
Di apartemen,milik Leo.
"Harus nya saya nggak memikirkan nona Gita,aarrgghhg" Leon mengusap kasar wajahnya yang merasa prustasi.
Ditempat yang berbeda Gita yang semakin lama menjadi sosok wanita yang dewasa,tutur kata yang lebih lembut.
"Kak Leon gimana kabar & keadaan mu,apa kamu baik baik saja,eeuum apa ku telpon aja yah",batin Gita.
Tuuttt,,tuttt suara telpon yang belum tersambung.Tidak lama ponsel Leon pun bergetar
"Derrtt,drrttt.
Gita,gumam Leon.Namun Leon tetap cuek dengan panggilan telpon itu..
Drttt,drttt.Leon mood awal diam & tak peduli hingga akhirnya dia men aktkn ponsel miliknya.
Gita yang merasa emosi dengan perlakuan Leon yang dia nilai begitu kaku & dingin.
"Semakin kakak cuekin aku,itu pastikan semakin hancur hati kakak",Ucap Gita.
"Pletak, bunyi suara jitakan.
"aauuuw sakit bang tau ahh,rengek Gita pada Ryan.Bagi Gita Ryan adalah satu satu keluarga yang dia miliki sedangkan dengan Jack dia tidak begitu dekat.
"Bang,pleas bawa kembali kak Leon ke sini.Aku merasa repot kalau tidak ada bantuan dari nya",Pinta nya.
"kamu yakin cuma sekedar itu heum?!,kata Ryan.
Namun bukan Gita namanya kalau dia tidak pandai mengalihkan topik obrolan.
*****
"Dadah papi pulang nya jangan malam malam yah,Tutur Diandara".
"Dadah anak2 papi yang ganteng papi berangkat dulu ya sayang,muuaach muaach cupp" Rakha mencium kening kedua anakny serta mencium singgkat Bibir istrinya.
Rakha sekarang sudah mempunyai perusahaan sendiri dan di nobatkan sebagai CEO termuda di tahun ini,yang banyak sekali gagasan gagasan terbaru,sehingga perusahaan yang dia kelola berpacu pada tingkat kemajuan teknologi.Diperjalanan menuju kantor nya Rakha tidak sengaja hampir menabrak seorang wanita yang hendak menyebrang.
__ADS_1
*ciitttt,suara rem mobil milik Rakha,mang udin selaku supir pribadi Rakha membentaknya.
"heh kamu bosan hidup yah,apa.buta mata mu",amarah mang udin pada wanita itu.
"Maaf Tuan saya buru-buru,ucap wanita itu.
Rakha yang mendengar wanita tadi langsung melihatnya.Dan Rakha dibuat terkejut ternyata wanita itu Tika dwisanti teman sekolah sewaktu di desa.
"Tunggu mang udin,sebentar biar saya liat dulu orang itu",ucap Rakha & mang udin pun patuh dengan perintah Tuan nya.
"Tika,kamu benar Tika Dwisanti kan?",tanya Rakha pada si empunya.Dan wanita itu menoleh ke arah suara,terkejut bukan main bahwa lelaki yang hampir menabraknya itu dialah sosok lelaki yang dulu pernah dia suka.
"Ra,,Rakhaaa,ucap Tika.Kamu beneran ini kamu,Tika menutup mulut dengan kedua tanga nya.
Rakha menganggukan kepala nya.
"Nih kartu nama ku hubungi saja bila ada perlu oke,aku tunggu & sekarang aku harus lebih cepat datang ke kantor.
Tika membalas nya dengan senyuman,Rakha bagi teman teman nya semasa sekolah sosok lelaki yang sederhana,pintar,&bersahaja bahkan Rakha tidak segan segan untuk menolong serta membantu teman nya dikala susah.
Di apartemen Leon.Pagi pagi sudah ada yang menekan bell nya.
Tingnong,,tingnoong,kemudian Leon bangkit dari duduk nya yang sedang berkutat dengan laptopnya, & melihat layar monitor.Ternyata yang dia lihat tak dan tak bukan itu adalah Gita sosok perempuan yang menyukai nya sejak 2 tahun yang lalu.Dengan berat hati akhirnya Leon membuka pintu apartemen nya.
Brukkk tiba tiba Gita memeluk Leon.
