TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG

TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG
Bab : 100


__ADS_3

...SEBELUM MELANJUTKAN BAB SELANJUTNYA, SAYA INGIN MENGUCAP KAN TERIMA KASIH BANYAK UNTUK PARA PEMBACA YANG SETIA DENGAN NOVEL KARYA PERDANA SAYA....


TIDAK ADA KATA LAIN SELAIN KATA TERIMA KASIH YANG SEBANYAK BANYAK NYA UNTUK MEMBERIKAN DUKUNGAN DAN KOMENTAR YANG MEMBANGUN. DAN SAYA UCAP KAN JUGA RASA HORMAT SAYA SEKALIGUS UCAPAN MAAF JIKA MEMANG HASIL KARYA SAYA INI KURANG BERKENAN DI HATI PARA PEMBACA.


...SEMOGA DENGAN BAB YANG KE 100 INI SAYA BISA LEBIH RAJIN UNTUK MENG UPLOD STORY NYA....


HARI PERTAMA LALA BEKERJA DI APARTEMEN MILIK DALFI.


" Maaf saya di utus untuk kerja di sini tuan. " Sapa Lala kepada Brandon.


" Kerja di sini,maksud ibu kerja di apartemen Daddy ku. " tanya Brandon.


Lala hanya mengangguk.


" Oke tunggu sebentar,aku telpon Daddy ku. " ucap Brandon.


Cukup lama Brandon berbicara dengan Daddy nya lewat sebuah panggilan telpon.


" Silahkan Bu,Daddy ku sudah memberitahu ku. " Brandon.


" Baik tuan muda. " balasnya.


Disaat Lala memanggilnya tuan muda Brandon merasa risih.


" Panggil saya Brandon saja Bu. " perintah Brandon.


" Eum ta,,tapi tu. " ucap Lala terputus ketika Brandon langsung meninggalkan nya.


Lala yang merasa heran dengan sikap Brandon cukup terpukau.


" kenapa jauh sekali dengan sikap anaknya,kalau anaknya bicara saja masih sopan jauh dengan bapaknya yang sombong dan arogan ckkk. " keluh Lala.


Lala pun memulai pekerjaannya dengan membersihkan seluruh ruangan tersebut yang menurutnya tidak kotor dan berantakan.


" Bilang saja kau mengerjai ku dokter gilaaa. " kesal Lala.


Setelah beres membersihkan semua ruangan dia pun langsung memasak menu makan malam nanti.


" Beres waktunya aku pulang kasian Bima pasti menunggu ku, maaf kan mama ya sayang,mama banyak kekurangan jadi orangtua yang baik untuk mu.


Waktu sudah menunjukan pukul 07: 00 wib dan Lala pun bersiap siap untuk bergegas pulang, disaat hendak membuka pintu Dalfi sudah membuka nya lebih dulu.


" Heh meni emang kau sudah kerjakan semua tugas mu? " tanya Dalfi.


" Sudah tuan dokter hebat,saya sudah masak juga kok untuk tuan dan tuan muda. " jawabnya.


" Kalau begitu temani saya makan cepat. " pinta Dalfi.


" Tapi tuan saya sudah malam anak saya pasti sedang menunggu. " rengek nya.

__ADS_1


" Tidak ada kata bantahan cepat ikut makan. " tidak bisa dibantah kemauannya.


Dalfi pun makan dengan nikmat begitupun Lala.


" Enak juga masakan wanita ini, kenapa aku begitu menikmatinya ahh sepertinya aku akan menambah lagi porsi makanya. " batin Dalfi.


" Tuan apa tidak kenyang sedari tadi aku liat tuan menambah terus porsi makan nya. " tanya Lala.


" Saya tidak suka disaat saya sedang menikmati makan ada orang yang banyak bicara. " kesal Dalfi.


Beberapa menit kemudian Dalfi pun selesai makan malam nya dia langsung menuju kamarnya untuk membersihkan badannya.


Sedangkan Lala membereskan sisa makan tadi dan langsung mencucinya.


" Beres sudah,waktu nya aku pulang. " Lala bermonolog sendiri.


" Tuan saya mau pamit pulang. " ijin Lala.


Dalfi yang mendengarkan nya hanya mengibaskan tanganya.


" Nih ambil uang buat bayar angkutan umum. " Dalfi mengeluarkan uang ratusan ribu sebanyak 10 lembar.


" Tu,,tuaan tidak salah memberi uang saya segitu." Lala masih terkejut.


" Kenapa masih kurang nih,saya tambahin. " Dalfi kembali memberikan uang ratusan ribu sebanyak 5 lembar.


