TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG

TERJERAT CINTA ANAK KAMPUNG
Bab : 94


__ADS_3

CINTYA DAN BRAM.


"Kamu harusnya tidak boleh pergi tanpa ijin ku Cintya " ucap Bram.


Disaat Bram menyebut namanya Cintya merasa terharu.


" Apa enggak salah dia memanggil dengan sebutan namaku?" batin Cintya.


" Heh bodoh kenapa kau masih diam disana kemari," Bram menyuruh Cintya untuk mendekatinya.


Dengan rasa was was Cintya mendekati Bram.


" Aa,,daa apa tuan menyuruh ku?" tanya Cintya.


Namun dengan tiba tiba Bram menarik tangan Cintya untuk mendekap tubuhnya yang kekar.


Deuggg ada rasa yang aneh menghinggapi perasaan Bram,tapi dia mencoba untuk menepisnya.


" Pergilah menjauh dari tubuh ku," Bram mendorong Cintya hingga terjatuh kelantai.


" Auww tuan apa apaan sih kok aku tiba tiba di dorong sakit tau " keluh nya.


Bram yang mendengar keluhan Cintya tidak mau menanggapinya dan pergi begitu saja.


" Kenapa aku seperti ini padanya,baiknya mulai sekarang aku harus menjaga jarak dengan wanita itu." Bram bermonolog sendiri.


Sedangkan diruangan tadi Cintya mulai berfikir.


" Tu si beruang kutub kenapa sih,tiba tiba baik,tiba tiba jahat ahhhrhg." Cintya berucap.


Laura yang hendak turun ke bawah melihat Cintya langsung ingin mengerjai nya.


" Heh pembantu sini kamu,tolong buatkan aku jus apel okhe tapi ingat jus nya tidak boleh berwarna hitam harus putih bening," pinta Cintya.


" Baik Nona saya akan buatkan harap nona bisa menunggu sebentar," Cintya meminta.


Dengan mengibaskan tangan nya Laura menyuruh pergi Cintya.


" Dasar wanita ****** kamu pikir dengan mudah begitu saja mendapatkan harta dari Bram hahh!!" gumam Laura.


*


Ditempat lain Bram yang sedang mengadakan meeting dengan rekan kerja nya bahkan bersama Dalfi dan Kenzo.


" Bagaimana dengan wanita itu bro,loe belum mengenal kan wanita pilihan mu depan ku," kelakar Kenzo.


" Gue masih belum yakin dengan perasaan gue saat ini,karena jujur dihati gue ada dua wanita," dengan enteng dan tidak merasa berdosa Bram berucap.


Plakkkkk,,,Dalfi memukul lengan sahabatnya tersebut.


" Lo jangan gila yah,jangan coba coba buat mempermainkan perasaan wanita," Dalfi menasehati sahabatnya tersebut.

__ADS_1


" Ya lihat saja nanti apa yang saya lakukan nanti dengan wanita wanita itu," ucap enteng Bram.


*


Ponsel Bram yang berbunyi,lalu dia lihatnya ternyata yang menelpon adalah Laura.


Dengan sedikit malas dia pun mengangkat ponsel tersebut.


" Hallo Laura ad apa kau menelpon? " tanya Branim.


" Bram ini aku Cintya maaf aku lancang menelpon memakai ponsel Laura. " Cintya dengan keadaan yang kalut.


" Ada apa Cintya hingga kau lancang menggunakan ponsel kekasihku," tekan Bram.


" Maaf Bram Laura tidak sadarkan diri dikamar mandi tadi pas aku mau membersihkan kamarnya ."Cintya menjelaskannya.


Bram pun akhirnya mengakhiri sepihak panggilan telpon dari Cintya dan bergegas pergi dari tempat tersebut.


Sampailah Bram di mensionya melihat Cintya yang sedang mengkompres kening Laura.


" Ada denganya,kenapa dia seperti ini Cintya ?" tanya Bram.


" Aku pun tidak tau Bram tapi seperti nya Laura demam ," Cintya.


Bram pun menelpon salah satu dokter pribadinya yang bertugas di rumah sakit tempat dia dulu pernah di rawat inap.


" Hallo Jack bisa nggak Lo ke mension gue sekarang ?" Bram bertanya pada temannya.


" Baiklah siapapun itu gue tunggu ," Bram mengakhiri panggilanya.


Sedangkan ditempat lain Jack yang bersama wanita wanita malam langsung merasa aneh.