"Kakak aku kangen sama kamu",ucap Gita sambil menangis.
"heeuum Nona lepaskan saya,sebaiknya anda jaga sikap anda dengan saya.Karena saya sudah bukan asisten Tuan Ryan lagi. Leon sudah mengundurkan diri sebagai asisten Ryan lantaran kemauan orang tua nya yang harus mengolah perusahaan milik orang tua Leon.
"Kak mau sampai kapan,kak Leon abaikan rasa ini hah"!,perkataan Gita sedikit lantang.
"Pergilah dari tempat ku Nona Gita,saya sudah bertunangan jadi silahkan anda keluar.Saya tidak ingin tunangan saya melihat anda di sini.
Duaarrr,bagai tersambar petir tubuh Gita.Dia yang berdiri tegap dengan tiba tiba sedikit ambruk sambil berpegangan Dinding.
"Apa kak,tunangan.Kakak sudah tunangan,Gita yang tidak bisa menahan air mata nya untuk jatuh membasahi pipinya.
__ADS_1
Plaakkk,suara tamparan itu begitu nyaring terdengar.Gita menampar pipi Leon dia merasa begitu kecewa dengan keputusan lelaki itu.
"Puas kamu kak,setelah apa yang kau beri lalu aku terima dengan hati yang menyambut sekarang kau begitu mudah menghempaskan perasaan itu hiiks hiiks",ucapan yang dibarengi dengan tangisan Gita.Dia merasa cukup lelah memperjuangkan perasaanya terhadap mantan Asisten pribadi kakak sepupunya itu
"Baikalah,lakukan apa yang kau mau,lakukan".kata penekanan dari Gita untuk Leon.
"Maafkan saya Nona,sampai kapan pun saya tidak akan bisa menerima perasaan Nona.sergah Leon walaupun dia juga sebenarnya merasa iba dengan Gita.Namun apalah daya Leon sudah dijodohkan dengan kedua orang tua nya.
Gita yang sudah beranjak pergi dari tempat Leon menyusuri jalan dengan jalan gontai,dan menangis dalam diam nya,hingga akhirnya hujan turun tiba tiba yang di iringi suara petir "cleup juegheerrr" suara petir itu tidak menggoyahkan langkah kaki nya untuk tetap menyusuri jalanan itu.
Sedangkan di apartemen,Leon hanya terdiam dia pun memegang pipi ny yang ditampar oleh sang pemilik cinta itu.Leon pun tidak terasa meneteskan air mata nya,dia mengingat pertama kali bertemu dengan Gita disebuah tempat yang begitu jauh dari keramaian kota,dia diangkat sebagai adik nya oleh Tuan nya dulu yaitu Ryan Wiguna.
Leon pun hapal betul tingkah pola Gita yang semakin lama semakin dewasa,Leon tidak bisa berbuat apa apa hanya mampuh membasuh wajah nya dengan kasar.
*****
Dikantor Rakha.
📞"Hallo Ben bisa keruangan sekarang",Titah Rakha pada asisten nya.
📞" Baik Tuan saya segera kesana",sambungan telpon pun terputus...
Tokk,tokk suara pintu ruangan rakha diketuk.
"Masuk,sahut Rakha.
Ben untuk hari ini meeting dengan Tuan Arga apa kamu sudah menyiapkan semua berkas nya,tanyanRakha.
"Sudah Tuan,saya sudah menyiapkan nya jadi anda tidak usah khawatir Tuan muda,titah Ben.
Beni adalah teman sekolah Rakha yang sedari dulu suka membantu Rakha.Sebagai ucapan trimakasih Rakha memberi nya pekerjaan sebagai wakil direktur.
"cemon Ben saya harap bila kita sedang berdua stop panggil saya Tuan".pinta Rakha.
"Hahaha teman ku nih memang tidak pernah berubah,selalu bersahaja.Saya harap Tuan tidak akan pernah berubah,Ben sambil tersenyum kagum.
Meeting pun dimulai,Rakha & Ben memperkenalkan perangkat lunak terbaru yang dia ciptakan berbentuk sebuah robot yang akan membantu meringankan pekerjaan manusia.Para tamu pun bertepuk tangan serta kagum dengan sosok Rakha Bumi yang begitu jenius.
__ADS_1