" Tidak tuan,maksud saya bukan begitu, tapi sangat terlalu banyak. " Lala menjelaskan.


Dalfi hanya bisa bengong dengan segala pemikiran nya.


" Ckk munafik sekali wanita itu. " kesal Dalfi.


Drtt,drtt panggilan masuk dari Dalfa.


" Yah Hallo, " ucap Dalfi.


" Maaf Bro besok lusa kami baru pulang,jadi mungkin Brandon tinggal dengan mu saja. " ucap Dalfa.


" Tenang saja Brandon berhak tinggal di sini,karena saya Daddy nya. " sahur Dalfi.


" Baiklah kalau begitu saya ucapkan terimakasih." dan sambungan telpon pun terputus.


Dalfi langsung menghempas kan nafas nya ke udara dengan kasar.


Brandon pun akhirnya datang.


" Kenapa kau baru pulang nak,apa disekolah banyak kegiatan. " tanya Dalfi.


" Aku ngedate dengan Leona Dad. " ucap Brandon.

__ADS_1


" Leona,Leona cucu dari om Leon kah yang dia maksud. " batin Dalfi yang bertanya tanya.


" Ya ud Dad aku ke kamar dulu,aku capek seharian kegiatan ku full sekali. " ijin Brandon.


Brandon pun dikamar,dia masih membayangkan kejadian tadi yang hampir saja dia lakukan perbuatan yang tidak pantas dengan Leona karena Leona berhasil menggodanya.


Dia hanya mencium bibir ranum Leona yang memang baginya terasa kenyal dan candu.


" Argghh gilaa,kenapa gue ngebayangin aja begitu nikmat nya bibir Leona. " batin Brandon.


******


Di sebuah pemukiman yang bisa dibilang sangat padat dan kecil, Lala tinggal bersama anaknya yang mengidap leukimia.


" Tuhan dari mana aku dapatkan uang sebanyak 100 juta. " Liryh Lala.


Lala hanya mampuh meratapi nasib nya yang sangat pas Pasan.


Semenjak kepergian suami untuk selama lamanya, dia harus banting tulang menghidupi keluarga nya, tak jarang kerja apapun dia terima selama itu halal baginya dan keluarganya.


" Mama,mama kenapa menangis. " Deril.


" Eum sayang, kamu sudah bangun. " balasnya.


Deril pun mengusap air mata sang mama yang jatuh membasahi pipi indah sang mama.


" Mah, Deril baik baik saja kok, jadi mama nggak usah mengkhatairkan kondisi ku sekarang. " Deril mencoba menguatkan sang mama.


Deril sangat tau sekarang ini mama nya berjuang hanya sendiri, dan sebaiknya manusia biasa Deril pun memahami bahwa sang mama membutuh kan sandaran hanya untuk melepaskan beban yang dia pikul.


Deril semenjak tiga tahun lalu di vonis oleh dokter mengalami Leukimia stadium akhir yang dimana Deril hanya bertahan 5 bulan lagi untuk bisa melihat dunianya.


" Maafkan mama yah nak, mama masih berusaha untuk mencari biaya pengobatan mu. " lirih Lala.


Pagi pun telah menyongsong dimana sesuai perjanjian awal bahwa Lala harus setiap hari untuk bekerja di apartemen milik Dalfi dan kebetulan jarak dari apartemen Dalfi tidak terlalu jauh.


karena Lala pun sudah mengetahui kode pintu apartemen Dalfi dia pun langsung bergegas membereskan ruangan tersebut.


" Kenapa ruangan ini sangat berantakan sekali, memang dia ngapain aja sih aahr tidak bisa apa dia menghargai jerih payah ku. " Lala mulai ngedumel kesal.


Dalfi yang sebenarnya masih di apartemennya sangat jelas mendengar ocehan Lala.


" Hey Meni kalau kerja itu jangan banyak omong, kau di sini pun itu karena kesalahan mu. " ucap Dalfi.


Lala pun tak kalah terkejut nya di saat mendengar ada suara orang berbicara sedangkan dia tidak melihat orang ada.


" Siapa kamu, kenapa kamu bisa mendengar keluh ku hahh!! " Lala balik bertanya.


Tiba tiba dari arah belakang Dalfi menarik baju Lala namun tujuan nya ingin mendorong Lala, tapi dia pun ikut terjatuh hingga tubuh Lala berada di atasnya.

__ADS_1


...... SELAMAT MEMBACA BAB YANG KE 100 INI SEMOGA KARYA NOVEL KU INI SELALU BERKESAN DIHATI PARA PEMBACA YANG BUDIMAN.......


__ADS_2