" Ada apa dengan nya ahh ganggu saja ." Jack pun melanjutkan malam nya setelah sebelumnya menelpon rekan kerja nya.


Dalfi yang sudah mendapatkan tugas pertama nya kembali sebagai dokter pun merasa bahagia.


" Kok seperti nya aku merasa tidak asing dengan alamat ini,kenapa Jack memberikan tugas ini kepada saya ahh tapi sudah lah apapun itu ." Dalfi bergegas.


Sampai didepan mension Bram,Dalfi merasa heran.


" What ini kan tempat si Bram kenapa dia memanggil dokter pribadi,,ah baiknya aku selidiki diam diam," Dalfi merasa aneh.


" Lo,,Lo kenapa di sini ." Bram bertanya.


" Justru itu gue yang harus nya bertanya ada apa,Jangan bilang Lo nyiksa seorang wanita ." Dalfi menyelidik.


" Lo kembali ke stelan semula Di?" tanya balik Bram untuk mencari kan suasana.


Namun Dalfi tidak menanggapi pertanyaan Bram yang menurutnya itu hanya pengalihan saja.


" Dimana pasien yang mesti gue obati?" tanya Dalfi.

__ADS_1


" Hmm iya di sini bro,sorry yah gue jadi merepotkan loe!" Bram.


" Hmm. " hanya gumaman yang dia keluarkan.


Sampailah Dalfi dan Bram dikamar Dimana Laura berbaring.


" Apa kekasih mu sering mengalami depresi belakangan ini atau kurang tidur dan gelisah. " Dalfi bertanya.


" gue rasa begitu karena jujur belakangan ini gue tidak ada waktu untuknya. " Bram berkata jujur.


Dalfi pun langsung memeriksa kondisi Laura saat ini.


" Saran gue,loe baiknya bawa dia ke psikolog mungkin ada sesuatu yang pengen dia keluarkan,namun enggan untuk mengatakan. " saran Dalfi


Cintya yang mendengar percakapan antara Bram dan Dalfi merasa heran.


" mengidap penyakit apa yah non Laura? "


Bram yang melihat bayangan Cintya langsung mengarah padanya.


" Auuwww,,sakittt tuaan, " Cintya kesakitan karena telinga nya di jewer oleh Bram.


" Itu hukuman kamu yang suka menguping pembicaraan orang lain. " Bram merasa geram.


Cintya pun hanya tertunduk takut.


" Maaf tuan bukan maksud ku begitu tapi aku hanya ingin tahu,sakit apa memang nona Laura. " Cintya tanya dengan tulusnya.


" Sudahlah itu bukan urusan mu,lebih baik kau bersihkan kamar Laura kasihan dia butuh tempat yang bersih dan nyaman. " pinta Bram.


*


Tiba tiba ponsel Dalfi bergetar dan dia pun melihat ponselnya siapa yang sudah menelponnya.


" Jack?!!,yh Hallo bro gue udah Dateng ke mension nya sahabat lo itu jadi lo nggak perlu khawatir oke. " Dalfi menjelaskan.


" Baiklah brother thanks lo udah bantu gue kali ini,tapi tenang aja bulan ini gaji lo dua kalilipat. " Zack berkelakar.


namun Dalfi tidak menanggapinya dan dia pun langsung mematikan ponselnya.


Diperjalanan Dalfi yang sedang mengendarai mobil menyetel sebuah lagu dimana kenangan nya dulu.


" Ahhh kenapa lagu ini mengingatkan ku pada ibu anak ku. " keluh Dalfi.


Semenjak hubungan nya dengan Dalfa dan Sita Dalfi kini sudah sangat menghargai sekali mereka karena bagaimanapun kesalahan nya yang fatal hampir membuat saudara kembar' nya tewas.


Tidak terasa sampailah di parkiran apartemen miliknya.


Dalfi yang sudah sampai depan pintu apartemennya langsung masuk dan merebahkan dltubuhnya pada sofa minimalisnya.


" Fatimah andai saja pada waktu itu aku langsung melamar mu,mungkin saat ini kau di samping ku bukan?!" batin Dalfi.

__ADS_1


...... SELAMAT MEMBACA BAB SELANJUTNYA MAAF BILA ADA BANYAK KESALAHAN KATA ATAU PENULISAN SEBUAH KALIMAT,SEMOGA DI MAKHLUMI JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE.......


__ADS_2