pergi" Jawab Martin menundukkan kepalanya dan mengepalkan kedua tangan miliknya


"Santai. Duduklah sebentar dan temani aku minum!" Ajak Papa Abidzar mempersilahkan Martin dan Melinda agar duduk kembali di tempatnya


"Tidak ada waktu untuk berbasa-basi dengan mu Abidzar" Teriak Martin kesal


"Apa kau tidak ingin melihat anakmu? Anakmu kini tampak. Hah..." Ucap Papa Abidzar menghela nafasnya


"Apa yang kau lakukan kepada anakku?" Tanya Martin langsung meninjau pipi Papa Abidzar


"Tuan..." Teriak sang Bodyguard langsung mencengkeram lengan Martin


"Baik Tuan" Ucap Johan menundukkan kepalanya dan berjalan mundur


"Perlihatkan rekaman video Aida kepada mereka!" Perintah Papa Abidzar


"Baik Tuan" Ucap Johan segera memutarkan video tersebut


Melinda segera meraih ponsel yang berada di tangan Johan. Martin mendekat ke arah Melinda dan melihatnya.


Aida yang berada di salah satu ruangan dirinya tampak kurus dan tak terurus. Wajah Aida tidak nampak berseri, bahkan terdapat luka yang menggores di wajah Aida sebelah kiri mengakibatkan wajahnya sedikit cacat. Aida terus berteriak meminta tolong agar seseorang yang berada di luar ruangan tersebut membantu dirinya lolos dari Papa abidzar.


"Abidzar. Kumohon kepada mu tolong jangan lakukan ini kepada anak ku. Jika kau ingin balas dendam maka lakukan kepada diriku" Ucap Melinda bertekuk lutut di hadapan Papa Abidzar yang merupakan mantan kekasihnya


"Aku tidak tega melihat dia seperti itu" Ucap Melinda menangis di pelukan Martin


"Aku akan segera membawa Aida untukmu" Jawab Martin membalas pelukan Melinda

__ADS_1


"Wah... Wah... Wah... Apa kau memiliki uang sepuluh milyar itu. Aku suka dengan ucapan mu. Kau laki-laki pemberani dan bertanggung jawab rupanya" Ucap Papa Abidzar berjongkok di hadapan mereka


"Abidzar rasakan tendangan ku ini" Teriak Martin mendorong tubuh Papa Abidzar hingga terjatuh dan terbaring. Martin tidak melepaskan kesempatan itu dirinya langsung menginjak bagian perut Papa Abidzar lalu menendangnya secara brutal


Para bodyguard segera mengamankan Martin. Mereka membawa Martin ke salah satu ruangan untuk mengeksekusinya.


"Berani sekali kau memukul Tuan Abidzar" Ucap Johan yang memberikan pukulan pertama. Setelah di rasa puas kini giliran yang lainnya menghajar Martin


Di dalam ruangan itu hanya ada Papa Abidzar dan Melinda setelah para bodyguard membawa paksa Martin keluar. Dengan susah payahnya Papa Abidzar kembali berdiri tegak dan menatap ke depan.


"Maafkan aku Bi" Ucap Melinda bertekuk lutut di hadapan Papa Abidzar


"Berhentilah memanggil ku Bi" Teriak Papa Abidzar sekuat mungkin.


Panggil Bi itu sangat berarti baginya ketika mereka masih menjalin hubungan dengan baik


"Kenapa kau melakukan ini kepada ku?" Tanya Papa Abidzar berjongkok di hadapan Melinda


"Maafkan aku. Aku hanya memanfaatkan dirimu karena aku butuh banyak uang untuk bisa menjadi model" Jawab Melinda menangis sesenggukan


"Jadi selama ini kau hanya mencintai uang ku?" Tanya Papa Abidzar dengan mencekik leher Melinda


"Maafkan aku" Jawab Melinda terbata-bata dan tidak jelas


"Sampai kapan pun aku akan membuat dirimu menyesal karena sudah membohongi ku. Aku tidak akan membiarkan mu hidup tenang" Ucap Papa Abidzar melepaskan cekikan nya


"Ku mohon jangan lakukan itu" Jawab Melinda meraih tangan Papa Abidzar


"Asal kau tahu selama ini aku sungguh sangat bahagia memiliki anak perempuan. Hingga aku menentang istriku untuk bisa membawa Aida masuk ke dalam rumah ku" Ucap Papa Abidzar


"Tolong pertemukan aku dengan anakku" Jawab Melinda dengan menggenggam tangan Papa Abidzar


"Aku rasa saat itu kau sengaja meninggalkan aku dan Aida karena kau sudah tidak sanggup menghadapi istriku lagi. Tapi aku salah, ternyata kau sengaja pergi dengan laki-laki lain dan menitipkan Aida kepada ku" Ucap Papa Abidzar segera berdiri dan berjalan menuju keluar ruangan tersebut


"Izinkan aku menemui anakku! Aku akan memberikan yang lainnya. Aku tidak memiliki uang sepuluh milyar, Bi" Teriak Melinda histeris dan memukul kepalanya sendiri


"Bukan menjadi urusan ku lagi jika kau tidak memiliki uang" Jawab Papa Abidzar membalikkan tubuhnya untuk melihat wajah Melinda dan segera pergi


"Bi... Kumohon jangan seperti ini kepada ku. Aku yakin kau masih mencintaiku. Jangan lakukan ini kepada ku" Ucap Melinda berlari dan memeluk Papa Abidzar dari belakang

__ADS_1


"Lepaskan" Gertaknya


Bersambung... ✍️


__ADS_2